Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-36


__ADS_3

"Bel,ini apa?dan siapa pria tadi?"tanya Jeje berbondong.


"Emm..ini.."ucap Abel menggantung.


"Sudahlah,akan kujelasi nanti,sekarang ayo kekantin dulu"ucap Abel mengalihlan pembicaraan dan segera menarik tangan Jeje untuk ke kantin.


Sesampai di kantin,mereka segera mencari tempat duduk,setelah menemukannya mereka segera duduk.


"Sebenarnya apa yang sudah terjadi padamu?siapa orang tadi?"tanya Jeje.


"Jeje...,sebenarnya.."ucap Abel menggantung


"Bagaimana cara aku menjelaskan semuanya pada Jeje,pasti Arjun belum menceritakannya pada Jeje"batin Abel.


"Apa?cepat katakan!"ucap Jeje yang mulai tak sabaran.


"Aku tidak apa apa Je,aku sebenarnya di bawa oleh kerabatku ke luar kota dan aku tak sempat mengabarimu"ucap Abel berbohong.


"Maafkan aku Je,aku tidak bisa memberitahu mu yang sebenarnya,aku tidak ingin kamu khawatir"batin Abel merasa bersalah.


"Kerabat?"ucap Jeje sambil menyerngit dan Abel hanya menganggunk.


"tapi kenapa tidak menelpon ku?aku menelepon berkali kali tapi sama sekali tak kamu angkat"ucap Jeje.


"Ah,emm...ponsel ku hilang saat aku berangkat,dan disana sangat susah sekali sinyalnya"Jelas Abel.


"Kamu yakin?kamu tidak berbohong kan?"tanya Jeje sambil menatap Abel intens.


"Ti..tidak,aku tidak berbohong Je"ucap Abel gugup.


"Emm,baiklah aku mempercayaimu dan juga sangat merindukan mu"ucap Jeje sambil mencubit pipi Abel.


"Aww,sakit Je"keluh Abel.


"Itu hukuman karna membuatku khawatir"ucap Jeje.


"Hehe,baiklah aku terima hukuman ini"ucap Abel terkekeh begitu juga Jeje.


"Oh yah,siapa pria tadi?"tanya Jeje lagi.


"Emm,itu...sudahlah lupakan saja,dimana Arjun?aku tidak melihatnya saat di kelas tadi"ucap Abel mengalihkan pembicaraan.


"Arjun di pinta Ayahnya untuk mengurusi pekerjaan keluarganya,dia sudah beberapa kali mencarimu saat tidak melihatmu di apartement nya,dia sangat khawatir"jelas Abel.


"Benarkah?Arjun maafkan aku membuatmu khawatir"gumam Abel lirih.


"Maafkan aku teman teman,aku sudah merepotkan kalian,kalian sangat baik hingga mencariku,aku tidak akan pernah melupakannya seumur hidupku"batin Abel.


"Sudahlah,setelah dia masuk sekolah nanti kamu akan menemuinya,jangan merasa bersalah,sudah semestinya seorang teman membantu temannya yang lain,bukan?sekarang ayo pesan makanan"ucap Jeje menghibur Abel.

__ADS_1


"Em..yah,kamu benar"jawab Abel sambik tersenyum tipis.


Mereka pun makan dengan di selingi obrolan dan canda tawa,Abel memakan makanan yang di bawakan oleh Leon untuknya.


"Pak singa ternyata sangat baik,makanan yang dia bawakan juga sangat enak"batin Abel.


Akhirnya jam istirahat berakhir,Abel dan Jeje juga siswa lainnya segera memasuki kelas masing masing dan memulai pelajaran lagi.


Singkat cerita jam pulang sekolah sudah berbunyi,seluruh siswa mengemasi barangnya dan segera pulang kerumah masing masing,sedangkan Abel saat ini harus menemui guru kiler di ruangannya sekarang.


"Aku akan menemani mu"ucap Jeje.


"Tidak usah Je,kamu pulang saja, aku akan segera menyelesaikan masalahku dengan pak Gion dan segera pulang"ucap Abel


"Tapi Bel..."ucapan Jeje terpotong.


"Sudahlah,percaya padaku,aku akan baik baik saja,pulanglah"ucap Abel lembut sambil tersenyum pada Jeje.


"Baiklah,ku harap pak Gion tidak akan menghukummu


berat"ucap Jeje


"Yah,aku juga berharap begitu"balas Abel.


"Aku pulang sekarang,setelah urusan mu selesai segeralah pulang,kamu mengerti?"ucap Jeje dengan ekspresi serius.


"Baiklah,bu bos"ucap Abel sambil terkekeh.


Saat sudah di depan pintu,Abel ragu ingin mengetuknya,tapi dia juga tidak bisa mengulur waktu.


Tok..tok...tok..


"Permisi pak Gion"ucap Abel sambil mengutuk pintu.


"Masuklah"ucapnya dari dalam ruangan.


Abel menelan salivanya sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam ruangan guru kiler tersebut.


"Duduklah"perintah pak Gion sambil menatap Abel dingin.


"Terima kasih pak"ucap Abel gugup sambil duduk di kursi di depan meja pak Gion.


"Arabella Clarissa"panggil pak Gion.


"Iya pak"jawab Abel sambil menunduk.


"kamu tau kesalahanmu apa?"tanya pak Gion menatap Abel dingin.


"Sa..saya melakukan kesalahan karna tidak memberi kabar selama saya tidak masuk sekolah dan juga tidak memperhatikan bapak saat mengajar"jawab Abel sambil menunduk.

__ADS_1


"Benar,tidak hanya itu!kamu juga meninggalkan banyak pelajaran selama tidak sekolah"ucap pak Gion dan Abel hanya menunduk takut.


"Karna kamu melewati banyak pelajaran,maka kamu harus mengerjakan semua tugas selama kamu bolos dan harus di selesaikan hari ini disini!"lanjut pak Gion tegas yang membuat mata Abel terlebar mendengar hukuman yang diberikan olehnya.


"Tapi pak,apa tidak bisa saya kerjakan di rumah saja?itu tidak akan selesai sebelum malam"ucap Abel.


"Kamu membantah saya?!"tanya Pak Gion tegas.


"Maaf pak,bukan itu maksud saya,tapi tugas yang bapak berikan akan sangat banyak dan tak akan selesai dengan cepat"jelas Abel dengan nada pelan.


"Saya tidak mau tau,kamu harus menyelesaikannya hari ini juga atau nilai mu untuk hari kelulusan akan saya kosongkan"ancam pak Gion.


Abel menatap tak percaya dengan apa yang di katakan oleh pak Gion.


"Baik pak,saya akan menyelesaikanny"ucap Abel lirih.


"Bagus,ini tugas dan materi yang kamu lewatkan"ucap pak Gion sambil memeri tumpukan kertas segunung pada Abel.


Abel membelalakan matanya melihat tugas yang harus ia kerjakan.


"Astaga!ini banyak sekali..."batin Abel.


"Cepat kerjakan,jangan membuang waktu"ucap pak Gion tegas.


"Ba..baik pak saya akan segera mengerjakannya"ucap Abel yang mulai mengerjakan tugas tugas yang diberikan oleh pak Gion.


Gion menatap Abel dengan tatapan yang sulit diartikan,dia tidak memalingkan wajahnya dari Abel,sedangkan Abel yang serius mengerjai tugasnya itu sama sekali tak menyadarinya.


.


.


.


"Kenapa wanita ku belum pulang?"tanya Leon pada Hans.


"Maaf tuan,menurut kabar yang di sampaikan oleh mata mata yang mengawasi Nona muda,Nona muda sedang di beri hukuman oleh gurunya karna melewati banyak pelajaran selama tidak masuk sekolah"jelas Hans.


"Apa?!berani beraninya dia menghukum wanitaku!apa dia sudah tidak ingin hidup?!"ucap Leon marah.


Hans hanya bisa menyaksikan kemarahan atasanya itu tanpa ingin bersuara.


"Hukuman apa yang diberikan guru sia*lannya itu?"tanya Leon marah.


"Nona di beri tugas untuk mengerjakan semua tugas tugas yang ia lewati dan harus diselesaikan hari ini juga di sekolah"jawab Hans sambil menyiapkan mentalnya mendengar amarah Leon.


"Apa?!!!kurang ajar sekali guru itu!,aku tidak mau tau bawa wanita ku pulang sekarang,jika perlu habisi saja guru sia*lan itu yang sudah berani menyusahkan wanitaku"ucap Leon dengan sangat marah yang menyuruh Hans untuk menjemput Abel pulang.


"Baik Tuan,saya akan segera menjemput Nona muda kembali"ucap Hans sopan lalu pergi kesekolah Abel.

__ADS_1


"Shitt!! berani sekali dia membuat kelinci manisku bekerja keras,aku akan membuat perhitungan dengannya"ucap Leon marah.


Bersambung...


__ADS_2