
Setelah Perdana Menteri Kekaisaran Zhao dan Permaisuri Yu telah mendapatkan hukuman mati yang dilakukan oleh Kasim Bo dan Li Hong Yi yang telah berhasil menggagalkan rencana dari kedua orang berpengaruh di Kekaisaran Zhao ini untuk menggulingkan pemerintahan sah yang di pegang oleh Kaisar Zhao tua atau Ayah kandung dari Li Hong Yi dengan tepat waktu.
Tuan Heng melompat dengan pedang tajamnya itu menebas leher Kaisar Zhao tua dan seluruh keluarga dan pejabat yang hadir di balairung utama Kekaisaran Zhao untuk menjalankan misi yang sudah disepakati olehnya pada Kasim Bo.
Crakk!
Li Hong Yi terkejut dengan sepak terjang Tuan Heng yang telah membunuh ayah dan keluarga juga pejabat Kekaisaran Zhao begitu saja tanpa ia sempat untuk menghalanginya.
"Tuan Heng kenapa kau membunuh ayahku dan keluargaku juga para pejabat ku? " tanya Li Hong Yi kaget dengan wajahnya pucat melihat ayah, keluarga dan pejabat Kekaisaran Zhao telah menjadi mayat tanpa kepala.
"Karena mereka adalah orang-orang lama yang harus digantikan dengan orang-orang baru yaitu kamu, Li Hong Yi." jawab Kasim Bo yang berjalan ke arah Li Hong Yi dengan sikap tegas sekali.
"Ta.. Tapi mereka adalah orang-orangku, Bo Hai? Kenapa kamu memerintahkan Tuan Heng orang mu itu membunuh semua orangku? " tanya Li Hong Yi nada menuntut keadilan kepada Kasim Bo yang menatapnya dengan tatapan matanya yang tajam dan tegas
"Karena mereka adalah orang-orang yang telah membuangmu ke wilayah Chen dengan dalih untuk menyatukan kedua wilayah dengan cara kau harus menikah dengan Putri Chen Yi Yi dari Kekaisaran Chen namun kenyataannya adalah kau harus di hukum buang untuk seumur hidup kamu supaya kamu tidak akan pernah kembali ke istana Kekaisaran Zhao dan jumpa dengan Ibumu."jawab Kasim Bo mengeluarkan bukti dari kebenaran perkataannya kepada Li Hong Yi yang tercengang melihat ibu kandungnya datang ke balairung utama istana Kekaisaran Zhao dalam keadaan lemah, pucat dan kotor seperti tawanan saja.
" Ibu.. " panggil Li Hong Yi nada bergetar melihat ibunya di papah oleh Tang Hung Chien dan Shi Lun.
"Hong Yi... " panggil ibunya yang dibantu oleh Liu Shi Shi berjalan ke dekat Li Hong Yi yang segera memeluk ibunya dengan airmata kesedihan yang mengalir dari kedua matanya yang indah.
__ADS_1
"Kak Hong Yi.. ! " seru Putri Mung Fan dan Yang Chao Yue bersamaan dari pintu masuk utama ke balairung utama istana Kekaisaran Zhao dengan diikuti oleh Putri Yun Hui, Nona Peng Cheng, Bai Xiao Chen, Nona Khong Li Mei dan gadis cantik jelita lainnya yang berlari ke arah Kasim Bo yang berdiri di dekat Hu Yi Tian dan Nona Hu Xin Qi
"Kalian berdua, apakah kalian baik-baik saja? " tanya Li Hong Yi nada lembut menahan haru biru melihat kedua orang kekasihnya yang kini telah masuk ke pelukannya.
"Ya,Kak Hong Yi kami baik-baik saja semua ini karena ide cemerlang dari Kasim Bo yang sudah mengatur tugas untuk kami untuk membantumu naik ke takhta dengan sempurna." Jawab Putri Mung Fan memberikan dekrit asli takhta resmi dari Kaisar Zhao Gun atau Kakek Kandung Li Hong Yi kepada Li Hong Yi.
"Anakku mulai hari ini kamu adalah Kaisar Zhao Hong Yi pemimpin baru Kekaisaran Zhao." kata Permaisuri Agung Zhao dengan nada wibawa.
Li Hong Yi menerima dekrit tersebut dari ibunya secara langsung dan mengangkat dekrit ke arah atas kepalanya sehingga semua orang yang ada di balairung utama istana Kekaisaran Zhao telah bersujud hormat di depannya.
"Hormat kami kepada Kaisar Zhao Hong Yi..! Hidup Kekaisaran Zhao..! "sorak sorai Kasim Bo dan yang lainnya dengan sikap hormat kepada Li Hong Yi.
" Bangunlah kalian semua.. Mari kita semua bisa merayakan hari penobatan ku sebagai Kaisar Zhao yang baru dengan pesta meriah yang akan diselenggarakan selama satu pekan di seluruh wilayah Kekaisaran Zhao.."kata Li Hong Yi nada agung kepada yang lainnya.
"Hong Yi, kau harus memiliki seorang Permaisuri Agung untuk kekuasaan dan pengaruhmu takkan pernah di ragukan oleh seluruh rakyatmu." kata Kasim Bo memberitahunya tentang peraturan di kehidupan Kekaisaran kepada Li Hong Yi untuk kejayaan Li Hong Yi sendiri.
"Baik, Aku akan segera menetapkan Permaisuri Agung ku usai Aku dinobatkan sebagai Kaisar Zhao Hong Yi. " kata Li Hong Yi tersenyum tulus kepada Kasim Bo untuk mengungkapkan rasa terimakasih kepada saudara kembarnya itu.
Kasim Bo membiarkan Li Hong Yi bicara dengan Permaisuri Agung Zhao berdua di ruangan lain di istana Kekaisaran Zhao di sela-sela pesta yang masih berlangsung dengan meriah di balairung utama istana Kekaisaran Zhao.
__ADS_1
"Tuan Bo, Aku Tuan Heng akan selalu menjadi orangmu seumur hidupku." kata Tuan Heng yang mendatanginya di paviliun depan kamar tamu di bagian utara istana Kekaisaran Zhao.
"Aku juga Kasim Bo.. " kata Chou Cie yang duduk di bangku batu sambil minum arak dari gucinya secara langsung.
"Kasim Bo, kami juga.. " kata para gadis ramai di dekat Shi Lun yang duduk di tiang paviliun.
"Mmm, Aku harus memilih siapa saja yang Aku izinkan untuk menjadi orangku untuk menemani aku di perjalanan ku berikutnya di seluruh dunia persilatan daratan besar." kata Kasim Bo sambil mengambil beberapa kuaci dari piring depan Shi Lun.
"Tuan Bo, kau jangan membuat hati kami resah gelisah karena sikapmu ini." kata Shi Lun yang baik hati untuk mengupas kulit kuaci agar Kasim Bo dapat mudah makan kuaci.
"Baiklah, kalian semua boleh ikut Aku mencari liontin naga Ming yang terjatuh di tangan Yang Lang di gunung rusa hitam dan kita harus bisa menemukan mutiara hitam milik Ratu kedua dari Kaisar Ming untuk misi kita selanjutnya usai dari Kekaisaran Zhao." kata Kasim Bo yang juga ingin tahu tentang Pangeran muda Lin Chi Yun dan juga Kekaisaran Lin yang pernah diceritakan oleh Hu Yi Tian kepadanya di gunung Zhao.
"Kasim Bo, Aku juga ingin mencari guruku yang hilang di wilayah Harbin.Karena itu Aku ingin kau mengizinkan Aku untuk ikut serta dalam misimu. di dunia persilatan daratan besar." kata Nona Lu Soan Li dengan tatapan mata penuh harap pada Kasim Bo.
"Aku juga punya misi untuk pusaka sekte Angsa Merah yang dahulu adalah sekte yang didirikan oleh Ayahku sebelum Aku menjadi Ketua sekte pulau bunga persik." kata Nona Shiang Hui Jing pada Kasim Bo yang tetap asyik makan kuaci di sisi Putri Yun Hui yang mengipas-ngipasi dirinya dengan kipas lipat kertas dengan sukarela.
"Mmmm... " gumam Chou Cie melihat para gadis cantik jelita itu mencari alasan untuk mengikuti Kasim Bo kemanapun pemuda tampan yang luar biasa tangguh ini pergi ke ujung dunia persilatan daratan besar sekalipun.
"Apa? " tanya Nona Lu Soan Li mewakili para gadis lainnya menatap tajam kepada Chou Cie.
__ADS_1
"Tak ada apa-apa.. " jawab Chou Cie segera agar tak ada masalah dengan para gadis itu di dalam hidupnya nanti jika ia membalas mereka dengan jawaban lain.
Bersambung!!