Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-69


__ADS_3

Benar yang di katakan Gion barusan. Ini sepenuhnya bukan kesalahan Gion, Gion sama sekali tidak menyakitinya, dia bahkan memberi perawatan untuk Abel saat itu. Namun, karna Abel nekat melarikan diri hingga membuat dirinya sendiri terluka dan Leon menyalahkan Gion.


"Aku harus apa? aku harus membujuk Pak singa untuk mendengarkan ku"batin Abel.


"Pak singa..."ucap Abel pelan sembari menatap Leon dengan raut wajah berharap.


"Jangan mencoba membujukku, aku tidak akan menuruti permintaan mu. Ayo keluar"ucap Leon dengan wajah datar sembari membawa Abel keluar dari ruangan itu.


Gion yang melihat kepergian Abel, mati matian memberontak, dia ingin sekali mendekati Abel dan memeluk nya erat untuk saat ini.


"Abel....!"teriak Gion.


Abel hanya bisa mengikuti Leon yang menariknya keluar dan langsung membawanya kembali ke kamar.


"Pak singa cobalah dengarkan penjelasan ku dulu"pinta Abel memohon.


"Dia sudah melukai mu dan aku tidak akan toleren soal ini"ucap Leon dengan ekspresi serius.


Abel menghela nafasnya berat, dia harus bisa meyakinkan Leon bagaimana pun caranya.


"Bisakah kita duduk dulu dan berbicara dengan kepala dingin? jika kamu setuju dengan ajakan ku, mungkin masalah ini bisa di luruskan"ucap Abel dengan nada lembut nan hangat yang membuat seorang Leon tak bisa lagi berkutik.


"Hm, baiklah"ucap Leon dengan wajah terpaksa.


Abel tersenyum mendengar jawaban Leon, walaupun Leon keras kepala,namun dia bisa di luluhkan dengan hal hal lembut.


Sekarang mereka sudah duduk di atas tempat tidur dengan Leon yang nampak tak senang dengan topik yang akan di bahas oleh Abel setelah ini.


Abel menghela nafasnya panjang sebelum akhirnya membuka pembicaraan, dia akan berusaha selembut dan sesabar mungkin dalam obrolan ini karna partner dialog nya kali ini berbeda dari yang lain.


"Aku tau Pak Gion memang salah karna telah menculik ku, dia membawa ku saat aku sedang di rawat di rumah sakit. Tapi apakah kamu tau? dia memberiku perawatan yang sama dengan mu, dia memberi ku perawatan kesehatan dan pelayan yang selalu siap sedia membantu ku. Dia sama sekali tidak menyakiti atau melukaiku, aku yang nekad melarikan diri saat itu hingga aku melukai diriku sendiri" jelas Abel panjang lebar dengan selembut mungkin dan juga dengan intonasi yang meyakinkan.


Leon diam mencerna penuturan Abel dengan seksama, ada rasa tidak terima di hati Leon saat mendengar penuturan Abel barusan.

__ADS_1


"Bukan kah tidak ada bedanya antara kalian berdua? kalian sama sama menculik ku"lanjut Abel pelan kemudian menunjuk.


Leon tidak terima di samakan dengan Gion, walau mereka sama sama menculik Abel tapi tentu saja itu berbeda pikir Leon.


"Tidak! jangan pernah samakan aku dengan nya, tentu saja berbeda! jangan katakan itu lagi, aku tidak terima!"ucap Leon tegas dengan wajah kesal.


"Baiklah"jawab Abel.


"Bisakah kamu membebaskan Pak Gion? dia sama sekali tidak bersalah, ku mohon Pak singa"ucap Abel dengan raut wajah memohon.


Leon menatap Abel tak suka, dia benci Abel menyebut apalagi sampai memohon seperti ini untuk pria lain.


"Ck! jangan memohon untuk pria itu, hentikan"ucap Leon berdecih kesal.


"Tapi kamu akan membebaskan Pak Gion kan? ayolah Pak singa, aku tau kamu pria baik..."ucap Abel sembari menunjukan senyum tipis ada Leon.


Leon memejamkan matanya frustasi, ingin rasanya dia mendorong Gion ke jurang karna sudah membuat kelinci manisnya memohon seperti ini. Namun mendadak ide bagus terbesit di otak seorang Leon, dia akan mengambil kesempatan di situasi ini.


Awal nya Abel merasa senang, namun setelah mendengar penuturan terkahir Leon langsung membuat persendiannya melemah. Abel lupa jika Leon anti akan kerugiaan, dia pasti akan meminta imbalan.


"Aku tidak tau apa yang bisa aku berikan. Bisakah kamu sesekali ikhlas? itu akan baik untuk kesehatan mu"ucap Abel dengan wajah polos sembari memiringkan sedikit kepalanya menatap Leon.


Leon hampir saja tersedak melihat tingkah Abel yang sangat imut di matanya ini, untung saja Leon bisa menormalkan ekspresinya saat ini.


"Tahan Leon...jangan membuatnya berfikir jika kamu sudah setuju"batin Leon.


"Tidak bisa"jawab Leon dengan wajah datar dan nada dingin.


"Aku tidak punya uang atau apapun, nanti kamu minta saja dengan Pak Gion imbalannya, aku sama sekali tidak punya uang"jelas Abel polos.


"Sial!! ternyata dia bisa sepolos dan seimut ini!! akhh!!! aku akan memakan mu sekarang kelinci!"batin Leon.


"Yasudah, aku tidak akan membebaskannya"ucap Leon kemudian hendak melangkah pergi, Abel yang melihat itu segera berlari kencang menahan Leon.

__ADS_1


"Stop! jangan pergi dulu, ayolah Pak singa ku mohon bebaskan Pak Gion, ku mohon"ucap Abel cemberut sembari mendongakan wajahnya menatap Leon yang lebih tinggi dari nya.


"Aku sudah bilang, aku ingin imbalan"ucap Leon.


"Aku sudah bilang jika aku tidak punya uang, Pak singa"ucap Abel merengek juga kesal.


"Siapa bilang aku ingin uang sebagai imbalan nya?"tanya Leon memegang kedua pipi Abel.


"Lalu apa?"tanya Abel.


"Em..."Leon berpikir sembari tersenyum licik.


Leon mengelus pipi Abel lembut dan sesekali menciumi rambut panjang Abel dalam.


"Ayo kita memproses 2 sampai 3 anak"jawab Leon.


Abel membelalakan matanya dan memundurkan tubuhnya menjauhi Leon.


"Apa? imbalan macam apa itu?"tanya Abel protes.


"Yah, bukan kah itu imbalan yang pantas? ayo kita proses anak kecil untuk monsion ini atau biarkan Pria bodoh itu di sana untuk selama lama nya"jelas Leon santai sembari berjalan mendekati Abel dan memeluk nya erat.


"Ti...tidak! ini sama sekali tidak sepadan, kamu minta saja imbalan uang dengan Pak Gion, yang ku tau dia pengusaha"ucap Abel terbata bata sembari mendorong dada Leon.


"Aku tidak ingin uang, aku ingin kamu"jawab Leon.


"Tapi ini pemerasan!"protes Abel.


"Ini bukan pemerasan, ayo kita menikah dan memproses banyak anak kecil untuk pewaris ku"jawab Leon samtai lagi.


"Haha sekarang bagaimana cara kelinci manisku menolak?"batin Leon.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2