Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Jumpa Rekan Baru Yang Menyenangkan..


__ADS_3

"Xiao Feng, kita bisa menemukan makanan di pasar desa ini yang telah kita lihat berada di sisi lain dari pegunungan Lun. " kata Chou Cie yang telah mengajukan dirinya untuk menemani Xiao Feng pergi ke pasar untuk menemukan makanan untuk mereka semua.


"Astaga, jauh sekali jarak antara pasar desa ini dengan rumah sementara Bo kita." kata Xiao Feng menelan air ludahnya setelah diberitahu oleh Chou Cie mengenai letak pasar desa kecil kupu-kupu gunung Lun kepadanya.


"Sejauh apapun takkan pernah menghilangkan rasa semangat ku untuk menemukan makanan untuk sarapan pagi kita semua sebagai sumber energi kita untuk menghadapi musuh-musuh yang selalu mengincar nyawa kita semenjak kita ikut campur tangan dalam urusan dunia ini." kata Chou Cie menasehati Xiao Feng.


"Emmm, baiklah.Kita berdua pergi ke pasar desa ini sekarang juga dan semoga kita bisa masih bisa mendapatkan makanan siap saji karena aku tak mau masak. " kata Xiao Feng yang sudah melesat cepat meninggalkan rumah sementara Bo dengan ditemani oleh Chou Cie ke arah barat desa kecil kupu-kupu gunung Lun.


Shi Lun pergi mandi di sumur yang terletak di belakang rumah sementara Bo setelah membuat kamar mandi dadakan dengan tirai bambu di sekitar sumur tersebut yang atapnya terbuat dari anyaman jerami bersih yang dibuatkan oleh Kasim Bo dengan terampil sekali.


"Shi Lun, jangan lupa untuk mandi yang bersih supaya tubuhmu tidak mengeluarkan bau tak sedap yang mengganggu penciumanku." kata Kasim Bo yang telah membuatkan sabun mandi dan pasta gigi juga sikat gigi untuk perlengkapan mandi mereka semua.


"Darimana kamu mempelajari tentang membuat sabun mandi sewangi ini, Bo Hai? " tanya Shi Lun dari kamar mandi sambil membasuh cairan yang berasal dari bunga-bunga segar di dalam botol keramik merah milik Kasim Bo.


"Melakukan percobaan dari bunga-bunga segar yang layak untuk kita pakai untuk mandi. " jawab Kasim Bo yang sedang membuatkan sikat gigi dari bulu-bulu ayam yang sudah dicuci bersih dan di jemur di bawah sinar matahari di dalam anyaman jambu tipis di atas genteng rumah sementara Bo.


"Oh, aku hampir lupa kalau kamu itu lulusan dari akademi Kasim Kerajaan Yun yang mempelajari banyak ilmu pengetahuan tentang kebersihan dan kesehatan dengan sempurna selain ilmu pengetahuan tentang membuatkan pakaian dari ulat sutra, kulit harimau, macan, ular, buaya dan domba seperti kaum wanita gemulai saja. " kata Shi Lun yang mendapatkan pakaian pria baru dari Kasim Bo yang telah membuatkan pakaian baru untuk mereka semua dengan keterampilan yang dimiliki oleh Kasim Bo.

__ADS_1


"Emm, cuma laki-laki malas sepertimu yang tak mau belajar untuk masa depanmu sendiri. " kata Kasim Bo yang kini sedang merajut benang- benang wol untuk membuat topi rajutan untuk dirinya sendiri di atas jerami di ruang utama dari rumah sementara Bo.


"Aku bukan seorang laki-laki pemalas namun aku tahu batas kemampuan untuk seorang pria dan wanita itu berbeda-beda seperti urusan masak, membuatkan pakaian, merajut, melukis, menari dan bermain alat musik harpa dan kecapi adalah ketrampilan khusus untuk wanita, sedangkan untuk laki-laki adalah ilmu silat, menjaga wanita dan membahagiakan mereka dengan mencintai mereka sepenuh jiwa dan raga termasuk hal itu yang menaklukkan mereka."kata Shi Lun yang tak menyukai cara pandang Kasim Bo mengenai keterampilan untuk pria yang harus bisa belajar untuk masak dan sebagainya.


"Tuan Bo, bicara soal keterampilan wanita yang juga harus dipelajari oleh pria karena dirinya itu bukan laki-laki normal sepertimu, Shi Lun." kata seorang wanita muda cantik yang melayang ke arah Kasim Bo dan Shi Lun juga Ching Erl di dalam rumah sementara Bo dengan gerakannya yang anggun.


"Wah, Nona Phang Bi Lian senang sekali kami bisa bertemu denganmu yang mengunjungi kami di rumah sementara Bo. " sapa Kasim Bo nada acuh tak acuh kepada wanita cantik ini yang kini menghampiri Shi Lun yang gagah perkasa.


"Sama-sama, Tuan Bo. Aku datang bukan untuk menemuimu melainkan menemui kekasihku Shi Lun yang gagah perkasa dengan kemampuan yang tidak akan pernah bisa kamu miliki sebagai seorang pria yang cacat seperti mu." kata Phang Bi Lian nada merendahkan Kasim Bo.


"Ya, silakan saja kau bersenang-senang dengan Shi Lun. Aku sedang sibuk dengan urusan yang lain. " kata Kasim Bo yang tidak mempedulikan tiap anggapan para wanita mengenai dirinya itu.


"Tuan Bo, kau memiliki wajah yang tampan dan tubuh kekar dan kuat namun isi dalammu itu tidak mencerminkan pribadi dan kualitas yang harus dimiliki oleh seorang pria," kata Ching Erl melirik ke bagian tubuh Kasim Bo yang tertutup celana panjang yang tebal dan hangat.


"Terserah saja bagaimana kamu dan yang lain menilai diriku, Ching Erl. Aku tak mau kehilangan sesuatu yang berharga di dalam hati dan diriku dengan memberikan apa yang ku punya pada wanita mana pun juga. " kata Kasim Bo di dalam hatinya.


Pikiran Kasim Bo berbeda dengan ucapan di hati nya karena dia memikirkan Putri Yun Hui yang pernah bicara tentang dirinya di kamar tidur di istana Gubernur kota Shi beberapa hari lalu. Ia sampai berkeringat dingin didekati oleh Putri Yun Hui yang centil itu.

__ADS_1


"Kasim Bo, aku penasaran dengan kepribadian mu yang sebenarnya sampai aku berpikir bahwa kamu adalah laki-laki normal yang memegang prinsip-prinsip kuat dalam menghormati kaum wanita dan cinta sehingga kamu tak pernah mau melepaskan topengmu dari sikap acuh tak acuh mu terhadap wanita. " kata Putri Yun Hui pada hari itu kepada Kasim Bo dengan mendekatinya secara perlahan-lahan.


"Putri, jangan sikapmu itu dan jangan sentuh aku sembarangan.. " kata Kasim Bo menepis tangan Putri Yun Hui yang menyentuh rahangnya dan membelai bibirnya yang suci.


"Mmm, baiklah.Kasim Bo, kau harus ingat kamu tak boleh memberitahu wanita mana pun juga mengenai dirimu yang sebenarnya seorang pria normal karena wajahmu merona ketika aku ini mendekatimu." kata Putri Yun Hui memberikan senyuman manis untuknya.


"Hmm.. Tanganmu jangan sentuh-sentuh yang tidak boleh kau sentuh.. " kata Kasim Bo dengan cepat menepis tangan Putri Yun Hui yang telah meraba-raba dada bidangnya dan meresahkan dirinya.


"Kenapa? " tanya Putri Yun Hui mendorongnya ke tempat tidur di malam hari itu di kamar tidur istana gubernur kota Shi.


"Kau akan membuat naga api bangun dari tidur nya yang panjang." jawab Kasim Bo melompat dari tempat tidur dengan melewati kepala Putri Yun Hui.


Putri Yun Hui malah tertawa mendengar kata -katanya. Ia pun segera kabur dari kamar tidur di malam hari itu ke genteng rumah pejabat Yun dengan tetap diikuti oleh Putri Yun Hui yang tak mau melepaskannya.


Dan, sekarang di rumah sementara Bo desa kecil kupu-kupu gunung Lun. Kasim Bo yang teringat tentang hari itu telah membuatnya merona tanpa sebabnya sampai Ching Erl menatapnya heran.


"Kenapa dia merona sendiri? Bukankah dia itu laki-laki setengah banci?" pikir Ching Erl.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2