
Kasim Bo menggunakan ilmu tapak tangan sakti yang digunakannya untuk mendorong sepasang kaki Putri Yun Hui yang berada di atas kepalanya di dinding lubang rahasia.
"Pergilah lebih dahulu kepada mereka diatas." kata Kasim Bo membuat gadis itu meluncur ke atas dan ditangkap oleh Li Hong Yi dengan sigap sekali.
Wussss!
Teppp!
"Kasim Bo..! " teriak gadis itu yang melihat pria di bawah sana masih menempel di dinding.
"Bo Hai ulurkan tanganmu, cepat..!" teriak Li Hong Yi yang membungkukkan badannya untuk mengulurkan tangan untuk meraih tangan Kasim Bo.
"Ya.." jawab Kasim Bo merayap secara perlahan- lahan seperti cicak di dinding menuju ke atas dan tangannya telah di tangkap oleh Li Hong Yi di atas lalu melayang dengan ringan kembali ke atas dengan aman.
Brrrr!
"Bo Hai.. Ah syukurlah kamu sudah aman dari sekumpulan buaya di bawah sana." kata Li Hong Yi memeluk saudaranya dengan menarik napas dalam-dalam.
"Ya, Hong Yi terimakasih atas pertolonganmu tapi ku rasa aku tahu dimana Hu Yi Tian berada." kata Kasim Bo dengan raut wajahnya yang amat serius kepada Li Hong Yi.
"Eh, dimana orang itu berada? " tanya Li Hong Yi kebingungan dan penasaran dengan perkataan dari saudaranya itu.
"Di dalam penjara di dinding bagian samping di lubang rahasia ini." jawab Kasim Bo yang telah menempelkan telinganya di lantai dekat Shi Lun.
Li Hong Yi ikut menempelkan telinganya di dekat saudaranya dan ia mendengarkan suara seorang pria yang merintih kesakitan di bawah lantai itu dan raut wajahnya begitu tegang sekali.
__ADS_1
"Bagaimana cara kita untuk menyelamatkannya dari sana tanpa kita harus mengorbankan nyawa dengan dimangsa oleh buaya- buaya dibawah sana, Tuan Bo? " tanya Tang Hung Chien dengan nada panik sendiri kepada Kasim Bo.
"Menghancurkan lantai yang kita injak ini jauh lebih mudah." jawab Kasim dengan sikap tenang kepada Tang Hung Chien.
"Mmm, baik kita coba saja." kata Li Hong Yi yang sudah memerintahkan para sahabat mereka di dekat mereka untuk mundur dengan jarak yang cukup jauh untuk Kasim Bo yang berdiri sendiri di lantai itu.
Kasim Bo menginjakkan lantai dengan ilmu kaki gajah sakti yang menghancurkan lantai itu dan terlihatlah sebuah jalan sempit dan berliku-liku di bawah lantai itu oleh mereka semua.
"Ayo kita turun ke bawah lantai ini secara hati- hati sekali." kata Kasim Bo memimpin yang lain untuk turun ke jalan sempit dan berliku-liku itu.
"Mmmm gelap dan berliku-liku sekali jalanan di tempat ini. " kata Putri Yun Hui di belakang Putri Mung Fan dengan napasnya tercekat karena ia sangat takut terjatuh ke danau yang penuh luar biasa berbahaya bagi mereka semua.
"Ikuti saja langkah sepasang sepatuku untuk kita semua bisa sampai ke tempat tujuan dari misi kita di bawah sini." kata Kasim Bo menanjak ke arah timur yang terdapat pintu melengkung yang terbuat dari tanah tebal.
"Eh, tempat apakah ini?" tanya Chou Cie saat ia dan yang lainnya tiba di tempat berikutnya.
"Ada tangga di sana untuk menuju ke bagian di bawah sana." kata Li Hong Yi menunjukkan arah selanjutnya kepada Kasim Bo dan yang lainnya di dekatnya.
"Ya, mari kita coba untuk turun ke sana melalui tangga ini." kata Kasim Bo dengan raut wajahnya yang tampan itu selalu tenang dan sabar sekali.
"Ya, baiklah. Kami ikuti saja kamu di belakangmu untuk mengetahui dimana tempat Hu Yi Tian itu berada." kata Tang Hung Chien yang sudah ikuti langkah sepasang sepatu Li Hong Yi dan Kasim Bo yang sudah turun ke bawah yang semakin lama semakin gelap dan curam sekali juga licin.
Kasim Bo telah lebih dahulu sampai di sebuah tempat yang seperti penjara yang besinya sudah berkarat dan lantai penjara itu sangat bau anyir dan kotoran yang busuk sekali.
"Disana ada orang." cicit Putri Mung Fan yang di dekat Li Hong Yi.
__ADS_1
Li Hong Yi memicingkan matanya lalu memekik pelan mengenali orang itu adalah Hu Yi Tian yang selama ini mereka cari di wilayah Chen an Barat.
"Tuan Hu Yi Tian apakah kamu yang berada di dalam sana?" tanya Li Hong Yi dengan suaranya yang halus kepada orang itu.
"Enng kamu itu siapa yang memanggilku?" tanya balik orang itu yang mendekati pintu penjara di dekat Li Hong Yi yang tersenyum ramah kepada pria yang sudah lama dikenalnya itu.
"Aku Li Hong Yi anak laki-laki yang pernah jumpa denganmu di desa pegunungan Qin sekitar lima belas tahun lalu."jawab Li Hong Yi mendekatinya dan wajah pria itu meringis dan menatap kepada Li Hong Yi.
" Tuan muda Li Hong Yi.. "suara Hu Yi Tian amat menyedihkan di dengar oleh Li Hong Yi dan yang lainnya.
" Ya, kau mundurlah karena aku akan menolong kamu untuk keluar dari tempat busuk ini."kata Li Hong Yi dengan raut wajahnya begitu tulus hati kepada Hu Yi Tian.
Hu Yi Tian menganggukkan kepalanya untuk Li Hong Yi dapat menghancurkan pintu penjara itu hingga jebol lalu Hu Yi Tian pun dapat keluar dari penjara dengan raut wajahnya berseri-seri.
"Syukurlah kamu tak mengalami luka apapun di sekujur tubuhmu, Tuan Hu." kata Li Hong Yi nada senang kepada Hu Yi Tian..
"Hong Yi sebaiknya kita bicara dengan Tuan Hu Yi Tian di atas saja yakni di tempat yang lebih baik dari tempat ini." kata Kasim Bo menepuk- nepuk bahu Li Hong Yi.
"Oh, baiklah." kata Li Hong Yi segera mematuhi saran saudaranya.
Li Hong Yi menuntun tangan Hu Yi Tian untuk ia dapat melindungi pria yang menjadi wakil untuk misi perdamaian ini menuju kembali ke atas di jalan sempit dan berliku-liku mengikuti Kasim Bo yang sudah lebih dahulu sampai di lantai ruang perpustakaan bersama yang lainnya sebelum ia dan Hu Yi Tian.
"Tuan Hu sebaiknya kamu pergi mandi untuk kau dapat membersihkan tubuhmu dan berganti baju dengan baju yang bersih." kata Kasim Bo yang memberikan setelan baju bersih dan wangi dari Tang Hung Chien kepada Hu Yi Tian.
"Terimakasih Tuan Bo." kata Hu Yi Tian dengan senyuman ramahnya kepada Kasim Bo dengan menerima setelan baju itu kepadanya lalu pergi ke kamar mandi yang sudah ditunjukkan oleh Shi Lun untuk Hu Yi Tian.
__ADS_1
Chou Cie mengangkat bahunya lalu duduk di sisi kanan Li Hong Yi di ruang utama istana kota Chen an Barat untuk menunggu Hu Yi Tian dapat bergabung dengan mereka sesudah pria ramah itu kembali bersih, rapi dan wangi.
Bersambung!