
Kasim Bo dan Li Hong Yi berlomba-lomba untuk sampai di istana kota Chen An barat untuk temui Ratu Chen yang merupakan salah seorang dari musuh-musuh mereka di dunia persilatan.
"Hong Yi mari kita segera menghabisi wanita itu agar kita bisa segera mencari yang lainnya di berbagai daerah di wilayah Chen untuk kita bisa menemukan apa yang sedang kita cari selama ini." kata Kasim Bo nada serius kepada Li Hong Yi.
"Ya,Bo Hai. " kata Li Hong Yi tersenyum lebar di samping Kasim Bo.
Tang Hung Chien dan yang lainnya telah sampai di dekat mereka berdua di pintu masuk ke dalam istana Ratu Chen namun mereka di hadang oleh sejumlah besar pasukan yang menjaga tempat tinggal Ratu Chen.
"Mmm, pasukan tikus tak tahu malu berani untuk mencoba menghadang jalan kita. " kata Shi Lun yang telah melontarkan pukulan telak kepada para pasukan istana Ratu Chen.
Wutzzz!
Salah seorang dari para pasukan Istana Ratu Chen melayang ke arah Shi Lun dengan pukulan yang menangkis serangan-serangan dari Shi Lun dengan tepat sekali.
Bughh!
Shi Lun tak bergerak di tempatnya berdiri namun orang yang menangis serangan-serangannya itu telah terjengkang ke tanah dalam keadaan tak lagi bernyawa.
"Lancang kalian para perusuh...! " seru sejumlah besar pasukan Istana Ratu Chen yang segera menyerang mereka dengan menerjang secara bersamaan.
Wushhh!
Chou Cie melompat dengan pedangnya itu telah digerakkan secara lihai sekali dan menebas tiap musuh itu dengan kecepatan yang luar biasa sehingga ia berhasil mengalahkan sejumlah besar pasukan Istana Ratu Chen itu.
Wezzzz!
Crakk!
Pasukan Istana Ratu Chen yang lainnya menjadi marah dan menyerang Chou Cie dengan ilmu pedang yang sangat hebat sekali namun Chou Cie telah dibantu oleh teman-temannya yang kini menerjang para pasukan Istana Ratu Chen itu dengan pedang di tangan mereka yang hebat.
Wezzz!
Trang!
Trang!
Pedang di tangan Chou Cie mengadu kekuatan dan ketajaman dengan pedang salah seorang dari para pasukan Istana Ratu Chen yang pakai ikat kepala warna biru tua lambang istana Ratu Chen sebagai tanda tingkatannya.
Tang Hung Chien dan yang lainnya segera pula menyambut baik para pasukan Istana Ratu Chen itu dengan ilmu pedang yang membuat gentar beberapa orang pasukan Istana Ratu Chen.
Wezzz!
Trang!
__ADS_1
Trang!
Trang!
Trang!
Putri Mung Fan meluncur dengan pedangnya itu telah menebas sejumlah besar pasukan Istana Ratu Chen yang mencoba untuk membunuh Xi Hua Er yang sedang bertarung dengan sejumlah besar pasukan Istana Ratu Chen yang lainnya di dekatnya.
Wuzz!
Crakk!
Namun salah seorang dari teman perempuan di pihak Kasim Bo yang bernama Phang Lian itu telah terbunuh oleh para pasukan Istana Ratu Chen di dekat Putri Yun Hui yang menghadapi lima orang berpakaian pengawal pribadi dari Ratu Chen sendiri.
"Phang Lian..! " teriak Xi Hua Er memeluk gadis yang sudah berlumuran darah di sekujur tubuh.
"Hua Er, mundur dari sana...! " teriak Xiao Feng di dekat Zhao Ling Er yang sudah tertusuk pedang musuh di perut gadis itu.
"Xiao Feng.. Tidakkk...!! " teriak Chou Cie yang telah melihat gadis yang dicintainya itu telah di tebas pedang di tangan seorang pria tampan di sisi lain pimpinan dari para pasukan Istana Ratu Chen di depan pintu masuk ke aula utama istana Ratu Chen.
Chou Cie mengamuk dengan pedangnya itu kini bergerak dengan kecepatan yang luar biasa dan menebas sejumlah besar pasukan Istana Ratu Chen yang memakai ikat kepala warna hijau di sekitarnya.
Wusss!
Crakk!
Crakk!
Kasim Bo dan Li Hong Yi sudah menerjang para pasukan Istana Ratu Chen yang menjaga ketat di pintu masuk ke aula utama istana Ratu Chen di depan mereka dengan ilmu tendangan angin dingin secara bersamaan.
Wushh!
Bruakk!
Keduanya telah menghancurkan para pasukan itu dan menghancurkan pintu masuk ke aula utama istana Ratu Chen dan berjumpa dengan Ratu Chen yang sudah menunggu kedatangan mereka di istana yang megah namun suram itu.
"Kalian berhasil juga untuk datang ke istanaku..!" seru Ratu Chen yang menatap mereka dengan tatapan matanya yang luarbiasa bengis.
"Ratu Chen biarkan Aku Xiao Wang yang akan menghadapi mereka untukmu." kata pria tampan yang mengaku bernama Xiao Wang kepada Ratu Chen.
"Ya, silakan." kata Ratu Chen tersenyum lebar di bibirnya untuk mendukung kekasihnya mudanya itu untuk maju.
Xiao Wang mengeluarkan golok begitu burung rajawali yang meliuk-liuk di depan Kasim Bo dan Li Hong Yi dengan deru angin yang mematikan sekali.
__ADS_1
Wutzz!
Kasim Bo dan Li Hong Yi menangkis serangan- serangan itu dengan pedang dan seruling di atas kepala mereka yang membuat golok di tangan Xiao Wang tergeser dari atas kepala mereka.
Betttzzz!
Li Hong Yi meluncur dengan telapak tangannya itu mengerahkan ilmu sinkang arak wangi yang membuat Xiao Wang muntah darah ketika pria itu berniat untuk menangkis serangan-serangan maut dari Li Hong Yi.
Plakk!
Plakk!
Plak!
Kasim Bo melontarkan pedangnya dengan luar biasa tepatnya telah membelah kepala Xiao Wang dari jarak yang cukup jauh yakni di depan pintu masuk ke aula utama istana Ratu Chen.
Werr!
Crakk!
Ratu Chen yang telah melihat hal ini segeralah ia memerintahkan sejumlah beberapa orang para pasukan lainnya untuk mengeroyok Kasim Bo dan dirinya itu maju untuk menghadapi Li Hong Yi di tengah-tengah pertarungan antara para pasukannya dengan Kasim Bo.
Wuss!
Li Hong Yi yang merasakan angin pukulan yang datang dari telapak tangan Ratu Chen dengan lihai telah mengangkat telapak tangannya yang telah mengerahkan ilmu sinkang sekte Hoa San Pai.
Desss!
Ratu Chen terdorong mundur dengan tubuh dari wanita itu melayang ke belakang untuk kembali ke kursinya namun sebuah pedang dari tangan Kasim Bo telah memotongnya dengan tepat dan cepat sekali.
Crakk!
Kasim Bo rupanya telah membunuh pasukan itu dengan ilmu sinkang panas yang membakar para pasukan itu ketika menghadapinya secara bersamaan maka Kasim Bo dapat membunuh Ratu Chen dengan cepat pula.
Dess!
"Wow kalian memang perpaduan yang luarbiasa sekali. " puji Shi Lun dan yang lainnya telah tiba di aula utama istana Ratu Chen.
"Tuan Bo.. " suara tangisan dari Chou Cie telah di dengar oleh Kasim Bo yang melihat jenazah adik angkatnya di gendongan Chou Cie.
"Xiao Feng.. " kata Kasim Bo memegang tangan adiknya yang sudah dingin itu.
Putri Mung Fan, Nona Bi Xiao Chen, Putri Yun Hui dan Liu Shi Shi telah berkumpul bersama dengan mereka dengan tangisan setelah melihat ada beberapa orang teman mereka telah menjadi korban dari misi mereka.
__ADS_1
Bersambung!!