Obsesi Cinta Tuan Psycho

Obsesi Cinta Tuan Psycho
53. Bertemu Alex


__ADS_3

Dewa akhirnya menginjakkan kakinya juga di kebun anggur milik keluarga Alex di waktu yang masih terbilang pagi. Dengan perjalanan udara Dewa bisa menempuh jarak sangat cepat di bandingkan dengan melewati jalan darat yang memakan waktu setengah hari.


Tentu saja dengan uang dan kekuasaannya tentu saja Dewa bisa bepergian dengan pesawat pribadinya.


Dengan kaca mata hitam yang bertengger manis di hidungnya yang bangir, kedua tangannya yang di masukkan pada saku celananya, pakaian mahal yang di kenakannya semakin menambah karisma seorang Sadewa yang tampan rupawan.


Dewa memandang jauh pada hamparan tanaman anggur yang begitu luas itu. Hembusan angin pedesaan yang berhembus berhasil menerbangkan anak rambutnya yang telah disisir dengan rapi. Udara yang menyapa sejak kedatangannya itu begitu terasa sejuk mengenai kulitnya.


"Dimana aku harus menemuinya??" Walau pandangannya tetap lurus ke depan tapi Niko dan anak buahnya tau jika Tuannya itu sedang berbicara pada mereka.


"Mari saya antar Tuan" Niko mempersilahkan Dewa untuk berjalan lebih dulu. Sementara Niko bersama anak buah Dewa yang lain mengikutinya dari belakang.


"Apa dia sudah tau tentang kedatanganku??"


"Belum Tuan" Mereka terus berjalan melewati kebun anggur di sisi kiri dan kanannya.


"Kenapa kau tak memberitahunya??"


"Menurut saya itu yang terbaik Tuan. Karena jika saya memberitahunya, bisa jadi dia mempersiapkan segala sesuatu yang tak bisa kita duga sebelumnya. Atau bisa saja dia pergi dari sini untuk menghindari Tuan"


Dewa bisa menerima penjelasan Niko yang masuk akal itu.


Mereka semua akhirnya tiba di sebuah tempat yang di desain seperti cafe dengan pandangan ladang anggur yang luas seperti di Tuscany.


"Silahkan duduk Tuan, saya akan menemui Tuan Alex sebentar"


"Hemm" Dewa bergumam dengan terus melihat sekelilingnya yang sangat asing baginya itu.


Tak berselang lama, Dewa melihat Niko yang datang dengan seseorang yang sangat Dewa kenal. Siapa lagi kalau bukan Alex.


Wajah pria itu sama sekali tidak berubah sejak terakhir kalinya Dewa bertemu dengannya, hanya perawakannya saja yang lebih tegap dan bugar.


"Oh ternyata tamu yang sangat ingin bertemu denganku itu anda Tuan Sadewa?? Apa kabar" Alex mengulurkan tangannya.


"Sangat baik, sangat-sangat baik" Dewa hanya menampilkan senyuman segarisnya. Beda dengan Alex yang memperlihatkan giginya yang putih.


Alex duduk di tepat berhadapan dengan Dewa.


"Sudah sangat lama kita tidak bertemu, dan anda semakin terlihat tampan Tuan" Alex terus saja memuji yang sama sekali tak ada artinya bagi Dewa.


"Benar, aku memang lama sekali tidak ingin bertemu dengan kalian" Alex merasa Dewa masih sangat membencinya sejak dia membawa Manda waktu itu.


"Dewa, apa kau masih sangat membenciku sampai saat ini. Bahkan di saat pernikahan ku dengan Manda telah berakhir??" Alex sudah tidak bisa berbicara formal seperti tadi.


"Kenapa harus berakhir??" Dewa melepas kaca mata hitamnya. Menunjukkan tatapan matanya yang tajam pada Alex. Mengorek kebenaran melalui mata Alex.


"Sepertinya kau tidak perlu tau urusan keluarga orang. Lagi pula semuanya sudah selesai" Alex tidak pernah takut dengan tatapan itu. Tatapan yang sama saat dia mengungkapkan perasaannya pada Manda waktu itu.

__ADS_1


"Oh, justru sangatlah perlu karena saat ini Manda berada di rumah saya"


"Apa??" Alex terkejut namun segera mengendalikan dirinya lagi.


"Jadi kau datang kesini untuk pamer jika kau sudah bisa mendapatkan Manda kembali?? Dan kau meminta ijin dariku?? Hahaha.. Tidak usah repot-repot aku juga sudah tidak peduli dengan perempuan itu!!"


Alex tampak kesal saat mengatakan kalimat terakhirnya.


"Kenapa kau tak peduli padanya?? Bukankah dulu kalian saling mencintai?? Apa kau rela menyerahkan dia ke tangan laki-laki lain??" Jika Dewa tidak bisa memaksa Alex menceritakan masalahnya dengan Manda maka Dewa menggunakan lain. Yaitu memancingnya dengan berlahan.


"Sebelum aku menyerahkannya pada laki-laki lain, dia sendirilah yang sudah lari pada laki-laki lain. Perilakunya tak sepolos wajahnya. Dia benar-benar sudah berubah menjadi j*lang!! Dan jika kau masih menyukainya, pungutlah dia!! Aku sudah sangat tidak sudi berhubungan lagi dengannya"


Kilatan kemarahan sangat jelas tergambar dari mata Alex. Sejauh yang Dewa baca dari ekspresinya saat ini, sepertinya Alex memendam kekecewaan yang sangat dalam pada Manda. Rasanya seperti berbanding terbalik dengan apa yang Manda katakan padanya.


"Lalu kalau kau sudah tidak peduli kenapa kau tidak membiarkannya hidup dengan tenang??"


"Maksudmu??" Alex benar-benar tidak mengerti apa yang Dewa katakan.


"Kenapa kau terus mengirimkan orang untuk menyakitinya, bahkan mengikutinya kemanapun??" Alex tak percaya mendengar tuduhan Dewa itu.


"Siapa yang mengatakan itu?? Apa Wanita j*lang itu?? Sudah aku katakan jika dia sifatnya tak sepolos wajahnya. Kau sudah termakan mulut busuknya!!" Alex benar-benar kesal saat ini.


"Maka dari itu, aku sudah menyuruhmu menceritakan padaku apa yang sebenarnya terjadi!!" Di saat Alex tampak menahan amarahnya, Dewa masih tampak begitu tenang.


Alex tampak terdiam, mengatur nafasnya yang memberubu karena menahan rasa marahnya.


"Kena kau!!" Dewa tersenyum miring.


"Kenapa kau menceraikannya?" Dewa mulai serius mendengarkan Alex yang mau membuka masalahnya dengan Manda.


"Semuanya di mulai saat usahaku hancur empat tahun yang lalu. Kita terpuruk dalam segi keuangan. Sementara Manda mempunyai gaya hidup yang tinggi. Dia selalu menuntut uang yang berlimpah dariku. Namun saat itu semua harta benda ku sudah habis terjual untuk menutup semua kerugian yang ku alami"


Tangan Alex tampak mengepal kuat saat menceritakan semuanya pada Dewa.


"Saat itu dia mulai berubah, suka marah-marah, mabuk-mabukan, pulang malam dan dia mulai membeli barang-barang mahal yang aku tak tau uangnya dari mana. Awalnya aku merasa perilaku Manda itu berubah karena dia frustasi dengan keadaan kita yang sedang terpuruk. Tapi sejak dia selalu mendapatkan uang begitu banyak, aku mulai curiga. Aku mengikuti kemanapun dia pergi pada hari itu. Tidak pernah ku sangka jika Manda rela menjual tubuhnya demi uang. Dia menjajakan tubuhnya pada laki-laki hidung belang di luar sana"


Dewa tidak menemukan kebohongan dari Alex. Sorot matanya yang tajam memerah seakan menyiratkan semua emosi di dalam hatinya.


"Aku tidak tau siapa yang benar-benar jujur dia antara kalian berdua. Yang jelas saat itu Manda tiba-tiba datang kepadaku dengan keadaan babak belur, dan dia mengatakan semua itu adalah perbuatan orang suruhan mu. Dia meminta perlindungan kepadaku sehingga dia sudah berada di rumah ku saat ini"


"Lalu kenapa kau datang kesini?? Bukankah seharusnya kau senang dia sudah kemabli padamu?? Dia bahkan sampai rela mengarang cerita seperti itu hanya untuk masuk ke dalam rumahmu" Alex tampak tersenyum sinis mendengar kebohongan Manda itu.


"Niatku datang kesini hanya untuk mendengar duduk permasalahannya darimu. Jika benar apa yang Manda katakan itu, maka aku akan mencoba untuk mendamaikan mu dengan dia. Tapi tak ku sangka ternyata cerita kalian berdua sungguh jauh berbeda"


"Ha..ha..ha.." Alex kembali tertawa.


"Untuk apa kau mendamaikan kami berdua?? Ini justru kesempatanmu untuk mendapatkan dia kembali. Dia sudah datang dengan sendirinya kepadamu" Sambung Alex setelah dia lelah tertawa dengan suara kerasnya.

__ADS_1


"Aku sudah mempunyai istri yang sangat aku cintai, jadi tidak mungkin aku terlalu lama menampung perempuan lain di rumahku. Aku awalnya menolongnya hanya karena rasa kemanusiaan ku saja, apalagi dia dulu adalah temanku"


Alex sedikit mengerutkan keningnya karena dia baru tau jika ternyata Dewa sudah beristri.


"Aku juga dari awal berniat untuk mencari mu. Mencoba membantu Manda agar dia bisa hidup bebas dari segala ancaman mu sebelum aku benar-benar mengeluarkan dia dari rumahku. Sampai kemarin akhirnya aku menemukan keberadaan di sini"


"Jadi apa yang akan kau lakukan setelah mendengarkan kebenaran dariku??"


"Aku akan membuatnya segera keluar dari rumahku. Keberadaannya di rumahku sudah mulai mengusik ketenangan rumah tanggaku"


"Jadi kau benar-benar sudah tidak menyukainya lagi??" Alex tampak meremehkan Dewa dengan senyumannya.


"Bahkan sudah tidak ada sebutir pasir pun" Ucap Dewa dengan penuh kejujuran.


Alex ingin tau siapa wanita yang bisa mengubah Dewa menjadi seperti sosok di depannya ini. Dari dulu Alex memang selalu memperhatikan Dewa baik melalui surat kabar atau media sosial. Mengenai sepak terjangnya di dunia bisnis, atau sikapnya yang tampak tenang namun sangat menyeramkan bagi orang-orang di sekitarnya.


Tapi di depannya saat ini Dewa tampak seperti pria yang sangat menyayangi istrinya, dia lembut dan juga peduli dengan orang lain.


"Baiklah kalau begitu, aku ada pesan untuk mu" Alex sedikit mencondongkan tubuhnya pada Dewa meski terhalang meja di depannya.


"Apa itu??" Tatapan kedua pria tampan itu saling beradu.


"Jangan sampai salah langkah dalam mengambil keputusan. Jangan sampai kau mengecewakan wanita yang bisa mengubah mu menjadi pria bijaksana seperti ini. Jangan sampai Manda berhasil mempengaruhi mu menjadi pria bejat yang lebih mementingkan wanita lain daripada istrinya sendiri"


Alex tak menyangka jika dirinya akan memberikan petuahnya pada rivalnya dulu.


Dewa tampak tersenyum sebelum menimpali apa yang Alex katakan itu.


"Terimakasih untuk perhatianmu itu. Aku juga tidak akan menyia-nyiakan berlian ku demi wanita bekas mu itu"


"Tampaknya kau harus meralatnya bung!! Dia bukan hanya bekas ku!!" Mereka berdua tampak tertawa bersama setelah itu.


"Baiklah, aku rasa aku sudah mendapatkan apa yang aku mau darimu. Jadi aku mohon undur diri" Dewa segera bangkit dari kursinya.


"Terimakasih untuk kunjungan mu ke kebun anggurku Tuan Dewa. Datanglah kemari bersama istrimu jika ada waktu"


Dewa tampak tersenyum kecut mendapat undangan itu dari Alex.


"Doakan saja yang terbaik untuk pernikahanku" Dewa menepuk pundak Alex sebelum melangkah pergi dari sana.


"Oh ya.."


Dewa kembali berbalik pada Alex.


"Bolehkah aku membawa beberapa anggur darimu untuk oleh-oleh mantan istrimu??"


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2