
Leon hanya mengangguk lalu memasuki kamar tempat Abel di rawat.
Dokter dan juga Hans hanya bisa menghembuskan nafasnya melihat Leon yang sedang marah.
Leon melihat kelinci manisnya sedang terbaring di ranjang pasien dengan mata tertutup,dia mendekati Abel dengan perasaan campuraduk.
"Hey?apa kamu baik baik saja?apa dia menyakitimu?"tanya Leon pada Abel dengan tatapan kesedihan melihat kondisi Abel seperti ini.
Leon menggenggam tangan Abel serta menciumnya dengan kesedihan akan takut kehilangan orang yang ia cinta.
"Aku berjanji akan membalasnya,dia sudah berani melukaimu kan?dia sudah berani melukai kelinci manisku maka aku tidak akan mengampuninya"ucap Leon sambil mengusap rambut Abel lembut.
"Cepatlah sadar,bukan kah kamu suka memarahi ku?ayo sekarang marahi aku,kamu tau?aku sangat menderita melihat keadaan mu seperti ini"lanjut Leon lagi.
Leon terus menggenggam tangan Abel dan sesekali mencium kening Abel dengan sayang.
"Jangan terlalu lama beristirahat,aku merindukan amarahmu"ucap Leon kemudian mencium pipi Abel.
Leon keluar dari ruangan Abel dengan wajah datar menatap Hans.
"Apa kamu sudah menemukan semua tentang si breng*sek itu"tanya Leon tegas.
"Tuan,saya sudah mencarinya semua informasinya dan dia bukanlah orang biasa"jawab Hans.
"Apa maksudmu?"tanya Leon.
Hans melihat kanan dan kirinya kemudian mendekati Leon.
"Sepertinya saya tidak bisa menjelaskannya disini"ucap Hans.
Leon mengangguk paham "baiklah,akan kita bicarakan nanti saat di monsion"ujar Leon.
.
.
.
Barang barang di kamarnya kembali berantakan dan hancur,dia sudah seperti orang gila sekarang,tak ada satu orang pun yang berani menghentikannya.
"Aku harus mendapatkanmu..."gumam nya kemudian menelpon bawahannya.
Telepon tersambung...
"Lakukan seperti yang ku katakan,bawa dia kemari bagaimana pun caranya"ucapnya pada bawahannya.
"Baik Tuan"jawab bawahannya dari sebrang sana.
Panggilan berakhir dan pria itu langsung melempar ponsel nya sembarangan arah.
"Sebentar lagi sayang,kita akan bertemu..."ucapnya memandangi bingkai foto di atas nakasnya.
.
.
__ADS_1
.
Leon terus menemani Abel tanpa beranjak kemana mana hingga akhirnya Abel membuka matanya.
Abel melihat sekelilingnya yang hampir semuanya berwarna putih.
"Dimana aku?"monolognya.
Leon yang mendengar suara Abel segera memalingkan wajahnya memandangi Abel.
"Sayang,kamu sudah bangun?"tanya Leon sambil memegang tangan Abel.
"Aku ada di mana?"tanya Abel lirih.
"Kamu sedang di rumah sakit"jawab Leon.
Abel hanya mengangguk ringan lalu menormalkan posisinya.
"Apa masih terasa sakit?"tanya Leon khawatir pada Abel,Abel hanya menggeleng ringan pada Leon.
"Syukurlah,aku sangat takut terjadi sesuatu padamu"ucap Leon lega.
"Apa dia begitu khawatir? apa dia daritadi menunggu ku disini?"batin Abel.
Hati Abel sedikit menghangat mendapatkan perhatian dari Leon,selama ini dia sudah kehilangan hangatnya kasih sayang orang tua,tapi sekarang sepertinya dia mendapatkan sedikit kehangatan itu.
"Apa kamu lapar?kamu belum makan apapun selama tidak sadarkan diri,aku akan mengambil makanan untukmu"ucap Leon.
"Jangan terlalu repot,aku tidak apa apa"ucap Abel lirih karna kondisi nya yang belum normal.
"Berhentilah marah marah,kamu benar benar seperti Pak Singa sekarang"ucap Abel lirih dengan sedikit senyum candaan di bibirnya.
Leon menyunggingkan sedikit senyum di bibirnya mendengar ucapan Abel barusan,entah ada apa dengan dirinya yang setiap kali Abel mengangggil nya dengan sebutan pak singa dia tidak akan bisa berhenti tersenyum.
"Masih sakit tapi masih sempat mengejekku,mau aku hukum?"ucap Leon pada Abel.
"Hehe,aku hanya bercanda"ucap Abel sedikit tertawa.
"Sudahlah,aku akan mengambil makanan untukmu"ucap Leon dan di balas anggukan oleh Abel.
Abel menatap punggung Leon yang kemudian menghilang dari balik pintu.
"Aku tau kamu orang baik,tapi kamu sedikit menyebalkan"batin Abel.
Abel kemudian menarik nafasnya dan kembali menutup matanya untuk beristirahat,tubuhnya benar benar lemah sekarang ini.
Tidak beberapa lama pintu terbuka pelan,Abel mengira itu Leon yang datang sehingga dia masih tetap menutup matanya.
Namun kenapa Leon sama sekali tak mengatakan apapun,sehingga Abel akhirnya membuka matanya.
"Kalian siapa?"tanya Abel takut melihat dua orang masuk dengan pakaian tertutup mendekati Abel.
"Berhenti,jangan mendekat"perintah Abel ketakutan sambil berusaha bangun,tapi tubuhnya sangat lemah sekarang.
Dua orang itu mendekati Abel dan cepat menutupi mulut juga hidung Abel dengan sebuah sapu tangan.
__ADS_1
Lama kelamaan,penglihatan Abel menjadi kabur,kepalanya berkunang kunang dan terasa berat,akhirnya Abel pingsan tak sadarkan diri.
.
.
.
"Sayang,ini makanannya,maaf tadi aku sedikit lama karna..."ucapan Leon terhenti saat tidak melihat Abel di ranjangnya.
"Sayang?"panggil Abel kemudian berlari mencari Abel di seluruh ruangan,namun Abel tak disana.
"Suster!!"panggil Leon dan beberapa waktu akhirnya suster datang menghampiri Leon.
"Iya Tuan,ada apa?"tanya suster itu sedikit gugup dan takut.
"Di mana pasien yang di rawat disini?"tanya Leon tegas.
"Bukankah tadi Tuan yang menyuruh bawahan Tuan untuk membawa Nona pergi?"tanya suster itu bingung
"Bawahan Apa?!! saya tidak pernah menyuruh bawahan saya untuk membawa Wanita ku pergi dari sini!!"bentak Leon marah yang langsung membuat suster itu takut.
"Tapi mereka mengatakan bahwa mereka bawahan Tuan"jelas suster itu menunduk takut.
"Akhh!!"teriak Leon marah.
"Bagaimana kalian bisa mempercayai nya langsung!!bagaimana keamanan di rumah sakit ini?!! jika terjadi sesuatu ada wanita ku,akan ku hancurkan rumah sakit ini!"ucap Leon tegas sambil keluar dari ruangan.
Suster itu bergetar ketakutan mendengar ancaman Leon,Leon bukanlah orang yang akan bermain main dengan omongannya.
Leon menelpon Hans untuk datang menemuinya dan setelah menelpon Hans,Leon pergi ke resepsionis untuk melihat tayangan CCTV.
"Kurang ajar!"umpat Leon saat melihat Abel di bawa pergi oleh dua orang yang menuntup wajahnya dengan masker.
Hans datang menghampiri Leon yang sedang melihat tayangan CCTV.
"Tuan,ada apa?"tanya Hans.
"Abel di bawa pergi oleh seseorang,sekarang kamu cari siapa pelakukannya dan segera bawa kembali wanitaku!"perintah Leon tegas.
"Apa? Abel di bawa pergi?"batin Hans.
"Baik Tuan,saya akan segera menemukan pelakunya dan segera membawa Nona kembali"ucap Hans
Mereka berdua sekarang sudah berada di monsion dan sedang melakukan penyelidikan kan.
Hans adalah pria yang ahli IT,dia akan dengan mudah mencari informasi apapun dengan cepat mengenai suatu hal.
"Bagaimana?"tanya Leon.
"Sepertinya penculikan ini ada hubungannya dengan seseorang,Tuan"jelas Hans.
"Apa maksudmu?"tanya Leon menyerngit tak mengerti.
Bersambung...
__ADS_1