
Kasim Bo memasuki gua yang sangat sempit dan gelap gulita sehingga tidak ada penerangan sedikitpun yang dapat membantunya untuk ia bisa menemukan daun emas yang dimaksudkan oleh Putri Yun Li kepadanya di luar gua.
"Hmm.. Dimanakah daun emas itu berada?" pikir Kasim Bo sambil menunggu sampai dirinya bisa adaptasi dengan kegelapan di dalam gua itu.
Ssshhhhhh!
Suara desisan ular anaconda lainnya terdengar dari arah depannya dan mengeluarkan bau amis yang sangat pekat sekali sampai ia harus sigap melompat sebelum dirinya menjadi korban dari ular anaconda yang kini terlihat begitu besar oleh sepasang matanya yang sudah bisa melihat apapun di dalam gua itu.
"Wah kau masih belum kenyang makan setelah kau menelan dayang dan pengawal pribadi dari Putri Yun Li secara Hidup-hidup dan sekarang kau ingin menelan aku juga.."kata Kasim Bo nada tajam kepada ular anaconda yang meluncur ke arah dirinya dengan gerakan yang sangat cepat sekali.
Wusssss!
Kasim Bo pun melesat cepat ke arah samping kiri dan kakinya menendang perut ular anaconda hingga jebol dan darah ular anaconda muncrat ke seluruh tubuhnya.
" Aish.. Menjijikkan.. "
Kasim Bo mengernyitkan keningnya melihat baju dan celana panjangnya basah kuyup oleh darah ular anaconda itu maka ia pun memilih untuk buka seluruh pakaian yang dikenakannya dan ia pergi mandi di air terjun di dalam gua itu.
"Sejuknya air terjun ini.. " kata Kasim Bo dengan senyuman senang menikmati air terjun yang telah mengguyur tubuhnya dari atas kepalanya dan rambutnya yang panjang.
"Emm.. Daun emas itu berada di salah satu gua di dinding dalam air terjun ini." kata Kasim Bo yang telah melihat apa yang sedang dicarinya itu di tempat ia saat ini.
Brrrr!
Kasim Bo melayang ke arah atas gua di dinding dalam air terjun lalu memetik daun emas dengan saputangan warna kuning miliknya lalu meluncur kembali ke air terjun untuk meneruskan acara mandinya.
__ADS_1
Wusssss!
Byurr!
Di dalam air terjun. Ia dikejutkan dengan gadis cantik jelita yang muncul dari dalam air terjun itu dan gadis itu memeluknya dengan erat sekali.Ia pun menarik lepas tubuh yang bagaikan gurita itu dari tubuhnya.
"Gadis gurita jangan harap kau bisa menyentuh tubuh ku.. " kata Kasim Bo yang menarik lepas seluruh organ tubuh gadis itu yang langsung di lahap ular anaconda yang menutup pintu gua di tepi air terjun.
Kasim Bo meneriaki Shi Lun dan Chou Cie dari gua untuk teman-temannya itu cepat membawa pakaiannya kepadanya.Shi Lun dan Chou Cie di ikuti oleh para gadis yang penasaran dengan gua yang telah membuat Putri Yun Li menderita luka separah itu.
"Jangan ada yang masuk ke gua tanpa izin dari Aku.." perintah Kasim Bo.
"Lalu bagaimana kami bisa mengantarkan baju baru untukmu? " tanya Shi Lun dari pintu gua.
Shi Lun mematuhinya dan Ia cepat mengambil baju dan memakainya dengan cepat pula lalu ia pun bisa keluar dari gua dengan bebas dan aman kembali.
"Kakak Yun Li, apakah kau sudah merasa lebih baik?" tanya Putri Yun Hui yang duduk di atas batu sambil mengamati kondisi kakak tirinya.
"Ya." jawab Putri Yun Li nada singkat. Gadis itu sudah mendekati Kasim Bo usai melihat pemuda tampan itu sudah keluar dari gua dalam keadaan hidup dan sehat.
"Daun emas ini menjadi milikku untuk sementara waktu sampai Aku dapat memberikannya secara langsung kepada Raja Yun." kata Kasim Bo tanpa memedulikan wajah terkejut dari Putri Yun Li di depannya.
"Kenapa? Apakah kau tidak bisa mempercayai Aku? " tanya Putri Yun Li menatap tajam kepada Kasim Bo.
"Ya, usai ku mengetahui kelicikan dirimu yang luar biasa tega mengumpankan orang-orangmu sendiri dengan memberikan mereka sebagai makanan empuk ular anaconda di dalam gua itu untuk kau mendapatkan daun emas yang kamu inginkan dengan alasan untuk ayahmu namun kenyataannya untuk dirimu sendiri yang telah bekerjasama dengan Kekaisaran Bei untuk ambil kekuasaan resmi dari ayahmu untuk dirimu yang sudah dicap sebagai salah satu dari dalang di balik teror yang mengancam keselamatan Putri Yun Hui yang akan di nobatkan sebagai Ratu Yun atau pewaris tahta Kerajaan Yun." jawab Kasim Bo yang menyeringai kejam kepada Putri Yun Li.
__ADS_1
"Kauu???! " Putri Yun Li menuding telunjuknya ke arah Kasim Bo dengan wajahnya marah.
"Kakak! " bentak Putri Yun Hui yang melotot ke arah Putri Yun Li dan tangan gadis itu sudah ingin membunuh Kakak tirinya namun di cegah oleh Kasim Bo.
"Kau tak boleh mengotori tanganmu yang bersih untuk membunuh orang ini." kata Kasim Bo yang menatap lembut kepada Putri Yun Hui sambil kakinya menendang Putri Yun Li ke dalam gua lalu terdengar suara memilukan karena gadis itu telah di telan hidup-hidup oleh ular anaconda di tepi air terjun yang tadinya menutupi pintu gua itu.
"Arghhhhhhh!! "
Putri Yun Hui merinding mendengar suara kakak tirinya yang menjadi santapan ular anaconda di gua oleh Kasim Bo yang telah mengajaknya dan teman-temannya meninggalkan gua untuk pergi kembali ke tepi sungai Zhao bagian timur.
"Perahu sudah siap untuk menemani kita semua berlayar mengarungi sungai Zhao bagian timur ini. " kata Shi Lun memperlihatkan perahu yang lumayan besar di tepi sungai Zhao bagian timur kepada Kasim Bo.
"Bagus.Ayo kita berangkat ke Kekaisaran Lin." kata Kasim Bo yang sudah membantu Putri Yun Hui untuk masuk ke perahu.
"Hmm,Kasim Bo tolong bantu kami juga.." kata Siang Hui Jing dan yang lainnya dengan mulut manyun karena Kasim Bo lebih perhatian kepada Putri Yun Hui.
"Kalian bisa masuk ke perahu sendiri jika kalian mau ikut serta dalam misi ku." kata Kasim Bo nada dingin kepada Siang Hui Jing dan yang lainnya.
"Hmmm, dasar kau ini laki-laki tak pernah punya perasaan terhadap para wanita yang sudah baik hati menemanimu." kata Peng Cheng nada sedih kepada Kasim Bo.
"Aku tak meminta kalian untuk menemaniku." kata Kasim Bo yang sudah memerintahkan Chou Cie mendayung perahu dan meningggalkan para gadis itu di tepi sungai Zhao bagian timur.
"Heii.. Dia meninggalkan kita..! " teriak para gadis yang segera meluncur cepat ke perahu dengan serentak lalu duduk di perahu dengan sikap luar biasa manisnya agar Kasim Bo tak membunuh mereka jika mereka berani untuk mencoba buat marah Kasim Bo.
Bersambung!
__ADS_1