
"Jika saja aku punya kekuatan,akan ku cukur habis rambutmu itu,dasar pemeras"gumam Abel pelan sambil berjalan menuju kamar mandi,tanpa sadar Leon mendengar semua itu.
Leon menahan tawanya agar tidak pecah,sungguh!Abel telah mengubah dunianya.
"Tuhan,bisa aku mengaku?aku sangat menyukainya"Ucap batin Leon
Terlihat lengkungan di sudut bibir Leon yang tak pernah ada sebelum nya,Abel telah mengubah hidupnya 360 derajad dari sebelumnya.
"Dia akan menjadi pendamping hidup yang sempurna untukku"gumam Leon sambil memejamkan matanya.
Sedangkan Abel yang sedang di kamar mandi sedang menggerutu karna di jadikan pembantu oleh Leon.
"Emang nya siapa dia berani memerintahku?,jika saja dia tidak mengurungku,sudah ku ulek sama sambal terasi"Gerutu Abel sambil mengisi air di bathup.
Tiba tiba terselip ide jahil Abel untuk membalas Leon,dia tersenyum smirk memikirkan ide nya itu.
"Hehe..,waktunya balas dendam"gumam Abel sambil mengambil deterjen di atas wastafel dan memasukannya kedalam bathup.
"Haha,kita liat reaksinya nanti,biar panas tuh badan,enak saja memeras Abel memang nya aku cucian apa?"Gumam Abel lagi sembari menahan tawanya.
Abel membuka pintu kamar mandi dan berjalan keluar untuk memberitahu Leon bahwa air mandi nya sudah siap.
"Ekhmm"Abel berdehem
Tapi Leon tak bereaksi,dia masih menutup matanya.
"Ekhmmmm"Dehem Abel lebih keras
"Ada apa?"kali ini Leon menjawab.
"Air mandi nya sudah siap"Ucap Abel malas
"Benarkah?"tanya Leon iseng
"Iyah"jawab Abel jengah.
"Ayo bantu aku buka baju"Pinta Leon santai.
"Apa?!!"teriak Abel
"Apa kamu tidak bisa mendengarnya?"tanya Leon
"Entahlah,aku sangat suka membuatnya marah,dia sangat cantik saat marah"Batin Leon
"Kamu bukan anak kecil,kamu bisa buka sendiri,kenapa menyuruhku?"ucap Abel sambil membalikan tubuhnya membelakangi Leon.
"Jadi kamu tidak mau?"tanya Leon menyembunyikan tawanya dan memasang wajah datar.
"Yah aku tidak mau!"ucap Abel tegas.
__ADS_1
"Baiklah,maka hukumanmu aku perpanjang,kamu harus menyiapkan keperluan ku setiap hari"Ujar Leon santai.
Abel membelalakan matanya mendengar penuturan Leon,Bagaimana mungkin dia melakukan itu apalagi setiap hari.
"Apa?!!,yang benar saja?kamu benar benar memerasku!!"teriak Abel.
"Itu bukan pemerasan"ujar Leon santai
"Bukan pemerasan?yang benar saja?dasar pria tidak waras"Ucap Abel sembari melangkah untuk keluar dari kamar Leon.
Leon yang melihat Abel akan keluar dari kamarnya lantas mengancam Abel kembali.
"Sekali lagi kamu melangkah,maka akan ku lenyapkan temanmu Jennifer"Tutur Leon.
Abel yang mendengar penuturan Leon langsung mengerem langkahnya dan berbalik menghadap Leon.
"Apa yang kau katakan?,jangan berani berani mengganggu temanku!,dan darimana kau tau nama temanku?"ujar Abel.
"Ahhh, Abel ku sayang..Sangatlah mudah menemukan identitas orang orang di negara ini,apa kau tidak tau siapa aku?"tanya Leon santai.
"S..ss sebenarnya si..siapa kamu?"tanya Abel gugup.
"Apa kau tidak mengenal ku? baiklah akan ku beritahu,kemarilah"ujar Leon menyuruh Abel mendekatinya.
"Apa?!!tidak aku tidak ingin mendekatinya,tapi..?bagaimana jika dia benar benar melukai Jeje?"Batin Abel.
Dengan langkah pelan,Abel berjalan mendekati Leon,sekarang dia sudah di samping kasur tempat Leon berbaring.
"Jangan sakiti Jeje"Ucap Abel
"Aku tidak akan menyakiti teman mu jika kamu tidak membantahku,jadilah gadis baik,kau mengerti?"Ucap Leon.
"Pria ini benar benar tidak waras,tapi aku harus menurutinya,aku tidak mau Jeje kenapa kenapa"Batin Abel.
Abel hanya mengangguk,Leon yang melihat itu tersenyum tipis. Secara tiba tiba Leon menarik pergelangan tangan Abel dan alhasil Abel jatuh kedalam pelukan Leon,Leon lantas memeluk erat tubuh Abel.
Abel terus meronta ronta,tapi dia tidak terlalu kuat untuk melawan Leon yang kuat tubuhnya berkali kali lipat dari kekuatannya.
"Lepaskan aku!!"peringkat Abel.
"Akan ku lepas,setelah ini siapkan keperluan ku,jangan membantah atau yang ku katakan tadi akan benar benar menjadi kenyataan"tutur Leon dan tanpa aba aba dia langsung mengecup bibir Abel,tidak!! bukan kecupan,tapi ciuman yang cukup lama.Abel yang mendapat perlakuan itu lantas meronta ronta mati matian,tapi hasil nya nihil.
Setelah cukup lama,Leon akhirnya melepaskan ciuman itu,dan menatap Abel.
"Pria kurang ajar!!tidak tau sopan santun!! apa yang kau lakukan hah?!!lepaskan aku,akhh!"teriak Abel.
Leon pun melepaskan pelukannya dari Abel dan tersenyum hangat,dia menatap Abel yang terus memarahi dan memaki makinya.
"Sangat manis"ucap Leon sebelum akhirnya masuk kedalam kamar mandi.
__ADS_1
"Dasar kurang ajar!!aku akan membalasmu,tunggu pembalasan ku nanti!!"teriak Abel.
Leon yang mendengar kata kata Abel hanya tersenyum dan sesekali tertawa,dia sangat suka saat Abel memarahinya,dia menjadi bisa merasakan kasih sayang seorang ibu yang sudah tak ia dapatkan.
"Pria itu benar benar bukan orang baik,aku harus dengan cepat keluar dari sini,aku bisa bisa mati jika lama lama di sini,tapi..?bagaimana caranya..?"gumam Abel.
"Akh!,kepala ku jadi sakit memikirkannya,lebih baik ku siapkan saja pakaian pria gila itu atau dia akan kembali mengancam ku"tutur Abel dan mulai membuka lemari besar di kamar itu,dia mengambil pakaian yang biasa orang kenakan saat ke kantor dan meletakannya diatas tempat tidur.
"Sekarang sudah siap,apa sekarang aku boleh keluar dari kamar ini?"monolog Abel.
Tiba tiba terdengar teriakan dari kamar mandi,siapa lagi jika bukan teriakan Leon,Abel yang mendengar teriakan Leon sempat kaget.
Leon membuka pintu kamar mandi dengan kasar hingga menimbulkan bunyi yang keras.
Leon sekarang hanya mengenakan handuk di pinggang nya saja,dan jangan tanyakan lagi wajah nya itu,sangat mengerikan.
Abel yang melihat itu lantas membalikan tubuhnya membelakangi Leon.
"Astaga!!..apa yang terjadi?..oh my god!!aku lupa,aku tadi menaruh deterjen di dalam bathup,pasti dia akan mencincang ku sekarang"Batin Abel.
Leon berjalan mendekati Abel hingga berada di belakang Abel sekarang.
"Apa yang kamu masukan tadi?"tanya Leon.
"A..aa apa yang kumasukan?"tanya Abel pura pura tidak tau.
"Ayo berbalik"Perintah Leon.
"Tidak!pakai baju mu dulu"ucap Abel.
"Aku bilang berbalik!!"kali ini Leon mengucapkan dengan tegas,Abel yang mendengarnya spontan berbalik tapi dengan menutup mata.
"I..iya"ucap Abel.
"Apa kau sengaja melakukan itu?"tanya Leon.
"Apa yang kulakukan?"tanya Abel lagi dengan berpura pura tidak tau.
"Tatap mata ku saat berbicara,cepat!!"perintah Leon tegas.
"Tidak mau"jawab Abel.
Leon yang sudah kehabisan kesabaran langsung menyambar baju di lemari dan mengenakannya.
"sekarang buka matamu,aku sudah mengenakan baju"Ujar Leon.
Abel perlahan membuka matanya,dan benar saja Leon sudah mengenakan baju kaos putih dengan celana pendek,tapi apa itu?kulitnya memerah.
"Astaga!!matilah aku"batin Abel.
__ADS_1
bersambung...
like,coment,vote:)