Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-51


__ADS_3

"Sekarang pakai baju mu" perintah Abel yang tak menoleh sedikit pun.


"Baiklah, tapi sebelum itu apa kamu ingin memegangnya?"tawar Leon yang langsung mendapat lemparan bantal dari Abel.


"Dasar Pak singa mesum!! pergilah! " perintah Abel marah.


"Hahaha, cobalah pegang dulu" gelak tawa Leon sembari mendekatkan dirinya pada Abel.


"Kyaaa!!" teriak Abel kencang kemudian berlari menghindari Leon.


"Jangan mendekatiku! pergilah Pak singa!" teriak Abel di balik sofa.


Bukan Leon namanya jika menyerah begitu saja, dia akan menjahili Abel sampai dia puas. Ia mendekati Abel dengan senyum menggodanya, dia bahkan memegang rahangnya untuk menggoda Abel.


"Eh? jangan mendekat Pak singa!! " perintah Abel sembari mengambil bantal sofa sebagai tameng.


"Bukan kah aku sangat tampan? kenapa kamu menjadi takut seperti itu?" tanya Leon yang langsung meraih bantal sofa yang di pegang Abel.


Abel mulai takut sekarang, pikiran buruk dan negatif menyelubungi otaknya seketika.


"Siapa yang takut denganmu? kamu nya saja yang tidak sopan!" ucap Abel lantang dengan sok beraninya.


"Benarkah? ayo buktikan!" ujar Leon yang langsung meraih pinggang Abel dan memeluknya.


"Kyaaa!!! apa yang kamu lakukan? lepaskan!!!"teriak Abel sekencang mungkin sambil meronta sekuat tenaganya.


"Tenang lah Baby" ucap Leon tapi Abel tak mendengarkannya, ia masih saja meronta mati matian dan akibatnya handuk yang dikenakan Leon terlepas dan memgakibatkan Leon menjadi Full nak*ed.


Abel membolakan matanya saat sadar handuk yang di kenakan Leon terlepas, dia dengan cepat memejamkan matanya. Leon yang sadarpun langsung dengan cepat melepas pelukannya dari Abel kemudian mengenakan kembali handuknya.


"Apa yang baru saja ku lihat? kyaaaa!! ini memalukan!"batin Abel.


Setelah terlepas dari pelukan Leon dia segera membelakangi Leon dengan terus menutup mata,ia bahkan tidak sadar jika wajahnya sekarang sudah memerah layaknya tomat yang sudah matang.


"Pakailah baju mu pak singa! " perintah Abel dengan suara berat karna malu sekaligus canggung.


"Huff, baiklah" jawab Leon berat dan langsung mengambil pakaian di lemari,lalu memakainya.


Abel masih di landa kegugupan dan sangat malu, bisa bisa nya dia melihat hal memalukan itu secara live.


"Aku ingin sekali mengubur diri" batin Abel.

__ADS_1


Leon mendekati Abel yang masih membelakanginya dengan mata tertutup.


"Sayang, berbaliklah. aku sudah memakai pakaian" jelas Leon sambil memeluk Abel dari belakang.


Tubuh Elen menegang bukan main setelah mendapatkan pelukan hangat dari Leon sekarang ini, bahkan jantungnya kembali berdetak dengan sangat cepat.


"Dada ku sesak!!"batin Abel.


"Lepaskan pelukanmu, aku akan berbalik" perintah Abel yang langsung membuat Leon melepaskan pelukannya.


Abel membalikan badannya dengan pelan dan juga wajah yang masih memerah karna ulah Leon.


Leon tersenyum melihat wajah Abel yang merah itu. Dia akan membuat wajah itu semakin memerah,pikir Leon.


"Ada apa dengan wajahmu?"tanya Leon pura pura tidak tau.


Abel yang mendengar pertanyaan Leon semakin malu dan memerah, dia menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"Berhentilah menggodaku!!" perintah Abel yang semakin membuat Leon menjadi jadi ingin menggoda nya.


"Haha, apa kamu benar benar melihatnya?" tanya Leon tak tau malu.


"Berhentilah!! " perintah Abel sembari membelakangi Leon.


"Akkhhhh!!!" teriak Abel yang benar benar sudah sangat malu.


"Ku bilang hentikan!!" bentak Abel sembari memukul Leon dengan tangannya.


Bukannya berhenti, Leon malah terus menggoda Abel. Dan begitulah seterusnya hingga salah satu dari mereka merasa lelah.


"Terserah kamu saja!" ucap Abel kesal sembari berjalan memasuki kamar mandi.


"Hey, kamu mau kemana?"tanya Leon yang ingin mengejar Abel.


"Mau kemana lagi? aku mau ke kamar mandi" jawab Abek ketura lalu menutup pintu kamar mandi kasar.


Leon tertawa seperti orang gila setelah melihat ekspresi terakhir Abel. Dia benar benar menyukai gadis yang berada di kamar mandi nya sekarang ini.


"Hidupku akan sangar bahagia jika menjadikannya istri" batin Leon.


"Cepatlah keluar, sayang. aku akan membawakan makanan untuk mu" teriak Leon agar terdengar oleh Abel di dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Iyah" jawab Abel jutek.


Abel sangat kesal dengan Leon yang terus menggodanya. Dia membasuh wajahnya di air mengalir sambil menatap wajahnya yang memerah seperti orang demam saja.


"Huff, dia sangat menyebalkan! bisa bisanya dia mengatakan hal memalukan itu dengan santai" gumam Abel kesal.


Abel memandangi wajahnya di cermin dan tiba tiba dia tertawa sendiri.


"Haha, ada apa dengan wajahmu Bell? haha seperti memakai pewarna!" ucapnya.


Dia belum keluar jua dari kamar mandi, ia masih menormalkan perasaan dan ekspresinya dulu. jangan sampai Leon tau jika dia menjadi orang gila sehabis dari kamar mandi.


Abel menghela nafasnya sebelum keluar dari kamar mandi dan mengedarkan pandangan.


"Di mana Pak singa?" mengedarkan pandangan namun tidak melihat Leon.


Abel meletakan bokongnya di sofa dengan sedikit gugup dan kesal pada Leon.


"Setelah menganggu ku dia pergi begitu saja! dasar Pak singa! " ucap Abel kesal.


Dan tiba tiba saja pintu kamar terbuka dan memperlihatkan Leon yang masuk dengan nampan berisi makanan dan minuman di atasnya.


"Sudah lama menunggu? aku membawakan sarapan untukmu" ucap Leon lembut dengan senyuman hangat di bibirnya.


Awalnya Abel ingin sekali memarahi Leon perihal masalah tadi, tapi setelah melihat Leon datang dengan makanan dan juga sikap yang ramah, dia mendadak mengurung niatnya.


"Nanti saja memarahinya, tidak baik marah marah di depan makanan" batin Abel.


Leon meletakan nampan tersebut di atas meja di dekat Abel duduk.


"Ayo sarapan dulu, bukan kah kamu harus sembuh?" tanya Leon pada Abel.


"Hm" jawab Abel dingin.


"Ternyata kelinci manisku masih marah. Haha ingin sekali aku memakannya saat ini, tapi dia masih sakit." batin Leon.


"Tidak baik marah di depan makanan" tutur Leon agar amarah Abel mereda.


Abel yang mendengar penuturan Leon mendadak mendunduk, Leon benar.


"Iya, aku tidak akan marah" jawab Abel.

__ADS_1


Leon tersenyum, kelinci manisnya ini sangat imut jika jadi penurut juga sangat penggoda dan mania saat marah.


Bersambung...


__ADS_2