
Saat jam menunjukan pukul 3 pagi,Leon terbangun hendak pulang ke monsion nya,tapi sebelum pergi,dia melepas kemeja nya dan mengenakannya ke tubub Abel,tentu Leon melihat semuanya,bahkan dia mulai terangs*ng sekarang,dengan cepat dia mengenakan nya dan sebelum pergi dia menge*cup bibir indah itu
"Aku pergi dulu,aku akan menemui mu lagi"gumam Leon dan akhirnya pergi hanya dengan mantel Jas hitam.
Saat sampai di monsion nya,dua langsung masuk ke kamar nya dan mandi air dingin,sungguh menyiksa batin Leon.
.
.
.
Tok tok tok...
Pintu apartement Abel di ketuk dari luar menandakan ada seseorang,dengan sigap Abel melangkah dan segera membuka pintu.
"Arjun?"Ucap Abel
Yang bertamu adalah Arjun yang sudah lengkap dengan seragam nya.
"Bell,pergi sekolah sama aku yah"ucap nya
"Kamu jemput aku?"tanya Abel yang masih belum koneg
"Iyalah,seperti biasanya,oh yah kamu sudah sarapan?"tanya Arjun
"Belum,lagian aku belum belanja"tutur Abel
"Ahh maafkan aku,aku lupa menyiapkan bahan makanan untukmu"ucap Arjun merasa bersalah
"Tidak perlu minta maaf,lagi pula kamu sudah sangat baikkkkkkkk sekali sama aku"ucap Abel sambil tersenyum tulus
Arjun membalas senyum Abel dengan senyuman hangat nya yang menawan.
"Jika begitu,ayo sarapan sama aku,kamu mau sarapan dimana?"tanya Arjun
"Gausah,sarapan di kantin saja,lagi pula aku sangat merindukan Jeje"ujar Abel.
"Yaudah kalau gitu,ayo berangkat"ucap Arjun
"Oke,tapi....Aku tidak ada tas ataupun alat sekolah,aku hanya memesan seragam ini,aku sangat lupa,astaga kenapa akhir akhir ini aku menjadi sangat pelupa"rutuk Abel pada dirinya sendiri
"Haha kamu benar,kamu bahkan tidak memakai sepatu,yasudah..,kamu tidak usah sekolah dulu,aku akan memberitahu pada pak guru jika kamu tidak dapat sekolah"ujar Arjun
"Tapi...,"tutur Abel
"Sudahlah,soal Jeje nanti aku akan mengatakan padanya jika kamu baik baik saja,sekarang kamu diam lah disini,aku akan membelikan keperluan mu nanti pulang sekolah,dan ingat kunci pintunya"ucap Arjun
"Entahlah Jun,aku merasa perhatian mu berlebihan padaku"batin Abel
__ADS_1
"Tidak perlu,aku nanti bisa beli sendiri kok,kamu tidak usah khawatir"Ucap Abel
"Tidak ada penolakan,aku akan tetap membelikannya,aku akan berangkat,hati hati di rumah jika ada yang mengetuk pintu selain aku jangan di buka,siapa tau penculik itu datang kemari,kamu mengerti?"tanya Arjun
"Kamu ini berlebihan sekali,tenang saja aku akan berhati hati"jawab Abel sambil terkekeh
"Yasudah,aku berangkat jangan lupa pesan makanan "pesan Terakhir Arjun
"Astaga Arjun..!!kamu ini sudah seperti seorang kekasih saja,tenang saja aku bisa mengurusi diriku"ucap Abel
"Yah,aku memang kekasihmu yang tak terlihat oleh mu dan juga hatimu"batin Arjun
Arjun mengusap pucuk kepala Abel lalu melenggang pergi dengan motornya ke sekolah.
Abel kembali masuk kedalam apartemen,saat melewati kaca dia terkekeh sendiri,kenapa dia memakai seragam tapi tidak sekolah
"Dasar Abel pikun"rutuk nya pada dirinya sendiri
.
.
.
Leon hari ini tidak ke kantor,dia mengandalkan Hans untuk menghandle pekerjaan disana karna Hans sudah terbiasa,entah apa yang dia pikirkan,dia tidak bersemangat kekantor,pikirannya selalu tertuju pada satu orang,Abel.
Dia beranjak dan membaca laporan dari penjaga yang menjaga sekitar apartement milik Abel,dia membaca satu satu kertas tersebut mengenai kegiatan Abel,dia terkekeh ringan saat membaca kebodohan Abel yang melupakan segala nya dan hanya memakai seragam sekolah,namun wajahnya mendatar saat membaca garis berikutnya yang menuliskan pria yang datang ke apartement wanitanya dan memberikan perhatian lebih,Leon merasa terbakar.
"Kau sudah berani mendekati wanitaku,dan menyentuh kepalanya,akan ku patahkan tanganmu"ucap Leon yang sedang marah.
"Apa dia pikir aku tidak mampu mencukupi kebutuhan wanita ku?,si*"marah Leon
Dia meraih mantel hitam nya dan berjalan keluar monsions dengan mobil nya entah kemana.
Leon menelpon seseorang sebelum akhirnya melaju dengan kencang membelahi jalanan.
Tok..tok..tokk..
Pintu apartement Abel di ketuk,saat dia akan meraih ganggang pintu dia mendadak berhenti,dia ingat kepada pesan Arjun yang tidak boleh membukakan pintu kesembarang orang,tapi tadi dia memesan makanan,siapa tau pengantar makanan yang datang pikirnya.
Tanpa curiga di membuka pintu dan berdirilah seorang pria tampan dan gagah yang dia hindari.
"Kamu?"turut Abel yang dengan segera ingin menutup pintu,namun dengan cepat Leon menghalang pintu tersebut,Abel tak terlalu kuat untuk melawannya.
"Pergilah,dasar gila"terik Abel yang terus mendorong pintu.
Leon mulai jengah,dengan sekali dorongan pintu tersebut langsung terbuka lebar dan Abel terdorong ke samping.
"Mau apa kamu kesini,pergi atau aku akan berteriak"ancam Abel
__ADS_1
Leon tak mendengarkannya,dia mendekat ke arah Abel dan Abel berjalan mundur kebelakang.
"jangan macam macam atau penghuni apartement ini akan memukul mu"ancam Abel
Leon tak mendengarkan ucapan Abel dia makin mendekati Abel,dan Abel sekarang terjebak di dinding,Leon menahannya di sana.
"Menjauhlah"teriak Abel sambil Menodorong tubuh besar Leon dengan keras tapi Leon sama sekali tak bergerak.
Leon mendekati wajahnya ke wajah Abel,hembusan nafas Leon terasa jelas di wajah Abel.
"Jangan macam macam,aku akan memasukan mu kantor polisi"Ancam Abel lagi.
Leon tak peduli,dia meraih pinggang ramping itu dan memelukanya erat.
"Apa yang kau lakukan,lepaskan"bentak Abel sambil berusahan melepaskan tangan Leon dari tubuhnya tapi sama sekali tak berhasil.
Leon menhembuskan nafasnya di leher Abel,Abel mendadak menegang.
"Berhentilah berteriak atau tenggorokanmu akan sakit"ucap Leon
"Apa pedulimu,kamu bukan siapa siapaku aku bahkan tidak mengenalmu,lepaskan aku!!"ucap Abel tegas
"Siapa aku?hahaha aku adalah hidupmu!"jawab Leon sambil tertawa mengerikan dan dengan cepat dia menyambar bibir merah itu dan ********kan nya tanpa celah sedikit pun,Abel terus meronta tapi dia sudah terjebak,tangannya di pegang oleh Leon dari belakang
"Mhmmmmm"ucap Abel yang tak jelas
Sangat lama barulah Leon melepaskan cium*an itu,dia menatap Abel yang sedang mengumpatnya karna berlaku tidak sopan padanya.
"Dasar pria tidak punya sopan santun,menyingkirlah dariku!!"teriak Abel
"Tidak akan,apa kamu ingin aku pergi dan berduaan dengan pria breng*ek itu?"tanya Leon
"Siapa?dan apa pedulimu?"bentak Abel
"Aku sangat memperdulikan mu!!"bentak Leon
"Senyum ini hanya untukku!"bentak Leon sambil mengecup sekilas bibir Abel
"Dan seluruh tubuh dan juga dirimu hanya untukku,jangan berfikir untuk memberikannya pada orang lain atau aku akn melenyapkannya"ucap Leon tegas dengan tatapan tajam
"Kamu tidak berhak atas diriku,pergilah aku membencimu!!"bentak Abel.
"Aku sangat berhak atas dirimu,kamu adalah milikku dan milikku tidak boleh di miliki siapapun"jawab Leon sambil memegang leher putih milik Abel
"Bukankah aku sangat perduli?aku bahkan tidak membuat tanda disini agar kamu tidak kesulitan menyembunyikannya?"tutur Leon
Abel membelalakan matanya mendengar penuturan Leon.
Bersambung...
__ADS_1