Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Puncak Gunung Zhao.


__ADS_3

"Tuan Hu..! " teriak Xin Qi yang segera melesat ke dalam gua untuk melihat kondisi kesehatan Hu Yi Tian yang tergeletak lemah di sana.


Kasim Bo lebih tertarik pada cincin di jemari kiri Hu Yi Tian yang memancarkan cahaya kehijauan seperti liontin naga Ming yang selama ini di cari olehnya.


"Tuan Bo, tolong kau bantu Aku untuk mengobati lukanya." kata Xin Qi menatap Kasim Bo dengan tatapan mata memohon.


"Baiklah." jawab Kasim Bo dengan sikap tenang.


Kasim Bo duduk bersila di depan Hu Yi Tian lalu mengulurkan kedua telapak tangannya ke dada Hu Yi Tian dengan mengerahkan ilmu sinkang hawa panas untuk menetralisir racun yang telah lama bersemayam di dada pria usia empat puluh lima tahun ini.


"Kenapa wajahmu begitu mencemaskan Hu Yi Tian, Xin Qi? Apakah dia itu ayahmu?" tanya Kasim Bo tanpa basa basi kepada Xin Qi yang kini terlihat lebih halus wajahnya ketika pemuda kemayu itu berada di dekat Kasim Bo.


"Eh, kau sudah menduganya dengan tepat sekali, Tuan Bo. Aku memang putri dari Hu Yi Tian yang dititipkan kepada ayah angkatku yang menjadi Raja dunia persilatan daratan besar untuk jati diri ku tak ada seorangpun yang mengetahuinya." jawab Xin Qi dengan sikap jujur kepada Kasim Bo.


"Oh,lalu darimana cincin di jemari kiri ayahmu itu? Bukankah itu adalah liontin naga Ming yang selama ini ku cari untuk aku berikan kepada Sri Baginda Kaisar Ming?" tanya Kasim Bo dengan sikap tenang kepada Hu Xin Qi nama pemuda di depannya yang sebenarnya adalah seorang gadis remaja yang sangat cantik jelita sekali di seluruh dunia ini.


"Dari ibuku yang merupakan selir Kaisar Lin dari Kekaisaran Lin untuk dijaga dengan baik dari orang-orang yang ingin melenyapkan Pangeran Mahkota Lin Chi Yun yang telah menghilang dari istana Kekaisaran Lin semenjak Kekaisaran Lin jatuh ke tangan Kaisar wanita Lin Xuan Rung." jawab Hu Xin Qi yang mengeluarkan cincin dari jemari kiri ayahnya lalu diberikan kepada Kasim Bo.


"Lin Xuan Rung.." gumam Kasim Bo pelan.


"Ya, kau mengenalnya? " tanya Hu Yi Tian yang sudah siuman dan sembuh dari lukanya kepada Kasim Bo.


"Tidak,tapi merasa bahwa ia tidak asing bagiku di telingaku namun ku tak ingat." jawab Kasim Bo dengan sinar mata jujur kepada Hu Yi Tian di depannya.


"Bo Hai, kau harus menyelidiki kasus hilangnya Pangeran Mahkota Lin Chi Yun untuk masa depan daratan besar melalui kau datangi wilayah Kekaisaran Lin sesudah kamu membantu Tuan Heng menghancurkan sekte naga Zhao." kata Hu Yi Tian menyarankannya.


"Tentu saja,Tuan Hu. " kata Kasim Bo nada tegas sekali.


"Xin Qi, kau bantulah Aku untuk keluar dari gua ini dan menunggu Bo Hai menyelesaikan misinya di gunung Zhao di kaki gunung Zhao." kata Hu Yi Tian meraih jemari tangan putrinya.


"Iya, Ayah." jawab Xin Qi patuh.


Kasim Bo meluncur ke arah Ketua sekte naga Zhao yang sedang dihadapi oleh Tuan Heng di puncak gunung Zhao dengan telapak tangannya ke arah Ketua sekte naga Zhao yang terkejut dengan serangannya itu.


Wutttzz!


Tuan Heng melakukan gerakan jungkir balik ke arah lain ketika ia melihat kedatangan Kasim Bo yang langsung melancarkan serangan kepada Ketua sekte naga Zhao yang memekik kaget di serang secara bertubi-tubi oleh ilmu sinkang hawa panas milik Kasim Bo.

__ADS_1


Plak!


Plak!


Plak!


Plak!


Putri Li Yun Er yang melihat kedatangan Kasim Bo yang terkenal kejam terhadap musuh segera kabur dari gunung Zhao namun Kasim Bo telah lebih dahulu melontarkan pukulan yang langsung menghantam punggung gadis itu yang langsung terjun bebas ke jurang dalam keadaan tak lagi bernyawa.


Dess!


Bruak!


Teman-teman Xin Qi menyerbu sejumlah besar anggota sekte naga naga Zhao disekitar Gunung Zhao dengan kehebatan yang membuat para anggota sekte naga Zhao kewalahan di dalam menghadapi serangan tersebut.


Trang!


Trang!


Trang!


Trang!


Wutttzz!


Werrr!


Jleb!


Jlebb!


Hu Xin Qi yang sudah membawa turun ayahnya ke kaki gunung Zhao merasakan kegelisahan di hatinya memikirkan Kasim Bo yang bertarung melawan Ketua sekte naga Zhao yang memakai pedang bentuk naga lambang dari sekte naga Zhao sendiri.


"Aku mengkhawatirkan dirinya." batin gadis ini di dekat ayahnya yang tersenyum memahaminya.


"Qi Qi kau sudah dewasa ya dan mulai tertarik pada pria muda sehebat Tuan Bo Hai? " tanya Hu Yi Tian bijak kepada putrinya.

__ADS_1


"Ya, Ayah.Aku telah jatuh cinta kepadanya."jawab Xin Qi menundukkan wajahnya dengan merona malu di tanya dengan tepat oleh ayahnya sendiri.


" Qi Qi, dia seorang Kasim yang seumur hidup tak pernah bisa menikah dan menjalani hidup sebagai laki-laki normal pada umumnya."kata Hu Yi Tian mengingatkan putrinya tentang identitas asli Kasim Bo yang mutlak bagi umum sebagai pria yang sudah dikebiri.


"Ya, Ayah.Aku tahu itu namun Aku tak sanggup melupakan cintaku kepadanya karena dia pria paling hebat di dalam hatiku."kata Xin Qi dengan nada pedih kepada ayahnya.


Sementara itu, Kasim Bo meliuk-liuk dengan luar biasa lincah menghindari serangan-serangan dari pedang di tangan Ketua sekte naga Zhao di depannya dengan menggunakan pena bulu yang mengerahkan ilmu pedang burung merak sakti di tangan kanan yang membuat ilmu pedang yang di mainkan oleh Ketua sekte naga Zhao selalu berhasil di halau dengan baik olehnya.


Trang!


" Kasim Bo ada urusan apakah kamu membantu Heng San Bin dengan kamu menyerangku?!"seru Ketua sekte naga Zhao yang mengeluarkan ilmu pedang sekte naga Zhao yang luarbiasa hebat untuk menghadapi pena bulu di tangan Kasim Bo yang begitu tangkas menghadapi serangan pedangnya bahkan pena bulu di tangan Kasim Bo seringkali mengarah ke tenggorokannya dan pelipisnya jika ia tak cepat menangkis serangan balik dari Kasim Bo terhadapnya itu.


Kasim Bo menyeringai melihat kegelisahan di raut muka lawannya maka ia segera memainkan ilmu sinkang tapak matahari sakti di tangan kiri yang mengarah langsung ke arah Ketua sekte naga Zhao yang langsung terbakar hangus dan terjungkal ke jurang di belakang pria itu.


Dess!


Bruak!


Tuan Heng menggerakkan pedang menyerang ke arah sisa anggota sekte naga Zhao yang telah mengeroyok dirinya dengan ilmu pedang burung rajawali putih yang membuat serangan-serangan pedang di tangan sisa anggota sekte naga Zhao berhasil di halau dengan sempurna olehnya lalu ia menebas habis semua musuhnya itu dengan pedangnya meluncur ke dada sisa anggota sekte naga Zhao


Wusss!


Crakk!


Crakk!!


Kasim Bo sudah meluncur turun ke kaki gunung Zhao untuk menemui Hu Yi Tian dan Hu Xin Qi dan para serigala dunia persilatan daratan besar yang sudah berkumpul bersama disana dan kini ia melihat semuanya menjura hormat kepadanya dengan sikap begitu hormat.


"Kasim Bo,kami semua akan membantu Anda di misi Anda di Istana Kekaisaran Zhao sekarang juga karena esok hari adalah hari penting bagi Kaisar Zhao. " kata Hu Yi Tian mewakili yang lain kepada Kasim Bo.


“Baik,terimakasih atas dukungan kalian untukku namun Aku harus bisa temukan Liang Cu Yen lebih dahulu di puncak gunung Zhao di sisi lain istana Kekaisaran Zhao yakni ruangan rahasia di dalam gunung Zhao dalam istana Kekaisaran Zhao bukan gunung Zhao yang berada di sini, di luar ibukota Kekaisaran Zhao."kata Kasim Bo di depan Hu Yi Tian dengan tatapan matanya yang tajam dan serius kepada Hu Yi Tian.


"Hmmm,baik Kasim Bo.Kami akan mematuhimu saja." kata Hu Yi Tian dengan tatapan matanya yang tulus membantu Kasim Bo.


"Tuan Bo,ada surat dari Kakak Cu Lan Mei untuk kamu." kata Tuan Heng yang mengambil surat di kaki burung merpati warna coklat yang telah di kirimkan oleh Cu Lan Mei kepada mereka di luar Ibukota Kekaisaran Zhao kepada Kasim Bo.


"Li Hong Yi sudah tiba di rumah bordil Kakak Cu Lan Mei bersama Shi Lun.Mari kita segera temui saja anak itu di sana." kata Kasim Bo usai baca surat tersebut lalu mengajak yang lainnya pergi dari kaki gunung Zhao menuju kembali ke arah ibukota Kekaisaran Zhao.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2