
Singkat cerita mereka sudah sampai di Monsion mewah milik Leon. Leon dengan sigap mengendong Abel masuk kedalam diiringi Hans di belakangnya yang membawa barang perawatan untuk kesembuhan Abel.
"Aku bisa jalan sendiri Pak singa" jelas Abel sedikit tidak nyaman saat Leon terus menggendongnya.
"Tidak" jawab Leon singkat yang sudah Sah dan tidak bisa di ganggu gugat.
"Em..baiklah" jawab Abel cemberut.
Leon tersenyum melihat Abel kesal dengannya, wajahnya lebih terlihat imut ketika kesal atau marah.
Para pelayan dan penjaga Monsion berbaris di depan halaman untuk menyambut kepulangan Tuan dan Nona Muda mereka.
"Selamat datang kembali Tuan dan Nona Muda" ucap mereka serempak.
"Terima kasih" ucap Abel sambil tersenyum sedangkan Leon hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan masuk bersama Abel.
"Sangat tidak sopan" gumam Abel yang di dengar oleh Leon.
"Siapa yang tidak sopan?"tanya Leon sambil memandangi Abel di gendongannya.
"Tentu saja kamu, seharusnya kamu tidak bersikap seperti itu kepada mereka. Mereka bisa tersinggung karna tanggapanmu yang seperti itu tadi" jelas Abel panjang lebar sampai tidak sadar jika mereka sudah memasuki kamar.
Leon meletakan tubuh Abel di ranjang King size itu perlahan dan mengukung Abel di bawah tubuhnya.
"Sudah bicaranya?"tanya Leon tepat di wajah Abel.
nafas Abel tercekat karna perlakuan Leon yang mengukung tubuhnya.
"Su..sudah, sekarang menyingkirlah!" tutur Abel dengan tangan yang mendorong dada Leon tapi Leon sama sekali tak beralih posisi.
"Ayo menyingkir!!" lanjut Abel kesal karna Leon sama sekali tak menyingkir.
"Sangat manis" ucap singkat Leon pada Abel.
Abel mengerutkan keningnya tak mengerti maksud Leon yang ambigu itu.
"Apa nya yang manis?"tanya Abel penasaran.
Leon tersenyum mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Abel.
"Tentu saja ini" jawab Leon kemudian dengan spontan mencium lembut bibir Abel yang terus berkicau sejak tadi.
Mata Abel membola mendapatkan perlakuan Leon, dia hampir kehabisan nafasnya saat Leon tak kunjung mengakhiri ciumannya.
"Arkkk"teriak Abel di sela sela ciuman dan membuat Leon dengan terpaksa melepaskannya.
"Dasar me..."ucapan Leon terpotong.
"Syuuttt!!" ucap Leon sambil menutup bibir Abel dengan jari telunjuknya.
__ADS_1
"Diamlah atau aku akan melakukan lebih" ancam Leon dan seketika membuat Abel terdiam.
"Sekarang tidurlah, ini sudah malam" perintah Leon sambil menutup Abel dengan selimut.
"Tidak, aku tidak mengantuk"bantah Abel.
"Jika kamu tidak tidur maka kita akan melakukan permainan seru yang membuatmu menikmatinya" usul Leon yang membuat Abel segera menutupi diri dengan selimut.
"Baiklah, aku akan tidur sekarang" ujar Abel.
Leon tersenyum melihat tingkah kelinci manisnya yang selalu menolak.
"Baiklah, ayo tidur" ucap Leon yang ikut masuk ke dalam selimut bersama Abel.
"Eh? kamu kenapa ikut masuk?"tanya Abel
"Kenapa? kamu melarangku?"tanya Leon balik.
"Tentu saja, kamu tidurlah di kamarmu yang gelap itu"jawab Abel.
"Tidak mau, aku sangat merindukanmu"tolak Leon sambil merangkul tubuh Abel dalam pelukannya.
"Ehh?" teriak Abel spontan.
"Biarkan seperti ini, aku sangat merindukanmu" tutur Leon sambil menaruh kepalanya di dada Abel dan mengeratkan pelukan.
Abel mulai tidak nyaman dengan posisi Leon seperti ini. Dia ingin sekali memukul kepala Leon yang berada di dadanya sekarang,namun dia mengurung niatnya saat mendengar nada kesedihan dalam ucapan Leon barusan.
"Eh? emm...tidurlah" ucap Abel gugup serta canggung.
"Kenapa tidak menjawab? katakan jika kamu tidak akan meninggalkanku" ujar Leon yang masih di dada Abel.
Abel merasa bingung harus mengatakan apa, dia takut jika dia tidak bisa menepatinya.
"Em..baiklah, sekarang tidur"ucap Abel gugup sambil mengusap rambut Leon lembut.
"Terima kasih" ucap Leon singkat dan kembali memeluk Abel lembut.
Leon dan Abel perlahan mulai terlelap dengan Leon yang tak melepaskan pelukannya pada Abel.
Di dalam mimpi Abel
Abel berjalan menyusuri ladang bunga lavender yang seperti mimpi sebelumnya.
"Aku ada dimana?"monolog Abel sambil mengedarkan pandangannya.
"Abel?"panggil seseorang dari belakangnya dan lantas membuat si empunya nama menoleh kebelakang.
"Ayah? Ibu?"panggil Abel
__ADS_1
"Sekarang kamu sudah semakin dewasa dan cantik" ujar Ibunya.
"Ibu..."ucap Abel sembari memeluk ibunya.
"Ibu, aku sangat merindukanmu" jelas Abel dengan isak tangis kebahagiaan.
"Ibu dan Ayah juga merindukanmu sayang" ucap Ayah Abel.
"Ayah..Ibu, kumohon jangan meninggalkan ku lagi"pinta Abel tersedu sedu.
"Tidak bisa sayang, kita tidak bisa bersama sekarang. Kamu masih perlu berbahagia dalam hidupmu sela di dunia" jelas Ibu nya lembut.
"Ta...tapi Bu.."ucap Abel terbata bata.
"Sayang, dengarkan Ibu nak. Ada seseorang yang sangat menyayangi dan mencintaimu selain kami sayang, jangan membuatnya sedih dengan meninggalkannya" jelas Ibu Abel panjang lebar.
"Siapa Bu? siapa dia?"tanya Abel.
"Kamu akan mengetahui nya nak" jawab Ayah Abel.
Perlahan Ayah dan Ibu Abel menghilang bersamaan dengan cahaya terang yang membuat mata Abel terbuka dan sadar dari tidurnya.
"Ibu...!!"teriak Abel dan secara spontan langsung duduk di atas kasur.
Keringat dingin memenuhi dahinya. Perasaan nya sekarang bercampur aduk, antara bingung dan semacamnya.
"Ini mimpi?"monolog nya.
Abel melihat sekelilingnya dan ternyata hari sudah siang, bahkan sudah memasuki kamar tersebut.
Pria tampan baru saja keluar dari kamar mandi dengan terburu buru, dia masih mengenakan handuk di pinggangnya dan menghampiri Abel.
"Sayang? ada apa?"tanya Leon panik. Bukannya merasa tenang, Abel malah makin berteriak kencang setelah melihat Leon.
"Kyaaa!!!"teriak Abel kencang dan langsung menutupi mulut Abel menggunakan tanganya.
"Ada apa? kenapa berteriak?"tanya Leon sambil melepaskan tangannya dari mulut Abel.
"Kenapa kamu tidak mengenakan pakaian?"tanya Abel sembari memalingkan wajahnya karna malu.
"Aku baru saja selesai mandi dan mendengarmu berteriak, jadi aku buru buru kemari untuk melihat keadaanmu" jelas Leon.
"Oh, emm...aku tadi melihat serangga terbang, jadi aku berteriak" ucap Abel berbohong.
"Benarkah begitu?"tanya Leon memastikan dan hanya di balas anggukan oleh Abel.
"Sekarang pakai baju mu" perintah Abel yang tak menoleh sedikit pun.
"Baiklah, tapi sebelum itu apa kamu ingin memegangnya?"tawar Leon yang langsung mendapat lemparan bantal dari Abel.
__ADS_1
Bersambung...