
Di tengah pelayaran menuju ke Kekaisaran Zhao terjadi sejumlah penyerangan terhadap Kasim Bo dan rombongannya yang dilakukan oleh para pasukan musuh-musuh yang berniat untuk coba menghalangi kembalinya Li Hong Yi yang ingin menyelamatkan Kekaisaran Zhao.
Seperti pada dini hari berikutnya kapal laut yang ditumpangi oleh rombongan Kasim Bo tiba-tiba bocor di bagian dasarnya yang menyebabkan air sungai masuk ke dalam kapal laut.
"Celaka mereka ingin menenggelamkan kapal ini. Mari kita cepat pergi dari sini sebelum kita akan menjadi santapan ikan buas...! " teriak Kasim Bo dari atas bagian kapal laut yang paling tinggi.
"Ya..! " sahut Li Hong Yi dan yang lainnya segera melakukan perintah dari Kasim Bo.
Brrrr!
Brushhh!
Kapal laut tenggelam ke dasar sungai namun tak menenggelamkan mereka karena mereka telah meninggalkan kapal laut dengan menerjang air sungai dengan ilmu ginkang mereka masing- masing.
"Hei dimana yang lainnya? " tanya Kasim Bo di tepi sungai dekat desa terpencil di pedalaman suku liar sesudah ia dan Putri Yun Hui berhasil menyelamatkan diri dari bahaya tenggelam dan dimangsa ikan-ikan piranha ganas.
"Entahlah, Kasim Bo."jawab Putri Yun Hui dengan nada gemetar karena mereka baru saja melewati bahaya di sungai itu.
Kasim Bo mengedarkan pandangan kedua mata tajamnya ke segala penjuru arah di lokasinya saat ini dan ia bisa melihat sejumlah besar orang berpakaian serba hitam melayang di udara ke arah mereka berdua dengan kecepatan tinggi.
Wushhh!
Kasim Bo menarik tangan Putri Yun Hui untuk ia bisa melindungi gadis itu dari serangan yang dilancarkan oleh pihak musuh-musuh yang telah datang ke dekat mereka sehingga ia dengan luar biasa tangkas mengibaskan lengan pakaiannya ke arah serangan-serangan pedang tajam yang dilakukan oleh pihak musuh-musuh untuk habisi dirinya.
Desss!
Weeerrr!
Jlebb!
" Lancang! "hardik seorang pria berpakaian suku Zhao meluncur dengan pedang yang diarahkan kepada Kasim Bo dan Putri Yun Hui yang segera menangkis serangan-serangan tersebut dengan tangkas melalui pedang di tangan Putri Yun Hui di depan Kasim Bo.
__ADS_1
Trang!
Kasim Bo menggunakan ilmu sinkang tapak kaki gajah sakti yang membuat sejumlah pedang di tangan para musuh-musuh yang menyerangnya itu patah dan sebagian menusuk ke perut dan dada musuh-musuh itu dengan tepat.
" Mundurlah ke belakangku, Putri Yun Hui."kata Kasim Bo nada serius kepada Putri Yun Hui yang sedang bertarung melawan seorang pria ganas yang menyerang gadis itu dengan ilmu pedang yang ganas pula.
Betzz!
Putri Yun Hui mengelak dengan gesit sekali pada saat pedang di tangan pria ganas itu nyaris saja menyentuh kening halus gadis itu dan untungnya tangan Kasim Bo dengan cepat memukul dari samping pedang sehingga pria ganas itu kaget lihat serangan-serangan tangkas dari Kasim Bo.
Plangg!
Pedang di tangan pria ganas itu terlepas secara mendadak dari genggaman tangan pria ganas itu sendiri dan kini pedangnya telah dirampas oleh Kasim Bo yang langsung menggunakannya untuk memutilasi pria ganas itu dengan pedang pria ganas itu sendiri.
Crakk!
Kasim Bo menerjang ke arah musuh-musuh di sekitarnya dan Putri Yun Hui dengan pedang di tangannya itu bergerak dengan ganas sekali dan tahu-tahu musuh-musuh menjadi daging cincang olehnya.
Crakk!
Kasim Bo mengikuti arah pandangan sepasang mata indah Putri Yun Hui dan menemukan desa yang terletak di daerah tersebut sehingga ia kini luar biasa merasa tenang.
"Ayo kita segera pergi ke desa itu dan semoga kita bisa bertemu dengan teman-teman kita di sana." kata Kasim Bo dengan sikap serius sekali kepada Putri Yun Hui.
Setelah mereka meninggalkan tepi sungai itu. Li Hong Yi, Putri Mung Fan, Yang Chao Yue, Shiang Hui Jing, Peng Cheng dan Khong Li Mei datang ke tepi sungai itu dari arah selatan dengan raut wajah mereka begitu cemas sekali.
"Celaka, kita terpisah dari rombongan kita." kata Shiang Hui Jing nada panik memikirkan Kasim Bo yang telah menghilang dari kapal laut.
"Iya,mereka meninggalkan kapal laut kita ke arah yang berbeda-beda dengan kita sebelum kapal laut kita tenggelam." kata Peng Cheng dengan raut wajahnya mencemaskan Kasim Bo.
"Semoga ia baik-baik saja di tempat yang lain." kata Khong Li Mei merangkapkan kedua tangan untuk berdoa kepada Langit untuk melindungi pria yang dicintainya itu.
__ADS_1
"Ya, pasti ia akan selalu baik-baik saja karena dia adalah seorang pria yang sangat hebat." kata Shiang Hui Jing dengan sikap tegar.
Li Hong Yi memberikan isyarat di mulutnya agar semua gadis diam karena pemuda tampan itu dapat mendengar gerakan halus yang datang ke arah mereka dari rerumputan di sekitar mereka di tepi sungai itu.
"Buaya...! " pekik Yang Chao Yue melompat ke pundak Li Hong Yi dengan di ikuti oleh Putri Mung Fan dan yang lainnya.
Li Hong Yi bisa melihat hewan yang merayap ke arah mereka dari rerumputan itu adalah buaya muara air sungai itu dengan seekor hewan buas yang bentuknya seperti buaya namun bukanlah buaya.
"Binatang apakah itu? " tanya Shiang Hui Jing di atas kepala Li Hong Yi.
"Turun kau dari kepalaku dan untuk yang lainnya pergilah ke arah timur tepi sungai itu lebih dulu daripada Aku." kata Li Hong Yi menggerakkan kepalanya ke arah kiri yang membuat para gadis itu terhempas ke arah timur dengan kecepatan tinggi bagaikan di tiup angin kencang saja.
Wusss!
"Kyaaaaa...! " pekik gadis-gadis itu dengan suara ramai sekali.
Li Hong Yi bersiaplah untuk menghadapi kedua ekor hewan buas yang secara perlahan-lahan kini menhampiri dirinya namun sebelum ia turun tangan untuk membunuh hewan buas itu telah datang seorang gadis cantik jelita berpakaian serba putih yang meluncur ke depan kedua ekor hewan buas itu dengan sikap tenang sekali.
"Anak-anak ku berhentilah di depan Ibu kalian." kata gadis itu dengan suara lembut dan merdu kepada kedua ekor hewan buas yang bersujud di belakang gadis itu yang kini berhadapan dengan Li Hong Yi.
"Salam sejahtera untukmu Pangeran Kesembilan Li Hong Yi." sapa gadis cantik jelita berpakaian serba putih dengan sikap hormat kepada Li Hong Yi.
"Kau siapakah, Nona? Darimana kau tahu kalau Aku adalah Pangeran Kesembilan Li Hong Yi? " tanya Li Hong Yi nada serius kepada gadis itu.
"Aku Lu Soan Li putri kepala suku liar di wilayah ini." jawab Lu Soan Li menjura hormat kepada Li Hong Yi.
"Mmm, baik, lalu apa tujuanmu datang kepadaku di tepi sungai ini dan apakah kedua ekor hewan buas ini adalah hewan peliharaanmu?" tanya Li Hong Yi dengan sikap selidik kepada Lu Soan Li di depannya.
"Menjemput Anda untuk datang ke desa kami di timur tepi sungai lidah neraka.Ya, mereka adalah hewan peliharaanku." jawab Lu Soan Li dengan sikap hormat kepada Li Hong Yi.
"Baiklah, Aku akan menerima undangan sukumu, Nona Lu." kata Li Hong Yi dengan sikap wibawa sekali kepada Lu Soan Li yang segera memandu jalan ke arah desa yang bernama desa suku Lu.
__ADS_1
Bersambung!!