Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-10


__ADS_3

"Baiklah,jika kamu tidak mau maka kamu akan tetap disini bersamaku,aku tidak jamin aku tidak akan melakukan apapun terhadapmu"tutur Leon tersenyum nakal.


"Hey!apa yang kamu pikirkan?,awas saja jika kamu berani macam macam"ancam Abel.


"Cepatlah,katakan ya atau tidak"ucap Leon.


"Kenapa kamu selalu memerasku? memangnya aku ada salah apa denganmu?kamu terus saja mengancamku!!"tanya Abel.


"Anggap saja ini pemanasan"jawab Leon santai.


"Pemanasan?penasan apa maksudmu?"tanya Abel tak mengerti.


"Pemanasan untuk menjadi istri yang baik"jawab Leon santai


"Apa?! Istri? haha,kamu bercanda?tidak ada orang yang mau menjadi istrimu itu,apalagi aku"celetul Abel.


"Kita lihat saja nanti"jawab Leon.


"Apa yang dia pikirkan,dasar menyebalkan!ingin sekali ku pukul wajah nya yang menyebalkan itu"Batin Abel dongkol.


Leon memperhatikan wajah Abel yang sedang menatap nya sinis.


"Dia pasti sedang merutuki ku,hahah manis sekali..!"batin Leon.


"Apa kamu tidak lelah berdiri terus?kemarilah..duduk disini"ucap Leon sambil menepuk pahanya.


Abel yang melihat itu langsung memasang wajah jengah nya.


"Cih,kamu kira aku kucing apa?maaf Tuan menyebalkan,aku tidak akan melakukan itu"batin Abel.


Abel tak menanggapi Leon,dia malah memalingkan wajahnya membelakangi Leon.


Leon yang melihat penolakan Abel lantas tersenyum smirk,banyak ide jahil yang dia pikirkan untuk menggoda Abel.


"Baiklah,jika kamu tidak mau maka berdiri terus ,jika aku melihat mu duduk maka aku akan menciummu dan kamu boleh keluar penawaran yang bagus bukan?"tutur Leon.


Abel yang mendengar pernyataan Leon langsung membulatkan matanya dan berbalik menghadap Leon.


"Apa apaan kamu ini?,kamu tidak berhak memperlakukan ku seperti ini"ucap Abel tidak terima.


"Aku berhak,ini rumah ku dan kamu berada di dalam nya sekarang"jawab Leon santai.

__ADS_1


Abel menarik nafas jengahnya dan menatap Leon sinis.


"Baiklah!,aku akan terus berdiri disini dan aku tidak akan duduk"Jawab Abel kesal.


"Aku tau kamu akan menjawab itu,kita lihat saja sampai kapan kamu akan bertahan sayang"batin Leon.


"Baiklah,berdirilah terus sementara aku akan ke kantor"Ucap Leon sambil bangkit dari duduknya.


"Apa? kantor? kamu akan meninggalkan ku di kamar mengerikan ini sendiri?"teriak Abel.


"Oh,jadi kamu tidak ingin berpisah denganku?"tanya Leon sambil tersenyum nakal.


"hah? bukan, bukan itu maksud ku,apa kamu akan membiarkan ku berdiri di tempat mengerikan ini?"tanya Abel.


Bersinar ide jahil Leon untuk yang sekian kalinya sekarang.


"Baiklah,ikut aku ke kantor atau diam disini?"tawar Leon.


"Apa dia mengajak ku ke kantor nya?,tidak! aku tidak mau! astaga aku tidak mau,tapi aku tak bisa berdiam diri di ruangan mengerikan ini"batin Abel frustasi.


"Cepatlah berfikir,aku sudah terlambat sekarang"ujar Leon sambil mengambil setelan yang sudah disiapkan Abel sebelumnya.


"Tidak apa apa Abel,bukan kan ini bagus?jika ada kesempatan kamu bisa melarikan diri"batin Abel.


Wajah Abel mendadap sumringah memikirkan ide cemerlangnya itu.


"Bagus, aku akan bersiap"ucap Leon sambil membuka kaosnya.


"Akh!"teriak Abel


"Apa lagi?kenapa suka berteriak?"tanya Leon sambil menautkan Alisnya.


"Kenapa kamu mengganti baju mu disini,bukan kah kamu punya kamar mandi?gunakanlah!"ucap Abel yang membelakangi Leon.


Mendengar penuturan Abel,Leon tersenyum smirk,dia berjalan mendekati Abel yang sedang membelakanginya.


"Apa kamu malu?"tanya Leon tepat di telinga Abel.


Mendadak tubuh Abel menegang lantaran telinga nya terkena hawa nafas Leon.


"Menjauhlah dari ku sebelum aku memukulmu"ancam Abel yang suaranya tercekat.

__ADS_1


"Benarkah?kamu akan memukulku? menatap ku saja kamu tidak sanggup,bagaimana kamu akan memukulku?"tanya Leon mengejek.


"Ku bilang menjauh"ucap Abel tegas.


Bukannya menjauh,Leon malah semakin merapatkan tubuhnya ke tubuh Abel bahkan dia memeluk pinggang ramping milik Abel.


"Bukan kah posisi seperti ini lebih meyakinkan?"ujar Leon di leher Abel.


"Akhh! lepaskan aku"teriak Abel sambil berbalik memukul Leon yang pastinya dengan mata tertutup.


Abel terus memukul Leon agar pelukannya terlepas,tapi tidak ada yang terjadi,pelukannya malah makin erat. Leon tak merasa sakit sedikitpun saat di pukuli oleh Abel.


"Apa kamu memijatku?haha aku suka tingkah mu sayang"Batin Leon.


"kenapa tidak terlepas?"batin Abel.


"Sudah selesai?"tanya Leon.


"Lepaskan aku!!menyingkirlah!"ucap Abel ketus


"Baiklah,setelah aku mendapatkan nya"jawab Leon langsung mengecup bibir merah cery itu.


Tubuh Abel menegang mendapatkan perlakuan itu.


"Dasar mesum!"teriak Abel kembali memukul Leon,namun Leon mendadak menghilang.Tidak!Leon tidak menghilang,dia sedang mengganti pakaian dan Abel sedang memejamkan matanya,mana mungkin Abel tau.


"Apa dia sudah pergi?"monolog Abel.


Perlahan namun pasti,Abel membuka matanya dan melihat sekelilingn,Leon tidak ada.


"Hufff syukurlah"helah Abel


"Akhhhhhhhh"jerit Abel frustasi karna lagi dan lagi Leon mencuri ciumannya.


"Lihat saja nanti,aku akan membalasmu!"Batin Abel.


Sedangkan Leon yang mendengar jeritan Abel sama sekali tidak khawatir,dia sudah tau Abel sedang sangat marah padanya.


"Itulah yang kusuka dari mu,kamu tak mudah di dapatkan,aku menyukainya"Batin Leon.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2