Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Kehancuran Keluarga Huo Di Tangan Kasim Bo.


__ADS_3

Kasim Bo membuka sepasang matanya ketika ia mendengar datangnya seorang musuh di dekat gua tersebut melalui pendengaran tajamnya ini telah menggerakkan telapaknya ke arah dinding dengan ilmu sinkang gravitasi bumi dengan satu gerakan tangannya berputar di udara lalu uap putih di telapak tangannya di arahkan langsung ke dinding sambil tangannya yang lainnya telah menarik Shi Lun untuk keluar bersamanya dari gua tersebut sebelum gua tersebut beserta isi dari gua tersebut hancur berkeping-keping oleh serangan mautnya itu.


Blaarrr!


Kasim Bo mengajak Shi Lun ke dalam hutan di sisi lain puncak gunung sembilan Nirvana untuk mencari keberadaan Putri Yun Hui yang telah di ketahui olehnya bahwa gadis itu dalam bahaya besar.


"Tak ada di sini." kata Shi Lun nada cemas usai melihat tiga hewan buruan Putri Yun Hui telah berserakan di rumput tanpa ada kehadiran gadis pemburu itu sendiri di sana.


"Aku akan bisa menemukannya di arah timur laut hutan ini." kata Kasim Bo dengan seringai kejam di bibirnya lalu melesat cepat ke arah timur laut yakni kediaman keluarga Huo yang merupakan salah satu dari keluarga musuhnya yang telah berkumpul di istana Kerajaan Yun menurut dari dugaannya itu.


Dan, benar saja. Ia melihat kehadiran Huo Guo Li dan keluarga Huo lainnya berdiri dengan rapat menjaga istana keluarga Huo di depan sepasang matanya untuk menghalangi jalannya ke dalam istana Keluarga Huo untuk menyelamatkan Putri Yun Hui.


"Bo Hai,kau berani juga untuk mendatangi kami di istana kami sendiri." kata Huo Guo Li dengan nada meremehkan kemampuan Kasim Bo.


"Aku bukan hanya berani untuk datang kepada kalian di istana kalian sendiri bahkan aku berani untuk menghancurkan kalian semua yang telah menculik orangku." kata Kasim Bo dengan nada tajam kepada Huo Guo Li dan pasukannya yang kini telah mengeluarkan senjata mereka masing- masing dan mulai bergerak untuk mengurungnya di tempatnya berdiri di depan istana keluarga Huo.


Singg!!


"Bocah tak tahu diri kau layak untuk menerima kematianmu di ujung pedang cahaya kematian di tanganku ini..!" hardik Huo Guo Li yang telah menggerakkan pedang miliknya ke arah Kasim Bo secara serentak dengan pasukan-pasukan di sekitarnya juga menyerang Kasim Bo dengan pedang yang tak kalah tajamnya dengan pedang pusakanya sendiri.


Wutttzz!


Trakk!


Trangg!


Shi Lun melompat dari tempatnya yang berada di luar kurungan Kasim Bo yang menggunakan ranting di tangannya untuk menyerang pedang di tangan Huo Guo Li dan pasukan keluarga Huo yang menyerang Kasim Bo secara bersamaan.


Senjata alat sempoa di tangan Shi Lun bergerak ke sekitar pasukan keluarga Huo yang gunakan pedang yang luar biasa tajamnya ke arah Kasim Bo sehingga sahabat Kasim Bo itu dengan luar biasa rangkas berhasil membebaskan Kasim Bo dari para pengeroyok sahabatnya itu.

__ADS_1


Trang!


Trangg!


Trangg!


Sempoa bergerak dengan kecepatan tinggi di sekitar pedang- pedang yang bernafsu untuk menghujam ke tubuh lincah Shi Lun namun pria muda ini sangat rangkas sekali membuat setiap serangan pasukan keluarga Huo berhasil telah diruntuhkan olehnya.


"Aiyaaaa..!" pekik pasukan keluarga Huo yang terkejut dengan pedang mereka telah runtuh di tanah dalam keadaan hancur oleh serangan alat sempoa milik Shi Lun.


Shi Lun menggunakan alat sempoa miliknya ke arah pasukan keluarga Huo yang memekik kaget karena alat sempoa memukul remuk kepala dan tubuh mereka dengan ilmu sinkang matematika khas Shi Lun.


Prakk!


Kasim Bo yang telah bebas dari kurungannnya oleh pasukan keluarga Huo telah menyerang ke arah Huo Guo Li yang menggunakan ilmu silat pedang kematian yang diarahkan langsung ke arah tenggorokan Kasim Bo.


Wutttzz!


"Heiii...! " pekik Huo Guo Li yang terkejut sekali melihat Kasim Bo melesat lebih cepat daripada gerakan pedangnya ke tenggorokan Kasim Bo telah lebih dahulu memotong tangannya dengan ilmu pedang naga marah melalui ujung ranting di tangan pemuda tampan itu.


Crakk!


"Aduhhh..! Kurang ajar kau bocahhhh...!" hardik Huo Guo Li yang semakin murka telah gunakan untuk kembali menyerang Kasim Bo dengan ilmu sinkang kematian melalui telapak tangan lainnya ke arah Kasim Bo yang telah bergerak maju ke depan dadanya dengan gerakan yang luar biasa mengejutkannya.


Wutttzz!


Plakk!


Desss!

__ADS_1


"Huekkk..! "


Bruakk!


Tetapi telapak tangan Huo Guo Li telah disambut dengan baik oleh telapak tangan Kasim Bo yang menggunakan ilmu sinkang hawa mujizat panas telah menghantam balik serangannya yang telah mengakibatkan Huo Guo Li muntah darah segar dan tubuhnya hancur seketika itu juga.


Shi Lun yang sudah menghabisi pasukan dari keluarga Huo telah menggerakkan alat sempoa miliknya ke arah pintu gerbang istana keluarga Huo hingga pintu tersebut hancur oleh serangan alat sempoa miliknya yang gunakan ilmu tapak elang merah sakti.


Brakk!


"Shi Lun, apakah kamu telah melihat keberadaan Yun Hui di dalam istana keluarga Huo sialan itu? " tanya Kasim Bo usai membunuh Huo Guo Li di dekat pintu gerbang istana keluarga Huo setelah ia melihat sahabatnya telah masuk lebih dahulu sebelum dirinya ke istana keluarga Huo yang kini begitu suram dan mencekam.


"Tidak ada Yun Hui tetapi di seluruh ruangan d8 di istana keluarga Huo hanyalah mayat-mayat dari sekte Bulan Dan Matahari tanpa kepala dan tubuh yang lengkap." jawab Shi Lun dari salah satu ruangan dalam istana keluarga Huo kepada Kasim Bo yang segera mendatangi sahabatnya di ruangan tersebut.


"Mmmm, Tong Yan dan pasukan sekte harimau hitam telah lebih dahulu menghancurkan Huo Guo Li dan merebut Yun Hui dari tangan Huo Guo Li."kata Kasim Bo setelah melihat mayat- mayat tak beraturan di ruangan paling suram di seluruh istana keluarga Huo kepada Shi Lun di sisi kirinya.


" Tong Yan itu gurumu kah?"tanya Shi Lun nada kaget mendengar informasi darinya itu.


"Ya, ia juga merupakan ayah kandung Ratu Yun atau Tong Le Le yang telah menguasai seluruh istana Kerajaan Yun, dan mereka ingin gunakan Yun Hui untuk menghadapi aku." jawab Kasim Bo nada geram sendiri.


"Mereka bekerjasama dengan sekte-sekte yang pernah kau hancurkan atas perintah dari Kaisar Ming Yen yang menginginkan lencana naga Ming milik leluhurnya kau temukan sebagai aliansi kuat di antara kalian berdua." kata Shi Lun nada tegang usai mencerna perkataan dari Kasim Bo di dekatnya.


"Ya, namun aku sama sekali tidak pernah takut terhadap mereka." kata Kasim Bo nada serius namun sikapnya begitu tenang luar biasa sekali sampai Shi Lun yang tadinya tegang menjadi tenang pula.


"Baiklah, sahabatku. Mari kita datangi mereka di istana Kerajaan Yun untuk kita berdua dapat menghancurkan mereka hingga tak tersisa lagi untuk hukuman mereka atas perbuatan hina dan kejam mereka terhadap dunia ini dan kamu." kata Shi Lun nada lantang sekali dengan sikap tenang.


Mereka pun segera berkelebat bagaikan hantu- hantu tengah malam dengan kecepatan tinggi meninggalkan istana keluarga Huo menuju ke wilayah dalam Kerajaan Yun usai lagi- lagi Kasim Bo menghancurkan istana bekas musuh-musuh nya itu dengan ilmu sinkang hawa panas yang sangat membara melalui telapak tangannya di arahkan langsung ke bangunan istana keluarga Huo hingga bangunan ini terbakar hangus oleh serangan maut dari Raja Dewa Naga Timur yang sakti itu.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2