Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Menyelamatkan Li Hong Yi.


__ADS_3

Kasim Bo menatap tajam sekitar ratusan buaya ganas, ikan piranha, hewan reptil yang persis seperti buaya namun hewan ini jauh lebih besar dan terlihat buas daripada buaya.


"Bo Hai,kau harus berhati-hati dalam bertarung dengan mereka." kata Li Hong Yi dengan wajah pucat melihat saudara kembarnya datang untuk menyelamatkannya dan bersiap untuk bertarung melawan para hewan reptil yang buas di sekitar dirinya dan para gadisnya.


"Hong Yi, kau jangan cemas karena Aku Bo Hai pasti akan menyelamatkan kalian semua." kata Kasim Bo dengan sikap tenang sekali kepada Li Hong Yi.


"Tuan Bo, hati- hati..!" seru Shiang Hui Jing, Peng Cheng, Khong Li Mei dan Bai Xiao Chen di dekat Li Hong Yi yang terikat rantai besi panas di sisi Yang Chao Yue dan Putri Mung Fan yang sudah pingsan karena ketakutan akan dimangsa oleh kawanan hewan reptil buas itu.


Kasim Bo menaruh telunjuknya di mulut kecilnya untuk para gadis itu diam dan tenang untuk lihat dengan sikap baik melihat pertarungan antara dirinya dengan kawanan hewan reptil yang mulai merayap secara bersamaan kedepannya.


Wussss!


Gerakan ekor kawanan hewan reptil yang telah menyerang Kasim Bo dengan ganas membuat Li Hong Yi dan para gadisnya menjerit-jerit melihat kawanan hewan reptil mengurung Kasim Bo di tengah-tengah dan bersiap untuk menerkam dan menyeretnya ke sungai lidah neraka untuk di mangsa bersama ikan piranha yang siap untuk melahap saudara kembar Li Hong Yi itu.


"Tidakkkkk! " jerit Li Hong Yi dan para gadisnya serentak.


Namun rasa takut kehilangan Kasim Bo sirna di saat mereka melihat Kasim Bo melompat dan menggunakan pedang yang sangat tajam sekali meluncur di antara kawanan hewan reptil yang mengurung Kasim Bo.


Wetzzz!


Pedang di tangan Kasim Bo bergerak lincah luar biasa dan merobek kawanan hewan reptil yang dalam waktu tiga detik saja sudah berjatuhan ke sungai lidah neraka dan dilahap oleh ikan-ikan buas.


Kresss!


Kasim Bo kembali menggerakkan pedangnya ke arah hewan reptil yang tubuhnya lebih besar dari buaya yang sudah dijadikan makanan enak dari ikan piranha di sungai lidah neraka. Dan,hewan reptil itu menggerakkan kakinya yang memiliki kuku-kuku runcing yang sanggup merobek tubuh Kasim Bo.


Wetzzz!


Kasim Bo meliuk-liuk di udara dengan pedang di tangannya berkelebatan dengan kecepatan yang luarbiasa sehingga ia berhasil menebas kedua kaki hewan reptil itu.


Crakk!

__ADS_1


Hewan reptil itu terpelanting dan terbalik dengan posisi telentang yang mempermudah Kasim Bo menebasnya sampai darahnya muncrat ke arah Kasim Bo.


Crakk!


Brush!


"Bo Hai..!" teriak Li Hong Yi yang mencemaskan Kasim Bo.


"Jangan khawatir karena Aku baik-baik saja,Li Hong Yi." Kata Kasim Bo yang segera melayang ke arah kurungan Li Hong Yi dan para gadis itu dan membebaskan mereka dengan pedangnya menebas putus rantai besi panas.


Crang!


"Cepatlah, kita pergi dari sini sebelum air sungai lidah neraka meluap dan menenggelamkan kita semua..!" seru Kasim Bo yang cepat mengajak mereka keluar dari ruang tahanan Suku Lu.


Di luar ruang tahanan Suku Lu.Mereka telah lihat kepala Desa Suku Lu telah ditebas lehernya oleh putrinya sendiri yakni Nona Lu Soan Li dengan golok di tangan gadis itu di dekat Putri Yun Hui.


Crakk!


"Karena dia ingin membunuhmu, Kasim Bo." kata Nona Lu Soan Li menatap lembut Kasim Bo dan memeluk pemuda tampan itu didepan Putri Yun Hui dan teman-teman Kasim Bo.


"Hei, kau tidak boleh memeluknya seperti itu..! " bentak Putri Yun Hui menarik paksa Nona Lu Soan Li dari Kasim Bo.


"Lepaskan Aku..!" balas Nona Lu Soan Li dengan sepasang matanya melotot kepada Putri Yun Hui yang membalasnya dengan menatap tajam pada gadis Suku Lu.


"Berhenti kalian jangan berteriak-teriak di dekat ku..!" perintah Kasim Bo yang mengejutkan hati kedua orang gadis cantik jelita itu yang seketika itu juga menutup mulut mereka dengan serentak di dekatnya.


Kasim Bo memegangi kepalanya karena ia bisa merasakan sakit pada kepalanya karena racun yang berasal dari darah hewan reptil itu yang muncrat ke seluruh tubuhnya ketika ia menebas putus hewan reptil yang ingin memakannya itu.


"Bo Hai, kau kenapa?" tanya Li Hong Yi dengan wajahnya begitu cemas kepada Kasim Bo.


"Aku tidak apa-apa. Aku cuma kelelahan saja dan hanya perlu istirahat sebentar saja maka Aku ini akan segera pulih kembali."jawab Kasim Bo nada tenang untuk saudara kembarnya tidak merasa cemas lagi terhadapnya.

__ADS_1


"Kasim Bo Aku ingin minta bantuan darimu untuk menolong saudariku yang di tawan oleh Raja Barbar sungai hitam dan menghancurkannya." kata Nona Lu Soan Li yang bersujud dihadapan Kasim Bo.


"Sungai hitam itu berada di lembah sungai lidah neraka yang merupakan tempat perkumpulan yang dibangun oleh Pangeran Muda Zhao Qiu dan Putri Aisha untuk melakukan sesuatu yang bisa menghancurkan Kekaisaran Zhao apabila ia bergabung dengan Kekaisaran Bei." kata Kasim Bo nada serius menceritakan kebenaran yang telah di ketahui olehnya kepada Li Hong Yi yang duduk di dahan pohon di depannya.


"Kenapa Kakakku sampai melakukan hal itu yang tentunya akan merugikan bangsa kami sendiri? " tanya Li Hong Yi perih hatinya.


"Hong Yi,orang-orang di istana memiliki hati dan pikiran yang inginnya adalah menguasai apapun yang seharusnya menjadi milik mereka tanpa memedulikan hal yang lainnya lagi." kata Kasim Bo dengan sikap bijak kepada Li Hong Yi.


"Emm, ya, Bo Hai. Ahh, dunia terkadang tak bisa sesuai dengan keinginan kita untuk berdamai dengan orang-orang yang pernah kita kenal dari bayi sekalipun dan untuk mencapai kedamaian adalah perang.Dan, Aku sangat sedih karena Aku harus berperang melawan saudaraku sendiri." kata Li Hong Yi menghela napas dalam-dalam di depan peta wilayah sekte sungai hitam yang di gelar oleh Tang Hung Chien di tanah depannya.


"Karena hidup harus dimulai dari perjuangan dan pengorbanan untuk mendapatkan keberhasilan yang sempurna untuk masa depan yang lebih baik." kata Kasim Bo menepuk-nepuk bahu Li Hong Yi untuk saudara kembarnya itu kembali bersemangat untuk menaklukkan dunia.


"Kau benar sekali,Bo Hai. Aku harus bisa melihat kenyataan bahwa hidupku harus dimulai dan di diselesaikan dengan peperangan untuk masa depan Kekaisaran Zhao yang lebih baik lagi." kata Li Hong Yi nada penuh semangat sekali di depan Kasim Bo.


"Kalau begitu daripada kita berlama-lama untuk mempelajari peta ini lebih baik kita bergegas ke sekte sungai hitam dan menghancurkannya lebih dahulu sebelum kita menyelamatkan Kekaisaran Zhao dari Perdana Menteri dan Permaisuri Yu di Ibukota Kekaisaran Zhao." kata Kasim Bo nada tak sabar untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Li Hong Yi.


Dengan bantuan dari Nona Lu Soan Li yang telah mengenal wilayah ini sehingga mereka dapat tiba di dekat sekte sungai hitam dengan lebih cepat dan mudah.


"Disanalah sekte sungai hitam berada." kata Lu Soan Li nada halus kepada Kasim Bo di balik semak belukar untuk mengamati orang-orang di sekte sungai hitam dari jarak yang cukup jauh.


"Hmm,baiklah kita akan melakukan penyerangan terhadap mereka pada tengah malam hari ini di saat mereka semua sudah terlelap didalam tidur mereka masing-masing." kata Kasim Bo sudah menyusun rencana untuk menghabisi sekte sungai hitam.


"Aku akan merebut peralatan perang dari mereka untuk kita gunakan dalam menghabisi Perdana Menteri Kekaisaran Zhao." kata Shi Lun dengan sinar matanya yang membayangkan betapa ia berhasil mengalahkan Perdana Menteri kepada Kasim Bo.


"Chou Cie, kau jaga mereka di sini bersama Tang Hung Chien, dan biarkan Aku, Li Hong Yi dan Shi Lun yang bergerak untuk menghancurkan sekte sungai hitam dan Pangeran muda Zhao Qiu dan Putri Aisha istrinya." kata Kasim Bo mengatur tugas untuk teman-temannya.


"Siap, Tuan Bo." jawab Chou Cie dan yang lainnya secara bersamaan.


Kasim Bo memandang Li Hong Yi dan Shi Lun di kedua sisinya lalu menganggukkan kepala untuk memulai misi mereka sekarang juga sehingga Li Hong Yi dan Shi Lun melesat cepat ke arah sekte sungai hitam dengan kecepatan tinggi.


Brrrr!

__ADS_1


Bersambung!


__ADS_2