Obsesi Cinta Tuan Psycho

Obsesi Cinta Tuan Psycho
65. Firasat


__ADS_3

"Niko, bagaimana keadaan rumah?? Apa Diandra baik-baik saja?? Kenapa dia tidak mengangkat panggilan dariku??" Di perjalanan pulang Dewa sangat terlihat mengkhawatirkan Diandra di rumah. Perasannya tidak tenang memikirkan istrinya di rumah.


"Saya tadi sudah menghubungi mereka Tuan. Katanya Nyonya sejak tadi tidak keluar kamar. Mungkin Nyonya sedang istirahat Tuan"


Memang tadi sebelum Niko lekas mengendarai kuda besi super mahal milik Tuannya itu, dia sempat menghubungi anak buah Dewa yang berjaga di rumah. Dia juga tidak mau terjadi sesuatu pada Nyonyanya itu sehingga membuat Dewa marah besar.


"Tapi kenapa perasaanku merasa ada yang tidak beres Nik. Bisakah lebih cepat sedikit?? Aku ingin memastikan sendiri, aku baru bisa tenang saat melihatnya sendiri" Dewa kembali mencoba menghubungi ponsel Diandra.


"Baik Tuan" Niko segera menekan tombol klaksonnya sebanyak tiga kali sebagai perintah untuk mobil anak buah Dewa di depan agar lebih cepat.


Tak berselang lama mobil mewah mulai memasuki gerbang tinggi rumah mewah itu. Niko mengarahkan mobilnya langsung di depan pintu agar Dewa lebih cepat untuk menghampiri istri tercintanya itu.


Belum juga mobil benar-benar berhenti, Dewa sudah membuka pintu mobilnya. Melangkahkan kaki panjangnya dengan lebar memasuki rumahnya. Hanya kamar mereka tujuannya saat ini.


Dewa bahkan tak menghiraukan Ely yang menyapa kedatangannya. Bagi Dewa tidak ada yang lebih penting saat ini selain Diandra.


"Dee, aku pulang!!"


Kalimat itu yang membarengi Dewa membuka pintu kamarnya.


Tapi Dewa harus menelan kecewa karena tak melihat Diandra di sudut manapun kamar itu. Dewa semakin masuk ke dalam menuju kamar walk in closet dan kamar mandi. Tapi hasilnya juga sama. Dia tidak menemukan sosok wanita cantik kesayangannya di sana.


Dewa kembali keluar menyusuri rumahnya, ruang kerjanya juga tak luput dari penggerebekkannya. Hingga Dewa berteriak memanggil seseorang yang mungkin saja tau keberadaan Diandra.


"ELY!!" Teriak Dewa tak sabaran.


"ElY!!" Teriak Dewa lagi tapi kali ini Dewa terus kembali menyusuri ruangan demi ruangan di lantai satu.


"Iya Tuan" Ely berlari mendekat bersama asisten rumah tangga yang lain.


"Dimana istri saya??" Dari nada suaranya saja sudah terdengar sangat tidak bersahabat.


"Maaf Tuan, tapi setau saya Nyonya sejak tadi tidak keluar kamar"


Ely menundukkan kepalanya begitu dalam karena terlalu takut untuk menatap mata yang begitu mengintimidasi itu.

__ADS_1


"Jangan bohong!! Diandra tidak ada di kamar!!"


Semua pelayan yang ada di hadapan Dewa itu tampak terkejut.


"Ba-bagaimana bisa Tuan. Sejak kepergian Tuan tadi pagi, Nyonya langsung pergi ke kamar dan kami belum melihatnya keluar" Jelas Ely.


"Apa kalian ada yang melihat Nyonya keluar kamar??" Tanya Ely pada rekan-rekannya. Dan hanya gelengan lemah yang Dewa lihat membuatnya darahnya semakin mendidih.


"NIKO!!" Dewa kembali berteriak.


"Saya Tuan" Untung saja Niko susah berjalan memasuki rumah jadi saat mendengar teriakan Dewa dia langsung me.percepat langkahnya. Jika tidak, mungkin Niko akan menjadi sasaran empuk untuk Dewa.


"Kenapa kalian tidak becus hanya menjaga satu orang di rumah ini hah?? Sekarang cari di Diandra di setiap sudut rumah ini. Periksa semua cctv sekarang juga!! Kalian semua akan menerima akibatnya jika tidak bisa menemukan keberadaan istriku!!" Perintah Dewa dengan kemarahannya.


"Baik Tuan"


Mereka semua berpencar untuk menyisir seluruh bagian dari rumah itu. Mereka juga tidak tau kenapa Diandra bisa menghilang begitu saja. Padahal mereka jelas-jelas melihat Diandra memasuki kamarnya setelah mengantar Dewa pergi bekerja tadi pagi.


Dengan rasa marah dan kekhawatirannya Dewa kembali ke kamarnya. Mencoba mencari petunjuk keberadaan Diandra.


Tangannya mengusap wajahnya engan kasar sambil terus menempelkan ponselnya di telinga. Namun suara terhubung itu tak juga berganti dengan suara indah dan merdu milik Diandra.


Saat Dewa menjauhkan ponselnya, samar-samar dia mendengar suara ponsel berbunyi. Dewa menajamkan pendengarannya untuk mencari dimana sumber suara itu. Hingga Dewa membawa kakinya mendekat ke nakas yang berada di samping ranjangnya.


Jelas sekali suara telepon di sana hingga membuat Dewa terburu-buru membuka laci paling atas dari nafas itu. Kini sudah terpampang nyata ponsel berwarna merah muda milik Diandra.


Berbagai pertanyaan mulai menyerang Dewa, tentang keman perginya istrinya itu dan kenapa ponselnya tidak di bawa bersama orangnya.


Dewa mencoba membuka isi dari ponsel itu. Berharap besar mendapatkan satu saja petunjuk tentang Diandra.


Hingga Dewa tertarik dengan pesan yang baru saja masuk tadi pagi di tanggal yang sama dengan hari ini. Pesan dari nomor asing tanpa nama.


Wajah Dewa yang tadinya kebingungan dan tampak frustasi kini berubah merah padam. Kemarahan sudah jelas tergambar di sana. Ponsel Diandra yang berada di tangannya di genggam begitu erat hingga kuku jarinya memutih.


Pesan yang membuat Dewa begitu murka adalah Bryan pengirimnya. Pria itu sudah kembali menyulut api yang sudah lama padam.

__ADS_1


Dewa membaca sekali lagi isi pesan itu sebelum dia berpikir untuk menghampiri pria yang menjadi kekasih istrinya itu.


Diandra, ini aku Bryan. Maaf karena menghubungimu dengan nomor ini karena ponsel lama ku hilang.


Aku hanya ingin bilang padamu, bisakah kita bertemu sebentar saja??


Setelah ini aku akan pergi jauh untuk waktu yang lama.


Jadi aku mohon, sebelum keberangkatan ku, ijinkan aku untuk bertemu dengan mu walau hanya sekejap saja.


Aku akan menunggumu di pantai saat kakimu terluka waktu itu.


Setelah kamu menerima pesan ini, segeralah keluar dengan hati-hati. Aku akan mengalihkan perhatian para penjaga agar kamu bisa keluar dengan mudah.


Aku tunggu Didi. Bergeraklah sekarang!!


"Tuan!!"


Niko mengalihkan perhatian Dewa dari ponsel Diandra.


"Bagaimana??"


"Kami tidak menemukan Nyonya Diandra di manapun tapi Tuan silahkan melihat rekaman cctv ini" Niko menyerahkan tabletnya pada Dewa.


Di dalam Video itu jelas terlihat Diandra yang diam-diam mencoba keluar dari rumah itu. Hingga Diandra berhenti di balik pintu untuk menunggu penjaga yang berlarian mengejar sesuatu yang dewa tidak tau.


"Kata mereka ada bunyi yang sangat keras di samping rumah Tuan. Lalu ada juga yang melihat seseorang berlari dari pagar samping rumah ini. Tapi setelah mereka mendekatinya, tidak ada siapapun disan Tuan" Begitulah hasil interogasi Niko kepada ana buah Dewa yang telah lalai menjaga kesayangan Tuannya.


"Baca ini, kau akan tau jawabannya!!" Dewa menyerahkan ponsel Diandra pada Niko. Dan benar saja, dari video, keterangan penjaga dan pesan itu semuanya sudah jelas jika memang ini di rencanakan.


"Apa mungkin Bryan tidak melakukan ini sendiri Tuan??"


"Aku tidak tau yang jelas sekarang kita harus ke tempat itu untuk mencari petunjuk lain" Niko mengrkori Dewa yang sudah berjalan lebih dulu.


Niko tau perasaan Dewa saat ini pasti sedang campur aduk. Wanita yang membuatnya tergila-gila kini tidak di ketahui keberadaannya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2