Naga Di Langit Ming

Naga Di Langit Ming
Tengah Malam Hari Di Kuil Kosong Desa Lun.


__ADS_3

Kasim Bo dan teman-temannya memacu kuda mereka masing-masing dengan kecepatan tinggi sehingga mereka segera meninggalkan kota Shi dan memasuki sebuah desa yang terletak di provinsi Lun.


"Sunyi senyap mendatangkan rasa tak nyaman di hati kita semua, bagaimana kalau kita segera mencari tempat yang nyaman untuk bermalam? " tanya Chou Cie pada suatu malam kepada Kasim Bo yang berkuda di sampingnya.


"Baik."


Mereka pun mempercepat derap langkah kuda mereka masing-masing untuk mencapai tempat yang nyaman untuk mereka beristirahat sejenak untuk mengisi tenaga mereka untuk perjalanan yang sangat jauh itu.


"Kuil kosong ini lumayan untuk bermalam satu hari saja." kata Kasim Bo yang menggelar jerami di atas lantai ruangan Kuil kosong.


"Di Kuil kosong ini ada tiga buah kamar tidur di belakang yang cocok untuk kita gunakan untuk kita semua bisa tidur."kata Chou Cie yang telah memeriksa setiap ruangan di belakang Kuil kosong itu.


" Tidak , aku lebih suka tidur di sini dengan alas jerami daripada aku harus tidur di kasur bau dan berkutu di dalam sana."kata Kasim Bo menolak usul Chou Cie.


"Ah, ya, baiklah terserah kamu saja, Tuan Bo." kata Chou Cie yang telah kembali ke belakang Kuil kosong dan menempati salah satu kamar tidur.


"Xiao Feng,apakah kamu tak mau tidur di malam hari ini? " tanya Kasim Bo sambil berbaring di atas jerami kepada adik angkatnya.


"Aku tak bisa tidur dengan alas seperti jerami ini tapi aku juga tak mau tidur di kamar tidur sana yang bau lembab. " jawab Xiao Feng yang duduk di batas pintu.


"Sesuka kamu saja karena hidup seperti kita di dunia persilatan daratan besar harus bisa hidup sederhana dan merakyat seperti sekarang ini. " kata Kasim Bo yang langsung tertidur pulas.

__ADS_1


Shi Lun bertugas untuk menjaga api ungun yang digunakan untuk mengusir nyamuk dan hawa dingin di malam hari juga untuk menjaga mereka dari musuh yang tak terduga kapan datangnya.


"Hmm, bosan sekali. " kata Xiao Feng menatap langit tengah malam hari itu dengan perasaan hatinya begitu sunyi sekali.


"Xiao Feng,jika kamu merasa bosan sebaiknya kamu bernyanyi saja atau bermain alat musik untuk mengusir rasa bosan mu itu." kata Shi Lun yang duduk di atas jerami sambil makan ubi bakar dengan asyiknya.


"Dilarang bernyanyi dan bermain alat musik di tengah malam hari karena mengganggu tidur Kasim Bo kita. " kata Xiao Feng selalu ingat akan peraturan yang telah dikeluarkan oleh Kasim Bo terhadap mereka para sahabat dari Kasim Bo.


Xiao Feng merasakan suara gesekan dedaunan kering di halaman luar Kuil kosong yang tertiup angin kencang sehingga pintu pagar berderit - derit. Shi Lun segera waspada terhadap apapun yang akan datang kepada mereka di tengah malam hari ini di kuil kosong itu.


Seseorang yang mengeluarkan aroma wangi dan suara langkah halus yang membuat dedaunan kering beterbangan ke arah dalam halaman di pintu masuk ke ruangan dalam Kuil kosong itu.


Shi Lun cepat menyambar tubuh seorang gadis remaja cantik jelita yang roboh di depan Xiao Feng yang terbelalak kaget dengan wajah dan tubuh gadis yang baru datang itu penuh dengan luka-luka dan memar.


"Shi Lun, cepat kau bawa masuk Ching Erl ke dalam Kuil kosong ini... "kata Kasim Bo sudah bangun tidur dan membantu Shi Lun memeriksa seluruh luka yang terdapat di wajah dan tubuh Ching Erl.


"Emm siapa gerangan yang telah melukainya seperti ini? " tanya Chou Cie yang menatap iba melihat luka di sekujur tubuh Ching Erl.


"Si Ratu gila kekuasaan di sekte Istana bunga Cin yang merupakan saudarinya Si Ketua sekte Istana bunga Yue jika aku melihat luka di tubuh Ching Erl berasal dari cambuk kulit landak milik wanita sadis itu. " jawab Kasim Bo yang telah mengoleskan obat cair miliknya ke wajah Ching Erl sedangkan Xiao Feng membantunya untuk mengoleskan obat cair ke tubuh Ching Erl.


"Obat cair mu itu terbuat dari bahan-bahan apa saja, Tuan Bo? " tanya Chou Cie yang mencium aroma rempah-rempah dari obat cair milik Kasim Bo.

__ADS_1


"Air ludah trenggiling paling muda yang telah ku temukan di gua fatamorgana di padang gurun utara sekitar beberapa tahun yang lalu dan obat ini sangat berguna untuk mengobati segala luka dan penyakit kulit." jawab Kasim Bo yang telah menutup kembali botol obat cair miliknya dan menyimpannya di sakunya sendiri.


Xiao Feng membantu Ching Erl berganti pakaian di kamar tidur di sebelah kamar yang ditempati oleh Chou Cie.Sedangkan Kasim Bo memikirkan cara untuk membalas dendam atas perbuatan keji dari Ratu Istana bunga Cin terhadap Ching Erl anak buahnya ruangan utama Kuil kosong.


"Bo Hai, berapa banyak musuh yang harus kamu hadapi untuk menyelesaikan masalah yang ada di seluruh dunia persilatan daratan besar untuk mencari tahu identitasmu yang sebenarnya? " tanya Shi Lun menatap Kasim Bo dari pantulan cahaya api unggun di depan mereka.


"Entahlah, aku tak pernah menghitung jumlah musuhku tapi ku selalu berharap untuk aku bisa menghabisi mereka semua dengan tanganku sendiri. " jawab Kasim Bo yang menatap api unggun dengan bengis seakan-akan api unggun adalah musuh-musuhnya sendiri.


"Emm, sejak kita bertemu di puncak gunung Thai San pada lima tahun lalu dan menjadi sahabat keduamu, aku takkan pernah tahu kalau kamu tipe orang yang suka dicari oleh orang-orang di dunia persilatan daratan besar yang penasaran dengan kemampuanmu. " kata Shi Lun dengan tepat sekali.


"Ya, karena aku sangat tampan dan terkenal." kata Kasim Bo memamerkan senyuman manis kepada Shi Lun yang memutar sepasang mata mendengar perkataan sombong dari Kasim Bo.


"Dasar kau seorang pria muda tipe sombong dan membangga-banggakan ketampananmu sendiri. " kata Shi Lun mengangkat pandangannya ke arah Xiao Feng dan Ching Erl juga Chou Cie yang sudah bergabung dengan mereka.


"Ching Erl, kau mendapatkan informasi apa dari istana bunga Cin di dalam misimu di kota Cin an selatan?" tanya Kasim Bo ramah kepada Ching Erl sambil memberikan makanan berupa roti canai bakar kepada Ching Erl.


"Roti canai bakar itu bukannya punyaku? " tanya Chou Cie pasrah melihat makanannya diberikan kepada Ching Erl oleh Kasim Bo.


"Tak ada tulisannya yang membuktikan bahwa roti canai bakar itu adalah kepunyaanmu, Chou Cie. " kata Kasim Bo nada tak ingin diinterupsi oleh Chou Cie soal roti canai bakar itu yang telah dimakan oleh Ching Erl.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2