
"Haha,yaudah yah aku pulang dulu,jaga diri baik baik dan jangan lupa kunci pintu"pesan Arjun yang sudah seperti kekasih yang menghawatirkan kekasihnya.
"Siap pak bos,hehe"jawab Abel sambil memberi hormat
Arjun ternyum dan mengusap kepala Abel sebelum akhirnya pergi dari apartement kediaman Abel sekarang.
Usai kepergian Arjun,Abel segera masuk kedalam apartement untuk mandi,dia akhirnya bisa merasa tenang bisa bebas dari kurungan Leon.
"Ahhh...nikmat sekali.."ucap Abel yang sedang merendam tubuhnya.
Setelah usai mandi dia segera mengenakan handuknya dan berjalan keluar kamar mandi,tapi lihatlah kebodohan nya itu,dia bahkan tidak punya baju ganti.
"Astaga Abel bodoh!!!kenapa kamu mandi tanpa berfikir dulu?kamu tidak ada baju ganti Abel!!"Bentak nya pada dirinya sendiri.
"Sekarang apa yang harus aku kenakan?,apa aku harus mengenakan baju pemberian pria pemeras itu lagi?tidak!!tidak akan! ini sudah malam,lebih baik aku tidur saja dan memesan secara online besok,lagi pula aku tinggal sendiri"monolog nya
Tidurlah sekarang dia di tempat tidur yang lumayan besar dan empuk dari kasur yang ada di rumah nya.
.
.
.
"Tuan akan kemana?perlukah saya memanggil penjaga?"tanya Hans
"Aku tidak se lemah itu yang harus membawa penjaga setiap kali aku keluar,aku akan mengunjungi wanita ku"tutur Leon yang segera beranjak meninggalkan Hans menggunakan mobil Sport nya.
Hans hanya bisa pasrah,dia tidak bisa melakukan apapun jika tuan nya sudah mengambil keputusan.
"Aku tidak tau apa yang akan terjadi berikutnya,kejadian beberapa hari lalu membuat ku tersiksa"batin Hans.
Saat sampai di depan apartement yang di tempati Abel,Leon segera memarkirkan mobil nya dan keluar dari mobil,dia menatap tempat yang di tinggali wanita nya untuk sementara ini.
__ADS_1
"Cih!tempat macam apa ini?apa pria itu ingin menyiksa wanita ku di tempat sekecil dan sejelek ini?"ujar Leon sinis melihat apartement yang sekarang di tempati oleh Abel.
Sebenarnya apartement yang di tempati oleh Abel tidak lah buruk,apartement nya cukup mewah dan besar,tapi di mata Leon itu hanya sebesar kamar mandi nya saja.
Leon melangkah kan kaki memasuki pekarangan apartement dan berhenti di depan pintu apartement Abel.
"Bahkan penjagaan di sini sangat jelek,akan ku beli tempat ini nanti"batin Leon
Leon memencet kata sandi apartement Abel dengan mudah,jika kalian bertanya dari mana Leon mengetahui kata sandi tersebut?maka tidak usah bertanya,karna dia orang kaya yang bisa mencari tahu apapun dengan mudah.
Saat pintu terbuka,ruangan tersebut sudah gelap,sepertinya penghuni nya sudah tidur.
Leon melangkah masuk untuk mencari keberadaan wanita yang beberapa jam lalu pergi meninggalkan nya,sungguh! dia sangat merindukan wanita nya itu.
Leon berjalan ke arah kamar, dia memutar knop pintu dan pintu tersebut terbuka,terlihatlah wanita yang dia rindukan sedang tidur di bawah selimut dan dengan wajah yang polos namun sangat cantik dan mendebarkan hati seorang Leon Sebastian Xylander.
Leon mendekati Abel yang sekarang sedang tidur nyenyak dengan hati hati,dia tidak mau membangunkan sangat ratu saat tidur.
Leon mengusap kepala Abel dengan lembut,Leon sangat merindukan wanita nya,ingin sekali dia memeluk tubuh yang dibaluti selimut itu dengan erat.
Leon memperhatikan wajah Abel dengan seksama,wajahnya memerah dan berkeringat,mungkin karna kepanasan,tapi kenapa dia tetap berselimut?pikir Leon,perlahan tapi pasti,Leon menarik selimut yang menutupi tubuh Abel hingga terlepas permanen,dan...
"Ahh si*l!!"batin Leon sambil memejamkan matanya sekejab dan menelan saliva nya.
Abel hanya mengenakan handuk yang sangat pendek yang hampir terlepas dari tubuhnya,bahkan Leon bisa melihat dengan jelas si kembar itu.
Leon adalah pria normal,ingin sekali dia menerkam sang mangsa yang sudah di depan mata,tapi persetanan dengan akal sehat.
Abel terbangun dari tidur nya saat cahaya mentari perlahan menyelusup di balik jendela kamar dan mengenai wajah cantinya itu.
Dia meregangkan tubuhnya,dia merasa tubuhnya sangat pegal dan tak bertenaga,mungkin karna terlalu nyenyak tidur pikirnya.
dia menarik selimut yang menutupi tubuhnya dan hendak turun dari tempat tidurnya,namun dia mendadak berhenti karna melihat tubuhnya.
__ADS_1
Bukan kah semalam dia tidur hanya mengenakan handuk saja?lantas kenapa sekarang dia mengenakan kemeja biru yang oversize di tubuhnya?
"Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?aku ingat semalam aku hanya mengenakan handuk,dan kemeja ini?astaga apa ada seseorang yang masuk kemari saat aku tidur?aataga!! apa dia melakukan sesuatu padaku?"monolog Abel
Dia segera beranjak dari kasurnya dan berjalan ke kamar mandi,dia mengecek sesuatu yang memang seharunya di cek,tapi tidak ada apa apa,dia bahkan tidak ada rasa sakit atau nyeri pikir Abel.
"Tapi..,darimana kemeja ini berasal?"tanya Abel
Dia segera melepas kemeja tersebut untuk mandi,namun saat dia melepaskan seluruh pakaian yang ia kenakan,dia mendadak berteriak,banyak bekas merah yang ada di dada dan juga perutnya namun tidak ada di leher.
"Akhhhhhhh!!ada apa dengan tubuhku?"teriak Abel dan kini dia mulai terisak
"Siapa yang melakukan ini?hiks hiks,apa aku begitu mati tadi malam sehingga tidak terbangun?tapi aku yakin tanda ini bukan lah gigitan serangga"ucap Abel
Setelah beberapa waktu dia menangis dan membersihkan diri,dan juga dia sudah memesan pakaian,dia menyuruh penjaga apartement memesankannya.
Dia sekarang sudah rapi dan bersiap untuk pergi sekolah,sudah beberapa hari dia tidak sekolah dan bekerja,dia harap dia tidak di pecat dari pekerjaannya,jika dia di pecat dia akan lama untuk mendapatkan pekerjaan lain.
.
.
.
Kilasan...
Leon tidak tahan lagi,dia mendekati Abel dan mulai menc**mi tubuh tersebut dan membuat banyak tanda di sana,tapi dia masih berakal sehat,dia tidak melakukn yang lebih jauh dari itu bahkan dia tidak membuat tanda di leher,itu akan menyulitkan wanita nya saat di sekitar orang.
Setelah beberapa lama dia melakukan kegiatannya,Leon berbaring di samping Abel dan memeluk tubuh itu denga sayang,dia men*cium kening Abel dan ikut terlelap.
Saat jam menunjukan pukul 3 pagi,Leon terbangun hendak pulang ke monsion nya,tapi sebelum pergi,dia melepas kemeja nya dan mengenakannya ke tubub Abel,tentu Leon melihat semuanya,bahkan dia mulai terangs*ng sekarang,dengan cepat dia mengenakan nya dan sebelum pergi dia menge*cup bibir indah itu
"Aku pergi dulu,aku akan menemui mu lagi"gumam Leon dan akhirnya pergi hanya dengan mantel Jas hitam
__ADS_1
Bersambung...