
Kasim Bo yang mendapatkan jalan untuk masuk ke istana Kekaisaran Bei melalui jalan darah dari teman-teman seperjuangannya yang membantu dalam perjuangannya menghabisi Kekaisaran Bei segera melesat cepat menuju ke dalam aula utama istana Kekaisaran Bei.
Di dalam sana ia bisa melihat berapa banyaknya pasukan yang menjaga keselamatan keluarga Kekaisaran Bei terutama menjaga Kaisar Bei yang berada di kursi singasana dengan ekspresi wajahnya begitu licik dan pengecut sekali.
"Hmmm, berapa banyak pun pelindungmu tidak akan pernah bisa menghalangi aku untuk ambil kepalamu, bajingan tua?!" seru Kasim Bo dengan seringai kejam yang ditujukan langsung kepada Kaisar Bei.
"Anak muda kau jangan bersikap sombong dan merendahkan kami ya? Lihatlah serangan maut pedang ku ini..!" hardik pimpinan pasukan yang melindungi Kaisar Bei yang telah meluncur ke arah Kasim Bo dengan pedangnya yang memiliki hawa mukjizat yang sangat menakutkan sekali.
Wusssss!
Kasim Bo yang sudah melihat kelihaian pedang di tangan pria usia lima puluh tahun yang telah maju untuk menghadapinya ini telah menangkis serangan-serangan tersebut dengan pedangnya sendiri yang memiliki hawa mukjizat yang luar biasa mengerikan bagi para musuhnya ini.
Weezzzz!
Tranggg!
Pedang yang dimainkan oleh Kasim Bo berhasil menyelinap di antara sinar pedang ditangan pria yang bernama Khong Li Bai penasehat agung di istana Kekaisaran Bei itu sehingga pedangnya ini telah mengurung setiap serangan-serangan yang telah dilancarkan oleh pedang di tangan Khong Li Bai yang membuat pria itu memekik kaget luar biasa dengan kecepatan pedangnya bergerak ke arah leher pria itu yang langsung terputus oleh tebasan pedang di tangan Kasim Bo.
Crakk!
"Serang dia..! " perintah dari Kaisar Bei kepada para pasukannya yang segera menyerang Kasim Bo dengan sejumlah formasi pedang yang luar biasa hebatnya sehingga Kasim Bo harus hati -hati dalam menghadapi serangan-serangan dari pasukan yang dipimpin langsung oleh putra dari Kaisar Bei yang mempelajari ilmu silat hebat dari sekte Beng San Pai yang cukup terkenal di dunia persilatan daratan besar.
Wutttzz!
Gerakan kaki yang dilakukan oleh pangeran Bei ini membuat gerakan seekor burung bangau di atas danau dan pedangnya ini mempunyai ilmu pedang seperti seekor burung bangau yang ingin memangsa ikan-ikan di danau yang terlihat oleh sepasang mata tajam Kasim Bo.
Kasim Bo pun cepat menggunakan ilmu silat kaki gajah sakti yang dilakukan dengan kakinya di angkat sedikit lalu diluruskan dengan tepat di saat pedang di tangan pangeran Bei telah nyaris mengarah ke pundaknya untuk menebas leher dari arah kanannya sehingga ia berhasil dengan baik menyelamatkan nyawanya sendiri bahkan ia telah membuat pedang musuhnya itu meluncur ke arah perut musuhnya sendiri dan tewaskan pangeran Bei dengan isi perut berhamburan dari perut yang dilubangi oleh ujung pedang putra dari Kaisar Bei itu sendiri.
Duk!
Jlebbb!
__ADS_1
Bruakk!!
Kasim Bo meloncat dengan pedangnya diputar ke segala penjuru arah di sekitarnya yang telah membuat sejumlah pedang di tangan pasukan Kaisar Bei telah hancur berkeping-keping oleh ilmu pedang naga emas laut Lin yang membuat sinar pedangnya bak raungan naga yang keluar dari dasar lautan lalu mengibas ekornya dan menghancurkan segala sesuatu yang ada di depan sepasang mata naga.
Cranggg!
"Arghhhh! "pekikan para pasukan Kaisar Bei yang berjatuhan ke lantai usai pedang mereka telah dihancurkan oleh pedang di tangan Kasim Bo.
Kini Kasim Bo dengan ilmu pedang ular emas di tangannya menebas habis pasukan Kaisar Bei yang membuat pucat wajah Kaisar Bei di kursi singasana.
Crakk!
" Ayahanda,Anda menjauhlah dari singasana dan biarkan kami yang akan menghadapi pemuda ini dan menghabisinya untuk Anda dan Kekaisaran Bei kita cintai..!"seru anak-anak Kaisar Bei yang telah mengeluarkan pedang mereka dari sarung pedang untuk menghadapi Kasim Bo yang telah menebas pasukan Kaisar Bei di depan sepasang mata mereka.
Para istri dari Kaisar Bei juga Ibunda Kaisar Bei telah bersiap untuk menghadapi Kasim Bo usai putra- putri dari Kaisar Bei maju menghadapi Kasim Bo di depan kursi singasana Kaisar Bei.
Singg!!
Pedang-pedang di tangan putra-putri Kaisar Bei meluncur secara bersamaan ke arah Kasim Bo yang berdiri dengan sikap tenang di depan mata mereka tanpa rasa gentar sedikitpun.
Tranggg!
Kasim Bo menggerakkan pedang dengan cepat sekali sampai sejumlah pedang yang dimainkan oleh putra-putri Kaisar Bei patah semuanya usai mengadu kekuatan dengan pedangnya lalu jari tangan kiri Kasim Bo telah meluncur ke arah kening anak-anak Kaisar Bei dengan ilmu tapak panas yang membuat anak-anak Kaisar Bei jatuh ke lantai dalam keadaan tak lagi bernyawa.
Desss!
Bruakk!
Para istri dan ibunda Kaisar Bei menghunus kan pedang ke depan untuk menghadapi Kasim Bo yang berjalan dengan sikap angkuh ke depan mereka sehingga mereka menggigil ketakutan.
"Pergilah kalian semua ke neraka..!" seru Kasim Bo yang melontarkan pukulan hawa mukjizat dingin ke arah Kaisar Bei dan para istri juga ibu Kaisar Bei yang langsung terpelanting ke lantai dalam tak keadaan beku.
__ADS_1
Plakkk!
Bruakk!
Kasim Bo menarik lepas kepala Kaisar Bei dari leher lalu membawanya ke arah menara paling tinggi di istana Kekaisaran Bei untuk seluruh rakyat di Kekaisaran Bei bisa melihat kejatuhan Kaisar Bei di tangan Kasim Bo.
"Wahai.. Kalian rakyat Kekaisaran Bei lihatlah ke sini..! " seru Kasim Bo.
Rakyat Kekaisaran Bei terkejut dengan raut muka mereka pucat pasi melihat kepala Kaisar Bei di ujung pedang pemuda tampan yang berdiri di atas menara paling tinggi di istana Kekaisaran Bei.
"Kaisar Bei telah terbunuh oleh pemuda tampan itu..! " teriakan dari seluruh rakyat Kekaisaran Bei dengan gemeteran.
"Benar sekali.. Dimulai hari tak ada lagi Kaisar Bei dan Kekaisarannya..! " seru Kasim Bo nada tegas kepada rakyat Kekaisaran Bei.
"Lalu Kekaisaran Bei akan kau ubah menjadi apa dan kami bagaimana?" tanya rakyat Kekaisaran Bei dengan gentar dan takut kepada Kasim Bo.
"Wilayah Bei dengan kalian semua adalah rakyat Kekaisaran Ming yang selalu berdamai dengan Kerajaan Yun yang akan dipimpin olehku di suatu saat nanti." jawab Kasim Bo dengan sinar mata tajamnya menaklukkan hati rakyat wilayah Bei.
"Kami bersedia untuk menjadi rakyat Anda, Tuan Bo...! " sorak sorai rakyat wilayah Bei yang telah sujud di bawah menara paling tinggi di istana Kekaisaran Bei untuk memberikan hormat pada Kasim Bo.
"Selamat untukmu, Kasim Bo.Sekarang kami dari Kekaisaran Ming akan pamit kembali ke Ibukota Kekaisaran Ming." kata Jenderal wanita Ming nada hormat kepada Kasim Bo.
"Ya, sampaikan salam hangat dariku untuk Sri Baginda Kaisar Ming kalian di istana Kekaisaran Ming." kata Kasim Bo nada berwibawa sekali di depan pasukan Kekaisaran Ming yang segera berbalik ke arah lain meninggalkan wilayah Bei.
"Tuan Bo, apakah kita akan segera kembali ke Kerajaan Yun untuk misi terakhir kita di seluruh dunia ini?" tanya Shi Lun usai melihat pasukan Kekaisaran Ming telah tak terlihat lagi dari balik tembok pintu gerbang keluar dari wilayah Bei.
"Ya, aku ingin menghabisi Guruku dan Ratu Yun di sana namun sebelum itu Aku harus temui Ketua sekte istana Yue di gunung Yue di dalam perjalanan kembali ke Kerajaan Yun." jawab Kasim Bo dengan senyuman khasnya yang luar biasa menakutkan bagi siapapun yang melihat senyum mematikan dari Kasim Bo itu.
Siang Hui Jing dan para gadis lain menelan air liur mereka dengan tercekat karena ngeri melihat senyum diwajah tampan dan mengerikan dari Kasim Bo di depan sepasang mata mereka.
Bersambung!!
__ADS_1