
"Gadis yang sangat menarik,kamu bisa dengan mudah mencuri hati seseorang dan dengan cara rapi kamu mengelabuinya,ahh..aku suka gadis seperti dirimu,aku akan menjadikan mu milikku dan tidak akan ku biarkan kamu pergi lagi"gumam Leon.
"Aku harus mendapatkan mu dengan cara apapun,aku tidak perduli kamu membenciku karna dengan berjalannya waktu benci itu akan berubah menjadi cinta"lanjutnya lagi.
.
.
.
Sekarang Abel dan juga Arjun sudah berada di depan rumah milik Abel,Abel segera memutar knop pintu namun terkunci,Abel meraba raba tubuhnya untuk mencari kunci tersebut,tapi dia lupa bahwa seluruh barangnya sudah di ambil oleh Leon.
"Ada apa?"tanya Arjun
"Aku kehilangan semua barang ku,aku tidak tau bagaimana sekarang"ujar Abel pasrah.
Arjun membalikan tubuh Abel menjadi menghadap ke arah nya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?,kenapa kamu bisa menghilang beberapa hari ini tanpa kabar dan juga di mana barang barang mu?"tanya Arjun berbondong
"S..se.,sebenarnya aku di..culik"ucap Abel gugup,sebenar nya ia tidak mau memberitahu Arjun karna dia takut Arjun akan ikut terseret dalam masalahnya.
"Apa?!!!"teriak Arjun.
Abel hanya menunduk tak berani menatap pria di hadapannya itu.
"Kamu tidak apa apa kan?,apa dia menyakitimu?apa dia melakukan sesuatu?aku harus menghubungi polisi segera"ucap Arjun
Saat Arjun akan meraih ponselnya di saku,Abel menahan tangannya agar Arjun tak menghubungi polisi.
"Arjun,aku tidak apa apa,aku baik baik saja,tidak perlu menelpon polisi"ucap Abel
"Kamu yakin? tapi ini serius Abel,ini kasus penculikan,ini harus di tangani pihak berwajib"jelas Arjun
"Jangan,jika kamu menghubungi polisi itu tidak ada gunanya,dia sangat berkuasa"jelas Abel
"Siapa sebenarnya yang menculikmu?dan bagaimana kejadiannya?"tanya Arjun.
Abel menceritakan semua kejadian yang dia alami kecuali kejadian yang memalukan yang tak mungkin dia beritahukan kepada Arjun,tapi dia tidak tau siapa nama pria yang menculiknya itu,pasal nya semua orang di monsions itu memanggilnya Tuan Muda.
"Syukurlah kamu tidak di apa apakan"ucap Arjun dan Abel hanya mengangguk.
"Apa kamu sama sekali tak mengetahui nama pria itu?apa kamu masih mengingat wajahnya?"tanya Arjun
"Aku sama sekali tidak tau nama nya,tapi aku ingat wajahnya"jawab Abel
Arjun menghela nafas nya,dia memperhatikan penampilan Abel dari atas sampai bawah.
__ADS_1
"Sepertinya Abel di perlakukan sangat baik,tapi kenapa dia mengenakan pakaian terbuka seperti ini?"batin Arjun
"Sudahlah,untuk sementara kamu tinggal lah dulu di apartement ku,dia pasti akan mencarimu lagi dan akan membawa mu pergi"ucap Arjun
"Tapi jun..,aku tidak mungkin tinggal di apartement mu,aku tidak ingin melibatkan mu"jelas Abel sambil menunduk
Arjun mengusap kepala Abel lembut dan tersenyum manis seperti biasanya.
"Tak perlu cemas,bukan kah aku teman mu?sudah seharusnya seorang teman membantu di saat sulit bukan? jadi,kamu harus mau,ini untuk keselamatan mu juga"jelas Arjun
Abel yang mendengar penuturan dari Arjun merasa tersentuh,dia sangat bersyukur mempunyai teman seperti Arjun dan juga Abel yang mau berteman dengannya.
"Makasih Jun,aku bersyukur memiliki teman yang baik seperti kamu"ucap Abel sambil menangis.
Secara spontan Arjun menarik tubuh Abel kedalam pelukannya,Abel tidak menolak dan tidak membalas pelukan itu.
"Sama²,sudahlah jangan menangis,bukan kah kamu gadis yang hebat?"tanya Arjun menghibur,Abel tak menjawab dia hanya mengangguk ringan
"Andai aku punya keberanian yang besar untuk mengutarakan hati ku,mungkin saat ini aku bisa secara instan melindungimu,tapi disini aku hanyalah temanmu,aku tak bisa memaksamu"Batin Arjun
.
.
.
"Dari yang saya dapat,dia adalah teman dari Nona muda,tuan"Jawab Hans
"Teman wanitaku?"tanya Leon
"Benar tuan,dia anak adalah anak ke dua dari Tuan Setiawan,Tuan"jawab Hans
"Apa dia menyukai wanitaku?"tanya Leon
"Saya tidak begitu yakin tuan,di karna kan dia tidak pernah mengatakan perasaannya kepada Nona,tapi jika dilihat dari perhatiannya,sepertinya dia memiliki perasaan kepada Nona muda,Tuan"jelas Hans panjang lebar.
"Begitu?..,si*l!! berani berani nya dia menyukai wanitaku,akan ku lenyapkan dirinya"Umpat Leon
"Sekarang dimana wanita ku berada?"tanya Leon
"Nona sekarang tinggal di apartement milik temannya yang bernama Arjun Setiawan tadi,Tuan"Jawab Hans.
"Apa?!!,apa wanita ku tinggal berdua dengan si brng*s*k itu?"tanya Leon marah
"tidak tuan,Nona tinggak sendirian sedangkan pria bernama Arjun itu tinggal di apartment nya yang lain"jawab Hans.
Leon terdiam setelah mendengar jawab Hans.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan mu di ambil oleh pria manapun,walau kamu menyukainya, aku akan tetap merampas mu dari pria itu."batin Leon
"Untuk sekarang biarkan dulu,pastikan kalian mengawasi wanita ku setiap saat,jangan sampai terjadi sesuatu padanya,kau mengerti?"ujar Leon
"Baik tuan,saya akan mengerahkan banyak penjaga untuk mengawasi Nona"ucap Hans
Leon hanya mengangguk dan menyuruh Hans keluar dari ruangannya.
"Aku sangat merindukanmu,aku akan membawa mu kembali setelah liburan beberapa saat mu itu"gumam Leon.
.
.
.
"Trimah kasih Arjun,kamu telah banyak membantuku,aku tidak akan melupakan jasa jasamu seumur hidupku"ujar Abel
"Tak perlu berterimah kasih seperti itu,dan yah ini ada kartu kredit,kamu bisa menggunakannya untuk membeli pakaian dan keperluan mu sehari hari"jelas Arjun
Abel mendadak diam setelah mendengar penuturan Arjun,harus kan dia menolak?tapi dia butuh untuk membeli pakaian,dia tidak mungkin mengenakan pakaian ini selamanya.
"Arjun,kamu sudah banyak menolong ku,aku merasa..."ucap Abel terpotong.
"Sudahlah,jangan merasa tidak enak hati,anggap saja ini pinjaman,kembalikan saat kamu punya uang,jangan terlalu di pikirkan,kamu mengerti?"ucap Arjun
Abel tersenyum tulus kepada Arjun,dia sangat bersyukur sekali,walau dia sudah tidak punya orang tua,tapi dia mendapatkan teman yang sangat baik.
"Terimah kasih Jun"ucap Abel di selingin senyuman terharu.
"Iya sama sama,ini udah sore,aku harus pulang,kamu tidak apa apa kan disini sendiri?jika ada masalah kamu segera hubungi aku yah di apartement ku adalah telpon, kamu bisa hubungi aku"jelas Arjun
"Iya aku tidak apa apa kok,kamu udah baik banget sama aku,entah bagaimana caranya aku membalasnya"ucap Abel
"Balas lah dengan menjadi kekasih ku"batin Arjun
"Haha,kamu bisa membalasnya jika kamu menjadi super man nanti"ucap Arjun menghibur Abel
"Apa apaan sih Jun,jika aku jadi super man kamu jadi apa?Wonder woman?hahah ada ada saja"ucap Abel sambil tertawa.
"Haha,yaudah yah aku pulang dulu,jaga diri baik baik dan jangan lupa kunci pintu"pesan Arjun yang sudah seperti kekasih yang menghawatirkan kekasihnya.
"Siap pak bos,hehe"jawab Abel sambil memberi hormat
Arjun ternyum dan mengusap kepala Abel sebelum akhirnya pergi dari apartement kediaman Abel sekarang.
Bersambung...
__ADS_1