
Leon membuka matanya sebelah dan melihat Abel yang sudah marah marah di pagi hari.
"Apa kamu tidak bosan berteriak?selalu saja berteriak"ucap Leon lalu menarik kembali selimut nya dan memeluk tubuh Abel lebih erat.
"Hentikan ini,pergilah"ucap Abel.
Leon tak menjawab ucapan Abel dan tetap di posisi awalnya. Abel mulai lelah memarahi dan merutuki Leon,akhirnya dia mendapatkan ide agar bisa terlepas dari Leon.
Abel mulai mengubah ekspresi nya,dia bahkan mengedip ngedip kan matanya agar berair.
"Ahhh"jerit Abel.
"Ahhh sakitt!!"lanjutnya lagi.
Leon dengan cepat membuka selimut nya dan menatap Abel
"Ada apa?"tanya nya.
"Ahhh perut ku sakit,ahhh"jerit Abel.
"Hehe,aku yakin ini berhasil"batin Abel.
"Sakit,tolongg"lanjut Abel lagi.
Leon segera beranjak dan duduk menghadap Abel,wajahnya terlihat panik.
"Hah?sakit?perut mu sakit?"tanya Leon gelagapan.
"Ahh sakit,perut ku sangat sakit,tolong!"ucap Abel melebih lebih kan.
"Iya iya,apa yang harus ku lakukan?"tanya Leon yang panik.
"Tolong beli kan aku obat sakit perut,ku mohon cepatlah,ahhh"teriak Abel yang yang berpura pura meringis kesakitan.
"Ah yah obat,baik baik aku akan menelpon Hans"jawab Leon dan akan mengambil ponsel nya, Abel mulai panik dan dengan otak nya yang cerdas dia mengsugesti Leon.
"Ahh akan lama,kamu saja yang pergi. Akan lama jika menunggunya,ku mohon aku sangat kesakitan"Pinta Abel meringis.
"Ah yah baiklah,tunggulah disini. Aku akan segera kembali"ujar Leon yang tak curiga karna sudah kepalang panik,dia segera menyambar mantel hitamnya dan keluar.
Selepas kepergian Leon,Abel mengintip di balik pintu dan bersorak riang.
"Yes berhasil,baiklah aku harus segera pergi dari sini sebelum dia kembali"ucap Abel yang langsung mengganti pakaian nya dan membawa beberapa pakaian juga kartu kredit yang di berikan Arjun dan Leon.
Dia berlari menuruni apartement dan segera mencari taxi,setelah mendapati taxi dia segera bergerak meninggalkan apartement.
"Huff ini yang terbaik,aku harus mencari tempat tinggal lain. Maaf kan aku Arjun,aku meninggalkan mu seperti ini tanpa kabar bahkan aku tidak sempat mengucapkan terimah kasih. Untuk sementara aku pinjam dulu uang mu,saat aku mendapat pekerjaan aku akan menggantinya"batin Abel.
"Kemana Non?"tanya sopir taxi.
"Tolong antar saya ke stasiun pak"jawab Abel.
"Baik"jawab sopir taxi.
"Semoga saja dia tidak menemukanku. Maafkan aku ayah ibu,aku tidak bisa menjaga rumah kita. Aku berjanji akan segera kembali ke sana,untuk sementara aku harus pergi dulu"batin Abel.
Saat sampai di stasiun,Abel segera membawa barang barang nya masuk ke dalam stasiun dan menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.
"Huff"Abel menghembus nafas nya berat.
__ADS_1
"Tenang kan dirimu Bel,ini jalan yang benar"ucap Abel menyemangati dirinya sendiri.
Namun dari jarak yang jauh ada seseorang yang dari tadi terus memperhatikan Abel.
.
.
.
Mobil Leon kembali ke apartement Abel, ia berjalan dengan cepat untuk memberikan obat yang sudah ia beli pada Abel.
Setelah sampai,ia langsung memasukan pasword pintu dan masuk.
"Sayang,ini obat nya"ucap nya,namun ruangan itu sudah kosong melompong.
"Sayang...!"teriak Leon memanggil.
Dia mengecek di seluruh ruangan di apartemen itu,namun Abel tidak di temukan.
"Sayang..kamu dimana?"teriak Leon.
Leon panik,dia sudah mengecek di seluruh apartemen itu,namun Abel tetap tak bisa ia temukan.
"Dimana sebernarnya kelinci manis itu?"monolog Leon.
"Apa dia pergi? ah si*al, aku lupa mengecek lemari"rutuk nya dan kemudian mengecek lemari pakaian Abel. Dan benar saja,hanya sedikit pakaian yang tersisa.
"Jadi benar,kamu bermain dengan orang yang salah sayang"gumam Leon dengan memasang wajah datar nya.
Dia segera berlari ke mobil dan langsung mengendarai nya kembali ke monsion.
"Cari wanita ku dimana pun dia berada"perintah Leon kepada Hans.
"Baik Tuan,saya akan mengerahkan banyak anak buah"jawab Hans
Leon tak menanggapinya lagi,dia hanya diam dengan ekspresi datar.
Hans yang sudah paham,langsung pamit undur diri untuk mencari Nona Muda nya itu.
"Aku akan menjadikan mu milikku setelah ini"batin Leon
.
.
.
Sudah lebih dari 1 jam Abel menunggu kereta selanjutnya tiba,namun belum jua datang.
"Kenapa lama sekali"keluh nya.
Namun secara tiba tiba ada sebuah tangan yang memegang bahu nya dari posisi belakang,Abel menegang dan takut.
"Habislah aku"batin Abel.
Abel tak berani berbalik,wajahnya pucat pasi. Dia pasti akan di menjadi daging cincang sekarang.
"Abel?"panggil orang itu.
__ADS_1
Abel melebarkan matanya,suara itu sepertinya familiar di telinga. Perlahan tapi pasti dia membalikan tubuhnya.
"Rey?"tutur Abel.
Orang itu adalah Rey yang sudah memperhatikan Abel sejak pertama kali turun dari taxi hingga ke stasiun.
"Iya ini aku,Rey. Apa yang kamu lakukan disini? dan apa yang kamu bawa?"tanya nya heran.
"Hah?ini..."ucap Abel yang langsung terpotong
"Dan kemana saja kamu selama ini?"tanya Rey lagi.
"Anu..aku"ucap Abel yang bingung harus menjawab Apa
"Aku harus pindah"jawab Abel singkat.
"Hah? pindah? kenapa? apa yang terjadi?"tanya Rey berbondong.
"Sudahlah jangan bertanya lagi,aku harus pergi sekarang"ucap Abel yang hendak melangkah meninggalkan Rey,namun Rey mencekal pergelangan tangan Abel.
"Tidak,sebelum kamu menjelaskan semuanya"ucap Rey.
"Rey,kumohon aku harus pergi"ucap Abel memelas.
"Tapi kenapa sepagi ini?"tanya Rey.
"Aku harus pergi,ada seseorang yang mengangguku"ucap Abel keceplosan.
"Ha?siapa yang menganggumu?"tanya Rey.
"Aduh,kenapa harus pakai acara keceplosan segala,sekarang aku harus bilang apa"batin Abel.
"Abel jawab aku!"ucap Rey tegas
Saat Abel akan membuka mulutnya untuk berbicara,tiba tiba datang seseorang berbadan besar yang langsung memukuli Rey.
"Akhh"teriak Abel yang terkejut.
"Jangan sentuh Nona Muda kami"ujar pria itu dan tiba tiba datang begitu banyak orang berpakaian yang sama ke arah Abel dan Rey.
Mereka memukuli Rey, Rey berusaha melawan tapi jumlah mereka terlalu banyak.
"Hentikan..!"teriak Abel kencang.
Abel berusaha melerai perkelahian itu,tapi dia di tahan oleh beberapa orang yang lain.
"Lepaskan aku...!"teriak Abel,namun orang orang itu sama sekali tak berkutik.
"ahh"jerit Rey saat satu bogeman mendarat di wajah tampannya.
"Kyaa!,kumohon berhentilah"teriak sekencang kencangnya,dan orang orang itu pun akhirnya berhenti memukuli Rey yang sudah terluka.
"Rey..!"panggil Abel yang menangis melihat temannya Rey terluka parah.
"Ayo bawa Nona Muda"ucap salah satu pria itu dan Abel dengan paksa di bawa kedalam mobil.
"Abel.."ucap Rey lirih menahan sakit yang melihat Abel di bawa oleh banyak orang kedalam mobil. Dia mencoba bangkit,tapi dia sudah tak bertenaga,dia akhirnya hanya menekan nomor di ponsel untuk minta pertolongan.
"Lepaskan aku...!!"teriak Abel sambil terus meronta ronta.
__ADS_1
Bersambung...