Obsesi Cinta Tuan Psycho

Obsesi Cinta Tuan Psycho
57. Menemui Bryan


__ADS_3

"Siapa yang ingin menemui ku Kim??"


Bryan baru saja menyelesaikan pemotretannya dengan sebuah brand terkenal dari luar negeri, dan di saat itu Kimmy mengatakan jika ada seseorang yang menunggunya ingin bertemu.


"Tidak tau, katanya kamu akan mengenalinya saat melihatnya sendiri" Kimmy membawa Bryan ke ruang tunggu dimana orang itu sudah menunggunya.


Bryan mengikuti Kimmy dengan hatinya yang terus bertanya-tanya akan siapa orang yang ingin menemuinya itu.


Rasanya Bryan tidak membuat janji dengan siapapun hari ini.


Bryan masuk ke dalam ruang tunggu dan melihat seorang wanita sedang duduk membelakanginya. Dari postur tubuh dan juga rambut sebahunya, Bryan tampak tidak asing dengan wanita itu.


"Nyonya, Bryan ada di sini"


Ucapan Kimmy membuat wanita itu segera berdiri dan memutar tubuhnya.


"Hay Bryan??"


Wanita itu menyambut Bryan dengan senyum sumringahnya.


"Manda??" Bryan tentu saja terkejut karena saat ini Manda sudah berada di hadapannya.


"Apa aku mengganggu waktu kerjamu??" Manda belum menghilangkan senyumnya.


Bryan dan Kimmy menuju sofa di depan Manda.


"Tidak, pekerjaanku sudah selesai. Tapi kenapa kamu bisa ada di sini?? Kamu sudah keluar dari rumah Dewa??"


Tentu saja itu yang pertama kali di tanyakan Bryan, mengingat Manda juga salah satu orang yang tinggal di rumah Dewa itu.


"Ya seperti inilah aku sekarang. Seperti kamu yang beberapa hari lalu di keluarkan dari rumah itu. Aku pun sama"


"Apa?? Bagaimana bisa?? Apa Dewa yang melakukan itu??"


Bryan masih belum tau apa niat sebenarnya Manda datang menemuinya saat ini.


"Benar, dan itu atas hasutan Diandra"


Manda memang berniat menghancurkan hubungan Diandra dan Dewa melalui Bryan. Itulah alasannya kenapa dia berada di sana saat ini. Dan lebih parahnya lagi, Manda justru mengarang cerita yang sedemikian rupa untuk menghasut Bryan.


"Ma-maksud kamu??"


"Kamu tau Bryan?? Setelah kepergian kamu mereka berdua mulai berubah" Manda memasang wajah semeyakinkan mungkin agar Bryan percaya dengan apa yang Manda katakan itu.

__ADS_1


"Manda, bicaralah yang jelas. Katakan apa yang terjadi. Aku tidak mau mendengar penjelasan mu yang setengah-setengah itu, kepalaku pusing mendengarnya"


Diandra mengumpat di dalam hatinya. Kenapa laki-laki di depannya ini tak juga mengerti maksudnya.


"Bryan, apa kamu tidak merasakan perubahan sikap Diandra??"


Bryan dan kimmy langsung saling bertatapan setelah Manda menanyakan hal itu.


"Itu urusanku Manda. Biarlah hanya aku yang tau. Kamu tak perlu ikut campur" Tanggapan sinis dari Bryan membuat Manda naik pitam.


"Hey Bryan jangan b*doh kamu!! Apa kamu akan diam saja setelah Dewa berhasil merebut Diandra sepenuhnya darimu?? Saat ini mereka berdua sudah selayaknya suami istri yang saling mencintai. Apalagi sebentar lagi akan hadir seorang anak dia antara mereka berdua. Apa kamu tidak khawatir Diandra akan berpaling darimu??"


Manda benar-benar mulai menyulut api di dalam hati Dewa.


"Tidak!! Karena aku percaya pada Diandra sepenuhnya" Ucap Bryan dengan tegas. Namun hatinya mulai berpihak kepada perkataan Manda itu.


"Jangan munafik Bryan!! Coba bandingkan dirimu dengan Dewa. Siapa perempuan yang tidak tergiur dengan semua yang dimiliki Dewa. Walau sudah bersumpah sekalipun, dengan mudahnya hati bisa berubah sewaktu-waktu. Jadi bukalah matamu!!"


Manda benar-benar tidak habis pikir dengan pendirian Bryan. Kenapa dia sangat percaya kepada janji yang Diandra berikan kepadanya.


"Jaga mulut mu Manda!!" Geram Bryan


Kimmy menahan lengan Bryan untuk membuatnya sedikit tenang.


"Diandra tidak mungkin melakukan itu Kim. Percayalah!!"


Mada mendengus mendengar apa yang Bryan katakan pada perempuan jadi-jadian di sampingnya itu.


"Bryan, kenapa kamu begitu mudah di bohongi oleh Diandra?? Bahkan saat ini mungkin dia sedang bermesraan dengan suaminya tanpa mengingat dirimu sama sekali"


Ucapan Manda mulai menyimpulkan rasa panas di dalam dada Bryan. Memang Diandra belum juga menghubunginya lagi setelah Bryan benar-benar pergi daei rumah itu. Bahkan bertanya kenapa Bryan pergi tanpa pamit pun tidak.


"Kenapa?? Apa yang aku katakan benar??" Manda tersenyum licik setelah kalimatnya tak mendapat balasan dari Bryan. Pria itu justru melamun dengan terus menatap layar ponselnya tanpa berkedip.


"Manda!! Katakan apa tujuanmu datang ke sini yang sebenarnya??" Manda tersenyum karena merasa berhasil mempengaruhi keyakinan Bryan kepada Diandra.


"Aku hanya mau membantumu untuk mendapatkan kembali Diandra. Wanita yang kamu cintai" Senyuman licik mengiringi kalimat Diandra itu.


"Tidak mungkin sesederhana itu" Bryan memicingkan matanya pada Manda.


"Tentu saja tidak. Mana mungkin aku secara sukarela membantumu. Aku juga harus mendapatkan keuntungan dari kebaikan ku ini"


Sudah Bryan tebak dari awal jika perempuan di depannya ini membawa niat buruknya pada Bryan.

__ADS_1


"Memangnya apa yang ingin kamu dapatkan??"


Manda langsung berubah tersenyum sumringah. Usahanya untuk mengadu domba mereka berjalan seperti yang dia harapkan.


"Yang aku mau tentu saja Dewa. Dengan kembalinya Diandra bersamamu secara otomatis aku akan bisa leluasa mendekati Dewa tanpa halangan dari siapapun. Aku akan membuat mereka lebih cepat berpisah bagaimanapun caranya. Tapi tentu saja aku membutuhkan dirimu untuk memuluskan segala rencanaku"


"Jangan Bry" Bisik Kimmy. Bukan hanya Bryan yang tau akal bulus Manda. Tapi Kimmy juga bisa membaca alur yang Manda buat itu.


"Tenang saja" Balas Bryan bergumam berharap Manda tak akan mendengarnya.


"Jadi itu yang membuatmu jauh-jauh menemui ku di sini??"


Manda mengangguk dengan pasti tentunya.


"Tapi Manda. Aku bukanlah orang licik sepertimu" Manda langsung tampak pias baru dengan satu kalimat Bryan saja.


"Apa maksudmu??"


"Kamu mungkin bisa dengan mudah untuk mempengaruhi orang untuk menuruti keinginanmu. Tapi itu bukan aku. Aku akan tetap percaya pada Diandra. Hanya aku yang bisa merasakan dia berubah atau tidak. Aku tidak mau membuat Diandra nantinya kecewa jika tau aku mulai berbuat licik bersama denganmu"


Diandra terkekeh dengan jawaban Bryan yang menurutnya begitu kolot dan b*doh.


"Bryan, apa cinta mu pada Diandra membuatmu begitu naif seperti ini?? Diandra tidak akan pernah kembali kepadamu jika kamu tetap diam seperti ini. Harusnya kamu perjuangkan Diandra bagaimanapun caranya. Dan apa tadi kamu bilang?? Kamu tidak ingin membuat Diandra kecewa?? Justru dia sudah membuatmu kecewa mulai dari saat dia mengusir mu asal kau tau!!"


Manda benar-benar geram pada Bryan saat ini. Rasanya sungguh ingin melempar sepatunya ke kepala Bryan agar dia bisa berpikir sejalan dengannya.


"Manda, kalau tujuanmu seperti itu, lebih baik kamu pergi dari sini. Karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah bersekutu denganmu" Penolakan Bryan semakin jelas kepada Manda.


"Dasar pria tidak tau di untung!! Aku sudah memperingatkan mu dari awal. Jangan sampai kamu menyesal setelah akhirnya nanti Diandra benar-benar memilih Dewa dari pada dirimu yang tak ada apa-apanya ini!!"


"Aku akan lebih menyesal lagi jika nanti Diandra tau jika aku sudah merencanakan kejahatan bersamamu"


Manda langsung berdiri dengan menyambar tasnya yang mahal itu.


"Dengan Bryan, dengan atau tanpa ada bantuan darimu, aku akan tetap menghancurkan mereka berdua. Kamu akan melihat kemalangan yang akan di terima Diandra dan anaknya sebentar lagi. Camkan itu!!"


Manda pergi dari ruangan itu membawa setumpuk kemarahan dai dalam hatinya.


Dengan tatapan tajam dan mulutnya yang tertutup rapat Manda keluar dari gedung tempat pemotretan itu.


"Tak apa rencana pertamaku gagal. Kini saatnya aku menjalankan rencana kedua ku" Manda mengepalkan tangannya kuat, dengan terus membayangkan Diandra ada di dalam genggamannya itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2