
"Yah,hanya hari ini"jawab Leon yang masih menyetir.
Lengkungan sempurna di bibir Abel mendengar jawaban Leon,dia akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik.
"Yeah!!"batin Abel bersorak.
"Sekarang beri aku senyuman terbaikmu"ucap Leon yang masih menyetir.
Abel sebenarnya malu mendengar penuturan Leon,tapi dia juga sangat bahagia sekarang dan dia pun memberikan senyuman khas miliknya yang menawan.
"Good girl!!"ujar Leon sambil mengusap lembut pucuk kepala Abel.
Mereka sekarang sudag berada di halam depan rumah Abel yang sederhana,Abel bergegas turun dari mobil dan berjalan mendekati pintu rumahnya itu.
Aroma ketenangan dan kehangatan menyeruak di tubuh Abel,dia sangt merindukan tempat ini.
"Ayo cepat!!"ucap Abel ke Leon yang baru melangkahkan kaki nya turun dari mobil.
Leon hanya bisa menggeleng melihat Abel yang sangat berantusias.
Leon mengeluarkan kunci rumah yang berada di kantongnya dan memberikan kepada Abel,Abel menerimanya dengan wajah sumringah dan langsung memasukan kunci itu di lubang kuncinya.
Pintu rumah itu terbuka,Abel melihat seluruh isi dalam rumah itu,tidak ada yang berubah dari sebelum dia meninggalkanya.
"Ayah,ibu..aku pulang"ujar Abel lembut dan pelan sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam,dia bahkan melupakan Leon yang daritadi terus menyaksikan tingkahnya.
Abel menatap bingkai foto kedua orang tuanya serta dirinya yang terpajang indah di dinding rumahnya itu.
"Aku sangat merindukan kalian"batin Abel yang mulai meneteskan air matanya melihat keluarganya di foto.
Tiba tiba ada suara seseorang yang membuat suasana haru Abel terganggu.
"Apa kamu tidak akan menyuruhku masuk dan hanya berdiri di sini terus?"tanya Leon dengan wajah datarnya.
Abel membalikan tubuhnya melihat Leon yang berdiri di depan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Ah yah,aku lupa..!"ucap Abel dan segera berjalan ke arah Leon dan menariknya masuk.
"Apa kamu tinggal sendiri selama ini?"tanya Leon sambil melihat sekeliling ruangan rumah Abel.
"Tidak,aku selalu bersama kedua orang tua ku,mereka selalu ada di setiap kegiatan ku dirumah ini"jawab Abel sambil tersenyum tipis dan mengalihkan pandanganya ke arah bingkai foto.
"Sudahlah,jangan bersedih..!kamu tidak akan sendiri lagi sekarang"ucap Leon menghibur Abel sambil memegang pipi Abel.
Tidak bisa Abel pungkiri,penuturan Leon barusan membuatnya tersentuh,tapi dia berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya.
"Yah,terima kasih"ucap Abel.
"Ah yah,aku merindukan kamar ku,aku akan ke sana sekarang,kamu tunggulah disini"ucap Abel mengalihkan pembicaraan dan akan beranjak,tapi Leon menarik tangannya hingga Abel jatuh dalamn pelukan Leon.
"Apa kamu akan meninggalkan ku disini sendirian dan kamu melepas rindu di kasurmu?tidak!!"ucap Leon sembari menatap tepat di manik mata Abel.
"Bu..bukan begitu maksud ku,kamu tunggu dulu disini,kamu tidak mungkin ikut masuk ke kamar ku,aku akan membuatkan mu kopi setelah ini"jawab Abel yang mencoba membujuk Leon.
"Kopi? emm..yah baiklah"ucap Leon sembari memikir jawabannya.
"Jika begitu,lepaskan aku"pinta Abel yang masih di peluk erat Leon,dan akhirnya Leon melepaskan pelukannya walau terpaksa.Segala yang ada pada Abel sangat membuatnya kecanduan hingga selalu terngiang di kepalanya.
Abel mendorong pintu kayu kamarnya dengan senyuman kebahagiaan yang berlimpah.
Saat kamae terbuka sempurna,dia segera melangkahkan kaki nya masuk kedalam dan segera merebahkan tubuhnya di kasur sederhana miliknya.
"Ahh..aku sangat merindukan kalian semua"gumam Abel sambil melihat di sekeliling kamarnya itu.
Sangat nyaman disini,kehangatan keluarganya sangat terasa bila menutup mata,pikir Abel yang mulai memejamkan matanya dan akhirnya dia terlelap tidur.
Sudah sangat lama Leon menunggu di luar sambil mengotak atik ponselnya,tapi Abel tak kunjung tiba.
"Sebenarnya dia kemana?"monolog Leon sambil beranjak dari duduknya dan berinisiatif mencari Abel.
Saat Leon berada di depan kamar yang di masuki Abel tadi,dia segera mendorong pintu itu dan terlihat di pandanganya orang yang dia cari sedang terlelap dengan sangat nyenyak sambil memeluk gulingnya.
__ADS_1
"Aku menunggunya sangat lama,tapi dia sedang bermimpi indah dalam tidurnya,kelinci manisku ini seperti nya harus di hukum"gumam Leon sambil berjalan masuk ke dalam kamar Abel dan memperhatikan wajah Abel yang tertidur dengan jarak yang sangat dekat.
"Apa begitu nyaman?"tanya Leon ke Abel yang sedang tertidur lelap.
"Ku pikir tadi kamu pergi,ternyata kamu sedang menikmati tidur sore mu,aku bisa bertaruh kamu tidak akan bisa tidur malam nanti"gumam Leon pada Abel sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Abel.
Leon mengambil ponselnya di saku dan menelpon seseorang dengan jarak yang cukup jauh dari Abel agar tidurnya tak terganggu.
Setelah menelpon dia pun ikut berbaring di tempat tidur sederhana tapi muat untuk dua orang milik Abel.
Leon memeluk tubuh Abel yang sangat pas di tubuhnya,sangat nyaman saat memeluk tubuh Abel pikir Leon dan tanpa sadar dia tersenyum untuk sekian kalinya setelah mengenal Abel.
"Banguni aku saat kamu lapar"ucap Leon ke Abel pelan lalu menaruh kepala Abel ke dadanya dan ikut terlelap.
Di alam mimpi Abel dia sekarang berada di padang bunga lavender yang aromanya menyeruak di penciuman,namun tiba tiba sosok ayah dan ibu Abel muncul dari balik bunga tersebut,Abel mencoba mendekatinya namun seakan langkah Abel berat dan tak berdaya.
"Ayah..!! ibu...!!"teriak Abel memanggil kedua orang tuanya yang sedang memperhatikannya.
"Belum saatnya kamu bersama kami nak,kehidupan mu masih panjang"ujar Ayah Abel sambil tersenyum.
"Tidak ayah! kehidupan sangat jahat,aku ingin bersama kalian,bantu aku Ayah..Ibu"balas Abel yang mulai terisak karna langkahnya seakan tak berdaya untuk menapak.
"Kamu tidak benar nak,ada seseorang yang akan mewarnai hidup mu yang kelabu itu,cobalah untuk menerima nya nak.."ujar Ibu Abel sambil tersenyum.
"Tidak Bu,aku ingin bersama kalian saja,tolong bantu aku bergerak"balas Abel yang mulai menangis tapi kedua orang tua nya mendadak menghilang dari penglihatan Abel.
"Ayah,Ibu..!!kalian kemana?!"teriak Abel dan menangis sejadi jadinya.
"Kembalilah,aku ingin ikut kalian...!!"teriak Abel di alam mimpinya,namun mendadak seperti ada kehangatan di tubuh Abel yang membuatnya merasa tenang.
"Ada apa dengan diri ini?!"monolog nya di alam mimpi dan merasa melayang dan pergi dari tempat itu dan mulai tidur dengan normal.
Leon merasakan gerakan dari Abel di pelukannya langsung melihat wajah Abel,dia masih memejamkan mata tapi terlihat kerutan di keningnya menandakan dia mungkin bermimpi buruk,pikir Leon.
Leon kembali memgeratkan pelukannya dan perlahan Abel mulai tenang dan kembali tidur.
__ADS_1
"Sebenarnya apa yang ada di dalam mimpi mu itu?"batin Leon.
Bersambung...