Obsesi Sang CEO

Obsesi Sang CEO
Episode-44


__ADS_3

"Pak singa..." ucap Abel lirih yang sudah tak berdaya sebelum akhirnya jatuh pingsan.


Ia terbaring tak sadarkan diri di tengah tengah dedaunan kering dengan tubuh yang sama sekali tak berdaya bahkan hanya untuk menggerakan tangan.


.


.


.


Leon berhenti di depan sebuah villa yang terbilang cukup mewah di sana, dia menatap curiga pada tempat itu.


"Siapa yang membangun villa di tempat seperti ini?"monolog nya kemudian menghentikan mobil.


Baru saat Leon menghentikan mobil nya, terdengar tembakan mengenai kaca mobil, Leon segera keluar dan terus menembak ke arah lawan.


Anak buah Leon datang dan segera membantu menghabisi para anak buah Gion dengan sadis.


Leon melangkah memasuki villa itu dengan terus menembak dan berjaga dari serangan musuh.


Suara tembakan terus terdengar di telinga, hingga anak buah Gion hanya tersisia sedikit.


Leon menarik kerah baju salah satu anak buah Gion dengan kasar.


"Di mana kalia menyembunyikannya"tanya Leon dengan tatapan maut.


Anak buah Gion yang memang sudah terluka merasa ketakutan saat mendapat tatapan maut dari Leon.


"Cepat!!"bentak Leon


"Saya tidak tau,Tuan"jawab nya ketakutan.


"Tidak tau?"tanya Leon kemudian memukul perut anak buah Gion.


"Akhh"teriaknya kesakitan,"saya benar benar tidak tau Tuan,Nona telah melarikan diri dari sini,akhh"jawab nya dengan kesakitan.


"melarikan diri?"tanya Leon dan di jawab anggukan takut oleh anak buah Gion.


"Ckk"Leon berdecak sambil memukul anak buah Gion hingga tak sadarkan diri.


"Ayo pergi dan cari keberadaan kelinci manisku"perintah Leon pada anak buah nya kemudian beranjak kembali kemobil.


Ponsel Leon berdering dan Leon segera memakai iPod nya.


"Katakan Hans"ucap Leon pada Hans sambil menyetir.

__ADS_1


"Gion dan anak buah nya berjalan kembali ke titik awal pemberhentian sebelumnya, dia membawa banyak penjagaan bersamanya,saya sedang mengikutinya dari jarak jauh,saya harap tuan berhati hati"jelas Hans.


"Biarkan dia kemari,aku akan membunuhnya"ucap Leon dengan amarah.


Dia megencangkan gas mobil nya untuk segera menemui Gion dengan amarah yang menggebu gebu,dia pasti akan melenyapkan Gion.


Lagi lagi tembakan kembali terdengar,Anak buah Leon segera bertindak dan membalas balik tembakan tersebut pada lawan di depannya.


Leon keluar dari mobil nya dan ikut menembak lawan di depannya itu,Dia menembak kaca mobil lawannya dan seketika tembakan dari dalam mobil itu nyaris mengenai Leon,untunglah Leon sempat mengelak.


Gion keluar dari dalam mobil dengan senapan yang mengarah ke Leon,Mereka berdua saling tembak menembak tanpa orang ketiga yang membantu.


"Sia*lan kau Gion! "umpat Leon dari kejauhan.


Mereka terus saling menembak,hingga akhirnya satu peluru menggores bahu Gion,Leon memanfaatkan situasi itu mendekati selagi Gion masih meringis kesakitan.


Leon memiting Gion dengan kuat dan Gion juga tidak tinggal diam,dia segera membalas pitingan dari Leon.


"Dimana kau menyembunyikan nya?"bentak Leon degan terus memitin Gion


"Ck,dia milikku sekarang,kau tak berhak mengetahui itu"jawab Gion tak kalah tegas.


Leon yang mendengar penuturan Gion semakin marah dan memukul wajah Gion keras hingga Gion tersungukur ke semak.


Leon berjalan mendekati Gion dengan senapan di tangannya,namun saat dia akan menembak Gion seseorang lebih dulu menembak pistol yang di pegang Leon hingga terlepas dari tangannya.


Leon mendekati Gion yang bersimbah darah dan kembali memukul Gion dengan brutal.


"Sudah kukatakan jangan berani bermain main dengaku!!" ucap Leon marah sambil mendaratkan satu pukulan di wajah Gion.


Gion tak menyerah,dia memukul balik wajah Leon keras dan mereka saling pukul memukul dengan tubuh yang sudah sangat kacau.Namun tiba tiba pertengkaran mereka terhenti saat melihat seorang wanita tak jauh dari mereka sedang terbaring lemah dengan wajah pucat pasi.


"Abel!!"teriak Leon dan Gion bersamaan.


Mereka saling tarik menarik ingin menghampiri Abel yang terbaring tak sadarkan diri 10 meter dari tempat mereka berada.


"Enyahlah kau kepar*at!"umpat Gion sambil menendang keras dada Leon dan membuat Leon termundur.


Gion segera berlari mendekati Abel yang tak sadarkan diri,namun belum sempat ia menyentuh Abel,Leon menembak kaki nya hingga ia tersungkur jatuh terjerembab ke tanah.


"Akhhhh"jerit Gion kesakitan.


Leon mendekati Gion dan menendang keras wajah Gion hingga tak sadarkan diri,kemudian ia menghampiri Abel yang tak sadarkan diri dengan wajah pucat seperti mayat.


"Bertahanlah sayang"ucap Leon kemudian mengangkat Abel ingin membawa nya kemobil.

__ADS_1


Dor dor dor


Suara tembakan terus menerus yang membuat seluruh anak buah Gion lenyap seketika, tembakan itu berasa dari Hans dan juga anak buah yang bersama nya tadi.


Hans menghampiri Leon yang menggendong Abel masuk ke mobil.


"Maaf Tuan,saya sedikit terlambat karna saya harus menangani anak buah Gion yang lainnya di sana"jelas Hans dan tak di tanggapi oleh Leon lantaran dia hanya berfokus pada satu orang di gendongannya.


Leon meletakan Abel perlahan di kursi belakangnya, dan menyuruh Hans mengendarai mobil.


"Cepat jalankan mobil ke rumah sakit"perintah Leon pada Hans.


Mobil mereka pun bergerak dengan sangat cepat melewati pedesaan yang dipenuhi pohon pinus tersebut.Sepanjang perjalanan,Leon tak henti hentinya mengenggam dan semat meneteskan air matanya.


"Bertahanlah sayang,aku sudah di sini,tidak ada orang yang akan menyakiti mu lagi,ayo buka matamu"ucap Gion sambil mengelus pipi Abel,namun Abel sama tak merespon.


"Cepatlah Hans!!"bentak Leon tegas pada Hans.


"Ini sudah kecepatan maksimum Tuan"jelas Hans.


"Kau berani menjawab ku?!"tanya Leon marah


"Maaf Tuan,tapi ini sudah kecepatan maksimum"ucap Hans dengan sedikit takut.


"Ckk,"Leon berdecak


"Anda sedang khawatir Tuan,anda tidak bisa memikirkan hal lain selain keselamatan Nona Muda"batin Hans.


Setibanya di rumah sakit,Leon segera menggendong Abel Ala bridal stile ke dalam sana dengan penampilan kacau dan percikan darah yang memenuhi baju nya.


"Dokter!!"teriak Leon lantang dan dokter serta perawat menghampiri Leon dengan tergesa gesa.


"Cepat tangani dia"ucap Leon yang denga cepat meletakan Abel di ranjang pasien.


"Baik Tuan,Anda bisa keluar dulu kami akan menangani nya"ucao dokter itu dan dengan berat hanti Leon berjalan keluar denga perasaan khawatir.


"Tenanglah Tuan,Nona muda akan baik baik saja"ucap Hans menghibur Leon.


"Apa maksud mu tenang?!jika terjadi sesuatu padanya aku akan melenyapkan seluruh keluarga baji*ngan itu!!" bentak Leon dengan marah.


Hans hanya menghela nafasnya, mungkin waktunya belum tepat untuk berbicara pada atasannya itu.


Pintu tempat Abel di tangani belum jua terbuka,Leon sangat gelisah,dia terus berjalan bolak balik di depan pintu tersebut.Hampir setengah jam Leon dan Hans menunggu di luar hingga akhirnya pintu tersebut terbuka.


Bersambung...

__ADS_1


Like,Komen,Vote!


__ADS_2