Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-24


__ADS_3

"Ekhmm,jika kamu ingin sekali sekolah,maka ikuti peraturan ku"ucap Leon memecahkan suasana.


Wajah Abel berbinar,sepertinya dia sudah melakukan syaratnya dengan benar.


"Apa peraturannya?"tanya Abel


"cium aku untuk satu hari sekolah"jawab Leon santai.


Abel tercengang mendengar penuturan Leon,Leon benar benar mengambil kesempatan dengan sangat baik.


"Pria ini..!jika aku bisa akan ku tarik rambut mu itu hingga tercabut"batin Abel.


"Yang benar saja?hey!aku tidak mau dengan syarat itu"ujar Abel ketus dengan ekspresi marah.


"Sudah kuduga"batin Leon


"Maka ucapkan selamat tinggal kepada sekolah dan pendidikanmu"ujar Leon santai


"Kamu ini kenapa?kenapa sangat tega dengan ku seperti ini?sebenarnya kamu punya dendam apa dengan ku?"tanya Abel yang mulai tersulut emosi.


"Aku baik baik saja dan aku tidak punya dendam denganmu,aku hanya ingin menyampaikan penawaran yang bagus"jawab Leon santai dengan wajah tak berdosa.


"Penawaran bagus katanya?akhhhh aku akan membunuhnya!!"batin Abel yang mulai terbakar akan sikap Leon.


"Penawaran bagus katamu?aku akan menyampaikan penawaran bagus juga untukmu,kamu pilih pukulan atau tendangan?cepat katakan!"ucap Abel yang mulai berdiri sambil memegang tangannya.


Leon tertegun mendengar dan melihat apa yang di katakan Abel,dia sepertinya mendapatkan gadis yang sangat kuat dan hebat,dia adalah satu satunya orang bahkan seorang gadis pertama yang ingin memukul nya.


"Ckk ingin memukul ku katanya,kita lihat saja"batin Leon tersenyum smirk.


"Lakukanlah,dan aku akan benar benar mewujudkan apa yang barusan tadi aku katakan"ancam Leon dengan ekspresi santai.


Abel mengepalkan tangannya,dia memang sangat marah dan ingin sekali memukul Leon,tapi dia tau resiko yang akan dia dapatkan.


"Huff!untuk kali ini mengalah lah Abel,tapi pastikan dirimu tidak terlihat murah di matanya"batin Abel.


"Baiklah,aku setuju dengan penawaranmu,tapi aku juga punya syarat untukmu"ujar Abel


Leon mengangkat sebelah alisnya,gadis di depan nya ini benar benar tidak takut dan mengagumi dirinya.


"Bagus,katakan apa syaratmu?"tanya Leon


"Aku sudah menyetujui syarat darimu,maka dengarkan syaratku,kamu tidak boleh mencampuri urusan ku dan mengekang ku untuk berinteraksi dengan siapapun."tutur Abel.

__ADS_1


"Cih,aku tidak akan melakukan persyaratan darimu"jawab Leon sambil beranjak meninggalkan meja makan.


Abel tidak terimah di perlakukan seperti itu oleh Leon,dia mengejar Leon yang sudah jauh ke lantai atas.


"Hey pak singa dengarkan aku,kamu tidak berhak mengurusi hidupku"ucap Abel sedikit berteriak saat mengejar Leon di depannya.


Leon sedikit tersenyum mendengar penuturan Abel,Abel memanggil nya pak singa.


"Pak singa?,haha apa dia tidak mengerti bahasa inggris?Leon dan Lion itu berbeda,tapi lumayan bagus untuk panggilan sayang."batin Leon


Abel terus mengikut Leon sampai kedepan kamar Leon,Leon mendadak menghentikan langkahnya dan Abel tanpa sengaja menabrak punggung kokoh milik Leon.


"Aduh"keluh Abel


Leon membelikan badanya dan menatap Abel yang sedang mengeluh hidung mancung nya yang menabrak punggung Leon.


"Kenapa mengikutiku?apa kamu ingin bersenang senang denganku malam ini?"tanya Leon dengan tersenyum smirk.


Abel membolakan matanya,pria di depan nya ini benar benar gila,dia selalu saja melibatkan hal memalukan itu di segala pembicaraan.


"Siapa yang ingin bersenang senang denganmu?aku hanya ingin mengatakan bahwa kamu tidak berhak mengurusi hidupku"ucap Abel


Leon mendekati Abel dan mendorong Abel ke pintu dan mengurungnya dengan kedua tangannya.


Nafas Abel tercekat karna di dorong Leon secara tiba tiba,dia berusaha bebas dari kurungan Leon tapi Leon malah mencekal kedua pergelangan tangan Abel di atas kepala.


Leon menghembuskan nafasnya di leher Abel,tubuh Abel menegang seperti ada gelenjar aneh di tubuhnya.


"Jangan bertingkah seperti ini,apa kamu tidak pernah berfikir bahwa aku ini pria normal?,lihat dirimu yang berpenampilan seperti ini dengan tanda merah di tubuhmu itu membuatku ingin melakukan lebih dari sebuah cium*an"tutur Leon yang membuat Abel merasa takut.


"Ini bukan salahku,kamu yang memberikan ku pakaian seperti ini"ucap Abel membela dirinya.


"Ckk,selalu punya jawaban"batin Leon


"Bisakah bibir ini diam sebentar?apa perlu ku ajari agar dia diam sejenak?"tanya Leon sambil menghembuskan nafasnya di bibir Abel dengan jarak yang sangat dekat.


"Tenangkan dirimu Bel"batin Abel


Leon masih setia dengan posisinya yang mengurung Abel di depan pintu kamar nya.


"Kurasa 1 atau 2 anak cukup"tutur Leon sambil menghirup leher Abel.


"Akhhh"jerit Abel yang merasa geli serta takut.

__ADS_1


"Apa maksudmu?jangan berfikir aku akan melakukannya denganmu,lepaskan aku!!"ucap Abel tegas.


"Haha,apa yang bisa kamu lakukan?jika aku mau aku bisa melakukannya saat ini juga"ucap Leon lalu mendorong pintu dan membuat Abel terdorong kedalam kamar Leon.


"Akhhh"teriak Abel yang terkejut karna terdorong kebelakang,Leon memegag pinggang Abel agar tidak jatuh.


"Ayo kita lakukan,atau kita menikah dulu baru kita lakukan?"tanya Leon yang membuat Abel berfikir yang bukan bukan.


"Dasar mesum!lepaskan aku,jangan bermimpi melakukan itu,lepaskan!"ucap Abel tegas sambil mendorong dada Leon tapi Leon sama sekali tak bergerak.


Leon mendorong Abel ke temoat tidur dan menindihnya,Abel mulai merasa takut dan cemas.


"Jangan lakukan itu,kamu sudah berjanji tidak akan melakukan nya"ucap Abel dengan ekspresi yang mulai takut.


"Em yah,aku ingat aku sudah berjanji tidak akan melakukannya, tapi aku mendadak membatalkannya"jawab Leon sambil menarik dress milik Abel


"Akhh,dasar penipu!lepaskan aku,akhhh tolonggggg"teriak Abel


"Teriak lah sayang,teriaklah sekencang kencangnya,lagipula kamar ku ini kedap suara"ucap Leon sambil melu*mat bibir merah Abel.


"Hiks hiks,seharus nya aku tidak mempercayai pria ini"batin Abel


Cium*an Leon perlahan turun ke leher dan berakhir di dada sintal itu,Abel sempat mende*sah karna perbuatan Leon,sedangkan Leon yang mendengar Abel mende*sah semakin gencar melakukan aksinya.


Leon meremas dan menghisap benda kenyal itu tanpa henti,Abel sempat terbawa suasana hingga tersendak dan berusaha meronta,namun sepertinya tak berguna.


Sebenarnya Leon tidak benar benar akan melakukan nya sekarang,dia hanya ingin bermain dengan Abel,tubuh Abel seperti candu baginya,entah sampai kapan dia akan terus menahan untuk tidak melakukannya.


"Shitt!!"batin Leon


Setelah merasa cukup puas,Leon akhirnya menghentikan kegiatannya dan berbaring di samping Abel dan memeluknya,terdengar sesegukan di pendengaran Leon.


"Sudah,tidurlah"ucap Leon sambil menarik kepala Abel kedadanya.


"Jangan sentuh aku,menyingkirlah"ucap Abel yang mendorong Leon namun tak membuat Leon melepaskan pelukannya.


"Jangan banyak bergerak atau aku akan benar benar melakukannya"ancam Leon yang akhirnya membuat Abel tenang.


"Hiks hiks hiks"suara Abel yang masih menangis.


"Sudahlah,berhentilah menangis"ucap Leon menghibur Abel sambil mengeluh punggung putih itu agar tenang.


Tak beberapa lama nafas Abel mulai teratur menandakan Abel sudah tertidur,Leon menatap wajah Abel yang sudah terlelap.

__ADS_1


"Aku sangat mencintaimu,aku tidak tau ini cinta atau obsesi,tapi yang terpenting aku ingin kamu selalu ada di dekat ku dan tidak boleh bersama orang lain"gumam Leon dan mengeratkan pelukannya.


Bersambung...


__ADS_2