Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-12


__ADS_3

"Hahah,rencana ku memang bagus,kita lihat saja setelah ini,aku akan melarikan diri dari mu pria pemeras,hahahah"Sorak Abel.


Singkat cerita mereka sekarang sudah berada di halaman perusahaan besar pencakar langit milik Leon.


Hans dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Leon dan juga Abel.


"Tenangkan dirimu Hans"batin Hans menyemangati.


Leon keluar dengan tatapan setajam elang,Hans menelan saliva nya melihat tatapan tajam dari Tuan nya itu.


Saat Hans membukakan pintu untuk Abel,Abel sengaja berlama lama untuk duduk di dalam mobil.


"Silahkan Nona"ucap Hans mempersilahkan Abel keluar.


"Kaki ku pegal,bisakah kamu membantu ku berjalan?"tanya Abel yang bisa didengar jelas oleh Leon.


Leon menatap tak suka ke arah Hans,tangan nya sudah mengepal.


"Apa kaki mu sakit?sini biar ku bantu"ucap Leon yang langsung memutari mobil dan meraih pinggang ramping milik Abel lalu menggendong nya.


"Kyaa!!turun kan aku!"perintah Abel.


"Kamu bilang kaki mu sakit bukan?biar ku bantu"ucap Leon santai dan berjalan masuk kedalam perusahaan,sedangkan Hans yang melihat adegan tadi hanya bisa diam dan tak berani mengucapkan apa apa,karna jika dia salah bicara maka dia akan di bunuh oleh Tuan nya itu.


"Hufff..selamat!ada apa dengan mu Nona?"Batin Hans.


Hans langsung mengikuti Tuan dan Nona nya di belakang,banyak karyawan maupun karyawati yang melihat junjungan nya yang sedang menggendong seorang wanita,banyak yang berbisik bisik melihat adegan itu.


"Apa dia kekasih nya bos?"


"Jika dilihat wanita itu sangat cantik,pantas saja bos menyukainya"


"Bukan kah bos tidak suka dengan wanita?kenapa dia menggendong wanita itu?"


Terdengar samar samar bisikan para karyawati yang tak percaya saat melihat atasan nya membawa wanita ke perusahaan.


Leon mendadak menghentikan langkah nya,dan menatap para karyawan nya.


"Saya tidak menggaji kalian untuk bergosip,ayo bekerja!"ucap Leon tegas,dan para karyawan pun berhenti bergosip dan melanjutkan pekerjaan nya.


Abel yang merasa dirinya menjadi sorotan oleh para pegawai Leon langsung menyembunyikan wajahnya di dada Leon,Leon tersungging saat menyadari Abel sedang malu.


Saat sampai di ruangan miliknya,Leon menundudukan Abel di sofa.


"Apa begitu nyaman berada di pelukan ku?"tanya Leon.


Abel yang mendengar pertanyaan Leon seketika merasa canggung,dia merutuki kebodohan nya,bisa bisa nya dia merasa nyaman saat di gendong oleh Leon.


"Siapa yang nyaman?jangan mengarang cerita"ucap Abel tidak mengaku dan memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Puff,apa kamu pikir kamu bisa membohongiku?ck lupakan saja,pipi mu memerah sekarang"ucap Leon meledek Abel.


Abel segera memegang kedua pipinya,dia menunduk malu karna ketahuan berbohong.


"Pipi ku memerah karna aku malu saat dilihat karyawan mu tadi,ck dasar menyebalkan"ucap Abel mengelak.


"Emm,baiklah aku percaya"ucap Leon dengan ekspresi mengejek.


"Pergilah"perintah Abel


"Kemana?"tanya Leon


"Bukan kah kamu harus bekerja?kenapa diam disini?"ujar Abel


"Ah sayang,aku pemilik perusahaan ini,terserah ku mau bekerja atau tidak"ucap Leon sombong.


"Pria ini sangat arogan,cih menyebalkan"batin Abel.


"Tapi kamu benar,aku harus meeting sekarang,diamlah di ruangan ini dan jangan coba melarikan diri,tekan tombol itu jika kamu membutuhkan sesuatu maka akan ada seseorang yang datang untuk membantu mu"ucap Leon panjang lebar dan hanya di balas anggukan oleh Abel.


Leon tidak langsung pergi tapi dia malah duduk di sofa tempat dimana Abel sedang duduk.


"Hey,kenapa masih disini?bukan nya kamu akan meeting?pergilah"ucap Abel.


"Yah aku akan pergi,tapi aku sedikit lapar karna menggendong mu kemari tadi, aku mau makan sesuatu"ucap Leon.


"Kenapa jadi menyalahkan ku?bukan kah kamu sendiri yang menggendong ku?,menyebalkan"ucap Abel sambil menyilangkan tangannya.


"Jika ingin makan ya makan saja"ucap Abel.


Leon tersenyum mendengar penuturan Abel,dia seperti mendapat angin segar sekarang.


"Baiklah"ucap Leon dan langsung menarik tengkuk Abel dan ******* habis bibir merah cery itu.


"Mmhhm"gumam Abel yang mendapatkan serangan mendadak.


Abel memukul dan beberapa kali mendorong dada Leon,namun Leon sama sekali tak bergeming.


Bukan nya menyudahi,tangan Leon malah semakin berkeliaran kemana mana,tangan nya sekarang sudah menyentuh punggung indah yang tidak tertutup oleh kain. Abel melengguh saat tangan besar itu menyentuh punggung nya.


Setelah beberapa menit Leon akhirnya melepaskan ciumannya dan mengusap lembut bibir merah dan sedikit membengkak karna ulahnya itu.


"Dasar mesum!!"ucap Abel marah sambil mendorong dada Leon menjauh darinya.


"Bukan kah tadi kamu menyuruh ku makan?dan aku melakukannya,dan rasanya sangat manis"ucap Leon sambil ternyum nakal.


"akhh dasar mesum,aku akan membunuhmu"ucap Abel dan langsung melempari Leon dengan bantal sofa yang ada di dekatnya


"Rasakan ini,dasar pria menyusahkan"ucap Abel.

__ADS_1


Leon yang mendapat lemparan hanya tersenyum geli dan sesekali berpura pura sakit,padahal apa sakitnya dilempar menggunakan bantal?


"Aduh,berhenti melempari ku,aku akan mati sekarang"ucap Leon meledek.


Pipi Abel tambah memerah mendengar penuturan Leon.


"Pergi sana!!"perintah Abel tegas.


"Apa dia benar benar marah?wajah nya sampai memerah,hahah baiklah"batin Leon geli.


"Baiklah aku akan pergi untuk meeting sekarang,berdiam diri lah di ruangan ini dan jangan mencoba untuk kabur"ucap Leon,Abel tak menanggapi nya karna dia masih kesal oleh Leon.


Leon mengusap lembut di pucuk kepala Abel dan kemudian keluar untuk meeting.


Dan sekarang hanya ada Abel sendiri di ruangan luas dan mewah itu.


"Ingin sekali aku memukulnya"gumam Abel.


"Sekarang apa yang harus aku lakukan?"monolog Abel.


"Ah ya,teman nya si pria pemeras itu!"ucap Abel.


"Aku akan memencet tombol nya"lanjutnya dan langsung menekan tombol yang di beritahu oleh Leon,tak berselang lama datang seorang pria,bisa dilihat dia adalah bodyguard dari proposi tubuhnya itu.


"Ada yang bisa saya bantu?"tanya nya sopan tapi tegas.


"Emm"Abel melihat penampilan pria tersebut.


"Apa dia bisa membantuku?"monolog Abel.


"Aku lapar dan aku ingin makan di restoran"jawab Abel.


"Restoran?saya bisa mengantarkan makanan nya kemari Nona,Nona tidak perlu keluar"ucap pria itu.


"Tapi aku ingin makan di sana dan itu sekarang"jawab Abel.


"Baik nona,saya akan menanyakan ini pada Tuan terlebih dahulu"ucap pria itu.


"Eh..!tidak perlu,aku sudah memberitahu nya tadi dan dia menyetujuinya"ucap Abel berbohong.


"Lagi lagi aku harus berbohong"batin Abel.


Pria itu berfikir kembali,apa yang di katakan Abel itu benar atau tidak,tapi jika dia salah maka dia akan berada dalam masalah sulit.


"Baiklah Nona,saya akan menemani noqna"ucap pria itu.


"Baiklah, terimakasih"jawab Abel.


"Yesss!!!berhasillll"sorak batin Abel gembira.

__ADS_1


Bersambung...


Like,Coment,Vote:)


__ADS_2