Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-40


__ADS_3

"Tuan,sepertinya mereka semua sudah pergi dari sini saat kita dalam perjalanan"jelas Hans.


"Shitt!!baji*ngan kau Gion!!"umpat Leon.


"Cepat cari keberadaan mereka!"perintah Leon tegas dan segera kembali ke mobilnya.


Saat semua mencari keberadaan Gion dan juga Abel tadi,Hans pergi mengecek CCTV di monsion itu dan benar saja,Gion dan para anak buahnya membawa Abel yang tak sadarkan diri pergi menggunakan mobil ke arah timur.


Hans yang mengetahui itu dan segera memberitahu Leon,Leon yang marah segera berjalan kembali ke mobilnya dan melaju.


"Cari keberadaan mereka segera!"perintah Leon pada Hans yang sedang menyetir mobil.


"Baik Tuan,kita bisa melacak plat mobil yang mereka gunakan tadi,saya sudah mencatatnya saat melihat CCTV"ucap Hana tegas sambil menatap lurus jalanan.


"Bagus Hans!,segera temui keberadaannya,aku tidak sabar untuk menghabisi baji*ngan itu"ucap Leon dengan wajah menakutkan dan dengan tatapan setajam elang.


.


.


.


Gion membawa Abel ke desa pedalaman yang sepi penduduk,di sana ia memiliki sebuah villa yang ia gunakan untuk menenangkan diri dari segala aktivitas dan juga dari masalahnya.


Gion meletak Abel perlahan di tempat tidur king size itu sambil menatap wajah Abel dalam,di dalam benak Gion sekarang hanyalah bagaimana caranya Abel terus bersamanya.


"Beristirahatlah sayang...,aku akan segera kembali ke sini menemanimu,aku harus menangani si breng*sek itu dulu"ucap Gion pada Abel sembari mengelus surai Abel lembut,sebelum ia meninggalkan Abel dia sempat mencium kening Abel lalu menyuruh banyak penjaga untuk berjaga di depan kamar yang di tempati Abel.


"Kalian harus tetap menjaga kamar ini sampai aku kembali dan jangan sampai ada penyusup yang masuk kemari,kalian paham?!!"jelas Gion tegas dengan tatapan tajam pada semua penjaga yang akan menjaga kamar dan juga villa tersebut.


"Baik Tuan!!!"jawab semua penjaga itu serempak dengan tegas.


Gion melirik asistennya Gerry sekaligus tangan kanan Gion,Gerry yang sudah mengerti mempersilahkan Gion berjalan di depannya dan kemudian mereka berdua pergi ke suatu tempat menggunakan mobil.


...****************...

__ADS_1


Abel membuka matanya perlahan dan tangan kirinya memegang kepalanya yang terasa amat pusing dan berat.


"Akhh!kepala ku sakit"keluh Abel kesakitan.


Perlahan lahan Abel menatap sekelilingnya dengan kepala pusing.


"Aku di mana lagi sekarang?"monolognya dengan air mata menetes di pelipisnya.


Abel mencoba bangkit dari posisi tidurnya menjadi posisi duduk,dia melihat tangan kanannya masih terinfus sama seperti sebelumnya.


Abel melihat di sekelilingnya dengan teliti,dia sedang mencari Gion yang dia takutkan berada di sana.


"Syukurlah"helah Abel lega.


"Aku harus pergi dari sini!!"tekat Abel sembari melihat tangannya terinfus.


Melintas pikiran Abel untuk melepaskannya karna itu akan memudahkan nya untuk kabur,tapi dia juga takut melakukannya,itu akan sangat menyakitkan.


Abel menghela nafas nya berat,dia sudah memutuskan untuk mencoba mencabut jarum infus itu dari lengannya.


"Akhh!!"jerit Abel pelan agar tidak ada orang yang mendengarnya.


Air mata Abel ikut keluar beserta terlepasnya jarum itu dari tangannya.


"Aw!ini sangat sakit"eluh Abel sambil memegang pergelangan tangannya.


Abel mencoba untuk turun dari tempat tidur itu walau dengan tubuh yang sangat lemas dan nafas yang belum beraturan sambil memegang pergelangan tangannya.


Ia berjalan ke arah pintu kamar itu,dia mengintip dari lubang kunci untuk memastikan tidak ada orang disana,namun yang di harapankan Abel tidaklah mulus.


"Begitu banyak penjaga di luar"gumam Abel.


Abel tak putus asa,dia berjalan ke arah jendela kamar itu dan segera menyibak tirainya.


"Aku ada dimana?"monolognya saat melihat di luar sana di penuhi pepohonan dan juga dedaunan.

__ADS_1


Abel melihat di seluru ruangan dan juga langit langit kamar tersebut,ia menghela lega karna tidak ada CCTV di kamar ini.


"Syukurlah,aku bisa mencoba melarikan diri"ucap Abel sembari mencoba membuka jendela kaca tersebut,namun ia sedikit kesulitan di karnakan kunci jendela tersebut sedikit berkarat dan macet juga tangannya yang masih sakit dan nyeri.


"Ayo Abel!!! lakukan dengan cepat atau kamu akan di lihat oleh pak Gion!"ucapnya menyemangati dirinya sendiri.


Jendela tersebut berhasil di buka,Abel mengintip dari jendela untuk melihat keadaan di sekitar luar sana.


Terlihat banyak sekali penjaga yang berjaga di luar,namun Abel sedikit lega karna ia berada di lantai bawah bukan di lantai atas,sehingga memudahkannya untuk lari melewati jendela.


"Kenapa mereka begitu banyak?"monolog Abel dengan ekspresi khawatir.


"Pak singa,kumohon tolong aku..."gumam Abel yang takut,ia bahkan tidak sadar atas apa yang ia katakan barusan,Leon juga menculiknya sama hal nya dengan Gion saat ini.


"Abel kembali mengintip dari balik jendela melihat situasi luar dan penjaga di sana masih berjaga.


"Bahkan disini jauh lebih sulit untuk melarikan diri daripada saat di tempat pak Singa"gumam Abel dengan mata yang masih melihat keluar.


"Ayah,Ibu...tolonglah putrimu ini,ia sedang dalam kesulitan sekarang"tutur Abel dengan air mata yang mengalir dari mata indahnya.


Abel tak memutuskan semangatnya begitu saja setelah melihat penjagaan ketat di luar sana,ia memiliki suatu ide yang pernah ia pikirkan saat ia di culik oleh Leon.


"Lakukan atau tidak sama sekali"ujar Abel kemudian kembali ketempat tidurnya.


"Berikan aku air..."teriak Abel dengan suara lirih dari dalam kamar.


Penjaga yang mendengar teriakan Abel pun mengangguk sambil menatap satu sama lain,salah satu dari mereka memanggil seorang pelayan wanita ke dalam untuk mengantarkan air dan juga makanan untuk Abel.Kenapa mereka menyuruh pelayan wanita yang masuk?itu karna Gion tidak mau ada pria yang mendekati wanitanya saat ia tidak ada.


"Masuklah dan berikan Nona apa yang ia inginkan"ujar satu orang penjaga yang berjaga di depan kamar Abel sambil membukakan pintu kamar.


Pelayan itu mengangguk dan berjalan masuk,saat pelayan itu sudah masuk ia segera mengunci kembali kamar tersebut,mereka takut akan terjadi hal yang tak di inginkan yang membuat mereka dalam masalah.


Abel melihat sekilas kedatangan pelayan tersebut,tapi ia berpura pura lemas,tidak! ia tidak sepenuhnya berpyra pura,Abel nyatanya memang masih lemah sekarang ini.


"Nona,ini air yang anda minta"ucap pelayan itu sopan sambil menyodorkan gelas itu ke arah Abel agar Abel mudah meminumnya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2