
Leon sebenarnya tidak mempermalasahkan ini, bahkan dia sangat senang mengetahui Abel yang baik dengan pelayan nya,namun Leon tetaplah Leon. Dia akan mengambil kesempatan jika ada kesempatan.
"Ayo terus lalukan hal hal yang membuatku di untungkan"batin Leon.
Abel mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Leon.
"Dasar pelit"batin Abel.
Leon merebahkan kepalanya di paha Abel, Abel yang melihat itu secara spontan membatu.
"Ayo cepat pijat, aku sangat pusing sekarang" ucap Leon. Mau tidak mau Abel akhirnya memijat kepala Leon, sangat nyaman pikir Leon.
Abel mendadak tersenyum tipis ketika tidak sengaja melihat wajah Leon yang terlihat seperti anak kecil yang tidur di pangkuan ibunya. Dan secara mendadak ingatan Abel untuk bertanya pun muncul.
"Pak singa" panggil Abel pada Leon yang sedang memejamkan matanya.
"Hm"jawab Leon berdehem tanpa membuka mata.
"Em...apa aku boleh bertanya?"tanya Abel yang terus memijat kepala Leon.
"Bertanya apa?" tanya Leon.
"Em...tapi kamu harus berjanji tidak akan marah"ujar Abel.
"Iya, katakan" jawab Leon.
"Di mana orang tua mu?"tanya Abel gugup.
"Kenapa tiba tiba kamu menanyakan itu?"tanya Leon balik.
"Aku hanya ingin tau saja setelah melihat foto besar di salah satu ruangan"jelas Abel.
"Oh"Leon ber o ria sembari membalikan badan dan memeluk perut Abel.
"Kenapa cuman oh saja? ayo jawab"Abel komplain.
"Orang tua ku tinggal di luar negeri, dia ingin menghabiskan masa pensiunnya di sana" jawab Leon yang tak melepas pelukannya dari perut Elen.
"Ayah dan Ibu mu tinggal disana hanya berdua? apa kamu tidak punya saudara?"tanya Abel berbondong bondong.
"Apa kamu sangat ingin tau tentang keluarga ku?"tanya Leon sambil menatap Abel dari bawah pangkuan Abel.
__ADS_1
"Em...yah, aku ingin tau"jawab Abel pelan. Leon tersenyum smirk mendengar jawaban Abel.
"Maka menikahlah denganku,nanti akan ku ceritakan semua tentang keluargaku padamu" ujar Leon yang membuat Mata Abel membola.
"Ih Pak singa! aku sedang bertanya serius,jangan bercanda!"ucap Abel kesal.
"Aku juga sedang serius"ucap Leon.
"Sudahlah, aku tidak jadi bertanya"ucap Abel kesal.
Leon tersenyum tipis mendengar penuturan Abel, ingin sekali dia melahap habis Abel yang sedang kesal dengan wajah imut nya itu.
"Haha,baiklah aku akan memberitahu mu" ucap Leon yang membuat Abel tersenyum tipis.
"Mungkin ini tidak sopan karna ingin mengetahui privasi seseorang,tapi aku benar benar penasaran"batin Abel.
Leon menghela nafas sebelum akhirnya menjelaskan semua yang ingin di ketahui oleh Abel.
"Ayah ku tinggal di luar negeri untuk menikmati masa pensiunnya jauh dari pekerjaan dan keributan kota"jelas Leon dan Abel hanya mengangguk paham.
"Lalu Ibu mu?"tanya Abel.
"Ibu ku sudah tiada saat aku berumur 3 tahun,dan sejak saat itu aku hanya di besarkan oleh Ayah ku saja"Jawab Leon yang membuat Abel merasa bersalah.
"Tidak apa apa, jangan merasa bersalah" ucap Leon lembut sembari tersenyum.
"Kita sama sama kehilangan orang yang kita sayang, tapi kamu beruntung masih memiliki seorang Ayah" tutur Abel sembari tersenyum getir menutupi rasa sedihnya karna mengingat kedua orang tuanya yang telah tiada.
Leon yang melihat kesedihan di mata Abel segera bangun dari paha Abel kemudian memeluk Abel erat.
"Jangan merasa bersedih, aku akan selalu menjaga mu"ucap Leon sambil mengelus punggung Abel lembut. Perlakuan yang Leon lakukan berhasil membuat Abel menumpahkan seluruh kesedihannya dengan menangis.
"Hiks hiks, aku merindukan mereka Pak singa" ucap Abel tersedu sedu dalam pelukan Leon.
"Aku tau, menangislah untuk menghilangkan kesedihan mu" ujar Leon.
Setelah beberapa saat,tangis Abel perlahan mereda. Leon melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Abel dengan tangannya.
"Jangan memangis, aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkan mu terluka" ucap Leon lembut.
Abel merasa tersentuh dengan perlakuan Leon kali ini.
__ADS_1
"Pak singa, kenapa aku merasa aku sangat takut kehilanganmu setelah perlakuan mu saat ini?"batin Abel.
"Kamu tau? kehilangan sosok Ibu di usia dini itu sangat menyakitkan. Aku di besarkan oleh Ayah ku seorang diri dan aku merasa sangat kekurangan kasih sayang seorang Ibu"ucap Leon sembari tersenyum getir.
"Tapi, aku mendapatkan kembali kasih sayang seorang ibu setelah bertemu dengan mu. Omelan mu, teriakan mu dan pukulan mu adalah hal hal yang tak pernah kudapatkan dari ibu,namun kudapatkan dari mu"jelas Leon sembari memegang kedua pipi Abel.
Abel merasa terharu mendengar penuturan Leon yang sangat menyentuh hati, jadi selama ini Pria yang di sebutnya sebagai Pak singa ini adalah Pria yang kurang kasih sayang seorang wanita, yang lebih tepatnya seorang Ibu.
Entah ada apa dengan dirinya, secara spontan Abel memeluk erat tubuh Leon dan menangis dari balik tubuh nya.
"Pak singa, maaf kan aku. Aku tidak tau masalahmu dan perasaan mu selama ini" ucap Abel sembari terisak.
Leon membalas pelukan Abel dengan lembut, berada dalam pelukan Abel sangat membuat jiwa seorang Leon tenang dan nyaman.
"Tidak masalah, ku mohon jangan meninggalkan ku. Aku akan sangat kehilangan ketika kamu pergi" pinta Leon.
Entah itu secara sadar atau tidak, Abel mengangguk menyetujui permintaan Leon.
"Iya, aku tidak akan meninggalkanmu"jawab Abel.
Leon tersenyum bahagia mendengar jawaban Abel, mungkin ini alasan perasaan aneh nya tadi pagi jika akan ada hal baik mendatanginya.
"Aku sangat bahagia mendengarnya, aku mencintamu Kelinci manis! sangat sangat mencintaimu"tutur Leon bahagia sembari melepas pelukannya dan mencium seluruh wajah Abel.
Abel hanya bisa diam, dia tidak tau harus berekpresi seperti apa. Di hatinya sendiri dia juga ikut senang tapi dia juga tidak yakin.
"Aku tidak tau apa aku melakukan ini dengan keinginan hati atau karna rasa simpati"batin Abel.
"Pergilah mandi dan bersihkan dirimu, kamu baru saja pulang" perintah Abel pada Leon yang terus tersenyum memandanginya sembari menaruh kepala di paha Abel.
"Ayo mandikan aku" ujar Leon yang membuat Abel kesal.
"Berhentilah bertingkah seperti itu, aku tidak suka" tutur Abel kesal.
"Jadi kelinci manisku tidak suka aku menggodanya" goda Leon sembari mencubit pipi Abel.
"Aw. hentikan, itu sakit!"keluh Abel yang mulai membalas perbuatan Leon dengan mencubit pinggang Leon.
"Akh!" teriak Leon.
"Makanya jangan suka mengganggu orang, huh" ucap Abel kesal.
__ADS_1
Bersambung...