Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-6


__ADS_3

"Iya!!aku tidak waras karna mu,kamu selalu saja menganggu pikiran ku!!"ucap pria itu tegas.


"Dan sekarang aku mendapatkanmu,dan aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi."lanjutnya


"Jadi lah anak baik dan diam disini,jangan coba coba melarikan diri"Ucap nya lagi,tanpa aba aba dia langsung mengecup bibir Abel ,setelah itu dia keluar dari kamar itu.


"Dasar kurang ajar!! tidak warass!!"maki Abel.


"Pria kurang ajar!! aku akan membalasmu!!"lanjutnya.


Percuma Abel berteriak,pria itu sudah pergi dan hanya ada Abel seorang di ruangan mewah itu .


"Hiks hiks hiks,Ayah ibu...!!"Ucap Abel lirih.


"Aku harus apa sekarang?"tanya Abel pada dirinya sendiri.


Abel diam sejenak kemudian mencari sesuatu,yah handphone.


"Dimana ponsel ku?"gumam Abel mencari cari ponselnya,namun dia tidak menemukannya.


"Akh!!!" teriak Abel kencang.


"Dasar pria gila!!! dimana kamu menaruh ponsel ku!!"teriak Abel di balik pintu dan sesekali menendangnya.


Abel mulai mengacak acak ruangan itu mencari barang yang bisa membantunya keluar,tapi dia tak menemukan apapun di sana. Pria itu sudah menduga itu akan terjadi,maka dari itu dia mengeluarkan semua benda benda yang mungkin bisa membantu Abel keluar.


Abel tak kehabisan akal,dia mencari jendela yang mungkin membawanya keluar dari sini.


Dia melihat ada jendela di dekat sofa. Dia beranjak mendekati jendela tersebut,namun jendela itu terkunci. Habis sudah harapan Abel untuk keluar.


"hiks hiks hiks,Tuhan tolong aku..!!bantu aku keluar dari sini..hiks hiks hiks"ucap Abel lirih sambil menangis.


.


.


.


"Tuan,Nona Muda dari tadi berteriak minta di keluarkan ,Tuan"Ucap Hans


Yah,yang menculik Abel adalah Leon,dia sudah merencanakan ini semua sejak awal untuk membawa wanita nya kemari.


"Aku tau,suruh para pelayan mengantarkan makanan,pakaian dan keperluan nya"ucap Leon datar.


"Baik tuan"jawab Hans


Hans pun keluar dari ruangan Leon dan meninggalkan Leon sendiri


"Gadis ku yang cantik,bahkan sangat cantik jika dilihat dari jarak yang sangat dekat"gumam Leon sembari tersenyum.


"Aku tau ini salah,tapi perlahan kamu akan mengerti dan menerimanya"Lanjut Leon.

__ADS_1


.


.


.


Abel meringkuk di sofa dan membaringkan dirinya di sana.bohong jika Abel tidak takut,dia sangat takut sekarang,namun lagi lagi dia selalu saja mencoba menutupi ketakutannya itu.


"Pria itu telah mengambil ciuman pertama ku,selanjutnya apa?..Tuhan tolong lah aku,Ayah..Ibu tolong putri mu ini..!"Ucap Abel lirih


Tiba tiba pintu kamar terbuka,dan masuk lah beberapa pelayan dengan membawa beberapa paper bag dan nampan berisi makanan di tangan.


Abel yang merasa ada yang masuk,ia lantas menoleh ke sumber dan melihat beberapa wanita datang dengan membawa sesuatu ditanganya. Tapi bukan itu yang dia pikirkan,dia beralih melihat pintu yang di masuki wanita wanita itu.


Abel segera beranjak dan langsung meraih ganggang pintu,namun apa yang dia dapat?pintu itu kembali terkunci.


"Tolong bantu aku,tolong buka kan pintu ini,kumohon.."Pinta Abel kepada para pelayan.


"Maaf Nona Muda,kami tidak bisa membukakannya"Ucap salah satu pelayan kepada Abel.


"Kenapa?kumohon..bantu aku keluar"Ucap Abel memelas dia bahkan memegang salah satu tangan Pelayan itu.


"Maaf Nona Muda,kami benar benar tidak bisa membukakan nona pintu itu. Pintu itu di kunci dari luar dan kami kesini untuk mengantarkan nona makanan dan baju ganti"Ucap pelayan itu.


"Nona Muda?aku bukan Nona Muda kalian"Ucap Abel


"Maaf Nona,kami hanya menjalan kan perintah Tuan"ucap pelayan sembari menunduk


"Emm..benar Nona"ucap pelayan itu gugup dan takut.


"Katakan pada Tuan kalian aku tidak mau apapun yang ia berj,aku hanya ingin pergi dari sini"ucap Abel tegas.


"Nona,saya mohon jangan seperti itu. Kami bisa di pecat nona,kami akan mati kelaparan jika nona melakukan itu."ucap pelayan itu memohon.


Abel yang mendengar penuturan wanita wanita di hadapan nya merasa terenyuh,dia merasa kasian dengan mereka,tapi dia juga tidak bisa mengorbankan diri nya.


"Baiklah,sekarang apa yang kalian lakukan?"tanya Abel.


"Tuan meminta kami membawakan Nona makanan dan baju ganti"jawab salah satu pelayan.


Ckk,Abel berdecik dan memalingkan wajahnya.


"Aku tidak sudi mengenakan dan memakan pemberian pria itu,tapi aku juga lapar.."batin Abel.


"Baiklah,kemari kan makanan itu"pinta Abel.


"Ini Nona,silahkan"ucap sopan pelayan wanita itu sembari memberikan nampan makanan kepala Abel.


Abel berjalan membawa nampan itu ke sofa dan memakan makanan yang pelayan itu bawa.


"Aku tidak bisa berbohong,aku sangat menyukai makanan ini,ini sangat enak...!"batin Abel

__ADS_1


Selesai makan,salah satu pelayan itu menghampiri Abel dan memberikan paper bag yang ada ditangannya.


"Nona,ini baju ganti Nona. Semua keperluan nona ada di dalam nya"jelas pelayan sopan.


"Em,baiklah"ucap Abel.


"Mari Nona saya antarkan ke kamar mandi"ucap pelayan.


Walau merasa terpaksa,Abel tetap mengikuti pelayan wanita itu. Dia tidak ingin Pelayan itu kehilangan pekerjaan karna dirinya.


Di dalam kamar mandi Abel melihat pantulan dirinya di cermin,menyedihkan.


Mata yang sembab dan hidung merah.


Abel memutuskan untuk mandi. Bisa Abel akui bahwa kamar mandi ini sangat mewah dan luas.


Dia segera membersihkan dirinya,setelah selesai dia lantas mengenakan pakaian yang di beri para pelayan wanita tadi.


Sangat pas,dua kata yang ada di kepala Abel.


Abel tau jika yang di kenakannya sekarang ini adalah barang branded,yang nilai jual nya ratusan juta bahkan lebih.


"Bagus,tapi kenapa bagian punggungnya terbuka?ini sangat tidak enak."gumam Abel melihat pantulan dirinya di cermin.


Tok tok tok..


Bunyi pintu kamar mandi di ketuk dari luar


"Nona,apa Nona sudah selesai?Tuan Muda meminta kami untuk membawa Nona turun"Ujar pelayan tadi.


"Em?..ahh yah aku sudah selesai"jawab Abel dan segera membuka pintu kamar mandi untuk keluar.


"Nona di panggil Tuan untuk turun"ujar pelayan itu lagi.


"Turun?ha!! itu artinya ada kesempatanku untuk kabur?,trima kasih ayah ibu ,kalian telah membantuku."Batin Abel.


"Emm..baiklah,ayo!"ucap Abel antusias.


"Mari saya antar"ujar pelayan itu sopan.


Mereka pun turun kebawa dengan posisi Abel di depan dan para pelayan itu di belakang.


"Kenapa pria itu ingin menemuiku?"tanya Abel saat dijalan.


"Saya tidak tau Nona,nanti Nona tanyakan sendiri saja kepada Tuan"ucap pelayan sopan.


"Baiklah"balas Abel


"Huff jika pria kurang ajar itu berani macam macam, maka akan ku hajar dia.Apa aku bisa mengelabuinya dan kabur?tidak masalah! aku akan mencobanya"Batin Abel memyemangati dirinya sendiri.


Bersambung...

__ADS_1


Like,Coment,And Vote:)


__ADS_2