Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-26


__ADS_3

"Apa yang dia kenakan?"batin Leon sambil menelan saliva nya.


Hans yang melihat Nona muda nya juga ikut tercengang dengan mata yang hampir keluar.


Mereka sedang melihat Abel yang menuruni tangga dengan penampilan tak biasa.


Abel hanya menunduk dan terus berjalan ke arah meja makan,setelah berada di meja makan dia langsung duduk tanpa menoleh kanan kiri.


Leon masih memperhatikan Abel,dia hampir tak memejamkan matanya.


"Ada apa dengannya?kenapa dia begitu berani?"pikir Leon.


Leon segera membenarkan ekspresinya dan masih melihat Abel yang tertunduk.


"Apa yang kamu kenakan?"Akhirnya Leon memecahkan suasana.


Hans juga akhirnya kembali memperbaiki ekspresinya,jika Leon melihat ekspresinya bisa bisa dia langsung di kirim ke kutub utara.


Abel menelan saliva nya barulah dia berani menatap Leon dengan ekspresi seperti kucing.


"Aku tidak punya baju ganti,jadi aku memakai ini,aku akan mengembalikan nya nanti"ucap Abel dengan pipi memerah.


Abel mengenakan kemeja putih milik Leon yang oversize di tubuhnya,bahkan dia terlihat sangat menggoda mengenakan itu daripada mengenakan dress tanpa lengan.


Leon menghembuskan nafasnya berat,dia lupa menyuruh pelayan membawakan Abel pakaian,sekarang Abel jauh lebih menggoda dari proyek besar yang menguntungkan hingga triliunan.


Leon lalu melirik Hans yang di samping nya,dia menatap Leon dengan tajam seakan menguliti Hans.


Hans menelam saliva nya,sepertinya ini kode agar dia menunggu di mobil saja.


"Saya akan menunggu Tuan di mobil,permisi"pamit Hans dan pergi meninggalkan Leon dan Abel berdua di meja makan.


Leon menatap Abel dengan eksresi menggoda,mangsa di depannya ini sangat bagus untuk sarapan pagi pikirnya.


"Duduk disini"perintah Leon sambil menepuk paha nya.


Abel menegang,kaki nya terasa bergetar tapi dia berusaha se normal mungkin.


"Aku duduk di sini saja"ucap Abel


Leon menatap datar,itu adalah kode bahwa dia tidak ingin mengulangi kata katanya.


Perlahan tapi pasti,Abel berjalan mendekati Leon dan berdiri di sampingnya,Leon yang mulai jengah akhirnya bertindak sendiri,dia menarik Abel ke pangkuan nya.


Leon menatap Abel dengan jarak yang dekat,dan menghembuskan nafasnya ke leher jenjang milik Abel,Abel mulai gugup,nafasnya tidak beraturan sekarang.


"Kenapa mengenakan ini?"tanya Leon sambil memegang pakaian yang di pakai Abel di bagian ujung tepat di paha Abel.

__ADS_1


"Tenang Abel"batin Abel menyemangati.


"Aku sudah bilang jika aku tidak punya pakaian ganti"jawab Abel lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kenapa harus yang ini?kenapa tidak meminta pelayan membawakannya?"tanya Leon sambil memainkan rambut Abel.


"Aku tidak tau"jawab Abel singkat


"Jika pria lain melihat ini mereka pasti akan langsung tergoda,begitu juga dengan ku"ujar Leon sambil mengelus leher milik Abel.


Abel tak menjawab ucapan Leon dia hanya mengalihkan pandangannya berusaha untuk tidak terlalu dekat dengan Leon,tapi Leon malah memeluk pinggang ramping itu agar semakin dekat dengannya.


"Jangan membuatku tidak mengurusi perusahaan ku karna dirimu seperti ini,ini masih terlalu pagi"ucap Leon sambil tersenyum smirk


"Apa yang kulakukan?"tanya Abel gugup


"Sudahlah,aku ada kabar bagus untukmu"ucap Leon


"Kabar Apa?"tanya Abel tak mengerti


"Mulai besok kamu boleh sekolah dan yang pastinya dalam pengawasanku"tutur Leon yang berhasil mengembangkan senyum di bibir Abel


"Benarkah?!!ahhh terimah kasih"ucap Abel antusias yang tak sadar gerakannya membuat tubuh Leon menegang.


"Berhentilah bergerak"batin Leon


"Karna aku sudah mengizinkan mu kembali sekolah,maka aku minta hadiah ku"tutur Leon lalu melu*mat habis bibir Abel,Abel beberapa kali mendorong dada Leon karna kehabisan nafas tapi Leon tidak jua melepaskannya.


Setelah beberapa waktu akhirnya Leon melepaskan bibirnya dan menatap Abel puas,Abel hanya memalingkan wajah nya.


"Pergilah sarapan,aku akan ke kantor sekarang,nanti ada yang akan mengantarkan pakaianmu"ucap Leon dan hanya di balas anggukan oleh Abel.


"Aku sudah terlambat sekarang,aku bahkan belum sarapan,maka kamu harus membawakan aku makanan siang nanti,tidak ada penolakan atau aku akan bertukar pikiran untuk mengizinkanmu sekolah"ujar Leon sambil mengangkat tubuh Abel naik ke atas meja


"Kya!turun kan aku"pinta Abel


"Kenapa?apa kamu suka di pangku?"tanya Leon.


"Tidak"jawab Abel


"Emm baiklah,aku akan pergi sekarang dan makanan dan lakukan yang ingin kamu lakukan,tapi ingat jangan meninggalkan monsion ini tanpa sepengetahuan ku"ucap Leon dan di balas anggukan oleh Abel


"Aku pergi"ucap Leon lalu mengecup kening Abel dan beranjak meninggalkan Abel di atas meja makan.


Abel menatap punggung Leon yang perlahan tak terlihat.


"Dasar pria menyebalkan,dia membiarkan aku di atas meja makan,ini tidak sopan"gumam Abel lalu melombat ke lantai.

__ADS_1


Abel melihat di sekelilingnya,tidak ada orang kecuali pelayan yang sedang melakukan tugasnya.


"Sekarang apa yang akan aku lakukan di tempat besar ini?"monolog Abel


Abel memanggil seorang pelayan wanita yang kemarin meminjamkan dia syal.


"Ada yang bisa saya bantu,Nona?"tanya nya sopan


"Bisakah temani aku sarapan?"ucap Abel


Pelayan wanita itu tertegun mendengar penuturan Abel.


"Maaf Nona,bukannya saya lancang tapi saya tidak berhak makan bersama Nona"ucap pelayan itu menunduk.


"Haiss sudahlah,aku bukan Nona di rumah ini,ayo temani aku makan atau akan ku lapor pada pria singa itu"ancam Abel sambil menarik pelayan wanita itu kemeja makan dan mereka mulai makan.


Abel sudah selesai sarapan dari tadi dan sekarang berada di kamar,dia sangat bosan berada di tempat besar dan mewah ini tanpa melakukan apapun.


"Aku lebih suka tinggal di rumah ku yang dulu"gumam Abel.


Tiba tiba pintu di ketuk dari luar.


"Permisi Nona,saya membawakan pakaian yang di perintahkan Tuan muda untuk Nona"ucap Pelayan dari luar,Abel pun dengan segera membukakan pintu.


"Ini Nona"ucap pelayan pria itu sambil menyodorkan tas berisi keperluan Abel.


Abel menerimanya,tak lupa dia mengucapkan terimah kasih kepada pelayan.


Abel melihat pakaian yang di berikan Leon untuknya,dan Abel membolakan matanya saat membaca merk baju tersebut.


"yang benar saya?!harga baju ini setara dengan mobil" tutur Abel.


"Apa dia yakin memberikannya untukku?apa aku tidak akan di suruh membayarnya nanti?"monolog Abel.


Abel pun berjalan ke kamar mandi dan mengenakannya,Leon memberikan Abel Dress hitam di bawah lutut dengan lengan pendek berenda di ujungnya,sangat indah.


Abel melihat dirinya di cermin dan menyerngitkan dahinya.


"Kenapa pria itu suka memberikanku Dress?apa itu lebih muda baginya untuk merobeknya?"monolog Abel


Tiba tiba terdengar ketukan dari luar kamar Abel lagi.


"Maaf Nona,ini hampir jam makan siang,Tuan meminta Anda untuk mengantarkan makan siang untuknya"ucap Pelayan


"Ah yah,pria itu sangat merepotkan,pelayannya banyak tapi kenapa menyuruhku?tapi tidak apa apa,setidaknya aku bisa keluar tempat ini"gumam Abel.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2