Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-28


__ADS_3

"Singkirkan tanganmu!"perintah Abel sambil menarik tangan besar Leon dari pinggangnya.


"Haha,kurasa aku lebih suka sikapmu yang seperti ini daripada tadi pagi"ujar Leon


Abel menatap Leon tajam,entah bagaimana caranya dia terbebas dari orang yang disebutnya pak singa itu


"Ahaa!lebih baik kamu makan siang,ini akan dingin dan tidak enak"ujar Abel mengalihkan pembicaraan dan juga agar terlepas dari Leon.


Leon menyerngit,Abel benar dia harus memakan nya sebelum dingin dan dia harus mencoba masakan Abel yang di sebut sebagai wanitanya,bukan?


"Emm baiklah,ayo kita makan"ucap Leon sambil menarik Abel ke sofa.


"Ayo kita lihat apa yang kamu siapkan untukku"ujar Leon sambil mengisyaratkan untuk Abel membuka bekal makanan yang ia bawa.


Abel pun meraih kotak makanan itu dan mulai membukanya satu persatu,setelah semua sudah selesai Abel kerjakan,Leon menyerngitkan dahinya saat melihat satu kotak yang di bawakan Abel.


"Kenapa dia memasak itu?"pikir Leon


"Apa ini?"tanya Leon ke Abel sambil menunjuk ke arah satu kotak makanan.


"Oh ini,ini aku memasak tumis bayam dan kucampuri dengan berbagai sayuran lain"jawab Abel santai sambil tersenyum.


"Aku tau itu,kenapa memasak ini?"tanya Leon.


"Memang nya ada apa?"tanya Abel pura pura tidak tahu padahal dia sudah menahan tawanya sejak pertama kali melihat reaksi Leon.


"Aku tidak suka itu,aku tidak akan memakannya"jawab Leon dengan suara serak nya.


"Apa?jadi kamu tidak akan memakannnya?"tanya Abel lirih dengan ekspresi sedih,dia akan memulai ekting hebatnya.


"Padahal aku sudah rela panas panasan di depan kompor berjam jam,aku memotong,mencuci,dan memasak nya dengan teliti agar rasa nya enak saat kamu memakan nya,tapi kerja keras ku sia sia sekarang,kamu tidak ingin memakannya"Ucap Abel panjang lebar diiringi ekspresi sedih serta suara lirih.


"Hahaha,kita lihat ekspresinya"batin Abel


Leon menatap Abel,dia mulai merasa bersalah sekarang,Abel sudah memasak makanan untuknya,seharusnya dia memakannya pikir Leon.


"Shitt,aku tidak bisa menolaknya"batin Leon


"Baiklah,aku akan memakannya"ujar Leon


"Tidak perlu,kamu tidak perlu memakannya karna merasa kasihan padaku,aku akan memberikan nya kepada Hans saja,dia pasti suka"ujar Abel dengan ekspresi sedih sambil meraih kotak makanan itu.


Leon mendengar penuturan Abel segera merampas kotak makanan itu,dia tidak mungkin mau masakan wanitanya di rasakan oleh pria manapun selain dirinya.


"Tidak boleh!,kamu memasaknya untukku,jadi ini punya ku"ucap Leon lalu memasukan tumis bayam itu ke mulutnya.

__ADS_1


Awalnya dia hanya membiarkan makanan nya itu di mulut tanpa mengunyahnya,tapi lidahnya tak bisa berbohong,makanan yang dia makan sekarang sangat enak dan akhirnya dia memakannya.


"Ternyata ini enak"batin Leon.


Leon pun melahap semua makanan yang di bawa oleh Abel,Abel yang melihat Leon makan dengan lahap menahan gelak tawanya.


"Haha,mungkin aku bisa menjadi juru masak saja setelah lulus,pak singa saja akhirnya suka makan bayam,haha"batin Abel


"Apa makanan nya enak?"tanya Abel


Leon hanya mengangguk,dia tak menyisakan satupun makanan.


Setelah selesai makan,Leon merasa sangat kenyang serta puas,makanan yang dia makan siang ini sangat lezat dan spesial.


"Dia memang calon istri yang tepat untukku"batin Leon.


"Makanan nya sangat enak,terimah kasih"ucap Leon lembut sambil tersenyum hangat,Abel yang melihat dan mendengarnya mendadak canggung,Leon sepertinya terkesan berbeda setelah makan.


"Ada apa dengan si pak singa ini?apa setelah makan dia menjadi selembut ini?sungguh tidak terduga"batin Abel.


"Ah yah,sama sama"jawab Abel sambil tersenyum kaku.


"Apa kamu perlu sesuatu?keperluan untuk besok?"tanya Leon


"Em..."Abel berfikir


"Yah,kurasa aku harus membeli beberapa barang untuk besok,aku sudah ketinggalan banyak pelajaran,aku juga harus mengunjungi teman ku untuk mengejar tugas yang terlewat"jelas Abel panjang lebar.


Leon menyerngit,dia tidak masalah dengan penuturan Abel yang pertama,tapi yang kedua dia kurang tidak suka.


"Tidak perlu mengejar tugas yang tertinggal,aku bisa mengatasi itu"ujar Leon dengan ekspresi datarnya.


"Tidak bisa!!kamu pasti akan melakukan suap,hey pak singa!itu dilarang!"jelas Abel dengan ekspresi yang lucu.


"Ah,benarkah? tapi itu bagus bukan?semuanya hanya perlu uang"balas Leon dengan arogan nya.


"Tidak!!,kamu salah!tidak semuanya biaa di beli dengan uang,contohnya...."ucap Abel mendadak berhenti


"Kasih sayang orang tersayang misalnya"lanjut batin Abel


"Apa contohnya?"tanya Leon yang bingung.


"Itu tidak penting,baiklah karna kamu sudah selesai makan siang,aku akan membawa kembali ini ke rumah mu"ucap Abel mengalihkan pembicaraan sambil membereskan kotak makanan.


"Siapa yang menyuruhmu kembali?aku sudah mengatakan untuk tetap disini sampai jam pulang"tutur Leon

__ADS_1


"Aku tidak bisa tetap disini,bukankah aku harus membeli kebutuhan sekolah ku besok?"ucap Abel beralasan.


"Baiklah,ayo pergi"jawab Leon sambil menarik tangan Abel.


"Hey,berhenti!kita akan kemana?"tanya Abel


"Bukankah kamu ingin berbelanja?ayo,akan ku temani"ujar Leon


"Bukan begitu maksud ku,aku bisa pergi sendiri atau bersama Hans saja,kamu tidak perlu ikut"tutur Abel


"Karna aku tidak ingin berlama lama dengan mu"lanjut batin Abel.


"Jadi kamu tidak ingin pergi bersamaku? dan lebih ingin pergi bersama Hans,begitu?!maka tidak usah pergi,aku akan menyuruh pelayan ku membelikannya"ujar Leon tegas dengan ekspresi datarnya.


Abel menelan saliva nya,sepertinya dia telah membangunkan pak singa yang sudah tenang selepas makan tadi.


"Habislah dirimu Bel,seharusnya jangan membuat pak singa marah!"batin Abel


"Tidak,bukan begitu maksudku,bukankah kamu harus bekerja?jika kamu menemaniku,bagaimana dengan pekerjaanmu?"ujar Abel beralasan


"Penjelasan yang bagus Abel!!kamu memang aktris terbaik nya sekarang"batin Abel


"Ckk,aku pemilik perusahaan ini,aku kerja atau tidak itu urusan ku,tidak ada yang akan memarahiku"jawab Leon dengan Arogannya.


Wajah Abel seketika pias,dia selalu kalah debat jika berhadapan dengan Leon


"Sudahlah Bel,dia pemenangnya"batin Abel


"Baiklah,aku mengalah"jawab Abel lirih sambil tertunduk.


Leon menyunggingkan senyumnya,daritadi dia sudah tau jika kelinci manisnya ini hanya mencari alasan untuk tidak pergi bersamanya,tapi dia sudah kalah.


"Sangat manis"batin Leon


"Aku akan mengambil jas ku"ucap Leon lalu menyambar jas kerjanya di atas kursinya.


Mereka pun berjalan ke arah lif dan mulai turun kebawah menggunakan lif,saat di dalam sana Abel hanya diam,dia merasa sangat gugup berduaan dengan Leon di lif,pikirannya mulai kotor sekarang.


Leon yang melihat kecemasan kelinci manisnya mulai memikirkan ide jahil untuk mengerjai kelincinya itu.


"Kamu sangat cantik"ucap Leon sambil menarik pinggang Abel mendekatinya.


Nafas Abel tercekat,sudah dia prediksi jika ini akan terjadi,dia hanya berdoa agar lif ini segera terbuka.


"Apa yang kamu lakukan,ini di lif,lepaskan"ucap Abel sambil mendorong dada Leon

__ADS_1


"Jika tidak di lif apakah boleh?apa kita perlu memesan hotel?"tanya Leon sambil mengeratkan pelukannya.


Bersambung....


__ADS_2