Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Kematian Kaisar Wanita Lin Xuan Rung.


__ADS_3

"Hahaha Lin Chi Yun sekarang kau harus mati di ujung pedang pusaka Kekaisaran Lin di tangan kananku ini setelah kau sudah lama sekali telah Aku biarkan hidup sampai kau dewasa dan kini kau bersikap kurang ajar kepadaku yang sudah berbaik hati tidak membiarkan suamiku yang jadi gurumu itu merebusmu hidup-hidup untuk obat kuat meningkatkan ilmu sinkang naga alam semesta kematian...!" suara dingin Kaisar wanita Lin Xuan Rung bak suara hantu dari kuburan saja bagi siapapun yang mendengar suara wanita itu.


"Hmmm.. Wanita ****** kaulah yang akan mati di ujung pedang penakluk langit dan bumi alam semesta Ming di tanganku..!" balas Kasim Bo yang lebih dingin lagi suaranya.


"Bocah laknat lihat baik-baik seranganku..!" seru Kaisar wanita Lin Xuan Rung yang telah lebih dahulu meluncur dengan pedangnya yang telah di arahkan kepada Kasim Bo dengan gerakan ilmu pedang burung Phoenix Lin yang luarbiasa hebatnya.


Wutttzzz!


Gerakan pedangnya membentuk sinar sayap kiri dan kanan burung Phoenix yang membentang ke segala penjuru arah yang mengurung setiap kali gerakan pedang di tangan Kasim Bo menuju ke arah dirinya.


Trang!


Kasim Bo menggunakan ilmu pedang naga salju abadi yang membuat pedangnya mengeluarkan hawa dingin yang membuat setiap gerakan dari pedang di tangan Lin Xuan Rung terkikis oleh deru angin kencang dari pedangnya sehingga ia berhasil membuat wajah wanita sadis itu begitu pucat dengan kelihaian ilmu pedang naga salju yang dimainkannya itu.


Werrr!


Lin Xuan Rung meliuk-liuk di udara dengan ujung pedangnya membentuk cahaya keemasan yang menyilaukan sepasang mata lawannya dan ia pun cepat menggunakan ilmu pedang naga Lin yang merupakan salah satu dari ilmu andalan dari keluarga Kekaisaran Lin yang telah dicuri olehnya.


Wutttzzz!!


Sing!


Pedang penakluk langit dan bumi bergerak cepat dan menghalau silau cahaya keemasan pedang di tangan Kaisar wanita sadis itu dan membuat wanita sadis itu memekik kaget sekali.


"Ahhhh! Kurang ajar..!" pekik kaget wanita sadis itu.

__ADS_1


Kasim Bo terus menerus melancarkan serangan maut yang membuat wanita sadis itu terdesak hebat oleh gerakan ilmu pedang naga salju yang dashyat sehingga ia berhasil merobek mulut dan kening wanita sadis itu dengan ketajaman ujung pedangnya.


Kresssss!


"Arghhh!! " jeritan memilukan Lin Xuan Rung kini terpotong kepalanya oleh pedang di tangan Kasim Bo yang tak hanya membelah pedangnya saja tetapi juga kepalanya.


"Tuan Bo..! " teriak Shi Lun dan yang lainnya yang telah sampai di aula utama Istana Kekaisaran Lin dengan wajah dan pakaian mereka basah kuyup oleh darah musuh-musuh mereka.


"Kalian semua habisi yang lainnya dan Aku akan mencari benda yang ku inginkan dari wanita gila yang sudah menjadi mayat ini." perintah dari Kasim Bo kepada teman-temannya.


"Siap, Kasim Bo..!" sahut teman-temannya nada serentak.


Kasim Bo melesat cepat menyelusuri ruangan- ruangan yang ada di istana Kekaisaran Lin untuk menemukan benda yang dicarinya itu namun ia menemukan seorang gadis muda terikat pada rantai besi di kedua kaki gadis itu di kamar yang berada di bagian utara istana Kekaisaran Lin.


"Bo Hai namaku." jawab Kasim Bo nada angkuh.


Kasim Bo tak menghiraukan gadis itu yang kini kaget diabaikan begitu saja oleh pemuda asing yang sangat angkuh dan sombong itu. Kasim Bo sibuk membongkar setiap laci di lemari, meja dan tempat lain di kamar itu.


"Kau mencari apakah di kamarku?" tanya gadis itu yang melompat-lompat untuk mengikutinya di belakangnya.


"Liontin naga Ming yang telah dicuri oleh Yang Lang dan disimpan oleh wanita gila Lin Xuan Rung di istana Kekaisaran Lin." jawab Kasim Bo nada acuh tak acuh sambil menghadapi gadis itu lalu menatap tajam ke seluruh tubuh gadis itu yang tertutup pakaian suku Lin sampai gadis itu menjerit-jerit ketakutan terhadapnya.


"Heiii..! Kurang ajar sekali kau! Kenapa kamu itu melihat aku seperti orang mesum tak tahu diri?!" jerit gadis itu yang melompat mundur secara otomatis ketika ia mendekatinya dan tangannya itu menarik kerah pakaian gadis itu lalu tangan lainnya menarik sesuatu di leher gadis itu dan benda yang dicarinya kini berada ditangannya.


"Kau di minta untuk menjaga liontin naga Ming di balik pakaianmu itu rupanya oleh orang gila itu." kata Kasim Bo dengan sikap santai seakan-akan ia tidak pernah menyentuh gadis itu.

__ADS_1


"Oh, aku tak tahu kalau kalung yang diberikan oleh ayahandaku adalah liontin naga Ming yang kau cari karena Ayah tidak pernah memberitahu aku tentang benda itu." kata gadis itu yang wajah cantiknya itu memerah malu karena tubuhnya itu telah disentuh oleh pemuda tampan asing yang aneh di depannya itu.


"Ming Yue, apakah kau sudah lupa terhadapku yang dahulu pernah masuk ke kamarmu yang lain bukan di sini? " tanya Kasim Bo menggeleng kepalanya melihat gadis itu seperti tak tahu apa- apa mengenai dirinya dan hal lainnya.


"Ming Yue? Kau memanggilku dengan nama Ming Yue? Apakah kau mengenaliku, pemuda tak tahu diuntung?" tanya gadis itu dengan bertolak pinggang dan menatapnya geram.


"Kau putri dari Kaisar Ming yang bernama Ming Yue orang yang pertama kali melihat tubuhku dengan bebas di usiaku masih lima belas tahun di istana Kekaisaran Ming dan kau juga orang yang pertama kali telah merebut keperjakaanku di usiaku tujuh belas tahun ketika aku mencari buku ilmu silat naga salju dan naga api sejati di perpustakaan istana Kekaisaran Ming." bisik Kasim Bo sampai gadis itu semakin memerah di wajahnya yang cantik jelita.


"Ihh.. Kau berani untuk bicara soal itu kepadaku di depanku..!" teriak Ming Yue memukul dada Kasim Bo yang sangat kokoh di depannya.Kasim Bo meraih kedua tangannya dan menariknya ke dalam pelukan hangat pemuda tampan itu lalu menciumnya dengan penuh kelembutan.


Brakk!


Pintu kamar terbuka dan terlihatlah Putri Yun Hui yang tampak kaget melihat Kasim Bo memeluk dan mencium seorang gadis di kamar itu. Gadis ini segera menangis dan berbalik keluar dari kamar dengan perasaan hatinya begitu sakit.


"Putri Yun Hui, ada apa denganmu?Kenapa kau menangis? " tanya Chou Cie terheran-heran lihat gadis yang biasanya galak itu kini tampak sedih sekali.


"Bukan urusanmu." jawab Putri Yun Hui dengan tatapannya begitu pedih kepada Chou Cie lalu melompat ke arah genteng dan melesat cepat ke arah keluar dari istana Kekaisaran Lin tanpa pamit kepada Chou Cie.


"Hei..Kenapa gadis aneh itu pergi darimu, Chou Cie? " tanya yang lainnya yang sudah datang ke depan pintu kamar tempat Kasim Bo berada.


"Entahlah, tapi aku harus memberitahu Tuan Bo tentang kepergian dari gadis aneh itu." jawab Chou Cie yang telah melihat Kasim Bo bersama dengan seorang gadis yang belum pernah di kenalnya selama ini di dalam kamar itu.


Kasim Bo dan Ming Yue menghadap ke arah pria muda yang menatap heran mereka berdua dan di dekat pria muda itu telah hadir Shi Lun dan para gadis cantik yang juga menatap Kasim Bo dan Ming Yue dengan ingin tahu.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2