
Pria itu berfikir kembali,apa yang di katakan Abel itu benar atau tidak,tapi jika dia salah maka dia akan berada dalam masalah sulit.
"Baiklah nona,saya akan menemani nona"ucap pria itu.
"Baiklah,trimakasih"jawab Abel
"Yesss!!!berhasillll"sorak batin Abel gembira.
Pria itu mempersilahkan Abel keluar ruangan dan menuntun nya ke mobil di depan perusahaan untuk pergi menuju restoran.
Pria itu membukakan pintu untuk Abel dan Abel hanya memberikan senyum manis nya.
"maafkan aku,tapi ini penting untuk kebaikan ku"batin Abel
Mobil pun melaju membelah jalan dan keramain kota yang sibuk itu.
"Nona ingin makan di restoran mana?"tanya pria itu sopan.
Abel tidak langsung menjawabnya,dia diam sejenak dan memikirkan sesuatu.
"Lebih baik ku ajak dia ke restoran milik Arjun,yah itu benar!!aku bisa meminta bantuannya,semoga saja Arjun ada di tempat"batin Abel.
"Kita ke restoran di jalan XXX saja pak"jawab Abel
"Baik nona"ucap pria itu yang sedang mengendarai mobil.
Tubuh Abel seperti di hembus angin segar,tersirat senyum di bibir seorang Arabella Clarissa.
.
.
.
"Tuan,nona pergi bersama salah satu penjaga kepercayaan tuan,apa saya perlu mengikutinya?"tanya Hans
"Tidak perlu,dia bilang hanya makan,jika dia kabur pun aku tentu bisa menemukan nya lagi."jawab Leon santai.
"Baik tuan"jawab Hans
"Pergilah sayang,aku membebaskan mu untuk beberapa waktu sebelum aku membawa mu lagi dan tak kan pernah membiarkan mu pergi lagi"batin Leon sambil tersenyum smirk,sedangkan Hans yang melihat tuan nya tersenyum merasa merinding.
"Keluarlah"perintah Leon datar
"iya tuan"jawab Hans sambil melangkah keluar.
.
.
__ADS_1
.
Disinilah Abel sekarang,di restoran yang bisa di bilang mewah milik Arjun,yah!Arjun berasal dari keluarga berada,walaupun begitu dia tidak mau membangun usaha menggunakan uang keluarga tapi dia menggunakan uang hasil kerjanya di perusahaan ayahnya sebagai pegawai biasa,bahkan di usianya yang masih sangat muda,dia sudah punya penghasilan sendiri.
"Silahkan nona"ucap pria itu yang sedang menarik kursi untuk Abel
"trimah kasih,duduklah,temani aku makan"ucap Abel
"Tidak nona,saya disini untuk menjaga nona,bukan untuk makan bersama nona"jelas pria itu
"Tidak ada penolakan,duduklah"ucap Abel tegas
"t..tapi no.."ucap pria itu yang langsung terpotong lantaran Abel menarik pria itu duduk di kursi di seberang meja nya.
"Duduklah,tolong panggil pelayan"perintah Abel
"Emm,,baik nona"ucap pria itu
Dia pun memanggil pelayan dan pelayan menghampiri meja mereka untuk mengambil pesanan,selang berapa waktu makanan mereka sudah tersaji di atas meja.
"Ayo makan"ucap Abel
"Itu tidak sopan nona,saya akan makan setelah nona"ucap pria itu
"Berhentilah melakukan itu,anggap aku teman mu dan panggil aku Abel saja,ku pikir usia mu lebih tua dariku?,bisa aku memanggil mu kakak?"ucap Abel
Pria itu merasa tersentuh,wanita di hadapan nya ini benar benar baik dan tidak memandang rendah kalangan bawah sepertinya.
Pria itu bernama johanest atau akrab di sapa jo.
"Kak jo?haha nama yang pas untuk pria yang keren seperti kakak"ucap Abel bertingkah lawak
Saat jo sedang makan,Abel mendadak menghentikan makan nya
"waktu nya beraksi"batin Abel
"Kak jo,aku ingin ke toilet sebentar,kak jo lanjut makan saja dulu,aku akan segera kembali"ucap Abel
Jo menatap wajah Abel,sepertinya Abel bisa di percaya pikirnya.
jo hanya mengangguk,dan Abel segera pergi berjalan meninggilkan jo menuju ke arah toilet
saat sampai di toilet dia segera mencari cari cara agar bisa lari,dan kebetulan dia sudah tau dimana dia sekarang,dia tau seluk beluk restoran ini karna Arjun sering mengajak nya dan juga Jeje makan.
Dia berjalan menyusuri lorong sempit tidak jauh dari toilet yang langsung membawanya ke belakang restoran.
Bebas!
Itulah satu kata yang ada di batin Abel saat sudah di luar,dan sekarang dia harus pergi jauh dari restoran ini,dia berlari sambil celingak celinguk mencari taxi,namun tiba tiba tangannya di tarik secara tiba tiba.
__ADS_1
"Ahhh lepaskan aku,aku hanya ingin pergi"ucap Abel spontan sambil menutup matanya.
"Abel?,kamu darimana saja?aku dan juga jeje sangat khawatir karna kamu tidak ada kabar"ucap orang yang memegang tangan Abel
Abel perlahan membuka matanya dan melihat orang yang sekarang di hadapannya.
"Arjun?!"Ucap Abel dan spontan memeluk Arjun
Tubub Arjun menegang ketika di peluk secara spontan oleh Abel.
"Abel.."batin Arjun
"hey ada apa?kenapa seperti orang ketakutan?"tanya Arjun
"Aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang,ayo bawa aku pergi dari sini"ucap Abel dan Arjun pun langsung membawa Abel ke mobilnya dan pergi menjauh dari restoran.
Saat di perjalan hanya hening,Arjun memberikan waktu untuk Abel tenang,begitu juga Abel dia butuh waktu untuk mengatur emosi dan nafasnya,setelah beberapa waktu akhirnya Arjun membuka pembicaraan.
"Kamu berhutang penjelasan"ucap Arjun
Abel menoleh dan menatap Arjun,apakah dia harus menceritakan seluruh kejadian yang menimpa dirinya kepada Arjun?
"Ayo kerumah ku dan akan ku jelaskan semuanya,kumohon cepatlah sedikit"ucap Abel
Arjun mengerti,sepertinya ada sesuatu yang menimpa Abel.
"Baiklah,kita akan kerumahmu"jawab Arjun
.
.
.
"Maafkan saya tuan,saya tidak bisa menemukan Nona muda"ucap seorang pria sambil menunduk
"Cih,Apa saja yang kau lakukan?aku menyuruh mu untuk menjaganya dan kau tidak bisa mengerjakannya"bentak Leon
"Maafkan saya tuan,saya menyesal"ucap pria itu yang tak lain adalah Jo.
"Pergi!!"perintah Leon tegas dan Jo pun hanya bis melaksanakannya.
Leon sebenarnya sudah tau itu akan terjadi,tapi dia tetap memarahi penjaga tersebut.
Leon berjalan ke kursi kebesaran nya dan duduk,dia menatap lurus kedepan,dia tersenyum simpul.
"Gadis yang sangat menarik,kamu bisa dengan mudah mencuri hati seseorang dan dengan cara rapi kamu mengelabuinya,ahh..aku suka gadis seperti dirimu,aku akan menjadikan mu milikku dan tidak akan ku biarkan kamu pergi lagi"gumam Leon.
"Aku harus mendapatkan mu dengan cara apapun,aku tidak perduli kamu membenciku karna dengan berjalannya waktu benci itu akan berubah menjadi cinta"lanjutnya lagi.
__ADS_1
Bersambung...