Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Mengunjungi Rumah Pejabat Khong.


__ADS_3

Kasim Bo memandang pintu gerbang utama dari rumah pejabat Khong dengan senyuman kecil di bibirnya sambil menunggu kedatangan Li Hong Yi dan teman-temannya menyusulnya ke rumah pejabat Khong.


"Nona Peng,kenapa rumahnya begitu sepi sekali seakan-akan tidak ada penghuninya sama sekali, apakah kamu berniat untuk menipuku?" tanya Kasim Bo mengangkat alisnya kepada gadis di sebelahnya.


"Entahlah, Aku juga tidak tahu tapi kau tenanglah karena Aku tidak ada niat untuk menipumu." jawab Nona Peng Cheng dengan sikap serius.


Li Hong Yi dan yang lainnya sudah tiba di dekat Kasim Bo dan memandang ingin tahu dengan maksud dari kedatangan Kasim Bo ke rumah di depan mereka.


"Rumah siapa ini, Bo Hai?" tanya Li Hong Yi yang ikut penasaran dengan rumah di depan mereka.


"Rumah pejabat Khong." jawab Kasim Bo tanpa ragu untuk berjalan ke depan pintu gerbang dari rumah pejabat Khong dengan telapak tangannya di arahkan ke depan pintu gerbang dari rumah pejabat Khong hingga jebol olehnya.


Brakk!


"Eh, pejabat Khong itu siapakah?" tanya Shi Lun di belakang Kasim Bo sambil berjalan mengikuti langkah pemuda tampan itu bersama dengan yang lainnya.


"Putra dari Selir pejabat Wang yang tinggal di kota kecil gunung batu tulis."jawab Kasim Bo di depan mereka semua dan melihat adanya lima puluh mayat yang berserakan di halaman depan rumah pejabat Khong yang sudah busuk dan di hinggapi oleh belatung yang menjijikkan sekali.


" Celaka sepertinya kita sudah terlambat untuk datang ke rumah pejabat Khong karena seluruh penghuninya sudah dibantai oleh musuh yang tak ingin rahasianya di ketahui oleh kita, Bo Hai." kata Li Hong Yi nada luar biasa serius kepada Kasim Bo.


"Ya,mari kita lihat ke dalam rumah ini untuk kita bisa menyelidikinya dan semoga kita berhasil menemukan sisa penghuni rumah ini yang masih hidup dan bisa memberikan petunjuk untuk misi kita." kata Kasim Bo melesat cepat masuk ke dalam rumah pejabat Khong dan diikuti oleh Li Hong Yi dan yang lainnya.


Di dalam rumah pejabat Khong juga ternyata tak ada seorangpun yang hidup karena semuanya sudah menjadi mayat busuk tak beraturan yang bisa diperkirakan bahwa seluruh penghuninya sudah dibunuh sekitar beberapa hari lalu.


"Mmm, kita harus bisa temukan Yang Lang si pencuri medali naga Ming dari pulau di dasar air sungai dalam, dan selain itu kita harus temukan Liang Cu Yen cucu dari Kaisar Liang utara untuk jembatan perdamaian antara Kekaisaran Zhao di selatan dengan Kekaisaran Liang utara karena gadis itu adalah calon selir baru ayahanda kamu, Li Hong Yi."kata Kasim Bo yang sudah melesat ke dalam ruangan lain dari rumah pejabat Khong dan Li Hong Yi dan yang lainnya menyebar ke seluruh ruangan yang ada di rumah itu.

__ADS_1


Putri Yun Hui membuka pintu kamar yang semua jendelanya tertutup tirai dan gadis itu nyaris di serang oleh seorang gadis remaja cantik jelita dari dalam kamar itu dengan ilmu pukulan yang mengancam keselamatan gadis itu.


Wutttzz!


Plakk!


Tangan Kasim Bo telah lebih dahulu menangkis serangan-serangan telapak tangan gadis remaja cantik jelita itu sebelum mengenai diri Putri Yun Hui.


" Ahhhh..! pekik gadis remaja cantik jelita yang terdorong jatuh ke lantai oleh pukulan telak dari Kasim Bo.


"Kasim Bo, kau jangan membunuhnya karena dia adalah Nona Khong Li Mei putri dari Pejabat Khong." kata Putri Yun Hui cepat mencegahnya untuk membunuh gadis remaja cantik jelita yang duduk di lantai dengan menatap Kasim Bo.


"Oh, apa benar kamu adalah Nona Khong Li Mei putri dari pejabat Khong?" tanya Shi Lun cepat masuk ke dalam kamar itu sembari memeriksa seluruh ruangan tersebut dengan cermat.


"Benar." jawab Nona Khong Li Mei segera berdiri dan menjura hormat kepada Kasim Bo.


"Mmm baiklah, beritahu Aku siapa orang-orang yang telah membantai semua keluargamu,Nona Khong." kata Kasim Bo nada serius kepada Nona Khong Li Mei.


"Orang-orang Sekte Pedang Ular Hitam yang di kirim dari ibukota Kekaisaran Zhao untuk bantai keluarga kami atas perintah dari Permaisuri Yu di istana Kekaisaran Zhao yang juga merupakan Ketua Sekte pedang bidadari kematian." kata Nona Khong Li Mei dengan sikap jujur dan serius kepada Kasim Bo.


"Hmmm, Hong Yi sepertinya Kekaisaran Zhao di selatan dalam bahaya besar jika kita tidak bisa segera menemukan dua bukti kejahatan Perdana Menteri Kekaisaran Zhao dan ibu tirimu di istana Kekaisaran Zhao secepatnya." Kata Kasim Bo di depan Li Hong Yi.


"Ya, kalau begitu kita harus segera berangkat ke Ibukota Kekaisaran Zhao lebih dahulu sebelum kita pergi ke tempat lainnya di dunia persilatan daratan besar." kata Li Hong Yi wajahnya begitu cemas akan keselamatan Kekaisaran Zhao yang berada di ujung tanduk.


"Ya, mari kita pergi ke ibukota Kekaisaran Zhao sekarang juga dan berdoalah kita akan temukan orang-orang sekte pedang ular hitam di dalam perjalanan kita ke Kekaisaran Zhao." kata Kasim Bo yang segera melesat cepat keluar dari rumah pejabat Khong.

__ADS_1


Li Hong Yi dan yang lainnya segera mengikutinya dari belakang dan mereka berkumpul di depan dermaga sungai perbatasan antara wilayah Chen dan Zhao bagian timur untuk mencari dan menemukan kapal untuk menyeberangi sungai di depan mereka itu.


"Tak ada kapal di sekitar dermaga sungai ini dan sepertinya langit akan turun hujan lebat yang di sertai badai topan." kata Chou Cie menatap ke arah langit di atas mereka yang gelap gulita dan angin kencang mulai datang kepada mereka di dermaga sungai tersebut.


"Mmm, kita harus segera mencari tempat untuk berlindung dari hujan dan badai topan sebelum kita semua akan mati konyol." kata Shi Lun yang memakai logikanya yang tidak bisa dibantah lagi oleh Kasim Bo dan yang lainnya.


"Ya,disana ada kuil kosong Dewa Nacha marilah kita segera pergi ke kuil itu." kata Kasim Bo yang mengajak teman-temannya menuju ke kuil yang berada di sisi utara sungai.


Dan, mereka tiba tepat waktu sebelum hujan dan badai topan benar-benar terjadi di daerah itu. Hal ini melegakan hati mereka semua untuk malam ini bisa melewati badai topan dengan keadaan sehat dan selamat.


"Dimana kita bisa menemukan kapal untuk kita bisa menyeberangi sungai itu?" tanya Shi Lun di depan api unggun sambil makan malam berupa mantao dan seguci arak yang berhasil mereka dapatkan dari dapur rumah pejabat Khong saat mereka meninggalkan rumah tesebut pada sore hari itu.


"Mmm,Nona Khong Li Mei, Aku sudah tahu kalau Ayahmu seorang yang mempunyai transportasi air yang terkenal di seluruh kota ini." kata Kasim Bo menengok kepada Nona Khong Li Mei yang duduk di atas jerami.


"Ya, kau benar, Kasim Bo, tapi kapal keluargaku berada di gudang belakang rumah kami yang di lindungi oleh predator ganas dengan jumlah dari hewan buas ini mencapai setatus ekor lebih agar tak ada seorangpun bisa mencurinya dari kami." kata Nona Khong Li Mei tersenyum ramah dan tulus kepada Kasim Bo yang menarik hatinya.


"Baiklah, Aku bisa melakukannya untuk kita bisa segera pergi ke Kekaisaran Zhao secepatnya dan kurasa Aku bisa memperkirakan bahwa para anggota sekte pedang ular hitam masih berada di sekitar rumah kalian untuk hindari badai topan seperti kita ini." kata Kasim Bo nada tenang dan yakin bahwa ia bisa mengambil kapal laut milik keluarga pejabat Khong dari gudang.


"Kasim Bo,berbahaya sekali bagimu untuk pergi ke gudang keluarga kami." kata Nona Khong Li Mei nada cemas kepada Kasim Bo yang sudah berdiri di atas lantai dan bersiaplah untuk pergi dari kuil kosong Dewa Nacha.


"Aku tidak pernah tahu akan bahaya apapun itu yang akan mencoba untuk menghalangi jalanku dimanapun aku berada." kata Kasim Bo dengan sikap tenangnya yang membuat semua teman di sekitarnya pun menjadi tenang pula.


"Baiklah, kami akan menunggumu di dermaga sungai ini setelah badai topan mereda." kata Li Hong Yi menepuk bahu saudara kembarnya.


Kasim Bo menganggukkan kepalanya kepada Li Hong Yi lalu melesat cepat menuju ke gudang di rumah pejabat Khong dengan menembus badai topan yang menerjang pada tengah malam hari itu.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2