Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-9


__ADS_3

Abel perlahan membuka matanya,dan benar saja Leon sudah mengenakan baju kaos putih dengan celana pendek,tapi apa itu?kulitnya memerah.


"Astaga!!matilah aku"batin Abel.


Leon menatap Abel dengan tatapan datar, sambil mengipas ngipas tubuh nya yang terasa panas.


"Apa yang kamu masukan? "tanya Leon lagi.


"A.. aa ku tidak memasukan apapun kedalam bak mandi"ujar Abel.


Leon semakin menajamkan tatapan nya ke Abel, Abel merasa seperti sedang di kuliti oleh tatapan Leon.


"Aa.. ad.. ada apa? kenapa melihat ku? "ucap Abel gugup.


"Aku tidak mengatakan bak mandi tadi, jadi benar kamu sengaja memasukan deterjen ke sana"Ujar Leon yang masih mengipasi tubuhnya.


"Ti..tidak,aa..aku tidak memasukan deterjen kesana kok"ucap Abel sambil memalingkan wajahnya.


"Akhh,panasss!"teriak Leon.


Abel yang mendengat teriakan Leon sontak kaget,dia bingung sekarang harus bahagia karna sudah berhasil membalas Leon atau kasihan.


"Aa.. apa panas sekali? "tanya Abel gugup.


"Akhh jangan banyak bertanya! ambil kan aku es! cepat! "Tutur Leon tegas sambil terus mengipasi tubuhnya.


Abel mulai kelabakan, dia harus apa sekarang? yah dapur, dia harus kedapur.


"S.. sebentar, aa.. aku kedapur dulu"Ujar Abel sambil melangkah keluar.


Sekarang hanya Leon sendiri di kamar sambil terus mengipasi dirinya dengan handuk.


"Sayang!! aku tau kamu melakukan ini karna ingin balas dendam, huff... panas "gumam Leon.


Sekarang kembali ke Abel yang sedang kebingungan mencari dapur.


"Sebenarnya dimana pria itu meletakan dapurnya?!! aku sudah lelah mengelilingi rumah ini"gumam Abel kesal.


Abel terus berjalan hingga akhirnya bertemu pria tua yang sedang lewat, dia adalah tukang kebun rumah Leon.


"Permisi pak"Sapa Abel


Pria itu memincing matanya melihat Abel.


"Owh Nona muda,ada apa? ada yang bisa saya bantu? "tanya nya sopan.


"Bisakah bapak memberitahuku di mana dapur? "Tanya Abel.


"Oh dapur, mari nona biar saya antar"ujar pria tua itu sopan.

__ADS_1


Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, dia bergegas kembali ke kamar Leon.


Abel langsung saja menerobos kedalam kamar tanpa mengetuk,mungkin pikirnya sudah darurat.


"Ini es nya"ucap Abel, namun Leon sudah tidak ada di tempat.


"Hallo!!"panggil Abel.


"Dimana pria menyebalkan itu?, setelah membuatku lelah mencari dapurnya sekarang dia menghilang."Gumam Abel.


Abel berbalik hendak keluar,namun lagi dan lagi dia di kagetkan oleh Leon,Sekarang Leon sedang berdiri persis di hadapan Abel sembari menyilangkan tangannya di dada dan memasang wajah datar.


"Akhh! bisakah kamu berhenti membuatku terkejut?!aku bisa mati muda karna mu"celetuk Abel.


"Seharusnya aku yang bertanya padamu,apa kamu mengelilingi dunia dulu baru kemari?"tanya Leon.


"Ha?apa maksudmu?"tanya Abel yang tak mengerti.


"Kemana saja kamu? kenapa lama sekali?"tanya Leon jengah.


"Aku tidak mungkin kemana mana karna kamu mengurungku,aku lama karna aku tidak tau kamu meletakan dapurmu dimana"jawab Abel sinis


"Benar juga,gadis ku sangat pintar"batin Leon.


"Ini es nya"ucap Abel sembari memberikan kantong es dengan wajah cemberut.


"Terlambat!,rasa panas nya sudah hilang"ucap Leon santai.


"berhenti sayang, ini dingin"ucap Leon yang sedang menghalau serangan Abel.


"Rasakan ini!,kamu selalu saja menyusahkan ku,rasakan ini!"ucap Abel yang tak henti hentinya memukul Leon.


Leon menggenggam kedua pergelangan tangan Abel yang terus memukuli nya.


"Lepaskan tanganku"perintah Abel.


"Berhentilah memukulku jika tidak calon suami mu akan menjadi bonyok karna mu"ucap Leon percaya diri dengan mengatakan bahwa dirinya adalah calon suami Abel.


"Calon suami?kamu bercanda?aku tidak akan pernah mau menjadi istrimu,lepaskan tanganku"ucap Abel tegas.


Bukannya melepaskan,Leon malah menarik tubuh Abel kepelukannya,Abel sempat meronta tapi beberapa detik kemudian Abel berhenti meronta.


Ada rasa hangat di tubuhnya saat di peluk oleh Leon,kehangat seperti saat ia dulu di peluk oleh orang tuanya.


Sama halnya dengan Leon,hati nya mencair sudah oleh Abel,sangat hangat dan menenangkan saat memeluk tubuh Abel.


Beberapa saat Abel tersadar dan mendorong dada Leon,canggung yang dirasakan Abel tapi bahagia yang dirasakan Leon.


"Dasar Abel bodoh!,bisa bisanya kamu terlena"rutuk Abel.

__ADS_1


Leon memperhatikan kecanggungan Abel,dia tersenyum jahil,entah ide gila apa lagi yang akan dia lakukan sekarang.


"Apa kamu menyukai pelukanku?,jika kamu mau kamu bisa memelukku setiap hari"ucap Leon santai sembari duduk di sofa.


"Hah?! dasar tuan kepedean!,siapa juga yang mau di peluk sama kamu,dan tadi itu..dasar tidak sopan,main peluk peluk saja"Ucap Abel kesal.


"Hanya pelukan,jika kamu mau yang lain juga tidak apa apa"Ucap Leon lagi sambil ternyum nakal.


"Apa apaan kamu ini,dasar mesum!aku akan pergi dari sini"ujar Abel kesal sambil berjalan ke arah pintu.


"Siapa yang menyuruhmu keluar?"Tanya Leon dengan suara deep voice nya.


"Aku ingin keluar dari sini,aku tersiksa jika terus berdekatan denganmu"jawab Abel sambil memutur knop pintu.


Saat dia memutar knop pintu untuk keluar,tapi apa yang terjadi?pintunya terkunci,jika kalian bertanya siapa yang menguncinya?maka Leon jawabannya.


"Kenapa tidak bisa dibuka?tadi saat aku masuk aku tidak menguncinya"gumam Abel yang terus mendorong dan memutar knop pintu.


Leon terkekeh geli oleh penuturan Abel,dia mati matian menahan tawanya agar tidak pecah.


"Ekhm!butuh ini"tutur Leon sambil mengangkat kunci pintu di tangannya. Abel lantas memutar kepalanya menghadap Leon.


"Kunci?,apa dia yang mengunci pintu ini?pria ini.....ingin sekali aku mencincangnya"rutuk Abel.


"Ternyata kamu yang menguncinya!,cepat berikan padaku kuncinya"ucap Abel sembari menadahkan tangannya di depan Leon.


"Ada syaratnya "ucap Leon.


"Syarat?yang benar saja kamu ini!cepat berikan"ucap Abel kesal.


"Ya atau tidak?"tanya Leon santai dengan wajah tak berdosa.


"Bagaimana sekarang?jika aku bilang tidak maka aku akan terjebak di kamar mengerikan ini bersamanya,jika aku bilang ya entah apa syarat yang ia ajukan nantinya"Batin Abel dilema.


"Apa syaratnya?"tanya Abel jengah.


"Cium aku"jawab Leon santai sambil ternyum nakal.


"Apa?!"teriak Abel.


"Apa kamu tidak mendengarnya?"tanya Leon santai.


"Aku penasaran apa dia akan melakukannya.hhh jika dia melakukannya maka aku mendapatkan emas di dalam berlian."batin Leon.


"Aku tidak mau"ucap Abel tegas.


"Baiklah,jika kamu tidak mau maka kamu akan tetap disini bersamaku,aku tidak jamin aku tidak akan melakukan apapun terhadapmu"tutur Leon tersenyum nakal.


"Hey!apa yang kau pikirkan?,awas saja jika kamu macam macam"ancam Abel.

__ADS_1


Bersambung..


Jangan lupa follow akun Author,nanti Author follback:)


__ADS_2