
Menara yang terdapat di bagian utara hutan tak bertuan merupakan penjara paling ketat dan tak ada seorangpun yang berani untuk mendatangi menara tersebut. Hal ini dikarenakan menara di lindungi oleh kawanan hewan buas dan jebakan- jebakan yang dapat menghalangi siapapun yang berani untuk mencoba membebaskan tawanan di sana.
Tetapi tidak bagi Kasim Bo dan Shi Lun yang tak pernah ada rasa takut sedikitpun bagi mereka yang memiliki kepandaian ilmu silat tinggi dan keberanian seorang pendekar sejati.Kasim Bo dan Shi Lun berkelebat dengan pedang di tangan mereka menebas setiap orang atau hewan buas yang mencoba untuk menghalangi niat mereka untuk membebaskan Putri Yun Hui di menara itu.
Wusshhh!
Crakk!
Malam yang gelap dan sepi membuat suasana di sekitar menara begitu mencekam dan disusul suara memilukan yang berasal dari sejumlah besar pasukan penjaga yang telah di tebas habis oleh Kasim Bo dan Shi Lun.
Crakk!
"Shi Lun, kau hadapi sisanya dan Aku akan pergi ke dalam menara sekarang juga." kata Kasim Bo nada serius kepada sahabatnya ini sebelum ia menggerakkan telapak tangannya ke arah pintu menara yang langsung jebol oleh ilmu pukulan saktinya itu
Brakk!
"Iya, Tuan Bo, kau serahkan saja para tikus jelek di hadapan kita kepadaku untuk aku habisi..!" sahut Shi Lun sambil menggerakkan pedangnya ke arah lima puluh orang pasukan yang menjaga menara dengan sikap garang sekali.
Brrrr!
Kasim Bo melesat masuk ke menara dengan luar biasa cepatnya menaiki tangga untuk memasuki setiap ruang yang berada di menara yang jumlah tangga dan ruang mencapai lima ratus tangga di setiap ruang yang ditelusuri oleh Kasim Bo.
Dan, dipuncak menara terlihatlah Putri Yun Hui di rantai besi dan baja tua yang di jaga ketat oleh seorang kakek tua yang memegang gelang dan memakai anting-anting panjang dengan sikap garang kepada Kasim Bo di depan gadis cantik jelita yang menjadi tawanan Ratu Yun ini.
"Wah, rupanya Aku harus berhadapan dengan si iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya di menara ini." kata Kasim Bo nada mengejek pada kakek tua yang melotot tajam dan bengis pada dirinya.
"Bocah sinting, terimalah ajalmu di tanganku..! " hardik Iblis tengkorak merah yang meluncur ke arah Kasim Bo dengan gelang besinya lebih dulu menyerang ke dada, perut dan leher pemuda di depannya itu dengan sadis sekali.
Wuttttzzz!
__ADS_1
Betzzz!
Kasim Bo mengelak ke samping lalu meluncur ke arah kakek tua yang berjuluk Iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya dengan pedang di tangannya berkelebatan di sekitar tubuh musuh tuanya itu dengan kecepatan tinggi.
Wettzz!
Tranggg!
Iblis tengkorak merah dengan cepat menangkis serangan maut yang datang kepadanya dari ujung pedang di tangan Kasim Bo dengan ujung anting-anting di telinganya yang sangat panjang dan lentur itu.
Kasim Bo meliuk-liuk di sekitar ujung anting- anting yang digunakan oleh Iblis tengkorak merah untuk menyerang balik ke arahnya dengan luar biasa cepat dan ganas bukan main.Pemuda ini pun menggunakan ujung lengan pakaiannya yang digunakan untuk melilit anting-anting di telinga Iblis tengkorak merah yang langsung di tarik hingga putus olehnya..
Tesss!
"Aduuhhhh!" pekik Iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya yang tak hanya anting-anting nya saja yang putus tetapi kedua telinganya juga oleh Kasim Bo yang terkenal kekejamannya dan keganasannya terhadap musuhnya.
"Bocah setan ku habisi kauu...!" hardik seorang pria berjanggut panjang yang meluncur dari arah kanan ruang paling tinggi di dalam menara ke arah Kasim Bo dengan kipas lipat di tangan kiri menyerang ke bahu kanan Kasim Bo.
Wuttttzzz!
Kasim Bo menggunakan telapak tangan kanan memukul mundur kipas lipat di tangan Perdana Menteri Heng yang kini maju untuk menghadapi dan berniat untuk membunuh Kasim Bo yang amat ditakuti olehnya itu.
Iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya di kiri Kasim Bo menyerang kembali dengan ujung gelang menyambar- nyambar bak cambuk ke arah Kasim Bo yang cepat gunakan pedang di tangan kiri menangkis serangan maut tersebut yang membuat Iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya memekik kaget sekali dengan sepak terjang Kasim Bo yang sangat lihai itu.
Trangg!
Trangg!
Trangg!
__ADS_1
Ujung pedang di tangan kiri Kasim Bo dengan cepat menghancurkan gelang di tangan iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya yang mengincar ulu hatinya dan kini Ia melemparkan pedang ke arah perut Iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya sehingga seluruh isi perut Iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya keluar berhamburan di sekitar lantai ruang itu.
Jlebb!
Perdana Menteri Heng yang telah melihat kawan lamanya tewas di tangan Kasim Bo dengan raut wajahnya yang merah karena marah telah cepat menyerang dengan lebih ganas lagi ke arah Kasim Bo dengan ujung kipas lipat di tangan kiri mengincar sekitar tubuh Kasim Bo yang terbuka untuk kesempatannya dalam menghabisi Kasim Bo musuhnya itu.
Wuttttzzz!
Bretttt!
"Aduhhhh!" pekik Perdana Menteri Heng yang kipas lipat miliknya telah di tebas hancur oleh pedang di tangan Kasim Bo dan telapak tangan Perdana Menteri Heng pun telah putus juga oleh pedang di tangan Kasim Bo.
"Sekarang kaulah yang harus menerima ajalmu di ujung pedangku ini, manusia laknat..!" hardik Kasim Bo yang meluncur dengan ujung pedang di tangannya yang menembus perut Perdana Menteri Heng hingga jebol dan tangan lainnya itu telah menarik lepas kepala Perdana Menteri Heng dari leher pria berpengaruh di Kerajaan Yun itu.
Jlebb!
Cress!
Kasim Bo menggunakan pedangnya memotong hancur berkeping-keping rantai besi dan baja tua yang mengikat Putri Yun Hui lalu dengan cepat Kasim Bo menggendong gadis itu keluar dari menara dengan cara menghancurkan tembok di ruang penjara tertinggi itu dengan ilmu pukulan hawa panasnya.
Brakkkk!
Shi Lun tersenyum lebar memperlihatkan hasil kerjanya kepada Kasim Bo. Dimana ia telah membantai habis lima puluh orang pasukan inti dari Perdana Menteri Heng di depan pintu masuk ke menara tersebut usai melihat Kasim Bo telah berhasil menyelamatkan Putri Yun Hui dan juga menghabisi Perdana Menteri Heng dan Iblis tengkorak merah dari gunung Himalaya yang merupakan kolega penting Ratu Yun.
"Kasim Bo, kita harus segera menghancurkan Ratu Yun dan ayahnya di istana Kerajaan Yun." kata Putri Yun Hui yang sudah siuman dari pingsannya setelah gadis itu diobati luka dalam tubuhnya oleh Kasim Bo.
"Tentu saja. Mari kita datangi saja kedua orang laknat itu secara langsung ke ruangan pribadi mereka di istana Kerajaan Yun." kata Kasim Bo nada serius sekali kepada Putri Yun Hui dan Shi Lun yang segera mengikuti langkahnya menuju ke arah timur laut yaitu istana Kerajaan Yun.
Brrr!!
__ADS_1
Bersambung!!