
Leon merasakan gerakan dari Abel di pelukannya langsung melihat wajah Abel,dia masih memejamkan mata tapi terlihat kerutan di keningnya menandakan dia mungkin bermimpi buruk,pikir Leon.
Leon kembali memgeratkan pelukannya dan perlahan Abel mulai tenang dan kembali tidur.
"Sebenarnya apa yang ada di dalam mimpi mu itu?"batin Leon.
Jam menunjukan pukul 7 malam,Abel membuka matanya perlahan,tubuhnya terasa sangat pegal selepas tidur tadi.
Dia melihat di sekelilingnya yang tak asing,ternyata dia masih di rumah nya,dia menarik nafas lega nya.
"Syukurlah aku masih disini,tadi aku melihat ayah dan ibu,ternyata cuman mimpi"batin Abel kemudian melihat di sampingnya.
Leon masih tertidur di samping Abel dengan tangan sebagai alas kepalanya,terlihat sangat tampan pikir Abel.
"Eh tunggu dulu..!!dia kenapa bisa disini?oh tidak!"batin Abel kemudian ingin beranjak dari tempat tidurnya tapi seperti ada yang menahannya dan benar saja Leon memegang pergelangan tangannya.
"Ehh!."gumam Abel
"Sudah bangun?"tanya Leon yang masih menutup matanya.
"Yah,kenapa kamu bisa masuk?sudah ku bilang tunggu di luar sebentar"ujar Abel sambil menarik tangannya.
Leon menarik tangan Abel spontan dan membuat tubuh Abel kembali jatuh ke kasur dan langsung di peluk erat Leon.
"Dan menunggu mu bangun hingga malam?"tanya Leon yang kali ini sudah membuka matanya dan menatap wajah Abel dekat.
Wajah Abel seketika memerah,dia sebenarnya yang salah karna ketiduran.
"Maaf,aku ketiduran tadi"ucap Abel sambil memalingkan wajahnya.
"Ada apa dengan wajahmu?apa kamu sedang demam?"tanya Leon yang pura pura tidak tau jika Abel sedang malu dan menaruh telapak tangannya di dahi Abel.
"Aku tidak demam,singkirkan tanganmu"ucap Abel sambil menarin tangan Leon dari dahinya.
"Baiklah,apa sudah lapar?"tanya Leon lembut.
Abel memang lapar sekarang,tapi gengsi nya sangat tinggi sehingga mulutnya berkata lain.
"Tidak,aku belum lapar"jawab Abel yang tak menatap Leon.
"Oh begitu baiklah, kembali lah tidur"suruh Leon
"T..tidak,ak..aku..tidak mengantuk,aku akan ke luar sekarang"ucap Abel gugup dan mencoba bangkit tapi masih di tahan oleh Leon.
"Bilang saja jika kamu lapar"ucap Leon sambil tersenyum tipis.
"Bukan ururanmu,menyingkirlah"ucap Abel sambil menyingkirkan tangan Leon dan berhasil berdiri.
"Kamu akan kemana?"tanya Leon
"Ke luar,aku kepanasan"ucap Abel beralasan.
"Baiklah"balas Leon santai dan kembali berbaring.
__ADS_1
Abel menatap kesal Leon,lalu dia pergi meninggalkan Leon di kamar dan berjalan ke dapur untuk mencari makanan tapi dia lupa jika dia kehabisan stok makanan.
"Kalian habis di saat aku memerlukan kalian"gumam Abel sambil menatap dapurnya.
"Sekarang apa yang harus ku makan?"monolog Abel
"Apa aku harus membeli makanan di luar?tapi aku tidak punya uang,kartu pemberian Arjun dan pak singa ku tinggalkan di kamar pak singa"gumam nya.
"Aku sangat lapar..."ucap Abel pelan karna dia takut Leon mendengarkannya.
"Terlalu keras kepala!"ucap seseorang dari belakang Abel,Abel tersontak kaget karna Leon berdiri tepat di belalangnya.
"Ka..kamu..?"ucap Abel gugup
"Kenapa tidak berterus terang jika kamu lapar?dan kenapa selalu gengsian?"tanya Leon sambil menyilangkan kedua tanganya di dada.
Abel tak menjawab pertanyaan Leon ataupun menatap Leon,dia menunduk malu sambil memainkan jarinya.
"Sudahlah,aku akan memesan makanan"ucap Leon sambil mengambil ponsel nya di saku,namun saat akan menekan tombol ponselnya,mendadak Abel bersuara.
"Jangan memesan makanan dari luar,aku ingin makan di luar saja"ucap Abel pelan sambil menunduk dan memainkan jarinya.
Leon menyunggingkan senyumnya melihat Abel sekarang ini.
"Imut"batin Leon
"Em,baiklah kita akan makan di luar saja"ucap Leon
Mereka sekarang sudah berada di dalam mobil dan sedang membelah keramaian malam ini.
Abel yang mendengar pertanyaan Leon spontan melihat keluar jendela mobil seperti anak kecil.
"Apa yang kamu lihat?"tanya Leon yang melirik Abel memandangi luar jendela
"Aku sedang mencari tempar makan"jawab Abel tanpa mengalihkan pandanganya.
"Kenapa seperti itu?"tanya Leon yang sama sekali tak mengerti.
"Aku sedang mencari tukang bakso"jawab Abel
Leon yang mendengar jawaban Abel menyerngitkan dahinya.
"Bakso?"tanya Leon
"Iya,aku sudah lama tidak makan itu,Bakso langganan ku itu sangat enak"jawab Abel antusias sambil mengembalikan posisi tubuhnya normal kembali.
"Kenapa harus di kaki lima?kenapa tidak di restoran saja?"tanya Leon yang tak percaya dengan keinginan Abel.
"Ya karna disana makanannya enak dan murah,sedangkan di restoran itu mahal dan aku tidak mengerti makanan apa yang mereka sajikan"jawab Abel polos.
Leon terkekeh mendengar jawaban Abel dan memijat keningnya seketika.
"Kenapa tertawa?"tanya Abel
__ADS_1
"Tidak apa apa"jawab Leon yang masih fokus menyetir.
"Owh"Abel ber o ria
"Sangat sempurna"batin Leon
"Dimana tempat langgananmu itu?"tanya Leon yang dari tadi menyetir.
"Biasanya jika jam sekarang ini dia sedang mangkal di perempatan di depan sana"jawab Abel
"Baiklah"balas Leon
Singkat cerita mereka sekarang sudah tiba di perempatan yang di katakan Abel,dan benar saja si penjual Bakso langganan Abel ada di sana.
"Ayo cepat"ucap Abel antusias
"Iyah,kamu yakin akan makan disini?apa disini higienis?"tanya Leon yang tak pernah makan di kaki lima.
"Tentu saja,jika kamu tidak ingin makan disini maka pergilah ke restoran saja,aku akan makan disini"jawab Abel kemudian berjalan meninggalkan Leon di mobil.
"Sayang!tunggu..!"panggil Leon pada Abwl yang sekarang sudah duduk di kursi milik penjual Bakso.
"Kenapa meninggalkanku?"tanya Leon
"Karna kamu tidak mau makan disini"jawab Abel santai.
"Siapa yang mengatakannya?aku akan makan disini"ucap Leon sembari menduduki kursi plastik di dekat Abel.
"Eh Neng Abel,sudah lama tidak kesini,kemana saja neng?"tanya Si penjual bakso
"Saya sedikit sibuk pak,maaf baru bisa kemari sekarang"ucap Abel beralasan sembari memberi senyum hangat.
"Oh begitu..,ini siapa Neng?"tanya penjual Bakso pada Abel yang melihat seorang pria berpakaian formal yang datang bersama Abel.
"Oh ini..."ucapan Abel terpotong lantaran Leon menyambungnya.
"Saya calon suami nya"jawab Leon datar
"Oh begitu,Selamat yah Neng sebentar lagi akan menikah"ucap si penjual Bakso kepada Abel sambil tersenyum.
"Eh,pak bukan..."ucapan Abel lagi lagi di potong oleh Leon.
"Tolong makanannya"ucap Leon datar
"Ah yah,saya sampai lupa..,mau berapa porsi?"tanya Penjual Bakso
"Dua"jawab Leon singkat
"Baik,saya buatkan dulu yah"ucap si penjual Bakso kemudian menyiapkan pesanan.
Selepas kepergian si penjual Bakso tersebut Abel langsung menatap Leon tajam.
"Kenapa kamu bilang kamu calon suami aku?"tanya Abel pelan sambil menatap Leon tajam.
__ADS_1
"Karna itu benar"jawab Leon santai
Bersambung...