Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Perjalanan Ke Kota Chen An Utara bagian 2.


__ADS_3

Pedang di tangan Chou Cie berkelebatan dengan kecepatan yang luarbiasa sehingga para musuh yang ingin membunuh Putri Mung Fan yang di lindungi olehnya dan sejumlah musuh itu dapat di tebas olehnya.


Crakkkk!


Li Hong Yi meluncur dengan seruling naga yang mengeluarkan alunan musik yang luar biasa merdu namun sangatlah mematikan bagi para musuh yang langsung runtuh olehnya dalam satu kali serangannya saja.


Nguung!


Bruakk!


Kasim Bo menggunakan pedangnya yang dapat meliuk-liuk di sekitar dirinya dan membentuk kipas yang menebas habis seluruh musuh yang ingin menghadang mereka ke kota Chen an Utara.


Wuttttzzzz!


Crakkkk!


Putri Yun Hui melompat-lompat kegirangan usai melihat pemuda tampan itu menghabisi semua musuh di tengah jalan menuju ke gunung batu tulis yang menjadi jalan untuk pergi ke kota Chen an Utara.


"Kau hebat sekali, Kasim Bo."puji Putri Yun Hui di dekat Kasim Bo mengabaikannya.


"Hong Yi, jalan di depan sana ada lima jalur yang dapat menyesatkan kita untuk pergi ke tempat tujuan kita."kata Kasim Bo menghampiri saudara kembarnya yang memandangnya sehingga para sahabat di sekitar mereka dapat melihat kedua orang pemuda tampan itu seperti cermin.


Li Hong Yi membalikkan badannya untuk melihat jalanan yang berada di depan mereka meskipun jalanan tersebut masih jauh dari pintu masuk ke gunung tersebut.


"Kau benar, Bo Hai.Kita harus mencari jalan yang benar untuk menghindari masalah yang datang mendekat kepada kita di tengah jalan ke kota Chen an Utara." kata Li Hong Yi menghela napas panjang.


"Aku tahu cara untuk kita pergi ke kota Chen an Utara dengan jalan yang tepat." kata Tang Hung Chien yang berdiri di dekat Liu Shi Shi dan Chou Cie yang memandang lembut Putri Mung Fan di samping Li Hong Yi yang menggandeng tangan Yang Chao Yue.


"Bagaimana?"tanya Shi Lun menoleh kepada pria muda tampan yang menjadi sahabat Li Hong Yi itu.


Tang Hung Chien melompat ke atas pohon yang paling tinggi untuk melihat lima jalur dan tempat apakah yang menjadi ujung dari lima jalur itu dan ia melihat adanya pepohonan yang menjulang tinggi dengan dedaunan yang menutupi jalan di lima jalur tersebut.


"Kita coba saja satu persatu dari lima jalur itu." kata Kasim Bo mengambil keputusan.


"Hmm, baiklah." kata Li Hong Yi yang telah jalan ke depan bersama Yang Chao Yue kekasihnya.

__ADS_1


Kasim Bo menggunakan jari tangannya untuk ia bisa memberikan tanda petunjuk jalan untuk ia dan teman-temannya tidak tersesat di lima jalur itu dengan cara membuat ukiran silang di pohon atau batu atau daun sebagai tandanya.


"Mmm, ada rawa hidup di tengah-tengah jalan di lajur pertama kita datangi." kata Putri Yun Hui di sebelah Kasim Bo.


"Ya, mundurlah semua." perintah dari Kasim Bo di depan semua temannya karena ia sudah lihat adanya sejumlah jebakan meluncur dari rawa ke arah mereka.


Wussss!


Sejumlah anak panah beracun meluncur dengan mengancam keselamatan mereka dari rawa di depan mereka namun Kasim Bo menggunakan kipas lipat di tangannya membuat anak panah beracun itu runtuh di bawah sepasang sepatu di tanah.


Bruk!


Kasim Bo kembali menggunakan kipas lipatnya mengibaskan anak panah beracun kembali ke rawa dan digunakannya untuk melewati rawa di depan mereka untuk tiba di seberang rawa.


"Ikuti langkah ku..! " teriak Kasim Bo kepada para sahabatnya yang menggunakan jembatan anak panah beracun untuk menyeberangi rawa hidup itu.


Setelah mereka tiba di seberang rawa hidup itu, mereka berhadapan dengan lima ekor landak di depan mereka yang mengeluarkan lidah hitam ke arah mereka.


"Ihh menjijikkan sekali lidah lima ekor landak itu." kata Yang Chao Yue bergidik ngeri.


Wuussss!


Gludungg!


Shi Lun melompati lima ekor landak dengan luar biasa gesit lalu telapak tangannya menghantam lima ekor landak hingga hancur berantakan oleh serangan pukulan awan mendung dari telapak tangan Shi Lun.


Dess!


Blaaar!


"Shi Lun, racun mereka menyebar di jalanan ini karena kamu menghancurkan mereka di tanah bukan di udara." kata Kasim Bo menggelengkan kepalanya melihat kecerobohan sahabatnya itu.


"Ya,lalu bagaimana cara kita untuk melewatinya tanpa keracunan? " tanya Li Hong Yi menoleh ke arah Kasim Bo di samping kanannya.


"Mundurlah semua dariku. " kata Kasim Bo nada serius.

__ADS_1


Setelah para sahabatnya mundur darinya.Kasim Bo membuka telapak tangannya yang telah ia kerahkan ilmu sinkang air bah yang membuat racun itu terbang ke arah rawa hidup di belakang mereka sehingga jalanan di depan mereka telah aman dari racun trenggiling lidah hitam.


Bress!


Werrrr!


Brush!


"Kasim Bo, berapa banyak ilmu yang kamu miliki sehingga kamu menjadi sehebat ini?" tanya Putri Yun Hui mendekatinya dengan sepasang mata gadis itu memancarkan cahaya kekaguman yang jelas.


"Lumayan banyak, namun Aku belum sehebat Li Hong Yi yang mempunyai banyak ilmu dari para gurunya yang tergolong tokoh-tokoh hebat di dunia persilatan daratan besar." jawab Kasim Bo merendah namun ia memuji saudara kembarnya yang luarbiasa mengagumkan baginya.


"Ah, kau bisa saja memujiku,Bo Hai.Aku biasa saja kok."kata Li Hong Yi tersenyum manis sekali kepada Kasim Bo.


"Kak Hong Yi-ku memang paling hebat dengan sifatnya yang rendah hati." kata Putri Mung Fan yang merangkul Li Hong Yi dan mengecup pipi Li Hong Yi sampai Yang Chao Yue terbelalak kaget melihat keberanian gadis cantik jelita itu.


"Mung Fan, kau terlalu memujiku." kata Li Hong Yi tersenyum kepada Putri Mung Fan yang telah membalas tatapan mata tajam Yang Chao Yue di sebelah kiri Li Hong Yi.


"Kau jangan main-main dengan Kak Li Hong Yi..! Dia itu kekasihku! " bentak Yang Chao Yue.


"Dia juga tunangan masa kecilku..! " balas Putri Mung Fan melotot kepada Yang Chao Yue.


"Kalian berdua adalah gadis-gadisku yang paling Aku sayangi." kata Li Hong Yi menengahi kedua orang gadis cantik jelita itu dengan merangkul keduanya di kedua sisinya.


"Wah,Kasim Bo kau kalah jantan dengan saudara kembarmu yang menerima dua orang gadis itu sekaligus untuk menjadi kekasihnya." kata Putri Yun Hui menatap sebal kepada Kasim Bo.


"Aku ini seorang Kasim sedangkan Li Hong Yi dia seorang Pangeran Muda yang bebas untuk miliki dua orang kekasih atau lebih." kata Kasim Bo di dekat Putri Yun Hui dengan sikapnya acuh tak acuh.


"Ughh... Alasan untuk menghindariku.." gerutu Putri Yun Hui sambil jalan mengikuti pemuda di depannya itu.


"Putri Yun Hui, kalau dia tak menyukaimu, maka ia tak akan pernah selalu berdebat denganmu." kata Li Hong Yi nada pelan sekali kepada Putri Yun Hui yang menoleh kepada Li Hong Yi begitu cepat dan wajahnya berseri-seri setelah dengar perkataan dari Li Hong Yi.


Li Hong Yi melewatinya bersama kedua orang kekasih pemuda tampan kembaran Kasim Bo itu dan Shi Lun juga yang lain memberikan jempol kepada Putri Yun Hui yang segera mengetahui bahwa mereka semuanya mendukungnya untuk mendapatkan hati Kasim Bo.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2