
"Huff,jika pria kurang ajar itu berani macam macam maka akan ku hajar dia,Apa aku bisa mengelabuinya dan kabur?tidak masalah! aku akan mencobanya"Batin Abel memyemangati dirinya sendiri.
Leon sedang duduk di ruang tamu di temani Hans pastinya,Entah perlu apa dia memanggil Abel.
Abel sudah menuruni tangga sekarang,dan terdengar suara kaki yang menuruni tangga di telinga Leon,lantas Leon memalingkan wajahnya menghadap ke tangga.
"Sangat cantik"batin Leon
Abel mengenakan dress merah lengan pendek dengan bagian punggung yang terbuka,sangat pas di tubuhnya yang putih.
Abel menatap Leon dari kejauhan. Dia enggan mendekati Leon,banyak pikiran buruk yang Abel pikirkan sekarang tentang Leon.
"Nona,kenapa berhenti?"tanya pelayan yang ada di belakang Abel.
"Apa pria itu tidak akan membunuhku?lihat tatapan mengerikannya itu"Ujar Abel.
"Tidak Nona,Tuan tidak mungkin membunuh Nona,Tuan sangat baik"jelas pelayan itu.
"Baik dari mana?dia memaksaku dan menculikku"Ujar Abel miris.
"Saya tidak tau Nona,sebaiknya Nona cepat menemui Tuan,karna Tuan tidak suka menunggu."ujar Pelayan.
"Baiklah"Jawab Abel dan melanjutkan jalannya menuju tempat Leon.
Abel sudah di hadapan Leon sekarang.Abel menatap Leon dengan tatapan waspada dan selidik,sedangkan Leon menatap Abel dengan tatapan yanh sulit di artikan.
"Ahh shitt!!!dia sangat sempurna,kenapa dia menatap ku seperti itu?"batin Leon.
"Aku harus waspada pada pria ini"batin Abel.
"Ada apa?bebas kan aku,aku mau pulang"Ucap Abel.
"Pulang?untuk apa pulang,ini rumah mu sekarang."ucap Leon santai
"Ini bukan rumah ku,dan aku tidak sudi tinggal disini"Ucap Abel tegas.
"Aku tidak perduli kamu suka atau tidak,yang pasti kamu akan tetap tinggal di sini"ucap Leon lagi.
"Lepaskan aku,aku harus bekerja dan sekolah,aku sudah terlambat sekarang"ucap Abel.
"Untuk apa kamu bekerja?uang ku banyak,aku masih mampu memberimu makan"Ujar Leon
"Aku tak butuh uang mu!!"ucap Abel tegas.
"Sangat sempurna!dia tidak mengincar hartaku dan juga dia tak tertarik denganku,ha...kau adalah milik ku"gumam batin Leon.
"Aku tidak perduli"Ucap Leon santai.
Jika kalian bertanya apa yang sekarang Hans lakukan?maka jawabannya adalah menonton,dia tak berani bersuara atau pun melakukan apapun sekarang ini.
"Lebih baik menonton drama dari sepasang manusia sempurna ini,daripada dapat masalah"Batin Hans.
__ADS_1
"Aku tidak mau!!aku mau pulang"Teriak Abel. Abel melihat pintu utama dan itu kesempatan Abel untuk keluar.
Dia mundur beberapa langkah dari Leon dan juga Hans,dia sudah mengambil ancang ancang sekarang ini.
"Ayo Abel,lakukan atau tidak sama sekali"Batin Abel menyemangati.
"Baik!!Satu...Dua...Tiga!!!"Seru batin Abel
Dan dengan kecepatan kilat,Abel sekarang berlari kepintu utama.Leon yang melihat itu segera bangun dari duduk.
"Apa yang dia pikirkan?apa dia pikir aku cukup bodoh hingga tak mengunci pintu?"Batin Leon.
"Tuan,apa perlu saya kejar?"Tanya Hans.
"Tak perlu"Jawab Leon santai.
Sedangkan Abel sedang berusaha mencapai pintu utama yang lumayan jauh dari ruang tamu tempat awal nya tadi.
"Ayo Abel!!lariiii!!!.."Batin Abel
"Kenapa dia tidak mengejarku?"gumam Abel yang menoleh kebelakang sebentar.
"Aku tidak perduli!!Aku harus pergi"lanjutnya.
Dia menarik ganggang pintu dan mencoba membukanya,namun terkunci.
"Kenapa pintu nya tidak bisa di buka?"gumam Abel
Abel terus menarik dan mendorong pintu besar itu,tapi hasil nya tetap nihil,tak bisa di buka.
Abel yang mendengar suara itu,perlahan memutar tubuhnya untuk melihat orang itu.
Seorang pria tampan,tinggi dan gagah sedang menyilangkan tangannya di dada sambil menatap Abel dengan wajah datar,Leon.
"Matilah aku!!,aku harus bagaimana?apa dia akan membunuhku karna ingin melarikan diri?"Batin Abel.
"Aku tanya,sudah selesai?"tanya Leon
"A..aa..,em lepaskan aku!"ucap Abel gugup dan takut.
"Ckk,Lihatlah wajahnya itu!,dia sangat lucu,baiklah mari kita bermain sayang."Batin Leon.
"Kamu sudah mencoba melarikan diri,kamu harus di hukum"Ucap Leon dengan mengekspresikan wajahnya yang datar.
"Aku tidak bersalah,kamu tak berhak menghukum ku!"ucap Abel tegas padahal nyawanya seperti hilang sebagian karna ketakutan.
"Kamu sudah membentak ku,maka hukumanmu akan ku tambah."Ucap Leon santai.
"Ayo ikut aku jika kau menolak maka hukuman mu akan ku tambah"Ujar Leon
"*Akh,pria ini benar benar psykopat!!aku harus apa sekarang?"Batin Abel*.
__ADS_1
"Cepat"ucap Leon lagi
Abel pun mengikuti langkah pria di depannya dengan jarak yang agak jauh,Abel tentu tidak mau mengambil resiko.
Leon berjalan menuju kamar di atas,bukan kamar yang di tempati Abel tadi,melainkan kamar milik Leon sendiri.
Leon menghentikan langkahnya saat tiba di depan mintu kamar,Abel lantas juga menghentikan langkahnya.
"Kenapa kita kesini?"tanya Abel
"Jangan banyak bertanya,ikuti saja"jawab Leon.
Leon memutar handle pintu dan mendorongnya. Nampak lah kamar mewah bernuansa gelap,yah!kamar Leon memang dari dulu seperti ini,semua barang di kamar nya rata rata berwarna Hitam.
Abel mengintip kedalam kamar tersebut dan membelalakan matanya,bagaimana tidak?ruangan itu sangat menyeramkan bagi Abel.
"Tempat apa itu?sangat menyeramkan,apa aku akan di kurung disitu sebagai hukuman?ohh tidak!!aku tidak mau"Batin Abel
Leon berjalan masuk kedalam ruangan itu,tapi Abel tetap di depan pintu,dia takut dan khawatir sekarang.
"Kenapa kamu diam disitu?ayo masuk."perintah Leon.
"Tidak,aku tidak mau masuk"ucap Abel sambil memundurkan tubuhnya kebelakang.
"Apa dia takut?"batin Leon
"Kenapa?tidak ada hantu disini,ayo masuk atau akan kutambah hukumanmu"ancam Leon.
"Bagamana ini?Di sana sangat mengerikan,aku lebih suka kamar yang sebelumnya"Batin Abel
Perlahan namun pasti,Abel berjalan mendekati Leon di kamar tersebut.
"Sebagai hukumannya,kamu harus harus menyiapkan air mandi ku dan keperluan untukku ke kantor"ucap Leon santai sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
Abel yang mendengar itu melototkan matanya tak percaya.
"Aku bukan pembantumu! suruh saja orang lain,aku tidak mau."Ucap Abel sambil memalingkan wajahnya.
"Tidak ada penolakan,jika kamu menolak maka hukuman mu kutambah membersihkan kamar ku ini sampai mengkilap"ujar Leon lagi
"Akhh tidak! dia benar benar memeras ku,aku sama sekali tidak bisa apa apa sekarang,dia bisa melakukan apa saja,akhhhh!! akan kubalas kamu nanti"Batin Abel.
Abel menghela nafasnya panjang,kemudian menatap Leon yang sedang berbaring di kasur sambil berselonjor kaki.
"Baiklah,dimana kamar mandinya?"tanya Abel.
Leon hanya menggerakan kepalanya mengarah kepintu di ujung kamarnya,Abel menghela nafas lagi.
"Jika saja aku punya kekuatan,akan ku cukur habis rambutmu itu,dasar pemeras"gumam Abel pelan sambil berjalan menuju kamar mandi,tanpa sadar Leon mendengar semua itu.
Leon menahan tawanya agar tidak pecah,sungguh!Abel telah mengubah dunianya.
__ADS_1
Bersambung...
Like,coment,and vote:)