
"Apa dia(Gion) menyakiti mu? apa dia melakukan hal hal jahat padamu?"tanya Leon.
"Tidak, dia tidak menyakitiku"ucap Abel.
"Syukurlah, aku sangat khawatir padamu" ucap Leon lega dengan tersenyum hangat pada Abel.
"Em..."gumam Abel
"Ada apa?"tanya Leon menatap Abel.
"Bisa lepaskan selang oksigen ini, aku sangat tidak enak mengenakan ini" jelas Abel.
"Tentu tidak, enak saja ingin di lepas! apa kamu tidak tau jika kamu itu sedang sakit? jawabanku tidak!" jawab Leon tegas.
Abel menyemberutkan wajahnya mendengar jawaban Leon, tapi Leon melakukan ini juga demi kebaikan dirinya pikir Abel.
"Baiklah" ucap Abel.
"Bagus, kelinci manis ku sekarang menjadi sangat penurut" tutur Leon dengan tangan yang membelai kepala Abel.
"Siapa yang kamu sebut kelinci manis mu? aku bukan kelinci, aku manusia" jelas Abel jengkel.
"Yah, kamu memang manusia tapi bagi ku kamu adalah seekor kelinci, kelinci manis milik Leon" ujar Leon.
Abel rasanya ingin tertawa mendengaran penuturan Leon yang dianggapnya sangat lebay.
"Sudahlah, rasanya perut ku sakit jika lama lama mendengarkanmu bicara" jelas Abel sambil terkekeh ringan.
"Apa kamu tidak menganggap ucapan ku serius?" tanya Leon selidik.
"Entahlah, kamu sangat berlebihan" jawab Abel.
"Itu wajar karna aku menyayangimu" ucap Leon yang berhasil membuat Abel seketika terdiam.
"Apa yang dia sadar atas apa yang ia katakan? "batin Abel.
"Apa kamu memerlukan sesuatu?"tanya Leon.
"Tidak perlu, kamu istirahatlah...kamu pasti sangat lelah,dan...hey apa itu?" ucap Abel mendadak terhenti saat tersadar jika lengan dan rahang Leon terluka.
"Apa?"tanya Leon
"Ada apa dengan lengan dan rahang mu? kenapa bisa terluka?" tanya Abel.
"Oh ini, tidak apa apa ini hanya sedikit goresan" jawab Leon agar tidak membuat Abel khawatir.
"Jangan bilang itu karna kamu menyelamatkan ku?" tanya Abel dengan guratan bersalah di wajahnya.
Leon yang melihat perasaan bersalah dari wajah Abel secara spontan mengusap lembut pipi Abel di selingi senyum di bibir nya.
"Jangan khawatir, aku tidak akan mati hanya dengan luka seperti ini" jelas Leon
"Dasar pak singa arogan, bisa bisa nya kamu bersikap arogan di saat seperti ini" ucap Abel.
__ADS_1
Leon terkekeh mendengar ucapan Abel, dia sangat suka saat Abel memanggilnya pak singa.
"Kenapa kamu memanggil ku pak singa?"tanya Leon tepat di depan wajah Abel.
"Tentu saja karna kamu suka marah marah dan menyebalkan" jawab Abel santai.
"Benarkah? kapan aku marah?" tanya Leon lagi dengan ekspresi tak berdosa.
"Kapan? kamu selalu marah marah setiap saat, emm yah aku ingat saat kamu memarahi Hans,huff sangat menyebalkan, aku harus membuat Hans berhenti bekerja denganmu atau dia akan terus kamu marahi" jelas Abel panjang lebar dengan ekspresi kesal.
"Itu karna dia membuat kesalahan dan aku ingin tahu bagaimana caramu membuatnya berhenti bekerja dengan ku?" ucap Leon.
"Akan ku pikirkan nanti, untuk sekarang keadaan kepala ku sedang tidak baik, aku sulit berpikir keras" jelas Abel.
"Em baiklah kelinci manis, sekarang ayo istirahat agar segera sembuh" ucap Leon kemudian menyelimuti tubuh Abel dengan selimutnya.
"Em kapan aku bisa pulang?"tanya Abel
"Sampai kamu sembuh total,memangnya ada apa?" tanya Leon.
"Aku tidak suka di tempat ini, bau nya sangat aneh"ujar Abel.
"Aku tidak tau, akan ku tanyai dengan dokter nanti" ucap Leon.
"Aku ingin pulang saja" pinta Abel.
"Tapi kamu belum sembuh" jelas Leon.
"Pulang ke rumah ku, bukan rumah mu" lanjut Abel.
Leon menyerngitkan keningnya mendengar penuturan Abel, dia tidak senang jika Abel kembali kerumah nya.
"Tidak, jika pun kamu sudah sembuh kamu harus tinggal bersama ku" ucap Leon tegas.
"Aku tidak mau" gumam Abel pelan yang masih bisa di dengar oleh Leon.
"Harus mau" tegas Leon
"Dasar Tuan pemaksa, entah bagaimana Hans bisa tahan bekerja denganmu" ucap Abel.
"Kenapa kamu membicarakan Hans terus?, ada apa dengannya?" tanya Leon cemburu.
"Hehe waktu nya berekting, bukankah aku ratu ekting saat di SMP?mari kita lakukan pada pak singa menjengkelkan ini "batin Abel.
"Em, karna dia tampan dan juga sangat baik, dia juga sangat sopan dan..." ucapan Abel terhenti karna Leon mencium nya.
"Apa dia sudah tidak waras? aku sedang sakit sekarang!!!"batin Abel.
Leon melepas ciuman nya saat dia merasa Abel sudah terdiam.
"Jangan pernah memuji pria lain selain diriku, aku tidak suka" jelas Leon.
"Dasar tidak tau malu, ini rumah sakit! bagaimana jika aku kehabisan nafas?" tanya Abel kesal.
__ADS_1
"Aku akan memberikan nafas buatan untuk mu" jawab Leon menggoda Abel.
"Em sudahlah, aku lelah berdebat dengamu, aku ingin tidur saja" jelas Abel.
"Baiklah, tidur nyenyak kelinci manis" ucap Leon lembut.
"Ha? em..yah terima kasih"jawab Abel gugup.
Perlahan Abel mulai tertidur dengan Leon di samping ranjang yang sedang duduk menjaga dirinya nya.
"Cepat sembuh sayang, aku merindukan omelan mu" ucap Leon menatal Abel sayang.
Ia meraih ponselnya di saku dan menghubungi Hans yang tadi di perintahkannya untuk membereskan Gion dan Anak buah nya.
"Bagaimana?"tanya Leon singkat.
"Semua nya sudah beres Tuan, saya sudah membawa nya di tempat yang anda perintah kan" jawab Hans dari seberang sana.
"Bagus, awasi terus dia" ucap Leon.
"Baik Tuan" jawab Hans kemudian panggilan terputus.
Setelah panggilan terputus, Leon segera mengecup kening Abel lembut.
"Aku akan menghukum nya hingga ia tidak akan berfikir untuk mengambil mu dariku lagi" ucap Leon.
"Dia akan menyesal" lanjut nya.
.
.
.
"Lepaskan aku breng*sek!!" bentak Gion yang terikat di kursi.
"Jangan pernah berharap untuk bebas, Anda harus mendapatkan hukuman yang setimpal karna berani mengambil Nona Muda kami" jelas Hans dingin.
"Dia bukan Nona Muda kalian, dia milikku! hanya milikku!" tegas Gion tak terima.
"Ckk, saya tidak yakin Anda berani mengatakan ini lago setelah diberi sedikit pelajaran dari Tuan" ucap Hans sinis.
"Tuan mu itu pria breng"sek, dia telah merebut wanita ku!!" teriak Gion marah.
Hans tidak terima jika Tuan nya di hina, apalagi jika yang menghina Tuan nya adalah Gion.
"Jaga ucapan mu dan bersadar diri lah siapa pria breng*sek sesungguhnyanya" ucap Hans tegas dengan tatapan tajam ke arah Gion.
Hans ingin sekali menghajar habis pria di depannya ini, tapi Leon melarangnya karna hanya dia yang berhak memberi pelajaran pada Gion.
"Pesan ku hanya ini, nikmatilah masa masa sekarang karna belum tentu besok atau seterusnya kamu bisa berbicara seperti sekarang" ucap Hans dingin kemudian berjalan keluar dan menyuruh penjaga mengawasi Gion dengan ketat.
Bersambung...
__ADS_1