
Werr!
Syutttt!
Wettzzzz!
sejumlah pasukan sekte Gunung awan Lu telah menerjang dengan kehebatan ilmu silat mereka yang menggunakan sejumlah pedang yang telah mengancam keselamatan diri Kasim Bo dan Chou Cie yang berusaha untuk mendaki gunung awan Lu untuk menyelamatkan adik angkat dari Kasim Bo yang disandera oleh Ketua sekte Gunung awan Lu.
Wutttzzz!!
Bughh!
Kasim Bo melontarkan pukulan telak yang telah disertai ilmu sinkang matahari kembar melalui kedua telapak tangannya telah menghantam ke arah sejumlah pedang sekaligus para pemiliknya yang langsung roboh dengan kepala, dada dan perut mereka telah remuk oleh pukulan telapak tangan Kasim Bo.
Dess!
Chou Cie menggerakkan pedangnya yang sangat tajam itu dengan ilmu pedang singa gunung Chou yang membuat sebagian besar anggota sekte Gunung awan lu yang dihadapinya itu telah tertebas pedangnya yang mengarah langsung ke kepala para anggota sekte Gunung awan lu.
Crakkk!
Crakkk!
"Chou Cie mari kita langsung terjang saja tempat mereka dan seret keluar Ketua sekte Gunung awan lu dari markasnya... " kata Kasim Bo yang segera melesat cepat dengan ilmu ginkang naga terbang menuju ke puncak gunung awan lu.
Brrr!!
Kasim Bo melontarkan pukulan yang luarbiasa kerasnya ke arah sejumlah besar anggota sekte Gunung awan lu yang mencoba untuk halangi jalannya untuk masuk ke markas besar sekte Gunung awan lu.
Bughhh!
"Arghhh! " pekik kematian sejumlah anggota dari sekte Gunung awan lu yang terhempas ke arah pintu gerbang utama sekte Gunung awan lu.
Brakkk!
Kasim Bo menerjang dengan tendangan kakinya ke arah beberapa orang pimpinan anggota sekte Gunung awan lu yang telah menerjang dengan serentak dengan golok besar di tangan mereka telah terlepas dari genggaman tangan mereka dan menghujani tubuh mereka sendiri.
Duk!
Betttzzz!
Jlebb!
Lalu seorang pria paruh baya telah melesat ke arah Kasim Bo dengan melontarkan genderang yang mengarah ke kepala Kasim Bo yang cepat menggerakkan telapak tangannya menangkis serangan-serangan genderang itu hingga benda berisik yang dijadikan sebagai senjata oleh pria paruh baya wakil ketua sekte Gunung awan lu telah hancur berkeping-keping oleh pukulannya dan wakil ketua sekte Gunung awan lu yang kini memekik marah besar kepada Kasim Bo.
"Kurang ajar kauu bocah marga Bo...! " hardik Wakil ketua sekte Gunung awan lu yang segera menggunakan ilmu silat sekte Gunung awan lu dengan gerakan tangan kanan yang mengarah ke dada Kasim Bo dan tubuhnya melayang ke depan dengan kecepatan yang mengagumkan.
Wutttzzz!
Kasim Bo menggerakkan tubuhnya dengan lebih cepat daripada gerakan tubuh wakil ketua sekte Gunung awan lu dan kepalan tangannya telah melayang dengan tepat ke arah kepala wakil ketua sekte Gunung awan lu hingga retak.
__ADS_1
Prakk!!!
"Kasim Bo berhenti kau atau adikmu akan aku bunuh di depanmu....! " hardik Ketua sekte Gunung awan lu yang sudah datang ke hadapan Kasim Bo dan Chou Cie sambil menodongkan ujung tombaknya ke leher gadis remaja cantik jelita yang menatap sendu Kasim Bo.
"Kakak Hai.... " panggil Xiao Feng gadis itu pada Kasim Bo.
"Xiao Feng, bagaimana kamu bisa disandera oleh bajingan bau tanah itu? " tanya Kasim Bo nada tenang kepada Xiao Feng.
"Aku dibius oleh obat serbuk yang di tiup dengan memakai bambu oleh bajingan bau tanah itu ketika aku sedang ingin minum teh di kedai teh di kaki gunung awan lu bagian timur untuk aku bisa menemui kamu di kaki gunung merak lu." jawab Xiao Feng meminta maaf kepada Kasim Bo.
"Hmm, bajingan bau tanah kau layak untuk mati di tanganku.. Sekarang juga... " kata Kasim Bo yang telah bergerak ke ketua sekte Gunung awan lu yang kaget karena tahu-tahu kepalanya telah dicengkram oleh tangan Kasim Bo yang sudah menarik putus kepalanya dari lehernya dan Chou Cie dengan sigap telah menyambar tangan Xiao Feng agar terhindar dari semburan darah yang keluar dari lubang kepala dari leher Ketua sekte Gunung awan lu.
Kresss!
"Ayo kita segera pergi dari sini dan melanjutkan perjalanan kita menuju ke kota Yi secepatnya untuk aku bisa bertemu dengan Shi Lun di sana. " kata Kasim Bo mengajak kedua orang itu keluar dari markas besar sekte Gunung awan lu dengan gerakan ilmu ginkang naga terbang.
Whusss!
"Kak Bo Hai tunggu bentar.. " kata Xiao Feng.
"Kenapa?"
"Aku lupa untuk memberitahu kamu tentang peta sekte istana bunga Yue Yue yang tersimpan di markas besar sekte Gunung awan lu ketika si bajingan bau tanah itu menyuruh istrinya yang bau tanah juga untuk menggeledah tubuhku dari seluruh pakaian yang dikenakan olehku untuk ambil barang berharga yang telah berhasil aku dapatkan dari rumah pelelangan Tuan Heng di kota Heng an sekitarbeberapa bulan yang lalu." jawab Xiao Feng nada serius kepada Kasim Bo di depannya.
"Tak perlu khawatir karena peta itu berada di tangan Chou Cie yang sudah lebih cepat telah menebas istrinya bajingan bau tanah itu ketika kami akan mendaki ke puncak gunung awan lu untuk menerobos masuk ke dalam markas besar sekte Gunung awan lu untuk menyelamatkanmu, adikku." kata Kasim Bo memperlihatkan peta itu kepada Xiao Feng yang segera bernapas lega.
"Ah, syukurlah.. " kata Xiao Feng.
"Kau benar, Chou Cie. " kata Kasim Bo segeralah ia mencari tempat aman untuk membuka peta itu yaitu di gua dekat lembah sungai gunung awan lu.
"Kak Bo, aku akan memancing ikan di sungai ini untuk mendapatkan makan malam kita di gua ini di malam hari ini. " kata Xiao Feng yang segera berjalan keluar dari gua dan mengambil kayu di sekitar tepi sungai lalu melemparkan kayu ke dalam air sungai dan tiga ekor ikan besar telah tertusuk kayunya.
"Xiao Feng, biarkan aku yang membersihkan tiga ekor ikan itu dan kamu bisa menyiapkan kayu bakar untuk memanggang tiga ekor ikan ini. " kata Chou Cie yang segera mengajukan dirinya untuk membantu Xiao Feng membuat makan malam di tepi sungai itu.
"Iya, Kak Cie terimakasih banyak.. " kata Xiao Feng memberikan tiga ekor ikan kepada Chou Cie lalu menghampiri Kasim Bo di gua.
"Kak Bo, bagaimana? " tanya Xiao Feng melihat Kasim Bo menghancurkan peta itu dengan satu kali remas saja.
Kresss!
"Palsu.. " jawab Kasim Bo nada kesal.
"Aih.. Aku ternyata telah ditipu oleh Tuan Heng berengsek itu.. " kata Xiao Feng geram sendiri.
Bersambung!
Nb:
__ADS_1
Bo Hai / Lin Chi Yun putra mahkota dari Kekaisaran Lin yang mengalami hilang ingatan pasca keluarganya telah dihabisi oleh tiga orang kepercayaan ayahandanya sedangkan dia sendiri waktu kecil di beri obat perampas ingatan melalui sup bunga teratai favoritnya oleh dayang istananya sendiri. Ia diberi nama Bo Hai oleh gurunya dan dikirim ke Istana Kerajaan Yun untuk membunuh Raja Yun namun ia dihalangi oleh kakak seperguruannya yang menjadi Ratu Kerajaan Yun, jadi dengan terpaksa ia harus menyamar sebagai seorang Kasim Bo meskipun begitu ia mempunyai nama julukan di dunia persilatan daratan besar dengan nama Raja Dewa Naga Timur.
Putri Yun Hui putri ketiga dari Raja Yun yang memiliki kepekaan terhadap identitas asli dari Kasim Bo namun ia melindungi Kasim Bo dari semua orang baik di istana Kerajaan Yun maupun di seluruh dunia persilatan daratan besar.
Li Hong Yi/Pendekar Seruling Naga kembaran Kasim Bo yang nanti menjadi Kaisar Zhao yang baru.
Yang Chao Yue kekasih Li Hong Yi
Putri Mung Fan Kekasih kedua Li Hong Yi.
Bai Xiao Chen gadis suku Bai yang bertekad untuk menjadi istri dari Kasim Bo.
Shiang Hui Jing Ketua Sekte pulau Bunga Persik yang terpikat pada Kasim Bo namun ia malah menikah dengan Li Hong Yi kembaran dari Kasim Bo karena ia seperti gadis lainnya yang tidak tahu kalau Kasim Bo bukanlah seorang Kasim sejati.
Chou Cie sahabat dekat Kasim Bo.
Xiao Feng adik angkat Kasim Bo yang sangat cerdas dan cantik yang diam-diam menaruh hati pada Kasim Bo namun ia kecewa karena Kasim Bo hanyalah seorang Kasim yang seumur hidupnya takkan pernah bisa menikah dengan seorang wanita pun.
Shi Lun sahabat kedua Kasim Bo yang berjuluk si Dewa Uang yang super pelit sekali cuma royal terhadap Kasim Bo seorang.
Putri Yun Li putri pertama dari Raja Yun yang sejak awal jumpa dengan Kasim Bo sudah tertarik pada Kasim Bo namun ia bingung karena Kasim Bo adalah laki-laki yang sudah dikebiri dan selamanya tidak bisa di raihnya.
Ratu Kerajaan Yun kakak seperguruan Kasim Bo
Raja muda Yun yang merupakan kakak tiri dari Kasim Bo yang tidak tahu kalau Kasim Bo adalah adiknya satu ibu beda ayah dengan Kasim Bo.
__ADS_1
Putri Mi Ya tunangan masa kecil Kasim Bo yang dibesarkan oleh Ketua sekte istana bunga Yue Yue untuk memusuhi Kasim Bo karena sang Ketua sangat membenci Kasim Bo yang disebabkan oleh ayah kandung Kasim Bo telah menolak cintanya dengan memilih untuk memperistri ibu kandung Kasim Bo yang dinilai sebagai seorang wanita kaum barbar suku Yuen pedalaman.