Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-23


__ADS_3

"Hey,apa yang kamu lakukan?aku meminjam itu,kenapa kamu membuangnya?"ucap Abel yang akan segera mengambil syal itu tapi di tahan oleh tangan Leon.


"Aku akan menggantinya,sekarang duduk dan makan"ucap Leon


"Aku tidak mau"jawab Abel,Leon menyerngitkan dahinya tanda tak suka.


"Bukan kah kamu mengatakan akan menurutiku?apa kamu mencoba Mengingkarinya?"tanya Leon selidik.


Abel menelan saliva nya,Leon benar dia sudah berjanji.


"Tidak,aku akan menepatinya"jawab Abel kemudian menarik kursi dan duduk.


Leon menyunggingkan senyumnya,Abel seperti nya tidak lama lagi akan benar benar menjadi miliknya.


Leon berjalan ke kursi yang tadi ia duduki,dan menatap Abel dari seberang meja sana.


"Apa yang kamu lakukan disana?"tanya Leon.


Abel menyerngitkan dahi nya tak mengerti,Leon tadi menyuruhnya makan,dan dia sudah duduk lalu apa yang dia lakukan?.


"Bukannya tadi kamu menyuruh ku makan,dan aku sudah duduk"jawab Abel.


"Aku tau itu,kenapa duduk di sana?ayo duduk disini"perintah Leon.


"Ha? tidak,aku duduk disini saja"tolak Abel.


"Aku tidak mungkin berdekatan dengannya"batin Abel.


"Jangan membuatku mengulangi kata kata ku,apa kamu..."ucap Leon terpotong.


"Ah ya,aku tidak lupa. Aku akan mendengarkan mu"jawab Abel dengan terpaksa dan berjalan ke arah kursi di samping Leon.


"Dasar pak singa"batin Abel.


"Bagus"jawab Leon singkat.


Setelah itu mereka hanya berdiam diri,dengan Leon yang terus memperhatikan Abel dan Abel yang di perhatikan menjadi gugup dan takut.


"Apa yang kamu lihat?"tanya Abel ketus.


"Tidak bisakah bicara dengan lembut?kamu selalu berbicara ketus,mulai sekarang aku tidak mau kamu berbicara ketus seperti itu"perintah Leon.


"Aku tidak akan berbicara manis padamu,dasar Tuan pengatur"batin Leon.


"Aku tidak mau"jawab Abel.


"Kamu harus mau,jika tidak kamu tidak akan melanjutkan sekolah"ancam Abel yang membuat Abel menatap Leon dan terlihat senyum yang mengembang di bibirnya itu.


"Apa? jadi aku boleh sekolah? kyaa terimakasih"ucap Abel antusias tanpa sengaja memegang tangan Leon.


Leon hanya menyaksikan tingkah Abel yang di anggapnya lucu,tadi dia marah marah dan berbicara ketus setelah mendengar kata sekolah dia seperti kucing yang di kasih ikan.


"Apa itu?apa begitu mudah cara membuatnya bahagia?kamu sangat berbeda,aku menyukainya"batin Leon.

__ADS_1


Abel tiba tiba sadar atas apa yang dia lakukan,dia dengan cepat melepaskan tangan Leon dan memperbaiki ekspresinya.


"Apa itu?"tanya Leon.


"Apa?"tanya Abel tak paham.


"Untuk apa pelukan tadi? aku mengatakan jika kamu tidak berbicara manis kepadaku maka kamu tidak boleh sekolah"Tutur Leon.


"Ah yah aku mengerti,aku akan berbicara sopan dengan mu, bisakah aku sekolah sekarang?"tanya Abel antusias.


"Tidak"jawab Leon.


"Apa?!"ucap Abel yang percaya dengan yang ucap kan Leon.


"Bukan kah kamu mengatakan jika aku boleh sekolah jika aku berbicara sopan dan manis denganmu,tapi kenapa tidak boleh?"tanya Abel kesal.


"Apa kamu sudah berbicara manis denganku?"tanya Leon dengan wajah datar dan mengalihkan pandangannya.


"Emm..Anu.."ucap Abel.


"Putuskanlah Abel,ini hanya cara berbicara ayo setujui maka kamu bisa sekolah"batin Abel.


"Emm,Leon..?"panggil Abel dengan sangat lembut sambil memegang tangan kekar Leon.


Leon tertegun,baru kali ini Abel memanggil nya dengan nama nya dan juga dengan sangat lembut.


"Ah shitt,ingin sekali aku mencium nya"batin Leon.


"Ayo Abel semangat,dia itu sangat Arogan jadi biasakanlah"batin Abel menyemangati.


"Leon..?maafkan aku yang selalu berbicara kasar dengan mu. Aku berjanji tidak akan berbicara kasar dan ketus lagi padamu,ayolah! berpaling.."bujuk Abel dengan lembut dan dengan senyum tipis di bibirnya.


Leon yang mendengar penuturan Abel menyunggingkan senyumnya,ingin sekali dia mencubit pipi yang memerah karna memohon kepadanya.


Leon berusaha keras untuk tidak tertawa,dia tetap memposisikan wajahnya datar.


"Tahan dirimu Leon"batin Leon.


Leon memutar kepalanya dan menatap Abel yang sedang tersenyum bak kucing yang meminta ikan.


"Bisakah aku sekolah?"tanya Abel lagi sambil tersenyum dengan ekspresi yang sangat menggemaskan.


"Tergantung"jawab Leon singkat.


"Ha? tergantung apa?"tanya Abel.


"Ayo siapkan makanan untuk ku,setelah itu akan ku pertimbang"jawab Leon santai.


"apa?!aku sudah berusaha keras dan dia selalu mengulur waktu"batin Abel dongkol.


Abel menatap tajam Leon,dia rasanya seperti di permainkan oleh Leon.


"Em yah"jawab Abel singkat lalu mengambil piring di depan Leon dan mengisinya dengan makanan.

__ADS_1


"Ini"jawab Abel sambil meletakkan piring di hadapan Leon.


"Berikan dengan senyuman,dan kata kata manis atau aku akan melupakan pertimbangan untuk mengizinkan mu kembali bersekolah"ucap Leon.


Abel memanyunkan bibirnya,sepertinya Leon benar benar ingin menguji nya.


"Huff,sabar Abel..! lakukan atau tidak sama sekali"batin Abel.


Abel mengambil kembali piring yang di depan Leon dan meletakkan nya lagi dengan senyuman manis miliknya.


"Tuan Leon,ini makanan nya,silahkan dimakan"ucap Abel dengan lembut serta senyum menawan.


Leon sedikit tersungging mendengar dan di perlakukan seperti itu oleh Abel,dia merasa sudah berkeluarga dan memiliki istri.


"Manis sekali,aku akan menjadikan mu istriku"batin Leon berambisi.


Setelah itu,Leon kembali mendatarkan wajahnya agar Abel tidak berfikir bahwa dia sudah luluh.


"Bagus,aku akan mempertimbangkannya nanti malam dan akan memberitahumu keputusanku. Tetap lah bersikap sepert ini,maka peluang untuk mu sekolah akan lebih besar"jelas Leon sambil memasukan makanannya kemulut.


Abel mendatarkan wajahnya,kenapa Leon selalu mengulur waktu dan membuat harapan Abel tarik ulur.


"Pria ini benar benar!"batin Abel dongkol.


Leon mengalihkan pandangannya ke Abel,dan Abel yang merasa di perhatikan juga ikut memandang Leon.


"Kenapa tidak makan?ayo makan"perintah Leon.


"Ah yah,aku akan makan"jawab Abel sambil tersenyum paksa.


"Mungkin dengan cara seperti ini dia akan mempertimbangkan nya"batin Abel.


Abel mengambil makanan yang ia mau di piring dan memakannya dengan lahap.


Leon memperhatikan Abel yang makan seperti orang kelaparan,apa dia benar benar lapar?pikir Leon.


Abel tau dia sedang di perhatikan,tapi dia tidak perduli,dia sangat lapar akibat perdebatannya dengan Leon.


"Terserah dia berfikir apa,semoga saja dia ilfil dan tidak lagi menganggu ku"batin Abel.


Setelah selesai makan,Leon dan Abel sama sama tidak mengatakan apapun selain saling menatap.


"Aku akan menggunakan kesempatan ini dengan sangat baik,kita lihat apa dia setuju atau tidak?"batin Leon sambil tersenyum smirk.


"Ekhmm,jika kamu ingin sekali sekolah,maka ikuti peraturan ku"ucap Leon memecahkan suasana.


Wajah Abel berbinar,sepertinya dia sudah melakukan syaratnya dengan benar.


"Apa peraturannya?"tanya Abel


"Cium aku untuk satu hari sekolah"jawab Leon santai.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2