Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-33


__ADS_3

Selepas kepergian si penjual Bakso tersebut Abel langsung menatap Leon tajam.


"Kenapa kamu bilang kamu calon suami aku?"tanya Abel pelan sambil menatap Leon tajam.


"Karna itu benar"jawab Leon santai


"Yang ingin menikah denganmu siapa?"tanya Abel sambil menatap Leon tajam,tapi ekspresinya itu sangat imut di mata Leon.


"Tentu saja kamu"jawab Leon sambil tersenyum menatap Abel.


"Aku tidak mau menikah denganmu"ucap Abel sambil memalingkan wajahnya.


"Kita lihat saja nanti"balas Leon


Setelah perdebatan itu tidak ada lagi pembicaraan,Abel hanya diam saja dan Leon hanya duduk santai sambil melihat tempat sekitarnya.


"Apa setiap kali kamu makan disini keadaannya seperti ini?"tanya Leon yang akhirnya memecahkan suasana itu sambil melihat kendaraan berlalu lintas dan di ujung jalan sana ada tempat sampah besar.


"Sangat tidak higienis,apa kelinci manisku selama ini makan di tempat seperti ini?"batin Leon.


"Berhentilah mengatakan apapun,jika tidak suka disini maka pergilah"ucap Abel pelan agar tak terdengar oleh si penjual bakso dan menatap Leon serius.


"Aku meninggalkanmu?lupakan saja!!aku tidak akan melakukannya"balas Leon sambil memegang dagu Abel dan Abel langsung memalingkan wajahnya.


"Sangat menyebalkan"batin Abel.


Dan akhirnya yabg ditunggu pun tiba,Si penjual Bakso datang mengantarkan dua mangkok Bakso ke pada Abel dan juga Leon.


"Ini Neng dan mas,silangkan..."ucap Penjual Bakso sopan sambil menyodorkan mangsok tersebut di atas nampan.


Abel segera mengambil mangkok berisi Bakso itu dengan tidak sabaran,pasalnya bau dari Bakso tersebut sudah dari tadi menggodanya,tapi tidak dengan Leon,dia masih memperhatikan makanan yang di bawakan oleh si pedagang dengan intens.


"Terima kasih Pak"ucap Abel sambil tersenyum


"Sama sama Neng"balas Si Penjual Bakso.


"Ini mas"ucap Si penjual bakso sambil menyodorkan mangkok tersebut tapi Leon seakan ragu mengambilnya,Abel yang melihat itu mulai jengah dengan orang yang di sebutnya Pak singa itu dan langsung mengambil mangkok yang di sodorkan si penjual bakso.


"Terima kasih pak"ucap Abel sambil tersenyum


"Sama sama neng,kalau begitu saya permisi dulu,selamat menikmati"ucap Si penjual lalu pergi membiarkan Leon dan Abel menikmati makanannya.


Selepas kepergian Si pedagang Abel langsung menatap Leon sambil memegang dua buah mangkok berisi Bakso.


"Ini..ambilah"ucap Abel sambil menyodorkan mangkok berisi bakso tadi kepada Leon,Leon menatap wajah Abel.


"Bisa suapi aku?"tanya Leon yang membuat Abel tercengang.

__ADS_1


"Hah? bukan kah kamu bisa makan sendiri?makanlah"ucap Abel.


"Aku belum terbiasa dengan ini,mungkin jika kamu yang menyuapi aku akan terbiasa"ucap Leon lembut.


"Sangat merepotkan,aku juga lapar sekarang ini!!hufff,tapi yasudahlah sepertinya dia belum pernah makan seperti ini"batin Abel


"Huff,baiklah..pegangi ini"ucap Abel sambil menyuruh Leon memegang satu mangkok bakso miliknya dan di terima dengan baik oleh Leon.


Abel mulai menyuapi Leon dengan ekspresi santai padahal jantungnya seakan ingin terlepas lantaran dia di lihat oleh pembeli lainnya.


"Jika seperti ini,kami sangat terlihat seperti sepasang kekasih..huff menyebalkan"batin Abel


Sedangkan Leon yang tau jika mereka berdua menjadi pusat perhatian pelanggan lain hanya bersikap santai saja,dia memang ingin mempublikasikan hubungannya agar tidak ada orang yang berani mendekati kelinci manisnya.


Leon terus menikmati suapan yang di beri oleh Abel dengan di selingi beberap senyuman tipis.


"Makanan ini lumayan,ku harap aku tidak akan sakit setelah ini"batin Leon.


Setelah beberapa waktu akhirnya mangkok yang di tangan Abel sudah habis dan dengan kecepatan kilat Abel segera mengambil mangkok yang di pegang Leon dan mulai memakannya dengan lahap,dia bahkan tidak menoleh kanan maupun kiri.


"Aku sangat lapar..,si pak singa membuat ritual makan ku tertunda saja"batin Abel


Leon memperhatikan kelinci manis nya makan dengan lahap dengan sedikit senyuman tipis di bibirnya.


"Dia benar benar sangat lapar,tapi dia merelakan waktunya untuk menyuapi ku,gadis yang baik ini milik Leon."batin Leon


"Jangan terburu buru,itu tidak baik"ujar Leon mengingati Abel agar makan dengan perlahan lahan.


"Buang sedikit gengsi mu Bel,ini demi kebaikan lambung mu dan lagipula kamu sedang tidak memegang sepeser uang pun"batin Abel.


Leon tercengang dengan penuturan Abel,jika di luar sana gadis gadis akan menghindari makanan berlemak dan dengan porsi besar maka gadis di hadapannya ini tidak sama seperti gadis luaran sana.


"Kamu yakin?apa kamu sanggup makan lagi?"tanya Leon memastikan.


"Tentu,apa kamu tidak bawa uang lebih?"tanya Abel polos.


Leon hampir terkekeh mendengar pertanyaan Abel,jika dia mau dia bisa saja membeli gerobak Bakso itu untuk Abel sekarang ini.


"Jangan pernah menanyakan itu lagi,pesanlah semau mu"ucap Leon dan langsung membuat Abel menyunggingkan senyum nya.


"Pak! satu porsi lagi yah"ucap Abel pada Si penjual.


"Baik Neng"balas si penjual.


Singkat cerita Abel sudah selesai menghabiskan dua mangkok bakso tadi.


"Sudah selesai?"tanya Leon pada Abel

__ADS_1


"Em..yah sudah"jawab Abel sambill tersenyum.


"Makanan ini benar benar mengubah mood nya"batin Leon.


"Ayo pulang"ajak Leon sambil berdiri dari kursi plastik milik penjual Bakso.


"Eh tunggu dulu!"ucap Abel menahan Leon


"Ada apa?"tanya Leon


"Bisakah malam ini aku tidur di rumah ku?,bukan kah kamu bilang aku bisa melakukan apapun hari ini?"ucap Abel.


"Hm baiklah,kita akan menginap di rumah mu"balas Leon dan langsung membuat wajah Abel sumringah.


"Yes! jika begitu ayo kembali"ajak Abel.


"Pergilah dulu ke mobil,aku akan membayar makan malam kita"perintah Leon dan di jawab anggukan oleh Abel.


Abel menunggu di mobil sambil melihat Leon yang membayar Bakso yang mereka makan tadi,nampak Leon mengeluarkan begitu banyak uang dan memberikannya kepada si penjual Bakso itu.


"Wah!apa itu pak singa?apa dia benar benar memberikan semua uang itu untuk pedagang Bakso tadi?"monolog Abel.


"Dia ternyata sangat baik"lanjut Abel dan tanpa sadar dia tersenyum sambil memandang Leon yang berjalan ke arah mobil dan langsung menormalkan ekspresinya saat Leon sudah di dalam.


"Apa apa?"tanya Leon pada Abel yang terus menatapnya.


"Tidak apa apa,ayo jalan"jawab Abel sambil memalingkan wajahnya agar tak dilihat oleh Leon.


.


.


.


Leon mengeluarkan pecahan uang seratusan dari dompetnya puluhan lembar saat akan membayar Bakso yang ia makan bersama Abel tadi pada si penjual Bakso.


"Ini"ucap Leon singkat sambil memberikan uang tersebut pada si penjual.


"Mas,ini kelebihan.."ucap si penjual.


"Ambil saja,ini sebagai tip karna makanan yang bapak buat sudah membuat mood calon istri saya baik sekarang"ucap Leon datar.


"Ah terima kasih mas,semoga pernikahannya nanti lancar dan di beri anak anak yang berbakti pada Mas dan juga Neng Abel"ucap si penjual sambil mendoakan kebaikan untuk Leon.


"Sama sama,saya harus pergi sekarang"ucap Leon datar dan di angguki oleh si penjual Bakso.


Si pedangan terus memandangi punggung Leon sampai akhirnya menghilang saat memasuki mobil mewah dan pergi.

__ADS_1


"Neng Abel benar benar beruntung menikahi pria baik seperti dia,sepertinya Mas itu saya pernah lihat di tv"gumam si penjual bakso.


Bersambung...


__ADS_2