
"Iya,kamu selalu saja begitu,aku bukan anak kecil"jawab Abel
"Haha baiklah,aku pulang"ujar Arjun yang berpamit,tapi sebelum pulang dia mengelus pucuk kepala Abel lalu pergi.
"Huff..syukurlah Arjun sudah pergi. Apa aku harus pindah dari sini? ini untuk keselamatan Arjun. Apa aku harus pulang kerumah saja? oh yah! kenapa aku tidak kepikiran untuk memanggil tukang kunci? dasar Abel!"rutuknya.
.
.
.
"Tuan ini dokumen yang harus Anda tandatangani,disini berisi info dan juga detail detail dari perusahaan itu, apa Anda yakin ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan Setiawan?"tanya Hans.
"Hm,itu adalah urusanku"jawab Leon datar.
Hans hanya mengangguk dan pamit undur diri dari ruangan Leon.
Perusahaan Setiawan adalah perusahaan milik keluarga Arjun,Leon sengaja menjalin kerja sama dengan perusahaan itu dan menanam saham disana,tentu itu ada alasannya.
Leon meletak dokumen di meja kerjanya dan membuka kancing kemeja yang ia kenakan, perasaanya sangat kacau hari ini.
Dia meraih tab dan membuka Email dari penjaga yang mengawasi gerak gerik Abel.
Dia mengeraskan rahangnya di kala mengetahui Arjun menemui wanitanya,dan apa itu? dia memberi wanitanya sesuatu.
"Kurang ajar!"umpatnya
"Sepertinya aku harus membuat dia sedikit mengerti"ujar Leon sambil tersenyum smirk.
Leon meraih ponselnya dan menelpon Hans,dia berbicara dengan nada datar namun sangat tegas.
"Kau mengerti?"tanya Leon di penghujung panggilan.
"....."balas Hans
Leon melempar ponsel nya di kasur dan menyilangkan kedua tangannya di dada dan tersenyum mengerikan.
.
.
.
Abel sudah bersiap akan tidur, tapi sebelum tidur dia sudah menghubungi tukang kunci untuk membuka rumah peninggalan orang tua nya. Dia bisa saja meminta kunci itu kepada Leon,tapi lupakan saja. Leon mengerikan di mata Abel.
Abel meraih selimut dan menutupi tubuhnya hingga ke leher,malam ini cuaca nya dingin di karna kan hujan deras di luar sana.
__ADS_1
Saat akan memejam kan mata untuk tidur, tiba tiba pintu kamar Abel di dorong dari luar,Abel terkejut dan langsung terbangun.
"Kau!!"ucap Abel.
"Malam sayang,di luar cuaca nya dingin. Apa kamu tidak kedinginan?"tanya Leon.
Lagi dan lagi Leon datang ke apartement Abel di malam hari.
"Apa yang kamu lakukan disini?"tanya Abel yang mulai takut.
"Tentu saja untuk menemanimu. Tempat tinggal mu ini sangat menyedihkan,bisa saja nanti mati lampu,lalu apa yang bisa kamu lakukan dengan seorang diri?"jawab Leon santai sambil membuka mantel hitam nya.
"Itu bukan urusanmu,dan aku tidak perlu di temani,sekarang pergilah"ucap Abel tegas sambil beranjak menuruni tempat tidur.
"Pergi..!"perintah Abel sembari mendorong Leon untuk keluar tapi Leon sama sekali tak bergerak.
"Aku akan tidur disini,dan kamu tidak bisa melarang ku"ucap Leon santai sambil berjalan ke arah tempat tidur dan mulai berbaring.
"Hey!aku Tuan rumah disini,kamu tidak bisa seenak nya disini"bentak Abel.
"Aku tidak perduli"jawab Leon santai.
"Ayo keluar!!"bentak Abel sambil menarik selimut yang di pakai Leon.
Leon mulai jengah sekarang,wanita nya ini sangat tidak ingin menghabiskan waktu bersama. Dia menarik selimut dengan sekali tarikan dan Abel tanpa sengaja tertarik dan terjatuh di dada Leon.
"Sangat keras"jerit batin Abel.
Abel membuka matanya dan langsung menatap wajah tampan Leon yang sedang tersenyum kepadanya.
Abel berusaha bangun,tapi tubuhnya di tahan oleh tangan Leon.
"Lepaskan aku"perintah Abel.
"Berhentilah meronta dan berteriak,ini sudah malam"ujar Leon.
"Lepaskan aku,akhh"perintah Abel tapi tiba tiba Leon membalik kan tubuhnya,sekarang Abel lah yang di bawah.
"Sudah ku katakan jangan banyak meronta,kamu sudah membuat sesuatu itu ingin bermain sekarang"ucap Leon sambil tersenyum nakal.
"Jangan coba coba melakukan apapun atau aku akan..."ucap Abel terhenti lantaran mulutnya sudah di bungkam oleh mulut Leon.
Abel berusaha meronta,tapi Leon menahan tengkuk nya dan Abel sudah tak bisa berkutik.
Semakin lama tangan Leon mulai tak terkendali,dia mulai membuka satu kancing piyama milik Abel. Abel yang sadar langsung meronta tapi tak bisa terlepas,namun tiba tiba...
"Akhh"jerit Leon lantaran bibirnya di gigit oleh Abel dan mengakibatkan berdarah.
__ADS_1
Abel yang merasa sudah memiliki peluang untuk keluar dari kungkungan Leon mencoba bangun,tapi dia salah,Leon masih menahan tubuhnya.
"Lepaskan aku..!"teriak Abel.
"Ahhh"Leon meringis di bibirnya.
"Kenapa mengginggit?apa kamu sudah tidak sabaran?"tanya Leon.
"Menyingkirlah dari tubuhku!"perintah Abel tegas.
"Tidak akan,kamu sudah berani mengginggit ku,maka kamu harus di hukum"ucap Leon sambil membuka seluruh kancing piyama Abel.
"Ahhh!jangan macam macam,tolong...!!"teriak Abel yang langsung di bungkam oleh Leon.
Sekarang tubuh bagian atas Abel benar benar terkespos,Leon menelan ludah nya.
"Jangan lakukan itu,berhenti!"mohon Abel yang mulai terisak.
Tapi bagaikan setan,Leon tak mendengarkannya. Dia bahkan sudah men*cium dan melu*mati dada Abel. Abel berusaha mencakar wajah Leon tapi baru saja tangan Abel akan menyentuh Leon,Leon dengan cepat memegang tangan Abel di atas kepala dengan satu tangannya.
"Ku mohon hentikan.."pinta Abel memohon,tapi Leon tak bergeming. Dia masih asik bermain di sana,bahkan memberikan banyak tanda kepemilikan.
"Hentikan.."pinta Abel yang mulai kelelahan.
Setelah beberapa lama,akhirnya Leon menghentikan aksinya dan menutupi bagian atas tubuh Abel dengan selimut, lalu berbaring di samping Abel.
"Dasar pria breng*sek!!"umpat Abel kepada Leon.
"Katakan lah sayang,keluar kan semua nya. Ini sebanding dengan apa yang aku dapatkan,sudahlah ayo tidur"ucap Leon lalu menarik tubuh Abel dalam pelukannya. Awal nya Abel terus meronta,tapi lama kelamaan dia mulai lelah tak bertenaga dan akhirnya terlelap.
Leon menatap wajah Abel yang sekarang berada di dadanya yang sudah tertidur.
"Kenapa sulit sekali mendapatkan hatimu?"batin Leon.
"Selamat malam sayang,aku mencintaimu"gumam Leon lalu mengecup kening Abel lembut,dan ikut terlelap.
Mentari mulai menampakan sinar nya dan masuk di balik sela sela jendela kamar mengusik tidur Abel. Abel membuka matanya perlahan dan melihat langit langit kamarnya,namun mendadak dia merasa tubuhnya tertimba beban yang berat,dia melihat apa yang menimpanya di balik selimut dan...
"Kyaa!"teriak Abel.
"Kenapa kamu masih disini?pergi!"teriak Abel dan terus mendorong tubuh Leon agar menyingkir dari tubuhnya.
Leon membuka matanya sebelah dan melihat Abel yang sudah marah marah di pagi hari.
"Apa kamu tidak bosan berteriak?selalu berteriak"ucap Leon lalu menarik kembali selimut nya dan memeluk tubuh Abel lebih erat.
"Hentikan ini,pergilah"ucap Abel
__ADS_1
bersambung...