
"Ayo bawa Nona muda"ucap salah satu pria itu dan Abel dengan paksa di bawa kedalam mobil.
"Abel.."ucap Rey lirih menahan sakit yang melihat Abel di bawa oleh banyak orang kedalam mobil. Dia mencoba bangkit,tapi dia sudah tak bertenaga. Dia akhirnya hanya menekan nomor di ponsel untuk minta pertolongan.
"Lepaskan aku...!!"teriak Abel sambil terus meronta ronta.
"Hey,kalian siapa! lepaskan aku!"perintah Abel.
Para pria bertubuh tegap itu tak menjawab ucapan Abel,mereka hanya diam sambil terus memegang kedua lengan Abel.
Singkat cerita mobil yang membawa Abel berhenti di depan sebuah Monsion mewah bak kerajaan yunani.
Pintu mobil di buka oleh satu pria berbadan tegap ,dan Abel di tarik secara paksa menuruni mobil dan masuk ke dalam Monsion mewah itu.
"Lepaskan aku,kalian siapa?lepaskan aku!tolong..."teriak Abel.
Para pria itu tidak menanggapi ucapan dan teriakan Abel. Mereka hanya fokus dengan satu tujuan,membawa Abel kepada Tuan nya.
Mereka membawa Abel naik ke lantai atas Monsion dan memasukan Abel ke dalam kamar dan mengunci nya.
"Hey!buka pintu nya"teriak Abel sambil memukul mukul pintu,namun mereka sama sekali tak membuka nya.
"Aku akan menelpon polisi,lebih baik kalian buka pintu nya!"ancam Abel namun tak ada respon dari luar.
Abel putus asa,dia sesekali membenturkan keningnya ke pintu dan merutuki nasib nya.
"Buka pintunya..,aku ingin pergi..hiks"ucap Abel lirih sambil menangis.
Namun Abel tak menyadari,ada seseorang yang daritadi memperhatikan gerak gerik nya di ruangan itu.
"Apa kamu sudah puas jalan jalan?"tanya seseorang dengan suara deep voice di belakang Abel,Abel dengan spontan membalikkan badannya.
__ADS_1
Terpampang lah wajah pria tampan dengan hidung mancung,dan mata tajam setajam elang, dia adalah Leon.
"Kau?"tutur Abel.
"Ya,ini aku. Bukan kah gadis manis ku ini tadi mengatakan bahwa dia sakit perut? lalu kenapa dia malah keluar dan hendak pergi?"tanya Leon dengan ekspresi menakutkan berjalan ke arah Abel.
Tubuh Abel bergetar ketakutan tatkala Leon mendekatinya dengan wajah menakutkan.
"Sekarang apa yang akan dia lakukan?Tuhan tolong aku"batin Abel.
"Jangan mendekat! aku ingin pergi. Aku tidak ingin melihat mu"tutur Abel,namun Leon tak bergeming dia terus berjalan mendekati Abel,dan dengan sigap dia mengurung tubuh Abel di dinding dengan tangannya di kedua belah sisi.
Abel sangat takut sekarang,dia telah menipu seseorang yang tidak boleh di tipu. Dia hanya bisa berdoa agar dia tidak di apa apa kan oleh Leon. Walaupun dia sering melawan Leon,tapi dia tetap lah seorang wanita,yang akan kalah jika sudah berhadapan dengan pria,apalagi pria itu adalah Leon.
"Menyingkirlah!"perintah Abel sambil mendorong dada Leon,tapi Leon sama sekali tak bergerak.
"Kamu sudah berani menipuku, kira kira hukuman apa yang akan kuberikan untuk kelinci manis ku ini?"tanya Leon dengan senyum smirk miliknya,Abel menelan saliva nya mendengar itu.
"Ayo Abel,lawan dia!bukan kah kamu gadis tangguh?selama ini kamu sudah sangat berani, jangan terlihat lemah dan tak berdaya di hadapannya"batin Abel.
"Haha,sepertinya aku harus mengajari kelinci manis ku ini cara berbicara dengan manis"ucap Leon dan langsung menyambar bibir Abel. Leon menahan tengkuk dan memegang erat pinggang ramping milik Abel agar tak memberontak. Sekarang Abel tak bisa mundur,dia hanya bisa menjambak rambut dan mencakar cakar tubuh bagian belakang Leon,namun Leon sama sekali tak memberi celah untuk melepas ciuman itu.
Leon memperdalam ciuman nya. Dia menggigit pelan bibir Abel,dan membuat mulut Abel terbuka. Tak menyia nyia kan kesempatan dia segera memainkan lidah nya di dalam sana,mengabsen setiap bagian mulut Abel.
Abel terus meronta,dia sudah kehabisan nafas,namun nampak Leon sama sekali tak berniat menyudahi ciuman itu. Tanpa di duga oleh Abel,Leon menarik dress yang ia kenakan dan robek seketika.
Leon mengiring Abel ke tempat tidur,dan mendorong Abel tanpa melepas ciuman nya, ciuman Leon perlahan lahan turun ke leher dan membuat banyak tanda di sana.
"Hentikan,hiks hiks,tolong berhenti.."pinta Abel yang sejak tadi sudah menangis,namun Leon sama sekali tak menghiraukannya.
Leon menarik paksa, bra yang di pakai Abel sehingga terlepas permanen dan menyusu bagaikan anak kecil. Tangannya yang satu mencekal kedua tangan Abel ke atas kepala agar Abel tidak banyak memberontak dan tangan satunya lagi dia pakai untuk meremas dada Abel.
__ADS_1
"Akhh"satu desa*han lolos di mulut Abel di iringin dengan air mata. Dia sempat terbawa suasana,namun akal sehat nya masih bekerja.
"Berhenti,ku mohon hentikan"pinta Abel lirih namun tak di tanggapi Leon.
Leon membuat banyak tanda di tubuh Abel,tidak hanya di leher dan di dada,dia bahkan membuatnya di perut dan paha. Saat tangan Leon akan membuka pelindung terakhir Abel,namun dengan rintihan menyedihkan keluar dari mulut Abel.
"Jangan lakukan,hiks aku tidak akan melarikan diri lagi. Aku akan mendengarkan ucapan mu,kumohon hentikan,hiks"mohon Abel yang menyedihkan membuat Leon menghentikan kegiatannya dan menatap Abel.
"Kumohon jangan lakukan itu,aku akan mendengar kan mu dan tidak akan pernah mencoba melarikan diri lagi. Jangan lakukan itu,hiks"lanjut Abel lagi.
Leon menatap Abel di bawah kungkungannya dengan senyum smirk,akhirnya kelinci manis nya mau menurut.
"Baiklah aku tidak akan melakukannya,tapi dengarkan aku,jika kamu mencoba mengingkari nya maka aku akan benar benar melakukannya"ucap Leon dengan deru nafas terengah engah lantaran ***** nya sudah di ujung tanduk tapi dengan paksa dia menghentikan nya.
"Aku tidak akan mengingkarinya"jawab Abel sambil memalingkan wajahnya dari Leon.
"Bagus,jadilah gadis manis yang baik,maka aku tidak akan berbuat lebih padamu"ucap Leon kemudiam beranjak dari tubuh Abel dan berdiri di samping kasur.
"Berdiam manis lah disini,aku akan segera kembali"ucap Leon yang langsung meninggalkan Abel di kamar.
Selepas kepergian Leon,tubuh Abel seperti hancur berkeping keping,dia sudah kalah sekarang,dia hanya bisa menuruti segala ucapan Leon.
"Hiks hiks"rintih tangis Abel semakin menjadi ketika melihat keadaan tubuhnya yang sudah di penuh tanda yang di buat oleh Leon. Ingin rasanya ia meraung sekencang kencangnya,tapi dia sudah kehabisan tenaga untuk melakukan itu.
.
.
.
Setelah pergi meninggalkan Abel di kamar tadi,Leon berjalan ke kamar nya dan melepas seluruh pakaiannya. Ia mengguyur diri dengan air dingin. Tadi nya ingin sekali Leon membuat Abel mengandung anak nya agar Abel tak berani meninggalkannya,tapi mendengar rintihan kesedihan Abel membuatnya kasihan dan menggagalkan rencananya sendiri.
__ADS_1
"Ah..shitt"umpatnya saat sesuatu miliknya tak mau jinak.
Bersambung...