Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-85


__ADS_3

"Daddy! apa maksud Daddy ingin mendaftarkan Abel kuliah di luar negeri?"cerocos Leon yang langsung menerobos masuk ke dalam kamar George.


George menatap Leon tajam, tuduhan macam apa ini? dia tak mengatakan jika akan menguliahkan Abel ke luar negeri.


"Siapa yang mengatakannya?"tanya George.


"Tentu saja Abel, kenapa Daddy menjadi begitu kejam sekarang? apa kau ingin melihat aku membakar perusahaan?" jawab Leon menggebu gebu.


George mencerna ucapan anak semata wayang nya itu, ternyata Abel sudah belajar banyak darinya.


"Ternyata Abel sudah sedikit mewarisi sifat jahil ku"batin George.


"Yah, aku memang ingin menguliahkan nya ke luar negeri setelah lulus"ucap George meluruskan dan langsung membuat Leon semakin panas.


"Ayolah Dadd, ini sudah berlebihan dan tidak lucu"ujar Leon yang memang tak bisa membentak apalagi berbicara kasar dengan Daddy nya.


"Nikahi gadis itu secepatnya atau aku akan mengirimnya keluar negeri dan membiarkanmu sekarat disini"ucap George santai.


"Bagaimana aku bisa menikahinya? dia sendiri terus mengulur waktu dan ingin sukses dulu"jelas Leon.


"Berarti kamu yang tidak ahli merebut hati wanita, dasar payah"ejek George.


"Tolong lah Dadd, dia berbeda dari gadis yang lain. Untuk mendapatkan hatinya saja aku butuh waktu begitu lama"jelas Leon sembari memperagakan kata lama.


"Halah, kamu nya saja yang terlalu jelek"ucap George sinis.


"Sudahlah Dadd, aku tidak ingin berdebat lagi. Aku pasti akan menikahinya di waktu dekat ini, jika perlu akan ku buat dia mengandung dulu agar dia setuju"ucap Leon sembari melangkah keluar.


"Hey bocah tengik! jangan macam macam kamu"teriak George tapi tak dihiraukan Leon.


"Anak itu..."gumam George.


Leon melangkah memasuki kamarnya, di dekatinya Abel yang sedang duduk di kasur sembari membaca buku yang di belikan Leon beberapa hari lalu.


"Sayang"ucap Leon sembari memeluk tubuh Abel.


"Eh?"ucap Abel terkejut karna Leon tiba tiba memeluk tubuhnya.


"Ada apa?"tanya Abel.


"Ayo kita menikah, jika perlu besok juga boleh"jawab Leon sembari menyembunyikan wajahnya di perut rata Abel.


"Kenapa tiba tiba menikah?"tanya Abel bingung.

__ADS_1


"Pokoknya harus menikah secepatnya, kamu masih bisa melanjutkan pendidikan mu dan aku akan membantumu untuk mencari pekerjaan, tapi ayo kita menikah"jawab Leon.


"Tapi kenapa mendadak?"tanya Abel lagi.


"Kamu percaya aku kan? ayolah, aku tidak ingin kamu meninggalkanku"jawab Leon yang membuat Abel bingung bukan main.


"Aku mempercayai mu, tapi harus secepat ini?"


"Tentu, ayo kita menikah dan aku berjanji akan mengizinkan mu melanjutkan pendidikan"bujuk Leon lembut.


"Hm...bagaimana dengan Daddy?"tanya Abel sembari berpikir.


"Jangan pikirkan si tua itu"jawab Leon.


"Hey, jangan panggil Ayah mu seperti itu!"ucap Abel tegas.


"Baiklah baiklah, aku takkan mengatakannya lagi, tpi ayo kita menikah"


"Apa Daddy mu benar benar setuju?"


"Iyah, dialah yang merencanakan ini"jawab Leon antusias.


"Baiklah, tapi ada syaratnya"jawab Abel sembari melipat kedua tangan di dada.


"Eum...aku ingin kamu meminta maaf pada Arjun karna kekacauan yang kau lakukam dan kembalikan semuanya seperti semula"jawab Abel yang membuat Leon terdiam.


"Jadi, kau tau?"tanya Leon.


"Tentu saja, bahkan walau aku buta saja aku tau jika kaulah penyebabnya"jawab Abel kesal.


"Hm, sedikit rumit tapi tak masalah, akan ku lakukan"ungkap Leon.


"Bagus, aku senang mendengarnya"


"Apapun untukmu kelinci manis"


"Berhenti mengangguku seperti itu"


.


.


.

__ADS_1


"Ada apa Tuan Xylander?"tanya Arjun pada Leon di pertemuan ramat clien.


"Aku ingin kembali bekerja sama dengan perusahaan Anda"jawab Leon datar.


"Sungguh? apa ini lelucon, Anda mencabut dan ingin kembali bekerja sama?"tanya Arjun tak percaya.


"Maaf tentang itu dan saya mengajukan kerja sama"jawab Leon sembari mengulurkan tangan.


"Baik, saya terima kerja sama ini"jawab Arjun sembari menerima uluran itu, Arjun tak punya cara lain untuk menyelamatkan perusahaan keluarganya selain kerja sama ini.


Leon dalam wajah datar nya itu merasa begitu senang, ia telah melakukan syarat yang di berikan oleh Abel, setelah ini ia pasti akan menikah dengan gadis pujaannya itu.


"Tunggu aku pulang, Kelinci manis"batin Leon.


.


.


.


"Apa yang Daddy katakan pada Pak singa hingga ia membujukku untuk menikah di waktu dekat?"tanya Abel penasaran pada George.


"Daddy hanya meluruskan permainan mu kemarin tentang luar negeri"jawab George santai.


"Oh begitu...HAHAHA!!"ucap Abel kemudian tertawa terbahak bahak.


"Pak singa sangat lucu"ujar Abel.


George tersenyum memandangi Abel yang tertawa bahagia, pilihannya tak salah, Leon memang butuh gadis ceria dalam hidupnya yang hampa tak bewarna.


"Lihat dia sayang, dia adalah wanita yang akan menjadi bagian hidup dari putramu. Sifatnya hampir mirip denganmu, dia cantik, cerdas, dan ceria. Haish, aku jadi merindukan mu"batin George.


"Daddy, aku ke atas dulu yah, aku ingin mengerjakan sesuatu"ujar Abel sopan oada George.


"Pergilah"jawab George sembari tersenyum hangat.


BERSAMBUNG...


LIKE, KOMEN, VOTE


FOLLOW INSTAGRAM AUTHOR


@nadyyaa_yaa

__ADS_1


__ADS_2