
Tentang Gion~
Gion Arseno bukanlah nama lengkapnya,Gion menyembunyikan marga nya yang bernama Emanuell.
Gion Arseno Emanuell adalah mana lengkapnya,ia sengaja menyembunyikan identitas nya saat menjadi Guru yang mengajar di SMA tempat Abel bersekolah. Sebagian guru dan siswa hanha tau jika ia adalah pengusaha yang cukup terkenal,namun mereka hanya tau jika Gion adalah pengusaha saja tanpa tau indentitas sebenarnya.
...****************...
Gion yang saat itu sedang di dalam mobil bersama asistennya yang menyetir,berhenti di depan lampu merah dan tanpa sengaja ia melihat seorang gadis yang sangat cantik sedang berjalan di pinggir jalan mengenakan seragam SMA dari balik kaca jendela mobilnya.
Gadis itu nampaknya ingin pergi kesekolahnya,namun gadis itu menghenti langkahnya untuk mengikat tali sepatunya yang terlepas dan itu tidak luput dari penglihatan Gion.
Tanpa di duga,gadis itu menoleh ke arah mobil Gion sehingga Gion dapat melihat jelas wajah gadis itu yang alami tanpa adanya make up sedikit pun.
Gion tertegun melihat kepergian gadis itu menjauh dan saat itu juga lampu lampu lintas berganti warna sehingga mobil yang di kendarai oleh Gion bergerak menjauh,Gion masih melihat punggung gadis itu dari jendela belakangan mobilnya hingga hilang dari penglihatan.
"Apa yang sedang tuan lihat?"tanya Gerry sopan sambil menyetir.
"Apa kamu melihat gadis yang mengenakan seragam SMA di dekat mobil kita tadi saat di lampu merah?"tanya Gion
"Iya Tuan,saya sempat melihatnya karna saya melihat anda terus memperhatikannya"jawab Gerry.
"Bagus,cari tau di mana ia bersekolah"perintah Gion.
"Baik tuan"jawab Gerry tegas.
...****************...
"Permisi Tuan,saya ingin memberi laporan yang anda minta tentang gadis SMA tadi pagi"jelas Gerry sambil memberi berkas di meja Gion.
"Yah"jawab Gion singkat dan segera membaca berkas yang di bawa oleh Gerry tadi.
"Dia bersekolah di SMA Pranata jaya?"tanya Gion pada Gerry.
"Benar Tuan"jawab Gerry.
"Bukan kah ini keberuntunganku?"tanya Gion pada Gerry dengan sedikit menyunggingkan senyum yang jarang terlihat di wajahnya.
__ADS_1
"Maksud Tuan?saya tidak mengerti"ucap Gerry.
"Kamu tidak perlu mengerti Gerry,sekarang kamu boleh keluar"jelas Gion dan Gerry pun keluar dari ruangan nya.
Selepas kepergian Gerry,Gion segera mengambil benda pipih dari saku celananya dan menekan nomor seseorang.
"Aku ingin menjadi guru di SMA mu"ucap Gion pada seseorang di seberang sana.
"Apa?!!"ucap orang di seberang sana sedikit keras karna terkejut atas apa yang di ucapkan oleh Gion.
"Apa yang kamu pikirkan Gion? untuk apa kamu menjadi guru di SMA ku sedangkan kamu sudah sangat sukses sekarang"lanjut orang yang di telpon Gion dari seberang sana.
"Kamu tidak perlu tau,segera siapkan segala berkasnya dan besok aku akan mulai mengajar"ucap Gion dingin dan segera menutup panggilan secara sepihak.
...****************...
Gion memasuki kelas yang ia incar untuk menjabat sebagai Wali Kelas karna kebetulan Wali Kelas itu sudah pensiun sejak satu minggu lalu.
Seluruh siswa menatapnya dengan tatapan kagum karna wajah Gion yang cukup tampan,namun tatapan kagum itu berubah menjadi sedikit menekuk karna Gion memperlihatkan tatapan dinginnya.
"Pagi semuanya,saya adalah guru baru di sekolah ini dan juga wali kelas kalian yang baru"jelas Gion datar yang masih tak mengalihkan pandangannya pada satu titik.
"Dan pertaturan saya hanya satu di kelas ini,tidak ada yang mempelajari pelajaran lain selama jam saya"ucap Gion tegas dan di balas anggukan oleh seluruh siswa.
"Kamu!!"panggil Gion pada seorang siswi yang tadi sibuk dengan bukunya.
Gadis itu mengalihkan pandangannya ke arah depan dan menatap seorang pria asing yang sedang berdiri di sana.
"Bapak manggil saya?"tanya nya polos sambil menunjuk ke wajahnya.
"Iya kamu,apa kamu mendengar penjelasan saya?"tanya Gion tegas.
Gadis itu menunduk,dia sama sekali tak mendengarkan penjelasan dari Gion karna dia sedang sibuk mencatat penyisihan uang dan juga keperluannya.
"Maaf pak,saya tidak mendengarkannya"jawabnya gugup sambil menunduk.
Gion menatap datar muridnya yang sedang menunduk itu.
__ADS_1
"Siapa nama mu?"tanya Gion dingin.
"Em...anu,na...nama saya A..Arabella Clarissa"jawab gadis itu gugup.
Yah,gadis yang di lihat oleh Gion di lampu merah adalah Abel yang sedang berjalan menuju sekolahnya,ia menghentikan langkah nya saat melihat tali sepatu nya terlepas dan entah mengapa dia reflek menoleh ke mobil di sampingnya,namun ia tidak melihat orang di dalam mobil itu lantaran kaca jendelannya yang tertutup.
Gion sedikit menyunggingkan senyum tipisnya,saking tipisnya mungkin tidak ada murid yang dapat melihatnnya.
"Arabella Clarissa,aku tau itu nama mu tapi aku ingin mendengarnya langsung dari bibirmu sendiri"batin Gion.
Gion menormalkan wajahnya dan menatap Abel dingin,Abel yang mengetahui jika ia dalam masalah sekarang hanya bisa tertunduk takut dan sangat gugup.
"Karna ini hari pertama saya mengajar,maka kamu saya maafkan tapi tidak lain hari,sekarang kembali duduk"ucap Gion dingin.
Abel menghembuskan nafas leganya,ia sangat beruntung guru baru itu tidak menghukumnya karna kesalahannya ini.
"Huff,beruntunglah kamu Abel..."batin Abel.
Abel kembali duduk di kursinya dan memperhatikan pelajaran yang di berikan oleh Gion di papan tulis.
Dan begitulah hari hari Gion lalui sebagai seorang Guru di sebuah SMA demi bisa melihat dan memantau sang gadis yang ia sukai,namun ia terus memendam perasaannya itu hampir tiga tahun hingga akhirnya ia merasa sangat khawatir ketika mengetahui jika Abel tidak masuk sekolah cukup lama,ia terus mencari keberadaan Abel,namun Abel seperti di telan bumi tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.
Saat ia melihat berita di media sosial yang menampakan gadis pujaannya itu sedang bergandengan dengan seorang pria di pusat perbelanjaan yang tak lain adalah saingan bisnisnya,Leon.
Gion mengamuk dan menghancurkan segala benda di ruangannya karna tak terima atas apa yang ia lihat.
Ia hampir gila karna terus memikirkan itu,dia sudah tidak mampu menahan perasaannya lagi dan memutuskan menculik Abel,namun keberuntungan memihak nya lantaran hari itu Abel masuk sekolah.
Ia sengaja menyetopkan langkah Abel yang terlihat terburu buru dan akhirnya Abel mendatanginya dengan wajah yang ngos ngosan karna berjalan dengan tergesa gesa.
"Temui saya saat pulang sekolah"perintah Gion terakhir dan di setujui oleh Abel.
Gadis itu kembali berjalan meninggalkan ruangan Gion,Gion bisa melihat itu dari balik kaca pintu ruangannya.
"Akan ku lakukan hari ini juga,aku tidak akan menyia nyia kan waktu sayang..."gumam Gion yang terus menatap kaca pintu ruangannya.
Bersambung...
__ADS_1